Di tengah hutan yang luas itu, hiduplah seekor naga bernama Drago. Hutan yang dengan pepohonan rindang dan sangat menyejukkan. Kicau burung – burung selalu menghiasi hutan tersebut di pagi hari.Hutan ini sangat rapat, dengan pohon – pohon tinggi, sehingga hampir tidak ada manusia memasukinya.
Drago bukanlah naga jahat yang suka melumatkan desa. Justru, dia adalah naga yang baik hati. Bulunya berkilau seperti emas, matanya sebesar bola pingpong dan berwarna biru cerah, dan nafasnya tidak mengeluarkan api, melainkan semburan air yang menyegarkan.
Suatu hari, hutan tempat Drago tinggal dilanda kekeringan yang hebat. Sungai-sungai mengering, daun-daun menguning, dan hewan-hewan kesulitan mencari makanan. Drago sangat sedih melihat penderitaan teman-temannya. Dia ingin sekali membantu, tapi bagaimana caranya?
Drago terus berpikir untuk mencari solusi dari bencana kekeringan yang melanda hutan tempatnya tinggal.
“ Jika ini terus berlangsung, saya dapat pastikan teman – temanku akan mati kehausan dan kelaparan. Semak belukar, ilalang dan pohon – pohon mulai menguning daunnya” Drago membatin.
“ Aku harus mencari jalan, agar hutan ini kembali subur dan kebutuhan air untuk aku dan teman – temanku terpenuhi”
“Aku harus mencari sumber air,” gumam Drago pada dirinya sendiri.
“ Saya tidak ingin menyaksikan teman – temanku kesulitan karena musim panas ini “ Drago membatin.
Dengan sekuat tenaga, Drago terbang tinggi di langit. Dia mencari dan mencari hingga akhirnya menemukan sebuah gua yang sangat dalam. Di dalam gua itu, terdapat sebuah danau yang airnya jernih sekali. Tapi, ada masalah. Danau itu dijaga oleh seekor raksasa batu bernama Grok. Grok adalah makhluk yang sangat kuat dan suka sekali marah-marah.
Tempat tinggal Grok memang subur, mungkin karena tempatnya berada di dataran rendah, sehingga dampak dari musim kekeringan tidak terlalu mempengaruhi.
Perangainya ini membuat tidak ada yang berani mendekati gua tempat Grok tinggal. Dia tidak segan – segan main tangan besi pada siapa saja yang berani memasuki wilayah kekuasaannya.
“Hei, naga kecil!” teriak Grok dengan suara yang menggelegar.
“Apa yang kau lakukan di sini?” bentak Grok dengan suara yang seperti menggelegar.
“ Jangan coba – coba melangkah lebih jauh memasuki daerahku”
Grok dengan berkacak pinggang melihat ke arah Drago yang sedikit getir mendengar suara Grok yang sepertinya tidak bersahabat. Drago tetap menunjukkan wajah bersahabat dan tenang.
Mendengar suara itu Drago dengan tenang mencoba mendekati Grok yang memasang wajah tak bersahabat.
“ Wahai temanku, hutan tempatku tinggal, saat ini dilanda kekeringan”
Sungai – sungai tak lagi berair, pohon – pohon juga kini berdaun kuning karena tidak sumber air”
“ Saya berusaha membantu teman – temanku yang kini kehausan, dan aku tidak sengaja menemukan tempatmu ini “ jelas Drago pada Grok yang berwajah seram.
“ Sudikah engkau membagi air pada kami “ Drago meminta kesediaan Grok untuk mau berbagi air padanya.
“ Apa, katamu berbagi ?” tanya Grok pada Drago.
“ Saya tak sudi berbagi air pada kamu, apalagi dengan teman – temanmu” ketus Grok pada Drago.
Drago berusaha menjelaskan bahwa dia hanya ingin mengambil sedikit air untuk teman-temannya. Tapi, Grok tidak mau mendengarkan. Dia malah mengayunkan tinjunya yang besar ke arah Drago.
Namun apa yang dijelaskan oleh Drago sama sekali menyentuh hati Grok.
Dengan kekuatan yang dimilikinya Grok mencoba menghalau Drago untuk semakin dekat ke arahnya.
“Aku tidak akan membiarkanmu mengambil airku!” seru Grok.
Drago yang sudah siap, dengan segala kemungkinan yang terjadi. Dengan sigap segera menghindar. Drago berusaha menenangkan Grok agar mau berbagi air padanya untuk teman – temannya.
Namun Grok tetap tidak mampu memberikan air walaupun itu hanya setetes.
Pertarungan pun tak terelakkan. Drago menggunakan semua kekuatannya untuk melawan Grok. Dia terbang menghindari pukulan Grok, lalu menyemburkan airnya ke arah raksasa batu itu. Namun, Grok terlalu kuat. Drago mulai merasa lelah.
Disaat Drago terdesak dengan kondisinya yang lemah dan kekuatan Grok yang kuat.
Tiba-tiba, muncullah sekelompok hewan hutan. Mereka adalah teman-teman Drago yang telah mendengar tentang kesulitannya. Mereka datang untuk membantu Drago melawan Grok. Bersama-sama, mereka menyerang Grok dari segala arah. Grok yang tadinya sangat kuat, kini mulai kewalahan.
