Table of Contents
Lates Chapters
Fitnah Keji
Inti tengah bersedih, karena sikap keluarga Lettu Erlangga yang sangat dingin dan selalu berkata kasar padanya. Mereka tidak lagi menghormati dan menyayangi Inti selayaknya keluarga. Tak dianggap ada, sedangkan Nara malah diterima dengan baik. . "Mbak Inti," panggil Alvaro, sepupu Lettu Erlangga. …
Liciknya Dua Manusia Rubah
Setelah dua Minggu lamanya Lettu Erlangga mendiamkan Inti. Perasaannya masih bimbang, antara mempercayai Nara dan keluarga bibinya atau mempercayai Inti, istrinya. "Mas," panggil Inti sembari menepuk pelan bahu Lettu Erlangga. Sempat terlontar kaget, tetapi langsung bisa menormalkan kembali ekspresinya. Ia menatap ke…
Kembali
Jakarta, 20 Januari 2014 Saat itu, mereka sedang menunggu kedatangan Lettu Erlangga yang katanya akan pulang setelah 3 tahun bertugas. Namun, entah mengapa perasaan Inti tidak enak dan tidak nyaman. Satu bulan setelah menikah, Nara selalu berkunjung dengan dalih bertemu anak-anak.…
Tugas yang Mengawali Kehancuran
Jakarta, 18 Januari 2011 Inti tersenyum kecut setelah mendengar ucapan Lettu Erlangga, yang mana ia mendapatkan tugas negara. "Emang nggak bisa ya tolak tugasnya, Mas? Kamu kan udah tua, masa masih dikasih tugas begitu lagi? Beberapa tahun lagi juga pensiun." "Kamu tuh ya,…
Keadaan Inti Yang Sesungguhnya
Bandung, 5 Oktober 2019 Inti melihat kedua anak kembarnya yang kembali terlelap setelah salat Subuh. Keduanya memiliki paras yang cantik dan tampan. Jika Lettu Erlangga ada di sini, mungkin keduanya seperti pinang di belah dua, sangat mirip. Sean Erlangga Putra dan Syena Erlangga…
Comments
You May Also Like
7 Chapters
Chapter 1: Prolog
Inti begitu bahagia dan antusias ketika menceritakan tentang Lettu Erlangga ke salah satu sahabatnya—Nurhidayah Sawira. Saat itu, mungkin Hidayah—panggilan akrab gadis itu—berpikir Inti tidak akan jatuh cinta lagi setelah mendapatkan pengkhianatan dari mantan kekasihnya. Mengenal Lettu Erlangga adalah suatu hal yang indah, sebab…
ReadmoreChapter 2: Pernikahan Inti Aisyiyah & Lettu Erlangga
Serang, 9 September 2010 Meski terkesan terburu-buru dalam melaksanakan pernikahan, tetapi entah mengapa Inti Aisyiyah merasa sangat bahagia. Wajahnya tidak lepas dari senyum. Pernikahan yang digelar sangat mewah ini adalah acara sakral pertama bagi Inti, meski bagi Lettu Erlangga, tidak. Usia keduanya…
ReadmoreChapter 3: Keadaan Inti Yang Sesungguhnya
Bandung, 5 Oktober 2019 Inti melihat kedua anak kembarnya yang kembali terlelap setelah salat Subuh. Keduanya memiliki paras yang cantik dan tampan. Jika Lettu Erlangga ada di sini, mungkin keduanya seperti pinang di belah dua, sangat mirip. Sean Erlangga Putra dan Syena Erlangga…
ReadmoreChapter 4: Tugas yang Mengawali Kehancuran
Jakarta, 18 Januari 2011 Inti tersenyum kecut setelah mendengar ucapan Lettu Erlangga, yang mana ia mendapatkan tugas negara. "Emang nggak bisa ya tolak tugasnya, Mas? Kamu kan udah tua, masa masih dikasih tugas begitu lagi? Beberapa tahun lagi juga pensiun." "Kamu tuh ya,…
ReadmoreChapter 5: Kembali
Jakarta, 20 Januari 2014 Saat itu, mereka sedang menunggu kedatangan Lettu Erlangga yang katanya akan pulang setelah 3 tahun bertugas. Namun, entah mengapa perasaan Inti tidak enak dan tidak nyaman. Satu bulan setelah menikah, Nara selalu berkunjung dengan dalih bertemu anak-anak.…
ReadmoreChapter 6: Liciknya Dua Manusia Rubah
Setelah dua Minggu lamanya Lettu Erlangga mendiamkan Inti. Perasaannya masih bimbang, antara mempercayai Nara dan keluarga bibinya atau mempercayai Inti, istrinya. "Mas," panggil Inti sembari menepuk pelan bahu Lettu Erlangga. Sempat terlontar kaget, tetapi langsung bisa menormalkan kembali ekspresinya. Ia menatap ke…
ReadmoreChapter 7: Fitnah Keji
Inti tengah bersedih, karena sikap keluarga Lettu Erlangga yang sangat dingin dan selalu berkata kasar padanya. Mereka tidak lagi menghormati dan menyayangi Inti selayaknya keluarga. Tak dianggap ada, sedangkan Nara malah diterima dengan baik. . "Mbak Inti," panggil Alvaro, sepupu Lettu Erlangga. …
Readmore





