Terlihat seorang gadis memasuki apartement dikawasan elit , dengan sangat tergesa gesa sambil mengangkat ujung gamis motif batik yang ia kenakan .
“Tunggu, Gusss! Ya Allah Gusti! ” pekik si Gadis. Ia masih terengah-engah memegangi dadanya, karna lumayan jauh mengejar ketertinggalan dibelakang.
“Masuk tidak? ” tanya pria didepannya , yang lebih tua.
Senja hanya memicingkan matanya karna emosi.
” Ya masuklah … terus saya disuruh tidur diluar gitu?” gumanya sebal.
Gadis itu bernama Lituhayu Senja, seorang mantan Atlet Taekwondo sabuk hitam, yang beberapa kali menyabet mendali emas di ajang taekwondo kelas Nasional , namun ia harus mengubur mimpinya karna menikahi pria dingin dan jutek itu.
Pria itu bernama Alfaruq Abqary, putra tertua pak Kh. Lutfi Abqari dan Bunyai Fatimah yang merupakan pemimpin Pondok Pesantren Darul Fallah .
“Coba sabar! ” ucap jengkel Senja pada suaminya itu . “Kalau jalan itu tunggu dulu, gak kasian apa sama Senja kakinya kecil jadi lari lari kayak tadi? ” imbuhnya lagi.
Gus Alfa tak menghiraukan ocehan sang istri , ia buru-buru menutup pintu apartement miliknya dan langsung menuju kamar mandi.
Senja yang baru masuk hanya melongo melihat kemewahan apartement suaminya. Ia mengedarkan pandangannya menusuri ruangan yang terlihat aestetic itu. Berjejer rapih dirak buku , kitab kitab yang berjudulkan tulisan bahasa arab gundul, yang terisi full sampai kebawah lemari. Disampingnya terlihat foto Gus Alfa saat di mekkah bersama keluarganya .
Senja berlanjut melihat lihat aquarium yang berisi beberapa model ikan kecil-kecil dengan rumah mini didalam nya.
“Lucunya, ” beo Senja .
Mulutnya tak berhenti bedecak kagum dengan kemewahan apartement yang akan ia tinggali.
“Kamu gak mandi? ” Senja yang terkejut menatap lurus ke arah Gus Alfa yang baru saja mandi, terlihat Gus Alfa mengenakan handuk yang hanya dililit dipinggul dan bertelanjang dada.
“Astagfirullah Gus … istigfar, kenapa telanjang begitu?” Senja berbalik dan menutup wajahnya dengan tangan.
Gus Alfa tak menggubris, ia berlalu dan memasuki kamar dekat aquarium .
Senja yang masik syok melirik penuh emosi kearah Gus Alfa yang sudah hilang kedalam kamar.
“Bisa bisanya pamer perut, biar apa begitu? Biar keren kah! ” oceh Senja sebal.
Senja kini duduk disofa setelah mang Soleh – anggota ndalem , mengantarkan koper miliknya tadi. Mang Soleh menyampaikan pesan Ummi Fatimah bahwa Senja harus bersabar dengan Gus Alfa . Jangan mudah tersinggung , karna Gus Alfa memang orangnya mudah marah.Senja mengingat ucapan itu sambil mengangguk- anggukan kepalanya karna sangat setuju , bahwa Gus Alfa sangat mudah membuat nya emosi.
“Ngapain? ” Senja yang dikejutkan suara Gus Alfa hanya melirik penuh emosi.
” Menurut gus saya ngapain? Masak? ” ketus Senja.
“Ya, kamu ! manggut-manggut kayak orang ga bener gitu.”
“Saya lagi latihan dugem,” jawab Senja singkat.
Gus Alfa berdecak sebal karna jawaban Senja . Benar kata teman temannya , gadis yang pernah menyabet juara 1 nasional Taekwondo itu, memang benar benar tengil.
Gus Alfa berjalan lurus kearah pantry , mengambil beberapa makanan cepat saji dan memasaknya. Setelah memasak, Gus Alfa berjalan kearah Senja dan meletakan nasi goreng yang sudah ia hangatkan dimicrowave.
“Makan! ”
Gus Alfa duduk berhadapan dengan Senja. Senja yang bingung kenapa tiba tiba diberi makan, hanya berdiam memandangi makanan dan menatap, Gus Alfa yang sudah menyuap makanan yang sama seperti miliknya.
