Dibuang Suami Dinikahi Pria Kaya

Melahirkan( happy ending)

Hampir seperempat jam, akhirnya mobil Alex tiba di klinik.

Alex  memarkirkan mobilnya.

Alex  keluar, lalu memanggil suster untuk membantu Erina.

Dua orang suster mengikuti Alex  sampai mobil dengan membawa brankar.

Tiba di mobil Alex langsung menyuruh Mama keluar terlebih dulu, lalu setelahnya Alex membantu Erina  untuk keluar.

“Pelan pelan Alex.” ucap Mama.

Perlahan Alex  menggendong Erina  lalu memindahkannya membaringkan tubuh Erina di atas brankar.

Kedua suster mendorong brankar masuk ke dalam klinik.

Alex  selalu setia menemani, tangannya menggenggam erat tangan Erina, berjalan bersebelahan dengan brankar. Sedangkan Mama mengikuti dari belakang.

Tidak berapa lama tiba di ruang bersalin.

“Maaf. Yang bisa masuk hanya satu orang.” ucap suster memberitahu.

“Kamu saja yang masuk, temani Erina.” ucap Mama pada Alex. Alex  mengangguk lalu ikut masuk bersama suster.

Mama tahu setiap istri yang melahirkan pasti ingin di temani suaminya, sama halnya dengan Mama dulu saat melahirkan Alex.

Di dalam ruang bersalin, Dokter sedang memeriksa Erina.

Terlihat suster juga sedang mempersiapkan segala keperluan untuk bersalin.

Alex  duduk di samping Erina, genggaman tangannya begitu erat. Sesekali Alex mengelus ngelus perut dan punggung Erina ketika Erin kontraksi.

“Mas! Aw.. Sakit!” jerit Erina.

“Sabar Sayang, kamu pasti kuat.” Alex  menguatkan Erina.

Dokter bersiap.

“Sudah pembukaan 9, sabar sebentar lagi ya Nona.” ucap Dokter lembut.

Huhuhu.. Erina mengambil napas lalu membuangnya pelan.

Selang beberapa detik saja Erina merasakan perutnya sangat sakit, rasanya sudah tidak tahan sangat sakit.

Ingin rasanya Erina menyerah sekarang, tapi saat melihat Alex  semangatnya kembali.

Apalagi saat mengingat ada nyawa yang harus Erina perjuangkan.

Seperti ada dorongan kuat dari dalam sana, Erina  mengejan sekuat tenaga.

“Terus Non, sedikit lagi. Tarik napas panjang lalu buang perlahan.” Dokter memberi arahan.

Erina mengejan sekuat tenaga, Alex terus memegang erat tangan Erina..

Entahlah! Bagaimana perasaan Alex saat ini.

Melihat istrinya berjuang hidup dan mati demi melahirkan generasinya.

Alex  sampai menitikan air mata melihat perjuangan Erina.

Melihat Erina kesakitan seperti itu, ingin rasanya rasa sakitnya dipindahkan saja padanya, andai saja itu bisa.

“Kamu kuat Sayang. Sebentar lagi kita akan melihat anak kita Sayang.” Alex  memberi kekuatan pada Erina.

Erina mengangguk lemah.

Lagi! Erina merasakan perutnya seperti ada dorongan kuat, Erina mengejan kuat.

“Kepalanya sudah terlihat. Ayo sedikit lagi, tarik nafas lalu buang.”

Mendengar ucapan Dokter membuat semangat Erina kembali lagi, Erina  mengejan lebih kuat lagi.

Oe..oe..oe..

Tangis bayi terdengar.

Erina menitikan air mata. Perjuangannya berhasil.

Alex  menciumi kening Erina.” Kamu berhasil sayang.”

“Selamat ya Nona, Tuan bayi anda perempuan. Sangat cantik seperti ibunya.” Ucap Dokter. Sambil membawa bayi itu ke hadapan Erina  dan juga Alex.

“Anak Momy.” Erina mengusap lembut pipi gemoy bayi mungil.

Dokter menyerahkan bayi pada suster untuk dibersihkan, Dokter sendiri mengurus Erina. Setelah Ari ari keluar. Dokter membersihkan Erina dari darah. Memakaikannya pampers, lalu membersihkan kasur tempat Erina melahirkan. Sebelum nanti dipindahkan ke ruang rawat inap.

