Mertua Dadakan

Salah Rumah

Di saat Nabila sedang ke kamar mandi mau bersih-bersih sebelum tidur. Seorang lelaki yang datang entah dari mana sudah tidur di atas ranjang milik Nabila. Di saat Nabila keluar dari kamar mandi, dia teriak karena shock melihat ada lelaki tidur di atas ranjang miliknya.

 

Mendengar Nabila teriak laki-laki tersebut pun kaget dia langsung bangkit dari tidurnya, dia segera menghampiri Nabila.

 

 

 “Siapa kamu, kenapa kamu tidur di dalam kamar saya?” tanya Nabila penuh selidik.

 

Belum dijawab oleh lelaki tersebut pintu kamar Nabila sudah dibuka paksa oleh abang Nabila, karena dia mendengar Nabila berteriak. Dia terkejut di saat pintu terbuka melihat ada lelaki di kamar adiknya, dan tanpa pikir panjang abang Nabila langsung melayangkan bogem mentah di pipi lelaki tersebut.

 

 

“Berani sekali kamu masuk ke dalam kamar adik perempuanku.” Farhan langsung melayangkan bogem mentah ke wajah lelaki itu tanpa henti.

 

 

Mendengar keributan di kamar anak perempuannya, dengan langkah tergesa-gesa, ayah bersama ibunya datang ke kamar Nabila untuk melihat apa yang terjadi. Kedua orang tua Nabila shock melihat anak lelakinya sedang meng ha jar seorang lelaki di kamar anak perempuannya.

 

 

“Stop … stop ….! Hentikan. Ada apa ini?” tanya Burhan, ayah Nabila. Sedangkan, ibunya langsung menghampiri Nabila yang berdiri di belakang lelaki tersebut. Entah kenapa lelaki tersebut selalu menghalangi Nabila pergi dari belakang, dia rela di ha jar oleh abang Nabila daripada Nabila pergi meninggalkannya.

 

Namun, tidak ada yang mau menjelaskan apa yang terjadi, akhirnya Burhan segera menarik tangan Farhan yang masih ingin melayangkan bogem mentah kepada lelaki yang sudah berani masuk ke kamar adiknya.

 

 

“Farhan, sudah. Hentikan!” sargah Burhan.

 

Tangan Farhan yang ditarik oleh ayahnya, dia langsung mengikuti ayahnya. Sedangkan, lelaki tersebut setelah dilepaskan oleh Farhat dia mengusap bibirnya yang sudah mengeluarkan cairan merah.

 

 

“Ayo kita bicarakan di luar,” ucap Burhan tegas. Setelah itu dia langsung keluar sambil menatap lelaki tersebut, dimata Burhan terlihat banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan kepadanya. Namun, yang ditatap langsung menundukkan kepalanya.

 

 

“Ayo kita selesaikan di luar!” Farhan minta lelaki itu ikut bersamanya. Sedangkan, Nabila bersama Aishah, ibunya masih berdiri di samping lelaki tersebut. 

 

“Ayo,” jawabnya singkat. Semua yang ada di kamar Nabila keluar secara bersamaan, sampai di ruang keluarga Nabila duduk di samping ibu dan ayahnya. Sedangkan, Farhan dan lelaki itu duduk di kursi yang terpisah.

 

Setelah semuanya duduk, Burhan langsung mengintrogasi lelaki yang ada di depannya yang telah berani masuk ke kamar anak perempuannya.

 

 

“Nama kamu siapa, kamu tinggal di mana, dan ada hubungan apa kamu dengan anak perempuan saya?” tanya Burhan penuh selidik.

 

Belum sempat dijawab oleh Leon, Farhan langsung berdiri ingin meng ha jar Leon kembali, dengan cepat Burhan menghentikan Farhan agar tidak semakin ribut karena malam sudah semakin larut.

 

 

 Burhan takut orang sekampung tahu dan akan menghujat keluarganya dengan memandang rendah anak perempuannya yang sudah berani mengajak lelaki ke kamar. Karena di Desa sangat menjaga adab istiadat.

 

 

“Farhan kamu duduk! Biarkan dia menjelaskan sendiri,” pinta Burhan.

 

Farhan yang di tegur oleh ayahnya langsung duduk kembali dan menatap tidak suka kepada Leon.

 

“Silakan di jawab pertanyaan ayah saya!” sargah Farhan.

 

 

Leon segera menganggukkan kepalanya karena dia sudah malas ribut, karena badannya sudah capek menyetir seharian di perjalanan. Baru saja dia mau istirahat langsung di ha jar oleh Farhat.

