Reinkarnasi Pembunuh Bayaran: Dendam Dari Tubuh Kedua

BAB 18 HUKUMAN

Hay! Nona dan Tuan…

Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan….

Happy reading!!!

————————————————————-

Malam hari, Liu Yifen duduk sendirian di kamarnya, memikirkan nasibnya besok. Hatinya terasa berat setelah insiden dengan Hongli. Dia merasa sedih karena sebenarnya Hongli tidak sengaja melemparkan sepatu itu padanya.

Beberapa kali Liu Yifen mencoba untuk tidur, tetapi gelisahnya membuatnya sulit untuk terlelap. Dia bergerak gelisah ke kanan dan ke kiri, mencoba menutup kepala dengan bantal, bahkan menelungkupkan badannya. Namun, semua usahanya untuk tidur sia-sia.

Tiba-tiba, kabut biru muncul dan menghalangi pandangan matanya. Liu Yifen merasa heran dan bertanya dalam hati, “Ada apa ini?”

Suara yang sangat dikenal menyambut pendengarannya. “Hey, nona lama tak bertemu. Heheh…,” sapa Bi dari layar lebar di depannya.

Liu Yifen terbangun dari tidurnya dan bertanya, “Apa yang kau lakukan di sini?”

Bi tersenyum lebar. “Ada sesuatu yang perlu kau tahu, nona. Akan kutunjukkan padamu.”

Liu Yifen mengangguk. “Perlihatkanlah!” serunya.

Di layar, muncul wajah yang sangat dikenalnya.

“Tong Jia.”

Tong Jia adalah sosok rakyat jelata yang gigih dan setia, dia adalah kasim yang menuruti peraturan. Dia juga merupakan orang yang sangat dipercaya oleh ketua pengawal.

“Kenapa kau memperlihatkan data Tong Jia?” tanya Liu Yifen yang tampak bingung.

Bi menjawab, “Apa yang nonaku pikirkan, dia juga salah satu pengikutmu. Dan ada dua orang lainnya.”

Liu Yifen mengangguk mengerti. “Siapa yang lainnya? Tunjukkanlah!”

“Tunggu dulu, nona. Tong Jia terkadang ketika bertemu dengan musuh seimbang, dia akan bertarung sampai malam.”

Liu Yifen terkesan dan berkata, “Sangat mengagumkan sekali. Tong Jia sangat bisa diandalkan.”

“Baiklah, nonaku ini data selanjutnya…”

Layar bergeser dan muncul gambar Bibi Hui.

“Bibi Hui adalah sosok yang lembut dan kalem, sangat terampil dalam sulam. Dia juga sering menyulam busana untukku.”

Liu Yifen mengangguk mengerti.

“Bibi Hui sangat berbakat. Ketika pagi, dia selesai menyulam rok, dan malam tiba, dia selesai menyulam baju,” jelas Bi.

“Baiklah, tinggal satu lagi. Mari kita selesaikan dengan cepat, aku mulai mengantuk,” ujar Liu Yifen sambil menguap.

“Baiklah, Nona.”

Layar bergeser lagi dan muncul seorang lelaki paruh baya yang tidak dikenal oleh Liu Yifen.

“Siapa dia?” tanya Liu Yifen.

“Tuan Mao Mao.”

Tuan Mao Mao memiliki keterampilan memasak, berani, dan ahli dalam logistik. Selain itu, dia juga memiliki hobi meneliti.

“Seperti itulah pengikutku. Terima kasih atas perhatiannya,” kata Bi sambil melambaikan tangan untuk mengucapkan salam perpisahan.

Liu Yifen membalas dengan senyum tipis. “Akhirnya selesai juga.”

Kabut yang menghalangi pandangan matanya pun perlahan menghilang. Ia pun membaringkan badannya dengan lelah, lalu mulai memejamkan mata.

*****

Siang itu, di perpustakaan istana, Liu Yifen memegang kuas untuk menyalin Tripitaka. Karena sudah terbiasa menggunakan pena. Liu Yifen nampak kesulitan untuk menguasai cara penulisan di zaman ini. Ia selalu saja melakukan kesalahan.

Dengan susah payah menulis Liu Yifen hanya bisa menyelesaikan dua halaman.