Di Luar Mama langsung mendekat ke arah pintu kala mendengar tangisan bayi.

“Jo, Della. Cucuku lahir!” ucap Mama saking bahagianya.

Mama yang tadinya duduk,saat ini sudah berada di depan pintu.

Ko  dan Della sudah berada di sana tadi setelah Erina dibawa masuk,   Jo dan Della tidak lama datang.

Jo  dan Della menghampiri Mama yang sedang duduk menunggu di depan ruang bersalin.

Akhirnya mereka bertiga menunggu sampai suara tangis bayi itu terdengar.

Bukan Hanya Mama yang merasa bahagia, namun  Jo dan juga Della ikut bahagia.

Tidak lama pintu ruang bersalin terbuka, keluar suster mendorong kasur bayi.

Mama langsung menghampiri.

“Suster bagaimana keadaan cucu menantu saya?” tanya Mama.

Suster tersenyum sebelum menjawab.

“Nona Erina  baik baik saja, saat ini sedang ditangani Dokter, dan ini.” Tunjuk suster pada bayi yang dibawanya.

Mama mengikuti tangan suster.

“Selamat Nyonya, cucu anda perempuan. Sangat cantik.” ucap suster.

“Ya ampun cucuku cantik sekali.”

Jo  dan Della mendekat.

“Ya ampun gemoy banget.” ucap Della sambil mengusap pipi gembul bayi yang belum diberi nama itu.

Sedangkan Jo hanya diam menatap bayi dalam gendongan suster.

Suster kembali membawa bayi ke ruangan khusus bayi, Putri Alex  sementara di tempatkan ke sana karena Erina  belum dipindahkan ke ruang rawat.

_____

“ex apa nama untuk putri kalian?” tanya Mama.

Saat ini Erina sudah dipindahkan ke ruang rawat inap.

Semua orang berkumpul disana.

“Aku dan Erina sudah menyiapkan nama untuk putri kami Mah.” jawab Alex yang langsung di iya kan oleh Arumi.

“Siapa?” Kak Alin sudah sangat penasaran, dengan nama keponakan gemoy nya.

“Namanya. Aleana Alexander.”

“Wah! Nama yang bagus. Jadi tante akan panggil kamu Lea.” ujar Alin.

Saat ini Lea sedang dalam pangkuan Alin

Terlihat Alin sangat menyayangi Lea. Begitu juga dengan suaminya Adrian.

Saat mereka sedang berkumpul tiba tiba Alex mendapat telepon.

Ternyata itu telepon dari Lubis.

Lubis mengabari jika Via akan segera melahirkan, Alex menyuruh Lubis membawa Via ke Klinik yang sama dengan Erina.

Alex mengabarkan jika Erina  juga sudah melahirkan.

Keluarga Alex  menyambut pagi dengan hari yang baru dengan lahirnya anggota baru yang mereka tunggu tunggu.

Erina begitu bahagia kehadiran Lea membawa warna baru di kehidupannya. Erin berharap kebahagian ini tidak akan pernah berakhir.

Tiga puluh menit mobil Lubis baru saja tiba di klinik.

Seperti Alex dini hari tadi Lubis dan Alika panik ketika Via tiba tiba kontraksi.

Namun Lubis bersyukur tiba tiba Via kembali tersadar.

Di sela merasakan sakitnya. Via meminta maaf pada Lubis dan Alika.

Via juga sudah mau menerima kehadiran anak yang ada dalam kandungannya. Yang sebentar lagi akan lahir kedunia.

Lubis dan Alika memeluk Via.

Mereka sangat merindukan Via yang dulu yang, Via yang manja dan juga bawel.

Lubis juga sudah memberitahu Via, dan menasehati Via, nanti setelah anaknya lahir. Via harus meminta maaf pada Alex  dan juga Erina orang yang pernah Via Zolimi.

Alika juga memberitahu, jika Erina sering berkunjung hanya sekedar untuk melihat kondisinya. Bahkan Erina memberikan hadian untuk baby boy.

Via terlihat meneteskan air mata mendengar cerita Lubis dan Alika.

