KESETIAAN YANG DIUJI

By: Lintang Dia
101 Readers 8 Chapters 9.9

Romance

Alita seorang ibu yang harus berjuang sendiri untuk menghidupi kedua buah hatinya karena sang suami yang sering keluar masuk hotel prodeo. Disetiap doanya, Alita selalu berharap jika suaminya mau berubah menjadi orang yang lebih baik. Mau bekerja dengan cara yang halal untuk keluarganya. Meski terlalu sering…
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Istri Orang

"Kakak apa kabar?" Aku tersenyum membaca pesan dari adik dunia mayaku. Enam hari nomornya tidak aktif. Ada perasaan senang dan lega melihat pesan itu. Kehadirannya sangat tepat saat aku butuh teman cerita masalah suamiku kemarin. Ya, setelah berselisih paham akhir Mas Hermanto langsung…

Penolakan

Sekitar satu jam, aku selesaikan tugasku. Bergegas kulangkahkan kaki menuju ruang tempat Riri tidur. Tidak ada pengurus panti di sana. Aku langsung masuk untuk menggendong Riri. Nanti aku bisa bilang ke pengurus lain saat keluar dari ruangan itu. Dengan hati-hati aku mengangkat tubuh…

Gara-gara Paksu

Pagi ini aku memulai rutinitasku seperti biasa. Setelah Satria berangkat sekolah, aku pergi ke panti untuk melaksanakan tugasku. Riri ikut pergi dengan salah satu pengurus dan bermain bersama anak panti seusianya. Aku pun tenang melakukan pekerjaanku meski masih menyimpan rasa cemas karena Mas…

Penantian

Hari yang aku nantikan pun tiba. Hari di mana suamiku bebas dari penjara. Sejak pagi aku sudah bersiap-siap dengan memasak sedikit mewah untuk menyambut kedatangan Mas Hermanto. Masakan mewah yang aku maksud hanya telur balado yang Satria peroleh dari Pak Sanu. Lalu sayur…

Tentang Arimba

"Kak, ibu mau minta maaf soal tadi!" ucapku pada Satria. Dia sedang fokus dengan buku sekolahnya. Tadi sepulang sekolah dia langsung pergi setelah membahas tentang ayahnya. Petang hari baru kembali, belum lagi Riri yang mengajaknya bermain. Kini setelah Riri tidur, Satria baru bisa…

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

andy.lorenza
eli.budianto
dwi.fitriani
8 Chapters

Chapter 1: Teman Facebook

Oleh: Lintang Dia
Seperti biasanya, sebelum aku memulai rutinitasku sebagai ibu rumah tangga, aku selalu menatap layar hp. Tidak banyak hal yang aku lakukan dengan benda pipih itu. Aku hanya melihat pesan dari seseorang yang aku kenal lewat media sosial biru berlogo huruf f tersebut. Senyumku…
Readmore

Chapter 2: Kabar Gembira

Oleh: Lintang Dia
Hari ini aku sangat senang karena mendapat berita jika satu bulan lagi Mas Hermanto akan bebas. Rasanya aku sudah tak sanggup menunggu untuk hari itu. Aku tidak mengatakan apapun pada kedua anakku. Aku ingin memberi kejutan pada mereka. Bukan mereka, tapi Satria. Karena…
Readmore

Chapter 3: Kemana Satria?

Oleh: Lintang Dia
Malam telah menjelang. Langit yang berwarna biru kini telah berubah menjadi kelabu. Aku cemas menunggu Satria yang sedari tadi belum pulang. Entah kemana putraku itu pergi. Aku sudah bertanya pada anak-anak panti yang biasa bermain dengan Satria, tapi mereka mengatakan tidak melihat Satria…
Readmore

Chapter 4: Tentang Arimba

Oleh: Lintang Dia
"Kak, ibu mau minta maaf soal tadi!" ucapku pada Satria. Dia sedang fokus dengan buku sekolahnya. Tadi sepulang sekolah dia langsung pergi setelah membahas tentang ayahnya. Petang hari baru kembali, belum lagi Riri yang mengajaknya bermain. Kini setelah Riri tidur, Satria baru bisa…
Readmore

Chapter 5: Penantian

Oleh: Lintang Dia
Hari yang aku nantikan pun tiba. Hari di mana suamiku bebas dari penjara. Sejak pagi aku sudah bersiap-siap dengan memasak sedikit mewah untuk menyambut kedatangan Mas Hermanto. Masakan mewah yang aku maksud hanya telur balado yang Satria peroleh dari Pak Sanu. Lalu sayur…
Readmore

Chapter 6: Gara-gara Paksu

Oleh: Lintang Dia
Pagi ini aku memulai rutinitasku seperti biasa. Setelah Satria berangkat sekolah, aku pergi ke panti untuk melaksanakan tugasku. Riri ikut pergi dengan salah satu pengurus dan bermain bersama anak panti seusianya. Aku pun tenang melakukan pekerjaanku meski masih menyimpan rasa cemas karena Mas…
Readmore

Chapter 7: Penolakan

Oleh: Lintang Dia
Sekitar satu jam, aku selesaikan tugasku. Bergegas kulangkahkan kaki menuju ruang tempat Riri tidur. Tidak ada pengurus panti di sana. Aku langsung masuk untuk menggendong Riri. Nanti aku bisa bilang ke pengurus lain saat keluar dari ruangan itu. Dengan hati-hati aku mengangkat tubuh…
Readmore

Chapter 8: Istri Orang

Oleh: Lintang Dia
"Kakak apa kabar?" Aku tersenyum membaca pesan dari adik dunia mayaku. Enam hari nomornya tidak aktif. Ada perasaan senang dan lega melihat pesan itu. Kehadirannya sangat tepat saat aku butuh teman cerita masalah suamiku kemarin. Ya, setelah berselisih paham akhir Mas Hermanto langsung…
Readmore
error: Content is protected !!