PROJECT PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA SMA SARIBUANA MAKASSAR

Pelaksanaan P5 dan Penyerahan Hadiah Di SMA Saribuana Makassar

SMA Saribuana Makassar,  melaksanakan penguatan karakter pada anak didiknya. Dengan melaksanakan  Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan mengangkat tema “ Budaya Nusantara”

Hal yang paling mendasar mengapa tema tersebut diambil dan dilaksanakan oleh seluruh komponen SMA Saribuana Makassar untuk Memperkuat Identitas Nasional Melalui P5 Tema Budaya Nusantara

Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Budaya Nusantara merupakan inisiatif yang sangat tepat dalam upaya mencetak generasi muda yang memiliki rasa cinta terhadap tanah air dan kaya akan nilai-nilai kebangsaan. Dalam era globalisasi yang semakin pesat, pemahaman mendalam tentang akar budaya bangsa menjadi semakin penting untuk menjaga keberagaman dan memperkuat persatuan. Demikian yang sampaikan oleh Harun Sally selaku Kepala Sekolah pada saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan P5 di pusat akademik yang dibawahinya

Ditambahkannya, keberhasilam pelaksanaan P5 ini tidak terlepas dari peranan seluruh guru – guru, Mahasiswa Kampus Merdeka Angkatan 8 serta seluruh siswa, sehingga P5 ini dapat terlaksana dengan baik.

Sementara itu Safri sebagai Pengawas Bina SMA Sari Buana Makassar, mengungkapkan dan memaparkan secara luas  tentang kelebihan P5 dengan Tema Budaya Nusantara memaparkan bahwa  Kelebihan P5 Tema Budaya Nusantara ada beberapa diantaranya :

  1. Memperkuat Identitas Nasional: Dengan mempelajari berbagai macam budaya Nusantara, siswa akan semakin memahami kekayaan dan keberagaman bangsa Indonesia. Hal ini akan menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air.
  2. Menumbuhkan Rasa Empati dan Toleransi: Pemahaman terhadap berbagai budaya akan menumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan. Siswa akan belajar untuk berinteraksi dengan orang yang berbeda latar belakang budaya dengan lebih terbuka.
  3. Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi: Melalui proyek-proyek yang berkaitan dengan budaya, siswa dapat mengembangkan kreativitas dan inovasinya dalam mengeksplorasi berbagai bentuk seni, tarian, musik, dan kerajinan tangan.
  4. Mendorong Pembelajaran yang Menyenangkan: Pembelajaran yang berbasis proyek akan membuat siswa lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran. Mereka akan belajar sambil bermain dan mengeksplorasi dunia di sekitar mereka.

 

P5 yang tertuang didalam Kurikulum Merdeka merupakan sebuah kegiatan kreatifitas seluruh komponen, terkhusus siswa. Dengan P5 ini diharapkan karaktek siswa sesuai dengan dasar – dasar negara ini. Yaitu berlandaskan lima asas.

Namun demikian pelaksanaan P5 disekolah – sekolah tidak terlaksana dengan baik, bahkan tidak terlaksana karena beberapa hal diantaranya

  1. Kurangnya Sumber Daya: Beberapa sekolah mungkin menghadapi kendala dalam hal ketersediaan sumber daya yang memadai untuk melaksanakan P5, seperti buku, alat peraga, dan narasumber. Solusi: Menjalin kerjasama dengan komunitas lokal, museum, dan lembaga budaya lainnya untuk mendapatkan dukungan sumber daya.
  2. Kurangnya Kompetensi Guru: Tidak semua guru memiliki kompetensi yang cukup dalam bidang budaya. Solusi: Mengadakan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam mengelola proyek P5 berbasis budaya.
  3. Kurangnya Relevansi dengan Kehidupan Sehari-hari: Proyek P5 perlu dirancang sedemikian rupa sehingga relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Solusi: Melibatkan siswa dalam merancang proyek agar mereka merasa memiliki dan bertanggung jawab atas pembelajaran mereka.

P5 dengan tema Budaya Nusantara memiliki potensi yang sangat besar dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan memiliki kompetensi global. Dengan dukungan dari berbagai pihak, proyek ini dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat identitas nasional dan melestarikan nilai-nilai luhur bangsa.

Hal inilah yang diaharapkan oleh Kepala sekolah dan para guru serta tenaga pendidik di SMA Sari Buana Makassar.

Ditambahkan oleh Harun Sally bahwa kegiatan ini dapat terlaksana karena adanya beberapa factor yaitu,

  • Integrasi dengan Mata Pelajaran Lain: Materi budaya dapat diintegrasikan dengan berbagai mata pelajaran, seperti sejarah, bahasa, seni budaya, dan ilmu sosial.
  • Pemanfaatan Teknologi: Manfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memperkaya materi pembelajaran dan memperluas akses siswa terhadap informasi tentang budaya Nusantara.
  • Kolaborasi dengan Komunitas: Libatkan komunitas lokal dalam pelaksanaan proyek P5 untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan berkelanjutan.

Tapi pada dasarnya semuanya mengarah kepada penguatan karakter siswa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 nanti.

Pada P5 ini, siswa – siswa melakukan pagelaran baju daerah yang ada di nusantara, serta pameran kue – kue khas dari berbagai daerah.

Selain dari pameran diatas, pada pelaksanaan P5 di SMA Sari Buana Makassar para tamu undangan dan guru – gurudijamu dengan beberapa tarian daerah yang diperagakan oleh siswa – siswi.

Pelaksanaan kegiatan P5 di SMA Saribuana Makassar dirangkaian dengan penyerahan hadiah kepada para juara pada event menulis cerita pendek yang pada bulan Agustus lalu dilaksanakan oleh SMA Saribuana Makassar bekerjasana dengan Novelgood Kota Makassar.

Penyerahan hadiah diserahkan langsung oleh Kepala SMA Sari Buana Makassar, Harun Sally, M.Pd bersama dengan Pengawas Bina Bapak, Safri  dan Ketua Yayasan Sari Buana.

Lomba menulis cerpen ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan bakat para siswa yang memiliki hobby bakat menulis. Sekaligus meningkatan literasi dikalangan anak didik.

Novelgood sebagai platform media online yang berorientasi pada pengembangan lietarsi mencoba mengambil peranan dan merekrut para penulis muda dikalangan siswa dan siswi baik ditingkat smp maupun sma

error: Content is protected !!