KISAH CINTA BILLA DAN BRONDONGNYA

1

“Billa, apakah kamu mau menjadi pacarku?” ucap Adit dengan penuh pengharapan seraya bertekuk lutut di hadapan Billa. 

Billa memandang ragu adik kelas yang saat ini berada di hadapannya. 

Ia merasa bimbang, ingin mengatakan iya atau tidak.

‘Aku sebenarnya menyukainya juga, tapi dia masih adik kelasku, apa tidak apa-apa menerimanya sebagai pacarku?’

Ucap Billa dalam hati seraya memainkan jari jemarinya. 

Billa terkenal sebagai remaja polos yang kurang akan pengetahuan, tetapi di balik semua itu Billa memiliki pribadi bertolak belakang dari apa yang semua orang katakan.

Billa mulai mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru lapangan sampai padanganya menangkap rupa Anessa sahabat nya.

Terlihat Anesaa seperti memberi perintah untuk menerima pernyataan cinta Adit kepadanya, dengan cara gerakan tangan dan bibir nya yang terus mengecap tanpa henti.

Billa tidak yakin, dan ini ia anggap terlalu cepat untuk memberi keputusan. 

Kemudian dirinya memandang ke arah mata Adit yang terlihat akan keyakinan disana.

Bisa dilihat keyakinan dalam diri adit saat ini. 

Tapi tidak bisa memberikan jaminan sepenuhnya akan hal itu.

“Sebelumnya…Bisa tidak kamu memberi waktu untuk menjawabnya?” Tanya Billa kepada adit yang mampu membuat keadaan menjadi sunyi seketika.

Satu hal lagi, billa terkenal polos juga karena logatnya yang memakai kata “AKU KAMU” kepada semua orang. 

Adit langsung berdiri dan menatap Billa dengan tajam. 

“Harus kah? Apa kamu tidak menyukai ku? Atau kah ada kekurangan dalam diriku yang membuat kamu tidak suka dengan ku?” tanya Adit dengan beruntun membuat Billa merasa terkejut. 

“Eh?” dengan spontan Billa mengucapkan kata tersebut karena agak terkejut dengan tindakan Adi baru saja. 

Namun tidak bisa menyangkal bahwa ia telah menaruh perasaannya kepada laki-laki di depannya saat ini.

“Udah, terima aja Bill! Yaelah jangan kebanyakan drama! Bener gak?” suara salah satu siswa yang saat ini sedang menonton.

“Bener!” Seru semua murid yang berada di lapangan saat ini.

Billa memejamkan mata dan menghirup udara dalam-dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan. 

Lalu ia membuka matanya secara perlahan dan berkata… 

“Aku terima!”

Ucapan Billa itu mampu membuat Adit kedua matanya terbelalak karena kaget.

Tidak akan menyangka, jika Billa yang merupakan gadis pujaan hatinya selama ini menerima pernyataan cintanya dan sekarang sudah menyandang sebagai pacar nya.

“Kamu serius?” tanya Adit untuk memastikan. 

Billa mengangguk meski hatinya tidak yakin akan hal itu.

“Jadi kamu mau jadi pacar aku!” Girang adit sambil meloncat loncat karena merasa gembira. 

Lalu di tarik nya tubuh mungil Billa kedalam dekapannya dan mengirup dalam-dalam aroma tubuh khas bedak bayi yang sangat menyegarkan baginya.

Billa tersentak akan hal itu, tapi ia tak bisa berbuat apa apa, yang ia bisa berbuat hanya diam dan menikmati keputusan yang tak sesuai dengan hatinya.

Hal tersebut semakin membuat riuh para murid yang kini semakin ramai. 

“Terimakasih, aku mencintaimu” bisik Adit tepat di telinga Billa. 

“A-aku juga” balas Billa dengan terpatah karena merasa malu. 

Namun kali ini ia merasa keputusanya adalah salah, seolah akan terjadi sesuatu ketika ia menerima pernyataan cinta dari adit.

🌹🌹🌹

Tak terasa sudah 1 tahun Billa dan Adit berpacaran, mereka sekalipun tidak pernah bertengkar.

Adit sangat tangguh dalam menghadapi sifat manja dan polos milik Billa, yang mana membuat Billa jatuh lebih dalam dengan pesona Adit yang selalu mendebarkan para kaum hawa.

Tapi seiring waktu juga sifat Adit berubah kepadanya, ia menjadi dingin dan kaku tak seperti biasa.

Billa sempat berfikir, apa kesalahannya? Sehingga membuat sikap adit berubah total.

Apakah gara gara Billa terlalu manja?

Atau….jangan jangan Adit mulai bosan dengan Billa dan diam2 menjalin hubungan dengan orang lain.

