Table of Contents
Lates Chapters
Istri Orang
"Kakak apa kabar?" Aku tersenyum membaca pesan dari adik dunia mayaku. Enam hari nomornya tidak aktif. Ada perasaan senang dan lega melihat pesan itu. Kehadirannya sangat tepat saat aku butuh teman cerita masalah suamiku kemarin. Ya, setelah berselisih paham akhir Mas Hermanto langsung…
Penolakan
Sekitar satu jam, aku selesaikan tugasku. Bergegas kulangkahkan kaki menuju ruang tempat Riri tidur. Tidak ada pengurus panti di sana. Aku langsung masuk untuk menggendong Riri. Nanti aku bisa bilang ke pengurus lain saat keluar dari ruangan itu. Dengan hati-hati aku mengangkat tubuh…
Gara-gara Paksu
Pagi ini aku memulai rutinitasku seperti biasa. Setelah Satria berangkat sekolah, aku pergi ke panti untuk melaksanakan tugasku. Riri ikut pergi dengan salah satu pengurus dan bermain bersama anak panti seusianya. Aku pun tenang melakukan pekerjaanku meski masih menyimpan rasa cemas karena Mas…
Penantian
Hari yang aku nantikan pun tiba. Hari di mana suamiku bebas dari penjara. Sejak pagi aku sudah bersiap-siap dengan memasak sedikit mewah untuk menyambut kedatangan Mas Hermanto. Masakan mewah yang aku maksud hanya telur balado yang Satria peroleh dari Pak Sanu. Lalu sayur…
Tentang Arimba
"Kak, ibu mau minta maaf soal tadi!" ucapku pada Satria. Dia sedang fokus dengan buku sekolahnya. Tadi sepulang sekolah dia langsung pergi setelah membahas tentang ayahnya. Petang hari baru kembali, belum lagi Riri yang mengajaknya bermain. Kini setelah Riri tidur, Satria baru bisa…
Comments
8 Chapters
Chapter 1: Teman Facebook
Seperti biasanya, sebelum aku memulai rutinitasku sebagai ibu rumah tangga, aku selalu menatap layar hp. Tidak banyak hal yang aku lakukan dengan benda pipih itu. Aku hanya melihat pesan dari seseorang yang aku kenal lewat media sosial biru berlogo huruf f tersebut. Senyumku…
ReadmoreChapter 2: Kabar Gembira
Hari ini aku sangat senang karena mendapat berita jika satu bulan lagi Mas Hermanto akan bebas. Rasanya aku sudah tak sanggup menunggu untuk hari itu. Aku tidak mengatakan apapun pada kedua anakku. Aku ingin memberi kejutan pada mereka. Bukan mereka, tapi Satria. Karena…
ReadmoreChapter 3: Kemana Satria?
Malam telah menjelang. Langit yang berwarna biru kini telah berubah menjadi kelabu. Aku cemas menunggu Satria yang sedari tadi belum pulang. Entah kemana putraku itu pergi. Aku sudah bertanya pada anak-anak panti yang biasa bermain dengan Satria, tapi mereka mengatakan tidak melihat Satria…
ReadmoreChapter 4: Tentang Arimba
"Kak, ibu mau minta maaf soal tadi!" ucapku pada Satria. Dia sedang fokus dengan buku sekolahnya. Tadi sepulang sekolah dia langsung pergi setelah membahas tentang ayahnya. Petang hari baru kembali, belum lagi Riri yang mengajaknya bermain. Kini setelah Riri tidur, Satria baru bisa…
ReadmoreChapter 5: Penantian
Hari yang aku nantikan pun tiba. Hari di mana suamiku bebas dari penjara. Sejak pagi aku sudah bersiap-siap dengan memasak sedikit mewah untuk menyambut kedatangan Mas Hermanto. Masakan mewah yang aku maksud hanya telur balado yang Satria peroleh dari Pak Sanu. Lalu sayur…
ReadmoreChapter 6: Gara-gara Paksu
Pagi ini aku memulai rutinitasku seperti biasa. Setelah Satria berangkat sekolah, aku pergi ke panti untuk melaksanakan tugasku. Riri ikut pergi dengan salah satu pengurus dan bermain bersama anak panti seusianya. Aku pun tenang melakukan pekerjaanku meski masih menyimpan rasa cemas karena Mas…
ReadmoreChapter 7: Penolakan
Sekitar satu jam, aku selesaikan tugasku. Bergegas kulangkahkan kaki menuju ruang tempat Riri tidur. Tidak ada pengurus panti di sana. Aku langsung masuk untuk menggendong Riri. Nanti aku bisa bilang ke pengurus lain saat keluar dari ruangan itu. Dengan hati-hati aku mengangkat tubuh…
ReadmoreChapter 8: Istri Orang
"Kakak apa kabar?" Aku tersenyum membaca pesan dari adik dunia mayaku. Enam hari nomornya tidak aktif. Ada perasaan senang dan lega melihat pesan itu. Kehadirannya sangat tepat saat aku butuh teman cerita masalah suamiku kemarin. Ya, setelah berselisih paham akhir Mas Hermanto langsung…
Readmore





