“Kenapa Ayah sama Ibu selalu saja bertengkar menjelang bulan dua dan tanggal dua?” Pekiknya dalam hati.
Nisa adalah seorang gadis yang berusia 18 tahun, dia masih kelas dua SMA di desanya. Perkara yang sadis telah datang kepadanya.
Sejak umur 17 tahun Nisa mengalami trauma dengan angka dua. karena seringnya pertengkaran orang tuanya telah membuat hilang kepercayaan dalam segala tindakan.
Menginjak kelas dua SMA trauma itu semakin melekat dalam dirinya, anak seusianya disekolah rata rata sudah mulai mengenal asmara, sedangkan Nisa, dia hanya terpaku ketika ketika melihat teman-temannya sedang berpacaran.
Pikirannya sudah terkunci rapat dan mengecap bahwa cinta sejati tidak akan pernah ada. Pada suatu hari, Sehabis isyak setelah solat, Nisa mencoba bertanya pada dirinya sendiri!
Kejadian itu membuat Nisa curiga bahwa bulan dua memiliki misteri tersendiri, karena setiap bulan dua, selalu saja orang tuannya bertengkar dan akhirnya terpisah,
“ Kamu kenapa ngelamun Duk? “ Tanya Ibunya yang tiba-tiba saja sudah dibelakangnya.
“ Tidak apa-apa Buk “ Ujarnya sembari langsung mengambil posisi untuk tidur.
Keesokan harinya Nisa pergi ke Sekolah seperti biasa, namun kali ini dia dikejutkan oleh sepucuk surat yang ada di bangkunya, namun satu hal yang membuat dia malas untuk membacanya.
Ada simbol dua di amplop itu , akhirnya Nisa memutuskan untuk hanya menyimpannya di tasnya, tanpa tertarik untuk membacanya.
Sepulang sekolah tiba-tiba saja, Dimas datang menghampirinya, ”Gimana Nis, boleh tidak kalau aku suka sama kamu ? “ Tanyanya tanpa ragu.
“ Nanti saja ya aku jawab!” Jawabnya sembari menjauh dari Dimas.
Dalam benaknya, tidak pernah terlintas bagi Nisa untuk memulai suatu hubungan, sejauh ini Nisa masih melihat Ayah dan Ibunya selalu saja bertengkar bulang februari tanggal Dua, namun Nisa ingin segera mengakhiri teka teki yang ada dalam dirinya.
Malam harinya Nisa mencoba menelpon Dinda sahabatnya. saat dia belajar, terlintas dalam pikirannya, Kenapa Dimas bisa suka padanya, sebenarnya apa kelebihannya sehingga membuat Dimas tiba-tiba suka padanya, terfikir bagi Nisa untuk menghubungi Dinda, secara dia sudah dua tahun menjalin cinta dengan kekasihnya.
Menurut Nya menelfon sahabatnya adalah jalan terbaik.
“ Halo Din, lagi apa?” sekedar basa basi saja takutnya malah ganggu Dinda.
“ Habis telponan sama doi sih memangnya kenapa, tumben nelpon?”
Tanpa pikir panjang lagi Nisa langsung bilang, “Gue ditembak sama Dimas” ujar Nisa
“ Hah , serius lo?”
“ Iya, tapi.“
“Kenapa, memangnya apa kurangnya Dimas? dia tuh murid paling pinter dikelas IPA, kabarnya sih dia orangnya enggak Playboy “ Jelas Dinda, apa yang dikatakan Dinda membuat Nisa mulai perlahan ingin memecahkan teka teki yang rumit baginya!
Karena Dinda dan Nisa kelas IPS dia tidak bisa mengecek langsung kebenaran dan sikap tentang Dimas.
“Aku tuh ada satu teka teki yang membuat ku tidak percaya cinta sejati,”
“Kenapa sih Nis, tumben banget aku denger kamu insecure gitu?”
“Ayah sama Ibu tuh setiap tanggal dua bulan dua pasti bertengkar, setiap pergantian tahun baru menginjak bulan ke dua berantem mulu,” Tutur Nisa, dia ingin Dinda mendengar apa yang ada dalam hatinya selama ini.
Akhirnya tumpah sudah, Nisa mencoba curhat pada Dinda.
“ Memangnya kamu tidak nanya?”
