Bulan Biru

By: Alfabet .
84 Readers 18 Chapters 9.9

Poetry

Membekukan pikiran dalam kisah Menorehkan pena dalam goresan aksara
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Makin Dekat

Makin Dekat   Detik yang berlari tanpa bisa dikejar Tanah yang dipijak kembali bergetar Sejengkal menuju sangkala yang gempar Memaksa jiwa yang dosa menggelepar     Bukan rumahku, 19 Agustus 2017          

Insomnia

Insomnia   Waktu Menahan mata  Mengganjal kelopaknya tetap terbuka Menggebah kantuk entah ke mana Waktu Menggulirkan suara detik yang mengganggu Menghidupkan bom waktu dalam otakku Melahirkan deret kata tanya yang menyerang pikirku     Di Kasur, 19 Januari 2021 03:34

Kadang

Kadang   Kadang suara di dunia ini terlalu riuh Kadang aku hanya ingin menyingkir sejenak Kadang melihat keriuhan dari pinggir ini terasa menenangkan Kadang berdiri di sini begitu mendamaikan Ah!  Tapi, kadang keriuhan itu menghampiriku Menyapu kaki ini dengan gemerisiknya Kadang aku menyukainya…

Ingat Bapak

Yaasiin ... Buat bapak Malam ini  Mengenang bapak Dulu banyak waktu kita bicara Tentang Ontoseno yg mbalelo Semar yg bijaksana sampai Sukarno Negara ini Para aulia kekasih Allah Perang dengan Belanda Jepang Hidup yatim piatumu Jin dan banyak lagi rupa-rupa dunia Kangen aku,…

Padahal

Padahal aku hanya ingin menyapa Bukan untuk meluahkan rasa Karena aku bukan satu yang gampang lupa Pada apa yang pernah ada Tapi, sepertinya...  Kita memang sudah beda dunia Di mana sapa diharamkan bagi keduanya Pun di sosial media   Instagram, 12 Juli 2023…

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

andy.lorenza
Aryati Mudjiono
eli.budianto
dwi.fitriani
18 Chapters

Chapter 1: Halaman Persembahan

Oleh: Alfabet .
Bismillah Kepada ilah aku menyembah Salawat dan salam terlimpah  Untuk Rasullulah Sang Pembawa Risalah Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Dan aku bersaksi bahwa Muhammad rasul Allah Untuk almarhum Bapak, Al Fatihah Untuk Emak, sehat wal afiat panjang umur fi tho'atilah…
Readmore

Chapter 2: Petikan

Oleh: Alfabet .
Jangan jadi orang bodoh Karena orang bodoh menganggap Tuhan lebih bodoh dari dirinya. Jadilah orang pintar Karena orang pintar menyadari Tuhan lebih pintar dan mulia dari segala-galanya.    #Kata buku yang tadi kubaca.   Toko Buku Karisma Batam, 2 Mei 2014
Readmore

Chapter 3: Kangen

Oleh: Alfabet .
Kangen   Ingin memelukmu  Meluruhkan rindu  Mencandai waktu Bercerita tentang hidupmu  Bercerita tentang hidupku  Mendengarkan kisah nabiku lewat tuturmu  Bapak.....    Gunungkidul, 28 February 2016   Semoga Allah jadikan kuburmu salah satu dari taman surga-Nya... aamiin      
Readmore

Chapter 4: Rindu

Oleh: Alfabet .
Rindu   Menjumpai-Mu  Dalam penghambaanku yang tak sempurna  Pagi menyisir tepian doa  Malam melintasi dosa  Merapal cinta bak mantra-mantra  Menukar doa-doa dengan dunia  Tak berakal memaknai cinta-Mu  Setitik ampun-Mu adalah telaga keindahanku    Aamiin   Gunungkidul, 25 Februari 2016
Readmore

Chapter 5: Bingung

Oleh: Alfabet .
Bingung   Terbata mengeja kata  Ketika satu dua rangkai kata tanya  Terangkai bukan menjelma jawab  Terjebak di ketidaktahuan  Akan kisi kisi takdir yang membentang  Aku bingung   Di kegelapan, 25 Februari 2016
Readmore

Chapter 6: Pernah Ada

Oleh: Alfabet .
Pernah Ada   Kalau hidup kita tak berkaitan  Kalau hari itu bernama kenangan Kalau tak ada lagi kata kita dalam pikiran  Tapi, hari-hari itu sangat membahagiakan  Untukku hari ini.... kawan    Gunung kidul, 24 Februari 2016
Readmore