Melihat teman-temannya terdesak, Drago mengumpulkan seluruh sisa tenaganya. Dia terbang tinggi di atas Grok, lalu dengan sekuat tenaga, dia menyemburkan airnya ke arah mata Grok. Serangan Drago tepat mengenai sasaran. Grok meraung kesakitan lalu terjatuh.
Grok tak berkutik dan menyerah kalah di tangan Drago yang baik hati.
“ Saya mengaku kalah, kamu bisa mengambil air untuk teman – temanmu” ucap Grok.
Grok bangun dari jatuhnya, dia duduk sambil meringis kesakitan. Matanya masih terasa sakit akibat semburan air dari Drago.
“ Maafkan saya. Saya bukannya ingin berbuat kasar denganmu “ Drago mendekati Grok yang duduk diatas tanah.
“ Saya hanya ingin meminta air untuk membantu teman – temanku “ tambah Drago pada Grok.
“ Kamu memang naga yang baik hati “ kata Grok pada Drago yang duduk disampingnya.
“ Kamu bisa mengambil air di tempatku ini, kapanpun kamu mau”
“ Datanglah jika kamu butuh dan teman – temanmu butuh air” jelas Grok pada Drago yang tersenyum bahagia.
Dengan bantuan teman-temannya, Drago berhasil membawa air dari danau itu kembali ke hutan. Hutan pun kembali hijau dan subur. Hewan-hewan bersuka cita menyambut kembalinya air. Drago merasa sangat senang karena telah berhasil membantu teman-temannya.
Kini hutan tempat Drago dan teman – temannya kembali subur, sumber air yang diambil dari tempat tinggal Grok membangkit kehidupan hutan tempat tinggal Drago.
Burung – burung kembali bersiul girang, rumput ilalang menghijau.
Drago dan Grok akhirnya menjadi sahabat. Drago sering datang mengunjungi Grok. Dan Grok sangat senang menyambut kedatangan Drago. Hidupnya yang dulu seorang diri, kini tidak lagi. Grok sering membawa Drago berkeliling hutan tempat Grok tinggal. Hutan Grok yang berada di dataran rendah memanglah sangat subur. Dimana sungai – sungai kecil mengalir air yang segar, karena berasal dari pegunungan.
“ Terima kasih karena kau sudi mengunjungiku “ kata Grok saat Drago mengunjunginya hari itu.
“ Padahal sebelumnya saya telah berbuat jahat padamu dan tidak ingin membantumu” kata Grok.
“ Saya yakin kamu itu pada dasarnya baik. Kau tidak bersalah dengan orang – orang asing yang datang di tempat tinggalmu” jelas Drago.
“ Bukankah itu sudah menjadi kewajibanmu menjaga hutan ini!” kata Drago pada Grok yang berjalan di sampingnya.
“ Oh iya, apakah saya bisa jalan – jalan ke tempat kamu ?” tanya Grok pada Drago.
“ Datanglah sahabat, tentunya kami akan menyambut dengan senang hati kedatanganmu” kata Drago dengan senyuman.
“ Terima kasih, Drago” balas Grok.
“ Hutan ini jauh dari peradaban manusia, aku hidup telah ratusan tahun”
“ Ayah ibuku, meninggal 5 tahun lalu. Saya akhirnya seorang diri menjaga hutan ini” sedih Grok mengisahkan perjalan hidupnya pada Drago.
“ Kita senasib, kedua orang tuaku sudah lama meninggal juga” ungkap Drago pada Grok yang memandangnya.
“ Saya sangat bersyukur karena memiliki banyak teman di hutan tempatku tinggal”
“ Merekalah keluargaku” jelas Drago.
“ Kamu sangat beruntung, sementara saya. Disini seorang diri, para hewan takut berteman padaku.”
“ Mereka takut, mereka akan kumakan “ jelas Grok.
“ Padahal selama ini, aku hanya makan buah – buahan yang tumbuh banyak di hutan ini” ungkap Grok dengan nada sedih.
“ Nanti saya akan membantu kamu, agar hewan – hewan di hutan ini mau berteman denganmu”
“ Kita yakin kan pada mereka, jika kamu itu raksasa pemakan buah dan sayuran” hibur Drago
“ Terima kasih” ucap Grok.
Persahabatan antara Drago dan Grok semakin terjalin erat, mereka kadang saling mengunjungi. bermain bersama dengan hewan – hewan yang ada di tempat Drago.
Dan perlahan empati hewan – hewan di hutan Grok juga mulai ingin berteman dengan Grok. Semua berkat bantuan Drago sang naga kecil yang baik hati.
Dari cerita ini, kita belajar bahwa kebaikan akan selalu menang. Meskipun kita kecil dan lemah, jika kita bersatu dan saling membantu, kita bisa mengatasi masalah sebesar apapun. Selain itu, kita juga belajar tentang pentingnya keberanian dan kegigihan. Drago tidak menyerah meskipun menghadapi kesulitan yang sangat besar. Dia terus berusaha hingga akhirnya berhasil mencapai tujuannya.