“Nona, jangan terburu-buru, menulislah dengan perlahan, maka akan segera lancar,” kata Ming Xiang menyemangati Liu Yifen.

“Lagi-lagi harus membuang selembar kertas lagi, aku tidak mau menyalin lagi! Ming Xiang, aku lapar, aku ingin makan dulu sebelum lanjut menyalin,” keluh Liu Yifen dengan tatapan memelas kepada Ming Xiang.

Tangannya sudah lelah, perutnya terasa kosong. “Ah, aku sangat lapar!” seru Liu Yifen lagi.

Meskipun tinggal kurang dari satu jam, lantai sudah dipenuhi dengan bola kertas, namun salinannya hanya dua halaman.

Bahkan pakaiannya telah penuh dengan noda tinta, penampilannya sungguh sangat memalukan.

“Sekarang belum tiba waktu makan siang, aku akan menyiapkan kue kacang untuk mengurangi rasa lapar, Nona,” balas Ming Xiang sambil tersenyum kecil.

Mata Liu Yifen langsung berbinar-binar.

“Aku akan mempersiapkan kertas yang lebih banyak lagi untuk Nona,” sahut Kasim Lu sambil tersenyum.

Sorotan mata Liu Yifen memandangi Kasim Lu. “Baiklah, terima kasih.”

Setelah Ming Xiang dan Xiao Luzi pergi, Liu Yifen berbaring dengan lesu di atas meja, bahkan dia tidak menyadari sedang ditatapi oleh pembantu istana yang sedang menyapu perpustakaan istana dan orang-orang di luar.

“Nona, izinkan saya membersihkan mejamu,” kata pembantu istana yang kini berada di depan Liu Yifen.

Liu Yifen mengangguk dengan lesu, dan membiarkan pembantu istana itu membersihkan meja. Saat itu juga, tinta tumpah ke atas Tripitaka, Liu Yifen baru tersadar dan buru-buru bangun dari meja.

“Aku tidak sengaja, Nona. Nona tidak akan menghukumku, bukan?” tanya pembantu istana dengan nada meremehkan.

Dalam hati, ia yakin bahwa Liu Yifen tidak akan berbuat macam-macam dengannya karena dia sedang dalam masa hukuman.

Nada pembantu istana itu terdengar aneh. Liu Yifen menatapnya dengan nada jenaka. “Jangan berpikir bahwa karena aku masih dalam masa hukuman, aku tidak berani mencari masalah,” pikirnya.

“Aku melihat bahwa kamu melakukannya dengan sengaja!” teriak Liu Yifen sambil menatap tajam pembantu istana tersebut.

Wajah pembantu istana itu tetap tenang. “Apakah Nona memiliki bukti? Sudah dihukum menyalin kitab, dan sekarang mencari keributan. Ini akan menjadi berita yang buruk jika tersebar.”

Liu Yifen memiringkan kepalanya. “Bukti?” Alisnya terangkat. “Apakah aku masih membutuhkannya?” seru Liu Yifen dengan nada kesal.

Liu Yifen bangkit dari duduknya, kemudian mengambil tinta di atas meja dan menyiramkannya ke tubuh pembantu istana tersebut.

“Sadarilah identitasmu, aku tidak membutuhkan bukti apapun untuk menghakimi seseorang!” tegas Liu Yifen sambil mengangkat sebelah bibirnya.

Kata-kata Liu Yifen membuat pembantu istana itu terkejut, hingga ia pergi dengan merangkak.

Liu Yifen menghela napas kasar, seraya melempar Tripitaka yang berantakan ke lantai, lalu berjalan ke rak buku untuk mencari informasi tentang Mutiara Jiwa dan Kompas Mandarava untuk mengubah suasana hatinya.

“Apa keajaiban Mutiara Jiwa dan Kompas Mandarava itu? Setelah sekian lama, aku hanya mengetahuinya sekilas,” batin Liu Yifen dalam hati.

Pada saat itu, terlihat seseorang yang telah menunggu lama di belakang rak buku-buku. Pria itu mendorong rak buku saat Liu Yifen berjalan di depannya.

Liu Yifen membulatkan matanya yang hampir tertimpa rak buku. Saat krisis itu, sesosok kuning terang muncul di depannya dan langsung memeluk Liu Yifen, yang berusaha menghindar ke arah berlawanan. Rak buku jatuh dengan keras, Liu Yifen dan Hongli berguling ke samping.