Billa menggelengkan kepalanya, menepis pikiran buruk tentang adit. Tetapi tak dipungkiri bahwa ia semakin kesini semakin curiga dengan perubahan total sifat adit.

“Sebaik nya nanti aku tanyakan saja sama Adit, kenapa dia sampai berubah seperti itu” gumam nya pelan

🌹🌹🌹

Billa mengedar kan penglihatan, mencari objek yang dari tadi ia cari, dengan langkah pelan menyusuri koridor yang menuju ke kelas milik Adit, yaitu XI IPA 2.

Ketika sudah berada di depan kelas Adit. langkahnya terhenti ketika ia melihat Adit sedang tertawa renyah bersama sahabat nya, Anessa

‘Sejak kapan mereka seakrab itu?’

‘Perasaan mereka jika bertemu pasti hanya saling lempar senyum tipis atau sekedar saling menyapa ringan tidak lebih’

Ucap Billa dalam hati. 

Dan sari situ, muncullah kata curiga ditengah situasi semacam ini.

Tetapi billa segera menepis enam kata tersebut.

Tidak mungkin jika sahabatnya itu main api di belakangnya. Apalagi a

Anessa merupakan sahabat sejatinya dari playgroup dulu.

‘Mungkin saja Anessa dekat dengan Adit gara-gara Adit kan pacar aku, jadi wajar dong kalau Anessa kuga harus dekat, secara mereka berdua pasti saling tukar pendapat unt menghadapi aku bukan?’

Rapal Billa dalam hati karena ia harus berpikir secara positif. 

“Bil, mau apa ke sini?” Seru Wahyu entah kapan sudah berada di hadapan Billa. 

Wahyu merupakan sahabat satu-satunya Adit. Ia berparas imut tetapi sama sekali tidak berakhlak.

Karena itulah Billa sangat ingin menghindar dari makhluk bernama Wahyu ini.

Dan makhluk ini lah yang hanya bisa memperlihatkan sisi Billa yang tidak dikenali oleh orang lain.

“Mau nyari Park Jisung buat gue jadiin Suami” ucap Billa dengan asal. 

“Oh, gue juga mau nyari orang kok” 

Billa mengernyit kan dahi, dan menatap Wahyu bingung.

“Siapa?” tanya Billa dengan penasaran. 

“Calon bini, Lisa Blackpink” celetuk Wahyu membuat Billa merasa kesal. 

“Ngayal amat lo!” cetus Billa sembari memandang rendah Wahyu. 

“Mirror bu!” ucap Wahyu tidak terima. 

“Skip!”

Setelah mengatakan itu, Billa langsung melengos pergi untuk menemui Adit di bangkunya.

“Yeh main pergi aja si penghalu!” Ejek Wahyu tetapi tidak di hiraukan oleh Billa.

“Ehm, Adit” panggil Billa pelan

Mendadak adit maupun Anessa menghentikan tawanya, Adit menatap malas kearah Billa sedangkan Anessa malah berkaca dan membenarkan rambutnya yang kusut.

“Kenapa?” Tanya Adit singkat

“Bisa ngomong sebentar tidak?” 

Anessa menghentikan aktivitasnya lalu ikut melihat ke arah Billa.

“Berdua saja” sambung Billa setelah melirik ke arah Anessa. 

“Penting banget yah? Sehingga kamu minta bicara cuma berdua” ucap Adit seperti tidak terima. 

Billa mengangguk sebagai jawaban nya.

“Yaelah Bil, gue sahabat lo..loh masak iyah main rahasiaan sama gue” ujar Anessa dengan tampang cemberut nya.

Billa tersenyum manis menatap Anessa “maaf yah nes, ini privasi antara aku sama Adit”

“Ohh yaudah, gue ngerti kok, Dit tunggu apa lagi? sana deh” suruh Anessa membuat Adit gemas. 

Adit berdiri lalu mengacak acak rambut Anessa singkat 

“iya bunny tunggu dulu yah, gue mau bicara sama pacar gue yang kelewatan manja” Ucapnya dengan menekan kata “MANJA” di sana. 

Billa merasa sangat panas ketika melihat semua itu, Adit tidak pernah lagi mengacak acak rambut nya, seingat nya terakhir kali Adit mengacak-acak rambut nya 5 bulan yang lalu dan itu waktu yang sangat lama.

‘Dan panggilan apa tadi? Bunny?’

Billa bertanya-tanya dalam hatinya. 

“Hm” balas Anessa dengan kini kembali berkaca.

“Ayo!” Ajak adit kepada Billa yang terdengar seperti bentakan, membuat Billa terkejut.

‘Kenapa dia menjadi sekasar ini?’

