Guardians of Kendan (Book One : ZAR – Key of Realms )

By: Rin Savtanaz
399 Readers 11 Chapters 9.9

Events

Sebagai anak bungsu dari pasangan politisi ternama, Tizar tumbuh dalam kemewahan, di mana segala keinginan bisa dengan mudah didapatkan. Pun di sekolah, ia bergabung dalam REX, geng elit yang lekat dengan gaya hidup hedon—pesta, pamer harta dan kekuasaan, serta kenakalan-kenakalan khas remaja borjuis—kontras dengan Klub Sejarah…
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

11 Wounded Laughs

"I think the saddest people always try their hardest to make people happy because they know what it feels like to feel absolutely worthless and they don't want anybody else to feel like that." "Saya pikir orang yang paling sedih selalu berusaha keras…

10. The Bubble Multiverse

"Our universe is actually a single bubble in a bubble bath of universes. This creates a multiverse of parallel universes." (Alam semesta kita sebenarnya adalah satu gelembung dalam lautan gelembung semesta. Ini menciptakan multisemesta dari berbagai alam semesta paralel.) - Michio Kaku  …

9. A Secret Door

Why do you stay in prison when the door is so wide open? (Mengapa kamu tetap tinggal di dalam penjara padahal pintunya terbuka lebar?) - Rumi    ༺═────ᮊᮨᮔᮓᮔ────═༻ Raka membuka sebuah pintu–dari dua buah pintu–lemari kayu besar di pojok ruang KS. Di dalamnya,…

8. Learning by Doing

"Ut est rerum omnium magister usus." ( Pengalaman adalah guru dari segala hal. ) - Julius Caesar   ༺═────ᮊᮨᮔᮓᮔ────═༻ Siswa SMA Kendan sedang sibuk belajar menghadapi UAS, namun Tizar masih berkutik dengan pelajaran olah napasnya. “Napas perut itu caranya kita menarik napas lewat…

7. The First Step

千里之行,始于足下   (Perjalanan seribu li dimulai dengan satu langkah)   - Lao Tzu     ༺═────ᮊᮨᮔᮓᮔ────═༻   Rika akhirnya memberanikan diri menyatakan perasaannya pada Tizar di Warjo, namun Tizar menolaknya dengan kasar.   "Maaf Rika, gue nggak pernah suka sama lu. Childish, manja,…

Comments

Satu pemikiran pada “Guardians of Kendan (Book One : ZAR – Key of Realms )”

Tinggalkan komentar

You May Also Like

eli.budianto
dwi.fitriani
11 Chapters

Chapter 1: 1. Dreams

Oleh: Rin Savtanaz
The person with big dreams is more powerful than one with all the facts. (Orang yang memiliki mimpi besar lebih kuat daripada seseorang yang memiliki semua fakta.) -Albert Einstein   ༺═────ᮊᮨᮔᮓᮔ────═༻ Banyak orang menjadikan mimpi atau angan-angan sebagai tujuan pencapaian hidup, tapi tidak…
Readmore

Chapter 2: 2. Bittersweet Seventeen

Oleh: Rin Savtanaz
Growing old is mandatory, but growing up is optional. (Menjadi tua adalah sesuatu yang tak terelakkan, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.) -Walt Disney   ༺═────ᮊᮨᮔᮓᮔ────═༻ Tizar menghela napas panjang, memperhatikan kedua orang tua dan kakak-kakaknya yang sudah berada di ballroom tempat pesta ulang…
Readmore

Chapter 3: 3. A Wolf in Sheep’s Clothing

Oleh: Rin Savtanaz
A false friend is more dangerous than an open enemy. (Teman palsu lebih berbahaya daripada musuh yang jelas.) -Francis Bacon   ༺═────ᮊᮨᮔᮓᮔ────═༻ Tizar bangun terperanjat, matanya menyapu sekelilingnya. Setelah mendapati Fatma, ibunya sedang duduk di sofa, dan menyadari bahwa dirinya berada di kamarnya…
Readmore

Chapter 4: 4. Disguise

Oleh: Rin Savtanaz
لا تُخْبِرْ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِكَ فِي الْمَنَامِ  (Jangan kabarkan permainan setan kepadamu dalam tidur) -HR. Muslim: 2268 ༺═────ᮊᮨᮔᮓᮔ────═༻ "Hai, Tizar, gimana kabarmu?" Tizar membaca pesan Nura sambil tersenyum tipis. "Uwooo … Bales, Zar!" sorak Ableh, menginjak-injak lantai dengan antusias. "Bales apa ya? Hai…
Readmore

Chapter 5: 5. Another Realms

Oleh: Rin Savtanaz
"If you accept that our universe is a mathematical structure, then you must also accept that other physically different worlds might exist out there in a broader mathematical structure, each with its own set of physical laws." (Jika Anda menerima bahwa alam semesta…
Readmore

Chapter 6: 6. Not A Coincidence

Oleh: Rin Savtanaz
"Everything that happens does so for a reason." (Segala sesuatu yang terjadi memiliki alasan.) - Aristoteles   ༺═────ᮊᮨᮔᮓᮔ────═༻ "Bleh, si Tizar ke mana? Kok nggak masuk?" tanya Kevin. "Teuing (nggak tahu), padahal tadi pagi udah sombong kirim ini ...." Beni menunjukan foto mobil…
Readmore

Chapter 7: 7. The First Step

Oleh: Rin Savtanaz
千里之行,始于足下   (Perjalanan seribu li dimulai dengan satu langkah)   - Lao Tzu     ༺═────ᮊᮨᮔᮓᮔ────═༻   Rika akhirnya memberanikan diri menyatakan perasaannya pada Tizar di Warjo, namun Tizar menolaknya dengan kasar.   "Maaf Rika, gue nggak pernah suka sama lu. Childish, manja,…
Readmore

Chapter 8: 8. Learning by Doing

Oleh: Rin Savtanaz
"Ut est rerum omnium magister usus." ( Pengalaman adalah guru dari segala hal. ) - Julius Caesar   ༺═────ᮊᮨᮔᮓᮔ────═༻ Siswa SMA Kendan sedang sibuk belajar menghadapi UAS, namun Tizar masih berkutik dengan pelajaran olah napasnya. “Napas perut itu caranya kita menarik napas lewat…
Readmore

Chapter 9: 9. A Secret Door

Oleh: Rin Savtanaz
Why do you stay in prison when the door is so wide open? (Mengapa kamu tetap tinggal di dalam penjara padahal pintunya terbuka lebar?) - Rumi    ༺═────ᮊᮨᮔᮓᮔ────═༻ Raka membuka sebuah pintu–dari dua buah pintu–lemari kayu besar di pojok ruang KS. Di dalamnya,…
Readmore

Chapter 10: 10. The Bubble Multiverse

Oleh: Rin Savtanaz
"Our universe is actually a single bubble in a bubble bath of universes. This creates a multiverse of parallel universes." (Alam semesta kita sebenarnya adalah satu gelembung dalam lautan gelembung semesta. Ini menciptakan multisemesta dari berbagai alam semesta paralel.) - Michio Kaku  …
Readmore

Chapter 11: 11 Wounded Laughs

Oleh: Rin Savtanaz
"I think the saddest people always try their hardest to make people happy because they know what it feels like to feel absolutely worthless and they don't want anybody else to feel like that." "Saya pikir orang yang paling sedih selalu berusaha keras…
Readmore
error: Content is protected !!