Gaduh terdengar suara musik dimainkan asal oleh beberapa pemuda di dalam ruang musik disalah satu universitas ternama di Jakarta.
Mata kuliah musik baru saja selesai 3 menit yang lalu.
Hujan dan petir hari itu membuat suasana dalam ruang musik menjadi lebih nyaman untuk ditinggali sejenak.
Bagaimana tidak , ruang musik yang merupakan bangunan baru terletak paling belakang dan berada di lantai dua itu mengarah tepat ke alun alun sebuah taman yang berada dekat kampus.
Taman itu tampak sunyi dikarenakan hujan yang belum berhenti sejak tadi .
Air mancur yang mengalir bak sebuah titik teduh saat gemuruh hujan turun. Dan layaknya bersenandung , percikan air mancur dan gemuruh hujan beradu memberikan pesona mereka masing-masing.Membuat para mahasiswa dan mahasiswi betah untuk tidak beranjak walaupun hanya sekedar melihat pemandangan dari tepi jendela atau hanya sekedar memainkan handphone membuat story di media sosial.
Terkecuali Daniel .
Pria tampan ini tidak menyukai hujan.
Dan daniel benci dengan hujan .
Daniel adalah satu dari sekian banyak orang yang mengidap Ombropobhia.
Hal itu terjadi karena saat daniel kecil dirinya dan ibunya mendapatkan perlakuan buruk oleh sang Ayah .
Yang membuat daniel begitu frustasi.
Bukan tanpa alasan daniel menjadi takut. Hari itu karena ulah sang ayah daniel kehilangan orang yang sangat berharga dalam hidupnya .membuat ibu yang paling daniel cinta pergi meninggalkan daniel untuk selama-lamanya .
Daniel kecil ingat betul Saat itu hujan turun sangat deras disertai petir yang sesekali terdengar.
Ada rasa bersalah yang sampai sekarang menghantui dirinya.
Kenapa saat itu dia tidak bisa melawan ?
Kenapa saat itu harus ibu yang menjadi korban?
Ia mulai mengambil headset dan memakainya.
Mem- play musik bertuliskan SOS milik Kang daniel dari layar ponselnya, Meraih sebuah buku kemudian mulai menulis asal disana.
Ada raut cemas yang tidak dapat ia sembunyikan dari wajahnya.Tangannya yang bergerak asal makin membuatnya tampak sangat kacau sebelum sesaat ia sadar bahwa seorang wanita telah memperhatikannya .
“Hey , mau coklat?” Sapa wanita itu yang sadar ketika tatapan Daniel mengarah padanya.
Tak ada jawaban ..
Daniel yang cuek memalingkan pandangan dan kembali memperbaiki headset yg terjatuh dari pendengarannya saat menatap Angel , wanita yang sejak tadi memperhatikannya.
“Coklat baik untuk hati yang sedang kacau . Makanlah satu atau dua potong ” lanjut Angel sembari berdiri berencana untuk meninggalkan tempat duduknya
“Angel ..-” panggil Daniel datar
“Thanks” lanjutnya menatap intens pada Angel.
Angel yang tidak mengira akan di sebut namanya oleh sang pemuda dingin ini tersenyum manis sambil mengedipkan mata kirinya pertanda mengiyakan lalu pergi dan menghilang di balik pintu.
Sejauh ini hanya Angel yang memahami apa yang dirasakan daniel . Angel sudah memperhatikan gerak gerik Daniel sejak lama. Ingin rasanya menggenggam tangan pemuda itu lalu merasakn apa yang ia rasakan . Seringakali pula ia ingin menemani daniel kala rasa takut itu datang . Namun daniel selalu saja menolak.
Daniel dengan kekacauan yang ia rasakan hanya melampiaskan kepada catatan random yang sama sekali tidak membantunya untuk menghilangkan rasa takut yang ia alami.
Hujan masih belum saja berhenti dan Daniel belum beranjak dari peraduannya.
“Daniel – “
Daniel menoleh dan mendapati Angel yang berdiri menatap sayu padanya
“Kau .. baik baik saja?”
“Ya im fine” Jawabnya cuek
“Aku tau kau tidak baik-baik saja daniel ”
“Kau bisa bercerita padaku , okay?” Lanjut Angel wanita yg sejak dulu menyimpan rasa pada daniel mulai memberanikan dirinya .
Daniel hanya melempar asal pulpen yang sejak tadi dipegangnya .
“Pergilah. . ” ucapnya lantang
“Tidak !” Jawab Angel yang berjalan menuju jendela dan mulai membuka kasar semua jendela yang ada disana
“Apa yang kau lakukan !?”
“Daniel , Kau bisa atasi ketakutan ini . Kau tidak sendiri .. ”
“Apa maksudmu?” Tanya daniel sambil berlari kecil dan mulai menutup beberapa jendela
“Daniel please .. ” cegah angel dan kali ini nadanya melemas kemudian menahan tangan daniel yang besar .
“Kau bisa melakukannya ” lanjutnya
“Aku sudah mencobanya dan aku – tidak bisa” gumamnya kecil sambil melepas tangan Angel kemudian mulai menutup satu jendela lagi.
“Kau hanya menghindar daniel , kau belum mencobanya”
Daniel terdiam , menoleh dan menatap angel dengan intens.
Satu jendela lagi yang masih tersisa.
Angel kemudian menarik paksa badan daniel menuju jendela yang masih terbuka
” hujan tak selamanya buruk daniel” ucapa Angel
“Hujan bukan hanya tentang kesedihan Niel . Lihatlah saat hujan turun kau bisa melepaskan semua apa yang kau rasakan bersamanya” lanjutnya sambil mengeluarkan tangannya dari jendela
Angel yang masih memegang tangan daniel tahu betul betapa takutnya pemuda yang berbadan besar ini . Ia ingin membantu daniel untuk keluar dari trauma yang selama ini menghantui daniel
“Kau bisa melakukannya ” Angel mengakat Tangan daniel dan menuntun tangan besar tersebut untuk mengikutinya. Diangkatnya tangan daniel hingga menyentuh hujan
Tangan besar yang kaku
Tangan besar yang menyedihkan
Ditutupnya mata daniel dan membiarkan daniel melakukan apa yang mesti daniel lakukan
Daniel mulai merasakan sentuhan titik demi titik hujan yang turun . Walau kenangan itu kembali muncul dan raut wajah daniel terlihat pucat ,daniel tetap bertahan . Keringat mulai membasahi pelipisnya , jantungnya berdetak hebat , namun Daniel tetap bertahan dengan posisinya . Kali ini ia merasa ada yang aneh. Ada kekuatan yang mendorongnya untuk bertahan .
Ia sadar bahwa dia tak sendiri.
Ad seseorang bersamanya
Ada seseorang yang menggenggam tangannya
Seseorang yang mampu menghilangkan rasa takutnya akan hujan ,
Seseorang yang mampu membuatnya tenang saat hati dan fikirannya begelut ,
Seseorang yang tulus menerima daniel apa adanya
Orang itu adalah Angel wanita yang saat ini bersamanya .
End_