Billa kemudian buru-buru menyamai langkah Adit yang besar. Jujur saat ini adalah situasi yang amat sangat cocok untuk mengumpat.

🌹🌹🌹

“Jadi, mau ngomong apa kamu?” Tanya adit dengan raut wajah yang datar. 

“Aku cuma mau nanya ke kamu, kenapa mendadak sikapmu berubah kepadaku? Kenapa jadi dingin dan datar seperti ini? Apa kesalahku Adit?” tanya Billa dengan raut wajah yang sedih. 

“Berubah? Aku? Emang aku berubah yah? Perasaan kamu aja Bil, aku masih sama, masih tetap pacar kamu, orang yang kamu cintai dan mencintai kamu” jawab Adit dengan tegas. 

Billa tidak cukup puas dengan apa kata adit barusan.

“Tapi menurut ku…kamu sudah berubah, sikap kamu tidak semanis seperti 5 bulan yang lalu”

“Kamu juga tidak pernah mengacak-acak rambut ku lagi seperti yang kau lakukan kepada anessa tadi”

Adit tertegun sejenak ketika mendengar pernyataan billa barusan, lalu buru-buru ia kembalikan raut wajah nya seperti semula.

“Apakah kamu mulai bosan kepada ku? Adit”

Adit terdiam, ia bingung harus berkata apa karena ia juga tidak yakin harus mengatakan apa lagi. 

“ADIT!” teriak wahyu menggelegar 

Adit menoleh ke arah Wahyu yang tak jauh dari tempat yang ia pijak sekarang.

“KENAPA?!” balas teriak Adit

“LO DI PANGGIL GURU KE KANTOR! CEPETAN!” 

“IYA IYAH!” tanpa berpikir panjang lantas adit segera pergi meninggalkan billa yang masih berdiri di tempat sembari tersenyum miris meratapi nasibnya.

 

 

 

 

Lates Chapters

15

  Baru saja Billa bernafas lega, kini kembali menegang akibat pintu gerbang sekolah ternyata sudah tertutup dengan rapat.    Billa dan Wahyu saling pandang dan…

14

“Masuk akal lah, kan gue sepupu lo!" Ujar Wahyu dengan santai.    "What! Sejak kapan lo sepupu gue!" ucap Billa dengan raut wajah kaget.   …

13

    "Lo!" Teriak Billa karena terlalu terkejut akan kehadiran Wahyu yang kini sedang tersenyum menjengkel kan di hadapannya   "Halo Calon Bini saya" balas…

12

  "Panas" keluh Billa ketika sudah keluar dari dalam kelas nya, karena memang pelajaranya telah usai keseluruhan.   Kemudian ia merogoh tas milik nya, mencari…

11

  Ini sudah dua minggu dari di mana Billa terjatuh dan membuat lututnya terluka, sekarang ia sudah bebas berlarian kesana kemari seenak nya.   Seperti…

10

    Billa membuka kedua matanya perlahan, lalu ia kerjap-kerjap kan karena penglihatan nya terasa kabur akibat terlalu lama menutup.   Dahi nya berkerut kala…

9

  "Pelan-pelan Bill, masih panas itu!" tegur Wahyu ketika melihat Billa yang melahap rakus semangkuk soto ayam yang masih panas.    "Bacot amat sih, orang…

8

  Billa terus mengoceh di dalam mobil milik Wahyu, selaras dengan mukanya yang kini terlihat merah padam dan secara tak kasat mata sebuah semburan asap…

7

  Billa tengah berdiri di depan gerbang sekolah, menunggu Wahyu yang kini sedang mengambil mobilnya di parkiran.   Sesekali ia memijat kaki nya karena terasa…

6

  "Jadi gini, orang yang katanya merasa seolah dikhianati tetapi dia juga mengkhianati, memang yang sebenarnya kau itu yang rubah berekor sembilan bukan si Anessa"…

5

  "Kenapa tidak boleh? Dia itu sudah kurang ajar sama kita Adit! Apa tadi? Gangguin buaya dan rubah yang lagi kawin?! Perkataannya kurang ajar banget…

4

  Billa berjalan gontai menyusuri koridor sekolah, sesekali tersenggol siswa lain yang membuat keseimbanganya hilang dan hampir jatuh.   Entah mengapa tubuh nya hari ini…

3

"Nes" panggil Billa kepada Anessa yang kin tepat di sebelah nya.    Nessa menoleh ke arah Billa.    "Ada apa bil?"   "Gue mau tanya…

2

Billa duduk di lantai depan kelas Adit, ia menunggu Adit karena memang setiap hari berangkat dan pulang sekolah bersama dengan Adit.   Kebetulan jam kelas…
error: Content is protected !!