Malaikat Maut Dari Tartarian

1. Pangeran yang Dihukum

“Panggil Orion! Suruh dia untuk menghadapku sekarang juga!” Suara Raja Hades Rex terdengar menggelegar ke seluruh ruangan.

Suara lantang itu tentu saja membuat para petinggi negeri Tartarus seketika menundukkan kepala. Mereka tahu, jika saat ini sang raja sedang murka. Murka sekali saat mendapatkan laporan bahwa putranya, Orion Rex, kembali membuat masalah.

Orion Rex, sang putra mahkota negeri Tartarus; negeri di mana semua manusia akan pergi setelah mati, adalah seorang pembangkang, sangat susah diatur dan pembuat masalah.

Kali ini, masalah yang dia buat membuat Raja Hades Rex hilang kesabaran. Orion telah memotong dahan salah satu pohon Oak Merah yang sakral saat dirinya mabuk. Kelakuan randomnya itu hampir saja membuat keseimbangan negeri Tartarus berguncang. Dinding pembatas antara dunia manusia dan dunia bawah tanah hampir saja bocor.

Ada empat pohon Oak Merah tumbuh di negeri Tartarus. Jika salah satunya terganggu, maka konsekuensinya bisa fatal. Energi negeri Tartarus akan bocor ke dunia manusia dan akan membuat negeri manusia menjadi neraka yang pasti tidak oernah diinginkan.

Jika hal itu terjadi maka keseimbangan di alam semesta akan rusak. Raja Langit sebagai penguasa kerajaan Eden yang tertinggi tidak akan membiarkan itu dan akan memusnahkan negeri Tartarus seketika.

Untung saja, kebocoran energi dapat segera diatasi oleh para Canis Majoris, yaitu para penjaga perbatasan Negeri Tartarus dan juga dunia manusia. Para Canis Majoris kemudian melaporkan perbuatan tak bertanggung jawab Orion pada Raja Hades.

Saat itu juga, Orion diseret menghadap Raja Hades untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya. Di hadapan para petinggi negeri Tartarus, Orion pun disidang.

“Pangeran Orion harus dihukum!” Lord Stygian, adik Raja Tartarus dan paman Orion, berseru dengan lantang. Senyum di sudut dibibirnya terlihat licik. 

Namun, Orion tentu saja punya pembelaan sendiri akan perbuatannya. “Tunggu! Kalian semua harus mendengarkan penjelasanku. Aku telah dijebak oleh Inferno, putramu sendiri, Paman Stygian.” 

“Diam!” bentak Raja Hades. Wajahnya yang merah menyala marah. “Kau sudah melakukan perbuatan yang salah, masih saja berani menjawab.”

“Oh, Ayah, ayolah … kau tidak akan percaya omong kosong ini, kan?” Orion menunjuk Lord Stygian dan sepupunya, Inferno. Menurut versi Orion, Infernolah yang telah menjebaknya.

Inferno telah membuatnya mabuk dan mengajaknya bermain-main di perbatasan. Lalu terjadilah insiden perusakan dahan Pohon Oak yang dia sendiri tidak terlalu ingat bagaimana kejadiannya.

Orion selalu berpikir kalau Lord Stygian dan Inferno adalah orang-orang licik yang hendak mengincar kekuasaan Raja Hades dan menyingkirkan Orion sebagi putra mahkota. 

“Diam kau, Orion! Aku sudah muak dengan kelakuanmu. Lord Stygian benar. Kau harus dihukum!” 

Orion mengangkat kedua tangan dan menggeleng pelan. Jika ayahnya sudah bertitah maka tak ada satupun yang bisa membantah. 

“Lord Stygian, hukuman apa yang pantas untuk Pangeran Orion, agar dia jera dan bisa bersikap layaknya seorang pewaris tahta kerajaan Tartarus?” 

Oh, tidak. Orion menepuk jidatnya. Kenapa harus pamannya itu yang memberi ide hukuman. Ini pasti sesuatu yang sangat tidak bagus. Dan Orion sadar, saat ini dirinya dalam masalah besar. Matanya saling tatap tajam dengan Inferno yang tersenyum puas.