Ming Xiang baru saja tiba, dia tampak sangat terkejut hingga melemparkan wadah makanan di tangannya ke lantai, lalu bergegas maju untuk membantu.

“Nona! Nona! Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Ming Xiang dengan raut sedih di wajahnya.

Liu Yifen mengangkat pandangannya. “Tidak apa-apa… untungnya ada Baginda,” ujar Liu Yifen sambil bangkit dengan bantuan Ming Xiang, sudut matanya melirik ke arah Baginda.

Ming Xiang tampak kaget dan spontan membungkukkan badannya. “Baginda…! Hormat Baginda.”

Hongli mengangkat tangannya. Lalu ia melihat bagian bawah rak buku yang sudah lapuk, bahkan terdengar suara serangga.

Hongli menoleh ke arah gadis di sampingnya. “Menyalin Tripitaka saja dapat membuat rak buku dimakan serangga, kamu memang hebat.” Perkataan Hongli terdengar seperti sindiran.

Namun, Liu Yifen hanya memasang wajah datar.

“Pengawal!” seru Hongli.

Segera, seorang pengawal berdiri di hadapan Hongli.

Bersambung….

Jangan lupa tinggali jejak dan follow aku juga ya, para Nona dan Tuan.

Salam manisku”

Lates Chapters

BAB 8 TENGGELAM DALAM KENIKMATAN

Dua hari lalu, Luna merasa sendirian di rumahnya. Semua orang di rumah pergi pagi itu. Mereka mengatakan bahwa keluarga dekat akan datang seminggu sebelum hari…

BAB 30 PENGAWAL KAISAR

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! ------------------------------------------------------------- "Jadi, tidak salah jika aku…

BAB 29 KETIDAKADILAN

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! ------------------------------------------------------------- "Nona, maafkan aku," Shi Lian…

BAB 28 KESEMPATAN UNTUK PROMOSI

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! ------------------------------------------------------------- Pengasuh tua yang tadi diam-diam…

BAB 27 JALUR PROMOSI

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! ------------------------------------------------------------- Liu Yifen terkejut dengan usulan…

BAB 26 TEKAD BALAS DENDAM

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! -------------------------------------------------------------  Liu Yifen mengusir pikiran itu…

BAB 25 MEMASUKI ISTANA

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! -------------------------------------------------------------   Di bawah langit senja…

BAB 24 KOMPROMI

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! ------------------------------------------------------------- Di tengah-tengah Liu Yifen menangis,…

BAB 23 INGATAN PAHIT

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! ------------------------------------------------------------- Di dunia roh yang penuh…

BAB 22 KEMATIAN TRAGIS

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! ------------------------------------------------------------- Sore itu, Ming Xiang membawa…

BAB 21 KECURIGAAN DI DALAM ISTANA

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! ------------------------------------------------------------- Di pagi hari yang cerah,…

BAB 20 KEBENARAN TERUNGKAP

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! ------------------------------------------------------------- Chen Meigmeig," jawab Liu Yifen…

BAB 19 SAPU TANGAN

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! ------------------------------------------------------------- "Hambah di sini, paduka," ujar…

BAB 17 KETAHUAN

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! ------------------------------------------------------------- Dalam suasana yang tegang setelah…

BAB 16 KECURIGAAN

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! ------------------------------------------------------------- Bahkan Liu Yifen lupa mengambil…

BAB 15 INSIDEN MEMALUKAN

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! ------------------------------------------------------------- Ming Xiang dan Xiao Luzi…

BAB 14 SIAPA SEBENARNYA DIA?

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! ------------------------------------------------------------- Liu Yifen menghela napas lalu…

BAB 13 PENCURI GIOK?

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! ------------------------------------------------------------- Banyak orang mengatakan bahwa orang…

BAB 12 TITIK TERANG

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! ------------------------------------------------------------- Liu Yifen yang sejak tadi…

BAB 11 JEBAKAN

Hay! Nona dan Tuan... Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan.... Happy reading!!! ------------------------------------------------------------- "Lagi-lagi dia!" ujar Arigun dengan…
error: Content is protected !!