Arsa dan Raja kegelapan

By: Aryati Mudjiono
24 Readers 11 Chapters 9.9

New Adult

Arsa hanya ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan dengan berlibur ke pegunungan. Namun takdir menyeretnya jauh lebih dalam—secara harfiah. Sebuah celah misterius menelannya ke dunia bawah tanah bernama Nerava, tempat di mana cahaya adalah kemewahan dan kepercayaan adalah kelemahan. Di sana, Arsa ditangkap dan dihadapkan…
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

BAB 11. Interogasi Dingin

Langkah kaki Arsa bergema pelan di lorong istana Nerava. Dua penjaga berjalan di belakangnya, sementara Varian memimpin di depan tanpa sekali pun menoleh. Sejak pengumuman Kaisar Aetherion sehari sebelumnya, status Arsa memang berubah. Ia bukan lagi tahanan yang dikurung di ruang isolasi, tetapi…

BAB 10. Perintah Sang Kaisar

Udara di ruang isolasi terasa jauh lebih dingin daripada sel sebelumnya. Tidak ada jendela. Tidak ada suara para tahanan lain. Tidak ada bisikan para penjaga yang berlalu-lalang. Hanya suara tetesan air yang jatuh dari langit-langit batu, menciptakan gema panjang yang membuat kesunyian terasa…

Bab 9. Pelarian yang gagal

Keheningan malam di Nerava terasa berbeda. Bukan lagi sekadar sunyi. Ada ketegangan yang menggantung di udara. Arsa duduk di dalam selnya dengan mata terbuka, menatap cahaya kristal yang berpendar di langit-langit batu. Tubuhnya terlihat tenang, namun pikirannya berlari ke berbagai arah. Sudah terlalu…

Bab 8. Penjara Nerava

  Kegelapan kembali menyelimuti Arsa. Bukan kegelapan malam seperti yang ia kenal di dunia atas, ketika bintang masih terlihat dan suara alam menemani kesunyian. Ini berbeda. Kegelapan Nerava terasa hidup. Seolah dinding-dinding batu di sekelilingnya menyimpan ribuan rahasia yang tidak ingin diketahui manusia…

Bab 7. Tuduhan mata mata

  Suara gemuruh terdengar dari luar istana Nerava. Bukan badai. Bukan hujan. Melainkan dentuman logam dan langkah para pasukan yang berjaga lebih ketat dari biasanya. Lorong-lorong istana dipenuhi penjaga bersenjata, sementara bisikan para pelayan terdengar semakin gelisah. Ada sesuatu yang sedang terjadi. Dan…

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

andy.lorenza
eli.budianto
dwi.fitriani
11 Chapters

Chapter 1: Bab 1. Liburan yang merubah takdir

Oleh: Aryati Mudjiono
  Udara pagi di pegunungan terasa lebih dingin dari yang Arsa bayangkan. Embun masih menempel di ujung daun, sementara kabut tipis menggantung rendah, seperti tirai yang belum sepenuhnya tersibak. Ia menarik napas panjang, mencoba mengisi paru-parunya dengan udara segar yang jarang ia rasakan…
Readmore

Chapter 2: Bab 2. Celah Misterius

Oleh: Aryati Mudjiono
  Langkah kaki Arsa menggema pelan di lantai batu yang dingin. Setiap dorongan yang ia terima dari para penjaga membuat tubuhnya sedikit tersentak ke depan. Tangannya masih terikat di belakang, pergelangannya mulai terasa perih karena gesekan tali kasar. Namun rasa sakit itu kalah…
Readmore

Chapter 3: Bab 3. Dunia Tanpa Matahari

Oleh: Aryati Mudjiono
  Kegelapan di Nerava bukan sekadar ketiadaan cahaya. Ia hidup. Ia bernapas. Dan kini, ia mengurung Arsa. Duduk di sudut sel batu yang dingin, Arsa memeluk lututnya erat. Tangannya sudah tidak lagi terikat, namun pergelangannya masih terasa nyeri. Luka kecil yang ditinggalkan tali…
Readmore