Merasa dipandangi, Gus Alfa hanya menaikan kedua alisnya seolah bertanya kenapa? tanpa berbicara .
Senja tak mau ribut, ia langsung mengambil sendok yang sudah ada diatas nasi goreng dan melahapnya.
Keduanya makan dengan hikmat , padahal tadi Senja setelah akad , sudah memakan rendang dan bakso. Tapi entah mengapa , ia masih sanggup memakan nasi goreng dihadapannya itu.
“Alhamdulilah kenyang gus,” ucap Senja sambil mengelus perutnya yang kenyang.
Gus Alfa yang sudah menyelesaikan makannya sejak tadi , ia menaruh gelas yang sudah ia kosongkan keatas meja.
“Saya mau bicara.”
“Ya tinggal bicara to Gus…Emang dari tadi saya gak bolehin njenengan bicara kah? ” jawab senja.
(Njenengan : kamu)
Gus alfa mendehem menetralkan perasaannya yang sejak tadi sudah akan meledak karna sebal.
” Pertama, Jangan pernah urusi kehidupan pribadi saya.” Gus Alfa berbicara terlihat sangat serius . Tak jauh berbeda dengan Senja yang mendengarkan sambil menautkan kedua alisnya karna bingung arah pembicaraan ini.
“Kedua, kita tidur terpisah . Saya dikamar utama dan kamu dikamar kedua.” Gus Alfa menunjuk kamar dekat aquarium itu merupakan kamar Gus Alfa dan sebelahnya kamar Senja.
“Keti-” Belum menyelesaikan ucapannya senja terlebih dulu memotong .
“Lah jadi kita suami istri tapi tidur nya terpisah? “
Gus Alfa menyibak rambutnya yang agak panjang kebelakang. Dia tak faham dengan gadis kecil dihadapannya ini. Apa dia mengira pernikahan ini seperti pernikahan pada umumnya? Jangan pernah berharap.
“Kau fikir, kita menikah karna cinta? Aku menikahimu karna paksaan senja!” tegas Gus Alfa .
Senja kincup , dia tak lagi bersuara .Dia lupa bahwa pernikahan ini karna perjodohan . Bukan , lebih tepatnya karna abah dan ummi yang kasihan kepadanya.
Ketukan dimeja menyadarkan Senja dari lamunannya.
“Ketiga, jangan pernah berharap padaku. Aku serius dengan ini.”
Senja menaikan kedua bahunya tak mau tahu. Memang siapa yang berharap? Belum tentu juga dirinya suka dengan Gus jutek seperti dia. Bisa jadi ,Gus Alfa lebih dulu menyukai dirinya. Sombong sekali batinnya.
Setelah perbincangan singkat ,padat dan sangat jelas tadi , kini Senja sudah merebahkan dirinya diatas kasur dikamar nya. Sebelumnya ia sudah menyusun baju dan gamisnya dilemari , ternyata apartemen ini tak memiliki kamar mandi didalam kamar. Senja berdecak kesal, padahal ia tidak biasa berganti baju dikamar mandi. Pasti saja baju atau gamisnya akan basah nanti. Bagaimana bisa apartemen mahal begini memiliki satu kamar mandi? , itu pun diluar . Senja menendang nendang sebal , ia yakin pasti akan sering bercekcok dengan suaminya itu.
Dihari pertama mereka menikah tak ada kesan baik di hati Senja. Senja sebenarnya sudah menolak perjodohan ini, tapi Abi dan Ummi memaksa karna sudah berjanji pada mendiang Ayah Senja.
Senja menghela nafas panjang ” Ini pasti rumit ,” gumamnya.
_______
Jam dinaskas menunjukan pukul tiga dini hari, Gus Alfa membuka matanya menerjap pelan menyesuaikan cahaya yang masuk mata.
Setelah ia membaca doa, ia bergegas kekamar mandi untuk mandi dan bersiap sholat. Ya! kamar Gus Alfa juga tidak memiliki kamar mandi pribadi . Jadi, diapartemen ini hanya ada satu kamar mandi bersama.
Gus Alfa melirik sedikit kearah kamar Senja yang masih tertutup,pasti dia masih tidur batinnya.
Gus Alfa berjalan lurus kekamar mandi , namun saat melihat kulkas , rasanya ia ingin minum terlebih dahulu sebelum berwudhu.
