MASYGUL RINDU

Tentang Satu Kata

Embun kan tetap setia,

Mengantarkan pesannya malam kepada siang, 

menyentuh surya untuk berjaga, 

 dalam desir kerinduan sukma. 

Embun tetap setia, 

mengupas pekatnya kelam menyiapkan jingga nya senja.

Hanya kuasa semesta, 

jiwa ragaku tak lagi berpinta. 

Jika harus mengakhiri semua, 

usaikan dengan caraNya.

Biar kata tak lagi sama, 

aku tak kan berduka.

Hanya satu keinginan tersisa, 

Ijinkan sedikit waktu lagi saja, 

untuk menyempurnakan segala.

 Aku ingin meninggalkan semua dengan senyumannya. 

Tentang satu kata yang kuminta

Biar menjadi satu pembuka dari ribuan purnama . 

Dengan cara berbeda aku kan mengeja. 

Seraya membenamkan lara pada selubung jiwa. 

Tentang satu kata yang kuminta, 

Biar menjadi satu persatu helaian pemisah yang akan menjadi pembeda. 

Tak ingin aku menggila,

Melebur dalam realita dimana candu jiwa kian terasa sarat makna. 

Walau sejatinya rindu ini kian meresahkan jiwa. 

Aku kan bertahan memudar demi semua. 

Tentang satu kata yang aku minta, 

Berjanjilah untuk menyadurkannya. 

Andai, waktu terhenti di batas yang tidak bisa kupastikan. 

Terimakasih, telah sabar menemani diri, 

Maaf karena terus menyeretmu ke dalam himpitan asing. 

Memaksamu memahami. 

Satu kebetulan yang tak bisa ku hindari, 

Suratan tangan yang dikirim Tuhan, 

menjadi pengingat jika BAIK dan BENAR

bisa kita putuskan. 

Tentang siapa diri dan bagaimana menjalani, 

tentang rasa asing yang menghakimi. 

Maaf karena menghadirkan kejanggalan. 

Pada sepenggal kisah ini. 

Esok, lusa dan nanti. 

Semoga tak menjadi

akhir dari kisah TENTANG SATU KATA KITA.

Lates Chapters

Tentang Juni

Medio purnama di bulan Juni.       Saat dingin malam kian menyeruak, aku ingin memelukmu sangat erat.       Lelap ini tak berujung…

Masygul Hati

Diantara BIRU kutemukan langitku  Diantara teduh aku bersauh Aku menepi dari semua suara dan bayangmu Yang terus saja mengacaukan hariku   Kau BIRU yang mendekapku…

Sedari Sengkala

Sajak mendadak tak bersyair.  Lirik dan nada seakan hengkang dari jiwa.  Gelap semesta membuat sukma kian lara,  Dimana dalam pekatnya gelap, aku terus memamah rindu…

Kekang Hati

Kenyatannya, ku tahu harus menghindar.  Namun segala tak semudah semesta bicara,  terik mentari yang menyala tak juga menggersangkan jiwa.  Tandus dan gersang seakan menyatu dalam…

Surat Yang Tertatih

Bab 2 Surat yang Tertatih   1. Derana Lara Derana mencoba larakan jiwa Pada pagut sanubari yang terpatri semenjak lama Ada buai dan juga rindu…

Nayanika

Mei Diantara Rindu   Aksa jiwa terbenam nabastala shyam yang pekat. Beriringan sarayu menembus ufuk. Denting kala itu berpadika, diantara padma yang kian mengering. Dari…
error: Content is protected !!