Ratusan ribu tahun yang lalu, dunia tiba tiba saja mengalami ketidak sesuaian alur, membuat dunia mengalami distraksi antara hal yang tidak bisa dijelas kan secara logika
Sihir
Adalah hal yang tiba tiba saja muncul didunia dan digunakan oleh orang orang yang tak bertanggung jawab. Disisi lain karena ulah manusia yang menggunakan sihir, banyaknya terjadi pertempuran yang merusak dunia dan menjadikan semua mahkluk didunia merasakan kehancuran total.
Ditambah mahkluk mahkluk sihir yang entah dari mana tiba tiba muncul disegala penjuru sudut dunia, membuat setiap manusia sangat sulit untuk bertahan hidup saja…
Disebuah desa kecil bekas perang sihir.
“kak!..”
“Hmmm?, Ada apa Rast?..”
“kakak sedang apa?..”
Kakak tersebut tersenyum padanya “Kakak hanya sedang melihat foto ibu dan ayah saja, Rast..” kakaknya sambil tersenyum tipis kearahnya.
“Hmm!.. memangnya ayah dan ibu kemana saja kak, tidak pernah kembali lagi menjumpai kita”.
“ibu dan ayah sedang pergi ketempat yang jauh Rast, tapi tenang saja kita akan menyusul mereka suatu saat, dan disaat itu kita akan berkumpul bersama kembali” senyum tipis kakaknya kepada sang adik.
Tiba tiba saja terdengar suara ledakan dari arah Rumah lain, dan disertai lonceng yang berbunyi keras.
“kak!! Bukannya itu tanda penyerangan ya!?” Ujar sih Adik bernama Rast tersebut.
“kau benar Rast. Kita harus segera mengungsi dan menyelamatkan diri, ayo ikut kakak” dengan nada cemas kakaknya menarik tangan Rast keluar dari rumah dan berlari menuju kerumunan orang-orang.
Suara teriakan orang orang terdengar jelas, ditambah raungan monster sihir yang sangat besar dan kuat.
Orang orang disekitar bergumam dan berkata “bukan kah itu monster sihir tipe legenda, mustahil kita bisa mengalahkannya dengan orang seadanya”.
Secara tiba tiba monster itu menembakan bola sihir yang sangat besar kearah kerumunan kami.
Duarrr!!!..
Aku terhempas jauh dan terpisah dari kakak ku, darah bercucuran dari ku karena terkena serpihan sisa ledakan dari bola sihir itu.
Aku menguatkan diri untuk bergerak dan berjalan mencari kakak ku.
“Kakak!!.. kakak!!.. kak!!..” teriak ku sambil berjalan menyusuri mayat orang orang yang terkena ledakan tersebut.
Mata ku tak sanggup melihat kebrutalan ini, kematian dimana mana. Aku serasa sangat mual dan muak melihat kehancuran ini.
“Kak!!.. kakak dimana!!” Teriak ku sekuat tenaga berharap ada jawaban balik.
Namun tiba tiba aku melihat seseorang yang pingsang dibawah reruntuhan puing puing dan menghampirinya. “kak!!.. kau tak apa kak!? Oiii kak, sadarlah!!..” teriak ku sekuat tenaga saat melihat kakak ku yang pingsang penuh luka.
Aku merasa sangat putus asa pada saat itu. Namun tanpa diduga kakakku sadar dan melihat kearah ku, sambil berkata secara lemas. “kakak tak apa Rast, sebaiknya ayo kita pergi dari sini” ucap dia sambil mencoba berdiri.
Namun luka di kaki kakak ku terlalu parah dan tak memungkinkan untuk berjalan.
“Kak!! Ayo!, aku akan membopong mu!!” Tegas ku sambil menatap kakak ku.
Awalnya kakak ku ragu, meski begitu akhirnya kakak ku mencoba percaya dan mengangguk kearah ku.
Aku membopong kakak ku secara perlahan menjauh dari desa kami. Kakak ku terlihat sudah tak sadarkan diri karena kehabisan banyak darah. Meski begitu aku tetap percaya menunggu akan bantuan orang lain dan terus membopong tubuh kakakku.
“Aku harus mencari pertolongan untuk menolong kakak!” Ujar ku sambil berjalan melewati hutan yang jauh.
Namun tanpa kusadari, aku juga sudah banyak kehabisan darah. Dan karena hal itu aku tiba tiba terjatuh beserta kakak ku juga.
Pandangan ku mulai terasa kabur dan dengan tubuh ku dan tubuh kakak ku yang sama sama terkapar. “Aku.. harus.. men..ol…ong.. kakak..” disaat itu kesadaran ku benar benar hilang dan tak sadar kan diri…