 

 

“Nama saya Leon, Pak. Saya dari kota Pekanbaru ingin berlibur ke desa ini. Maafkan saya telah membuat keributan di rumah Bapak, saya tidak ada maksud untuk tidur di kamar anak perempuan Bapak. Sebelum saya ke desa, saya sudah pesan rumah untuk saya tinggal beberapa hari di sini, tapi kalau Bapak tidak percaya saya akan melihatkan buktinya kalau saya sudah pesan dan orang tersebut telah menyerahkan kunci sama saya,” ungkap Leon menjelaskan, sambil membela dirinya kalau dia tidak salah.

 

 

Leon segera melihat kan isi chattingnya sama Burhat tapi belum sampai ditangan Burhan langsung diambil oleh Farhan.

 

 

Farhan membaca semua isi chat yang diperlihatkan oleh Leon dengan teliti. Namun, Farhan keningnya berkerut saat membaca kalau rumah yang di sewakan orang adalah rumah yang di samping rumah Burhan. ‘Mengapa Leon bisa masuk ke dalam rumahnya?’ gumam Farhan, dia segera menanyakan siapa yang kasih kunci rumahnya kepada Leon.

 

 

“Siapa yang kasih kunci rumah saya, sama kamu?” bentak Farhan yang mulai tersulut emosi.

 

“Itu yang kasih kunci, kan kamu bisa baca sendiri!” jawab Leon asal.

 

“Akan tetapi, rumah yang kamu sewa bukanlah rumah kami, melainkan rumahnya ada di samping rumah kami, jadi kamu kenapa masuk kerumah kami?” tanya Farhan yang sudah tidak sabar ingin meng ha jar Leon lagi.

 

 

“Ya itu bukan salah saya, tadi sudah saya coba buka rumah itu, tetapi nggak terbuka, terus saya coba ke rumah ini langsung terbuka,” ungkap Leon lagi.

 

 

Terlihat tidak ada yang ingin mengalah, Burhan langsung menengahi perdebatan Farhan. “Sudah jangan diperpanjang lagi!” pinta Burhan.

 

Burhan memilih untuk berdamai karena Burhan tahu Leon tidak bersalah. Namun, Farhan tidak mau melepaskan Leon begitu saja, dia minta Leon untuk bertanggung jawab karena Leon sudah tidur di atas ranjang adiknya.

 

 

“Tetapi Farhan tidak bisa melepaskan dia begitu saja, Ayah, karena dia sudah berani tidur di kamar Nabila,” keluh Farhan.

 

 

Mendengar ucapan Farhan, Leon langsung menatap tidak suka ke arah Farhan. Sambil menyahut ucapan Farhan. “Saya kan tidak melakukan apa-apa terhadap adik kamu! Jadi nggak mungkinlah aku tanggung jawab,” jawab Leon tegas.

 

 

Nabila dari tadi cuma diam saja, nggak mau ikut bicara, karena Nabila sangat terkejut saat melihat lelaki ada di dalam kamarnya. Nabila langsung protes saat abangnya tidak mau berdamai, abangnya berniat akan menikahkan Nabila dengan seorang lelaki sama sekali tidak dikenal Nabila.

 

“Sudahlah, Bang. Jangan diperpanjang lagi lagian Bila nggak kenapa-napa, biarkan dia pergi! Lagian Bila nggak kenal dengan dia,” sahut Nabila sambil menundukkan kepalanya.

 

 

 

Mendengar ucapan Nabila yang menolak keinginan Farhan untuk minta Leon tanggung jawab. Hati Leon terasa teriris silet karena selama dia menginjak dewasa tidak ada perempuan yang menolaknya. Malah sebaliknya semua perempuan mengejar Leon. Namun, kenapa Nabila menolaknya secara terang-terangan. 

 

 

Leon tidak menerima penolakan yang dilontarkan oleh Nabila, dia segera menjawab ucapan Nabila dengan penuh semangat tanpa memikirkan keputusan yang diambilnya.

 

 

“Saya akan bertanggung jawab, meskipun saya tidak melakukan apa-apa terhadap Nabila,” jawab Leon penuh semangat.

 

 

Semua yang ada di dalam ruangan tersebut tidak percaya mendengar persetujuan Leon yang akan menikahi Nabila gadis yang tidak dikenalnya. Namun, Farhan sangat percaya dengan kata-kata Leon, dia langsung meminta orang tuanya datang besok pagi. Karena acara akan dimulai saat orang tuanya datang.

 

“Kalau kamu emang mau tanggung jawab, tolong telepon orang tuamu sekarang! Karena saya tidak mau menikahkan adik saya tanpa tahu siapa mertuanya,” ungkap Farhan.

 

Tanpa menunggu lagi Leon segera mengambil handphone di dalam saku celananya dia segera menelepon orang tuanya. Dia meminta orang tuanya datang di hari pernikahan yang belum pernah ada dipikirkannya karena dia merasa belum saatnya untuk menikah. 

 

error: Content is protected !!