Gus Alfa menuangkan air dingin dari kulkas kedalam gelas . Baru beberapa teguk , tiba tiba sebuah kaki menendang kuat perutnya.
Bugh…
“Astagfirullah.” Gus Alfa memegangi perutnya. Air yang belum sampai ditenggorokan menyembur kesegala arah.
Pelakunya tentu saja Senja. Tadi saat Senja terbangun sayup-sayup mendengar dentingan botol karna bunyi kulkas terbuka .
Merasa curiga, Senja berjalan perlahan kearah pintu dan melihat seseorang sedang membuka kulkas .
Karna suasana gelap, tak ada pencahayaan , hanya ada cahaya dari kamar Gus Alfa yang sedikit terbuka. Senja tak tau pasti siapa orang itu. Senja mengendap-endap mendekati sosok itu , dan sekuat tenaga ia menyiapkan kuda-kuda dan menendangnya.
Senja menutup mulutnya saat tau itu suaminya. Ia merutuki dirinya sendiri , bisa-bisanya dia lupa kalau dia hidup berdua sekarang.
Senja buru-buru menyalakan saklar lampu yang tak jauh dari jangkauannya.
“Ya allah sepurane Gusss” Senja mendekati Gus Alfa yang terduduk , sedang memegangi perutnya .(maaf)
” Ka-kamu ngapain Senja!” pekik Gus Alfa kesal.
“Saya kira maling Guss.”
“Maling apanya?? Mana ada maling cuman buka kulkas Senja…! ” Gus alfa frustasi. Senja hanya nyengir kuda sekarang. Dia benar benar tak tau kalau itu , Gus Alfa, suaminya.
“Ya allah senja… Baru sehari loh ini!” keluh Gus Alfa .
Senja menggaruk tengkuknya yang tak gatal, dia tau maksud ucapan suaminya itu.
Setelah kejadian itu kini Senja dan Gus Alfa melaksanakn sholat subuh berjamaah.
Gus Alfa untuk pertama kalinya, menjadi imam untuk istrinya. Setelah salam dan dzikir Gus Alfa membalik badannya menghadap Senja. Senja sedikit terkejut karna tiba-tiba Gus Alfa membalik badannya.
Gus Alfa mengulurkan tangannya. Senja yang bingung hanya menatap aneh kearah Gus Alfa .
“Salim!” seru Gus Alfa , sambil menggerakan matanya menunjuk telapak tangannya.
“Oo … nggeh Gus.” Senja lalu menyalimi punggung tangan suaminya dengan hikmat.
Senja tak tau, padahal semalam Gus Alfa seolah membuat batasan yang jelas diantara keduanya . Tapi sekarang Gus Alfa bisa bersikap normal . Senja mengira Gus Alfa tak akan pernah mengimami dirinya . Ia menjadi yakin, Gus Alfa memang suami yang sangat bertanggung jawab seperti kata Ummi.
Namun sungguh diluar dugaan ,secara tiba-tiba Gus Alfa mencium pucuk kepala Senja.
“Ke-kenapa Gus?” tanya Senja syok.
Senja langsung memundurkan kepalanya cepat dan memegangi kepalanya. Ia terkejut saat pucuk kepalanya tersentuh hidung Gus Alfa.
” Kok kenapa? Ya gak kenapa kenapa lah! “
Gus Alfa tiba-tiba memerah dipipi . Ia langsung berdiri dan kembali kekamarnya.
Tadi mereka memutuskan untuk sholat berjamaah diruang tamu , karna kamar mereka berdua tidak akan cukup untuk mereka sholat berjamaah.
“Kagetnya…Ya Allah.” Senja kini berganti memegangi dadanya yang berdetak tak karuan. Seumur hidupnya, tak ada lelaki yang pernah bersentuhan langsung dengannya. Ia benar benar memerah dipipi sekarang.
Tak jauh berbeda didalam kamar Gus Alfa, ia sedang merutuki dirinya .
“Kenapa kamu tiba-tiba mencium kepala nya? Dasar.” Gus alfa menjambak rambutnya pelan. Sungguh diluar kehendaknya ,entah mengapa tadi tiba-tiba melakukan itu. Seolah memang sesuatu yang harus ia lakukan tadi.
“Astagfirullah … sadarrr alfa…sadar.”
Bersambung…..