“Males aku Din, sangking seringnya bertengkar Ayah tuh sekarang pergi dari Rumah,”
“ Sudah positif thinking saja dulu, tanyakan kebenarannya, jarang loh dapet cowok langkah kayak Dimas, sudah pinter dan ganteng lagi, dan menurut aku yah nggak ada salahnya mencoba dulu, lagian bentar lagi kita keluar SMA, memangnya kamu mau jadi jomblo terus, aku sih ogah.”
“ Aku mah langsung nikah saja, BTW makasih yah, sudah nenangin aku.”
“ Oke”
Tut…
Nisa mulai berfikir, apa yang dikatakan Dinda memang benar, tapi bagaimana dengan teka-teki yang sekarang dia alami, ada apa dengan bulan Februari?
Keesokan harinya, seperti biasa Nisa ke sekolah, hari itu adalah bulan February tanggal satu perasaannya mulai berkecamuk karena Nisa takut bahwa Ayah dan Ibunya akan bertengkar lagi, dan sesampainya disekolah.
“Hay” Sapa Dinda
“Hay juga, “
“Kok muka kamu murung?” tanya Dinda
‘”Ayah aku belum pulang Din, sudah dua hari tidak ada di Rumah, “
“Memangnya kamu tidak nanya sama Ibu kamu?”
“Ah males, sudah yuk masuk kelas,”
Namun saat masuk kelas lagi-lagi nisa menemukan surat dengan warna pink dan bersimbol dua persis kayak kemarin. Namun dia tidak tertarik untuk membacanya, karena dia tau bahwa surat itu dari Dimas.
Sepulang sekolah, Nisa ingin memecahkan teka-teki itu didalam pikirannya.
Sebenarnya ada pa di bulan February?
Dia ingin menanyakan apa yang sebenarnya disembunyikan oleh kedua orang tuanya.
“Buk, “ sapanya sambil membuka pintu, Ibunya yang asik menjahit seketika langsung berhenti dan menatap putri semata wayangnya itu,
“ Iya Duk,” Ujarnya sembari melihat kearah Nisa,
“ Kenapa Ayah dan Ibu setiap bulan Februari bertengkar, sejak Nisa SMP, Ibu dan Ayah selalu bertengkar, sejak Nisa SMP, Ibu dan Ayah selalu bertengkar setiap tanggal dua bulan dua, dan kemana Ayah sekarang?”
Ibunya yang mendengar pun hanya tertawa melihat ekspresi Anak Nya yang penuh dengan aura emosi.
“Oh, jadi itu penyebabnya kamu sering melamun, Duk bulan dua tanggal dua itu anniversary Ibu sama Ayah, sebelum menikah, Ayah kamu selalu janji setiap anniversary dia akan membelikan Ibu bunga kamboja yang hidup di hutan dan sejak kamu masuk SMP Ayah kamu sering lupa buat kasih Ibu bunga Kamboja itu. Makanya Ibu sering marah karena Ibu suka banget bunga kamboja yang asli dari hutan, dan Ayah kamu dua hari tidak pulang bukan karena marah sama Ibu, tapi kali ini dia mau menempati janjinya.”
Mendengar penuturan Ibunya, Nisa jadi salah tafsir mengenai misteri bulan dua ternyata itu adalah bulan cinta untuk keluarganya.
Tanpa berkomentar Nisa langsung menuju Kamarnya. Dia terburu-buru ingin membuka surat dari Dimas uniknya surat itu hanya ada tiga kata saja,
”Aku suka kamu.”
Dan nomer Dimas tertera di bawahnya.
Surat kedua juga tidak jauh beda, “ Izinkanlah takdir berpihak pada kita!”
Nisa langsung melepas muka tegang yang sudah lama menguasainya .
Senyum mulai singgah, setelah sekian lama Nisa menolak untuk memberinya ruang. dia meraih handphone nya, dia ingin segera berkata pada Dimas bahwa takdir sedang bekerja untuk kita.
Tut..
“ Halo,”
“Halo Dim,”
“Nisa,” sepertinya Dimas mengenali suara Nisa,
“Maafin aku yah,”
“Buat apa Nis?”
“Aku bodoh, ternyata selama ini semesta telah membuka jalan buat kita, Februari ini tepatnya tanggal dua Aku ingin takdir berpihak pada kita.”
Mendengar perkataan Nisa, Dimas mulai faham bahwa simbol dua yang telah dia tulis di surat telah menjadi nyata tepatnya bulan Februari tanggal dua 2023 telah menjadi bulan special buat Nisa dan Dimas.
Selesai.