Chapter 4: Bab 4. Tertangkap

Oleh: Aryati Mudjiono
  Suara rantai bergemerincing memecah kesunyian lorong penjara. Arsa tersentak dari lamunannya saat pintu sel terbuka kasar. Dua penjaga berdiri di depan, wajah mereka sama dinginnya seperti batu-batu Nerava. “Bangun,” perintah salah satu dari mereka. Jantung Arsa langsung menegang. “Ada apa lagi?” tanyanya…
Readmore

Chapter 5: Bab. Tatapan yang menantang

Oleh: Aryati Mudjiono
  Langkah kaki para penjaga kembali menggema di lorong penjara Nerava. Arsa berjalan di tengah mereka dengan kepala sedikit menunduk, berusaha mengabaikan tatapan tajam yang terus mengarah padanya. Setelah pertemuannya dengan Kaisar Aetherion tadi, suasana di istana terasa berbeda. Lebih tegang. Lebih dingin.…
Readmore

Chapter 6: Bab. 6 Rindu yang tidak bisa pulang

Oleh: Aryati Mudjiono
  Cahaya kebiruan Nerava memantul redup di dinding sel batu. Arsa duduk memeluk lututnya di sudut ruangan, diam menatap lantai tanpa benar-benar melihat apa pun. Sudah entah berapa lama ia berada di dunia bawah tanah itu. Tanpa matahari, tanpa pagi, tanpa malam, waktu…
Readmore

Chapter 7: Bab 7. Tuduhan mata mata

Oleh: Aryati Mudjiono
  Suara gemuruh terdengar dari luar istana Nerava. Bukan badai. Bukan hujan. Melainkan dentuman logam dan langkah para pasukan yang berjaga lebih ketat dari biasanya. Lorong-lorong istana dipenuhi penjaga bersenjata, sementara bisikan para pelayan terdengar semakin gelisah. Ada sesuatu yang sedang terjadi. Dan…
Readmore

Chapter 8: Bab 8. Penjara Nerava

Oleh: Aryati Mudjiono
  Kegelapan kembali menyelimuti Arsa. Bukan kegelapan malam seperti yang ia kenal di dunia atas, ketika bintang masih terlihat dan suara alam menemani kesunyian. Ini berbeda. Kegelapan Nerava terasa hidup. Seolah dinding-dinding batu di sekelilingnya menyimpan ribuan rahasia yang tidak ingin diketahui manusia…
Readmore

Chapter 9: Bab 9. Pelarian yang gagal

Oleh: Aryati Mudjiono
Keheningan malam di Nerava terasa berbeda. Bukan lagi sekadar sunyi. Ada ketegangan yang menggantung di udara. Arsa duduk di dalam selnya dengan mata terbuka, menatap cahaya kristal yang berpendar di langit-langit batu. Tubuhnya terlihat tenang, namun pikirannya berlari ke berbagai arah. Sudah terlalu…
Readmore

Chapter 10: BAB 10. Perintah Sang Kaisar

Oleh: Aryati Mudjiono
Udara di ruang isolasi terasa jauh lebih dingin daripada sel sebelumnya. Tidak ada jendela. Tidak ada suara para tahanan lain. Tidak ada bisikan para penjaga yang berlalu-lalang. Hanya suara tetesan air yang jatuh dari langit-langit batu, menciptakan gema panjang yang membuat kesunyian terasa…
Readmore

Chapter 11: BAB 11. Interogasi Dingin

Oleh: Aryati Mudjiono
Langkah kaki Arsa bergema pelan di lorong istana Nerava. Dua penjaga berjalan di belakangnya, sementara Varian memimpin di depan tanpa sekali pun menoleh. Sejak pengumuman Kaisar Aetherion sehari sebelumnya, status Arsa memang berubah. Ia bukan lagi tahanan yang dikurung di ruang isolasi, tetapi…
Readmore
error: Content is protected !!