“Brengsek kau, Inferno!” maki Orion dengan suara menggumam. 

“Pangeran Orion harus diberi tugas berat sebagai Malaikat Maut yang akan mencabut nyawa tujuh manusia penting yang ada di Bumi. Nyawa yang dilindungi oleh Raja Langit. Pangeran Orion akan diberi waktu selama tujuh bulan. Jika dalam kurun waktu tujuh bulan dia gagal, maka dia akan dibuang selamanya ke Negeri Hampa.

“Apa?!” Orion tersentak. “Hei, hei … ini sangat tidak masuk akal,” protes Orion. “Mencabut nyawa manusia-manusia yang dilindungi Raja Langit? Ini tugas yang tidak mungkin bisa aku selesaikan. Paman Stygian, kau memang sengaja ingin mengurungku di Negeri Hampa, ya? Kau pasti punya rencana licik untuk menyingkirkanku, sehingga Inferno bisa menggantikanku sebagai putra mahkota, bukan?”

“Diam, Orion!” Raja Hades berseru lantang. “Aku sudah memutuskan. Sesuai ide dari Lord Stygian, kau akan menjadi Malaikat Maut dan tinggal di Bumi. Kau harus menyamar sebagai manusia selama tujuh bulan dan mencabut nyawa tujuh manusia yang dilindungi Raja Langit dalam kurun waktu tersebut. Jika gagal, kau akan dibuang ke Negeri Hampa selamanya. Keputusanku tidak dapat diganggu gugat!”

“Oh, tidak,” keluh Orion. Namun apa daya, sebandel-bandelnya dia, tidak mungkin dia bisa membantah titah Raja Neraka. Ini benar-benar hal yang sangat tidak bagus. Tugas menjadi Malaikat Maut bukanlah hal sulit sebenarnya, tapi jika manusia yang dicabut jiwanya adalah manusia yang dilindungi oleh Raja Langit, tentu saja itu adalah hal yang hampir mustahil bisa dilakukan. 

“Dia pasti bercanda!” maki Orion entah pada ayahnya. Ia mendapati dirinya tengah mengendarai motor skuter butut dengan seragam kurir salah satu restauran burger di Boston, Massachusetts. Ia membaca tag nama di seragamnya. Boston Burger Co.

“Dia menjadikanku kurir makanan, dasar brengsek!” makinya kembali.

Orion mendecak sebal. “Setidaknya dia bisa menjadikanku seorang bos mafia atau CEO sebuah perusahaan besar!” Orion terus saja mendumal. “Dia bahkan tidak memberiku list tujuh manusia yang harus aku cabut nyawanya. Dia pikir aku bisa mencarinya sendiri?” 

Orion menghembuskan napasnya kasar. “Harus diantar ke mana makanan sialan ini,” gerutunya.

Dia pun menepikan motornya di sisi jalan. Kemudian turun dan mengecek tumpukan kotak burger di kursi belakang. Namun sebelumnya dia menyempatkan diri untuk melihat wajahnya di kaca spion motornya.

“Hmmm,” gumamnya. Dia tersenyum simpul. Setidaknya Raja Hades memberinya wajah manusia tampan dengan mata biru yang indah. Rambutnya berwarna cokelat terang, kulitnya sedikit pucat dan hidungnya mancung. “Untung saja dia tidak mengerjaiku dengan penampilan fisik manusiaku ini,” ucapnya lega.

Dering ponsel di saku jaketnya membuatnya terlonjak. “Brengsek!” makinya. Dia merogoh sakunya dan mengambil benda persegi panjang itu. Alisnya mengerut. Nama Alyssa tertera di layar.

“Orion! Kau di mana? Kenapa pesanan Nyonya Davis belum sampai di rumahnya? Sudah satu setengah jam dia menunggu!” Teriakan seorang wanita, pemilik nama Alyssa, sepertinya, membuatnya harus sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya.

“Siapa ini?” tanya Orion.

“Kau mau dipecat, ya!”

“Hei, kucabut nyawamu baru tahu rasa!” makinya kesal. Beraninya dia memarahi Putra Mahkota Kerajaan Tartarus. 