Chapter 7: Kalian

Oleh: Alfabet .
Kalian   Ada ragu saat menyapa  Kutangkap engganmu membalas  Tapi, hari itu kau pernah ada  Mengulurkan tanganmu untukku  Kalau umurku tak lagi ada  Tak lupa kuberkata  Terima kasih Kawan    Gunungkidul, 27 Februari 2016
Readmore

Chapter 8: Ajar

Oleh: Alfabet .
Ajar    Di antara pencari ilmu  Terlihat pancaran cahaya   Kitab-kitab dalam pelukan Melantunkan hafalan demi hafalan  Melekatkan kalam-kalam suci dalam ingatan Menyaksikan surga mendekat  Inci demi inci  Menggelegak cemburuku  Pada ilmu yang berjarak denganku   Yogyakarta, 27 Februari 2016
Readmore

Chapter 9: Citta Cundara Karya

Oleh: Alfabet .
Teman SMA   Gambarmu buram terurai waktu  Tersorok dalam kubur ingatan  Gambarmu tak lagi kukenal seolah tak terhubung tautan  Megahmu kini tak kucari  Hanya terbetik residu kebaikanmu dalam memori    Terima kasih   Rumah, 23 Februari 2016
Readmore

Chapter 10: Pulang Kampung

Oleh: Alfabet .
Dunia dalam giga - giga  Terbentang sepanjang kilobyte-kilobyte  Berjarak dalam quota-quota  Dirindu saat itu tak ada Kini   Bandara, 20 Februari 2016
Readmore

Chapter 11: Why?

Oleh: Alfabet .
Why?  By : AlfabetSo, Why I am not trusting YouYou have been gave me thousands miraclesYou were always save me, guard me and never leave meWhy I am not trust you as alwaysToday please don't take the peace in my heart, my mind and…
Readmore

Chapter 12: An Evening

Oleh: Alfabet .
An Evening   An Evening When the sky change its colour To pour some peace in your heart To make you be a happy person with beautiful mind To make your eyes open And when dark end, the sun wil rise To bring…
Readmore

Chapter 13: Rasa

Oleh: Alfabet .
Rasa   Berharap haru setelah menyapamu Berangan menemukan mu di riak rindu Rindu pada pertemanan yang pernah tercipta dulu Sayangnya, angan ini hanya harapan semu Kata yang Kau tulis menorehka pilu Meski aku hanya ingin menyapa mu   Instagram, 12 Juli 2023 18:53
Readmore

Chapter 14: Padahal

Oleh: Alfabet .
Padahal aku hanya ingin menyapa Bukan untuk meluahkan rasa Karena aku bukan satu yang gampang lupa Pada apa yang pernah ada Tapi, sepertinya...  Kita memang sudah beda dunia Di mana sapa diharamkan bagi keduanya Pun di sosial media   Instagram, 12 Juli 2023…
Readmore

Chapter 15: Ingat Bapak

Oleh: Alfabet .
Yaasiin ... Buat bapak Malam ini  Mengenang bapak Dulu banyak waktu kita bicara Tentang Ontoseno yg mbalelo Semar yg bijaksana sampai Sukarno Negara ini Para aulia kekasih Allah Perang dengan Belanda Jepang Hidup yatim piatumu Jin dan banyak lagi rupa-rupa dunia Kangen aku,…
Readmore

Chapter 16: Kadang

Oleh: Alfabet .
Kadang   Kadang suara di dunia ini terlalu riuh Kadang aku hanya ingin menyingkir sejenak Kadang melihat keriuhan dari pinggir ini terasa menenangkan Kadang berdiri di sini begitu mendamaikan Ah!  Tapi, kadang keriuhan itu menghampiriku Menyapu kaki ini dengan gemerisiknya Kadang aku menyukainya…
Readmore

Chapter 17: Insomnia

Oleh: Alfabet .
Insomnia   Waktu Menahan mata  Mengganjal kelopaknya tetap terbuka Menggebah kantuk entah ke mana Waktu Menggulirkan suara detik yang mengganggu Menghidupkan bom waktu dalam otakku Melahirkan deret kata tanya yang menyerang pikirku     Di Kasur, 19 Januari 2021 03:34
Readmore

Chapter 18: Makin Dekat

Oleh: Alfabet .
Makin Dekat   Detik yang berlari tanpa bisa dikejar Tanah yang dipijak kembali bergetar Sejengkal menuju sangkala yang gempar Memaksa jiwa yang dosa menggelepar     Bukan rumahku, 19 Agustus 2017          
Readmore
error: Content is protected !!