“Orion!”

“Fyuhh!” Orion menutup teleponnya. Lalu menaiki motornya dan melanjutkan perjalanan menuju alamat yang tertera di box berger. 

Orion sampai di alamat yang dituju. Rumah seorang wanita tua yang hidup dengan kucing-kucingnya. Dan Orion tidak suka dengan kucing-kucing yang bereaksi agresif saat melihatnya. Tidak hanya itu, Nyonya Davis si wanita tua itu juga menatapnya dengan tatapan yang mencurigakan.  

“Kau Nyonya Davis yang pesan berger dari Boston Berger Co?” tanya Orion seraya membaca tulisan si box berger yang dibawanya. 

“Ya, benar. Masuklah,” ucap Nyonya Davis. 

“Oh, tidak terimakasih. Kucing-kucingmu sangat tidak ramah. Aku hanya mengantarkan makanan sialan … emm … maksudku, berger pesananmu.” 

“Masuklah, Anak Muda, ada sesuatu yang akan aku bicarakan denganmu.” 

***

Lates Chapters

12. Shadow Land

"Orion, kau tahu apa-apa tentang Douglas Dragomir?" tanya Trisha sambil berkonsentrasi mengemudi.   Orion menggelengkan kepala. "Tidak banyak. Namun, namanya terdengar cukup menakutkan, bukan?"  …

13. Dimensi Lain

"Auch!" pekik Orion saat di rasa pantatnya berbenturan dengan sesuatu yang keras. Rupanya dia terjatuh di sebuah padang rumput luas yang tak jauh berbeda dari…

11. Meminta Tugas Lain

Orion menemui Dementia atau Nyonya Davis di rumahnya. Setelah sebelumnya menyuruh wanita itu menyingkirkan kucing-kucingnya. Orion sangat alergi kucing. Itu baru diketahuinya saat tiba di…

10. Kesepakatan

Siapa sebenarnya Gael dan Vicky. Aku tahu mereka berdua bukan makhluk bumi." Mata coklat Trisha menelisik iris mata biru Orion yang terbaring di sebelahnya. "Kau…

9. Adu Kekuatan

"Hello, Suamiku," sapa Trisha ketika Orion masuk ke dalam kamarnya. Ia melirik ke arah pintu dan menutupnya rapat-rapat dari jarak jauh. "Hmm ... ingin pamer…

8. Aku Tahu Siapa Dirimu

Trisha tidak berminat untuk menanyakan ke mana saja Orion yabg tidak terlihat selama tiga hari ini tidak pulang ke apartemen. Ia sudah bertekad untuk membentengi…

7. Strategi Baru

"Gina, dengar! Aku harus bicara denganmu." Trisha mendatangi meja Gina. Terlihat sang kakak sedang sibuk membuat ramuan. Ia memasukkan beberapa akar tanaman ke dalam belanga…

6. Inferno Menyusul ke Bumi

Wanita berambut pirang itu  membuka pintu sebuah apartemen dan dan mempersilahkan sosok pria berambut putih dan memakai coat hitam panjang di sampingnya untuk masuk. "Selamat…

5. Orion Protes

"Haahhhh!" Tengah malam Orion dikejutkan dengan suara Trisha yang tiba-tiba saja berteriak dan meloncat dari tempat tidur hingga tubuhnya terjungkal ke bawah ranjang. Dia pun…

4. Pernikahan Orion

Wanita yang mirip dengan Trisha itu mengaku bernama Gina Helliwel. Gina terus saja memperhatikan Orion Rex mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Sementara…

3. Strategi Orion Rex

"Trisha!" panggil Orion yang seketika itu juga membuat Trisha segera membalikan badan begitu mendengar seseorang memanggilnya. Dia menaikkan sebelah alisnya. Orion sendiri berusaha untuk mengulas…

2. Orang Pertama

"Singkirkan dulu kucing-kucingmu itu. Aku alergi kucing," pinta Orion. Sejak awal, dia sudah curiga dengan wanita tua yang bernama Nyonya Davis ini. Pasti dia ada…
error: Content is protected !!