‘Alex, Erina tolong maafkan aku. Semoga aku bisa bertemu lagi dengan kalian’ batin Via.

Tiba di klinik Lubis langsung memanggil suster agar membantu Via.

Suster datang, lalu membawa Via masuk ke ruang bersalin. Karena hanya di bolehkan satu orang saja, jadi Alika yang menemani Via berjuang di dalam.

Sedangkan Lubis menunggu di luar.

Hampir dua jam Lubis menunggu dengan gelisah, namun semua terbayar saat suster mendorong bok bayi milik Via.

Lubis bersyukur Via dan bayinya selamat, sehat tidak kurang satu pun.

Tadi Alex  sempat menemui Lubis, dan mengajak Lubis agar memindahkan Via ke ruangan yang sama dengan Erina,  agar mereka bisa sama sama menunggu kedua ibu melahirkan itu.

Lubis pun setuju, setelah selesai mendapat tindakan Via dipindahkan keruangan yang sama dengan Erina.

Semua orang ikut mengerubungi anak baby boy Via.

“Siapa namanya?” tanya Erina.

Lubis melirik Via.

“Terserah Kaka saja.” ucap Via

“Mahendra Purta. Bagaimana?” tanya Lubis yang langsung di setujui oleh Voa maupun Alika.

“Nama yang bagus.”

Tiba tiba Via memegang tangan Erina. Erina  sempat takut tapi setelah Via berbicara Erinakembali merasa lega.

“Erina, tolong maafkan aku, sudah banyak kesalahan yang aku lakukan pada kalian. Alex, tante Via minta maaf.” ucap Via sambil terisak.

Mama mendekat.

“Tante sudah memaafkan kamu Via, sekarang mari kita hidup saling teman.”

“Iya. Via, aku juga sudah memaafkan kamu jauh sebelum kamu meminta maaf. Sekarang lebih baik kamu fokus pada putramu. Dan sekarang kita berteman.”

Via benar benar terharu.

“Terima kasih kalian sudah mau memaafkanku.”

Di akhir kisah mereka semua berdamai.

Hanya kebahagian yang mereka temui di hari hari selanjutnya.

Tidak ada permusuhan lagi di antara mereka.

Semua Happy Ending!

 

Lates Chapters

Erina kontraksi.

Erina menunggu Alex di dalam mobil. Erina  sudah tidak sabar untuk menyantap belalang goreng. Air liurnya sudah ingin menetes membayangkan betapa renyahnya belalang berpadu gurih,…

Perkara belalang goreng.

Hoam. Erina menutup mulutnya. Saat ini Erina  baru saja bagun tidur siang, Erina tersenyum pertama kali ketika membuka mata pemandangan indah ada di hadapannya. Bagaimana…

Mengunjungi Via.

Lubis  memperhatikan gambar yang di tunjuk Alika, raut wajahnya seketika berubah. Lubis memperhatikan foto USG yang ada di tangannya. Mata berbinar memancarkan kebahagian. "Alika! Apa…

Lubis meminta maaf.

Dokter Lidia tersenyum, lalu pandangannya mengarah ke layar. "Sepertinya Dede bayi masih malu malu, tuh liat di sembunyikan." ucap Dokter Lidia terkikik pelan. Posisi bayi…

Periksa kandungan.

Pemberitaan pagi ini di penuhi pemberitaan tentang klarifikasi Alex kemarin malam. Berbagai judul yang muncul membuat Alex  geleng geleng kepala. ‘Klarifikasi mantan tunangan via terkait…

Klarivikasi Alex.

Alex  mulai kesal, para wartawan tidak ada satupun yang pergi, mereka masih menunggu Alex. "Jo. Kita pulang sekarang, jika menunggu mereka mau sampai kapan?" Alex.mulai…

Viral.

Pagi ini dihebohkan dengan berita Viral seorang model hamil di luar nikah. Bahkan vidionya sudah tersebar di berbagai aplikasi di medsos. Berita di TV pagi…

Hancurnya Via.

Via masih saja mengelak tidak mau mengakui kebenarannya. Lubis mulai jengah. Lalu Alika yang sedari diam, mulai berbicara. "Lebih baik sekarang kita cek ke Dokter,…

Kabar kehamilan Via.

Kamu itu kenapa Vi? ko muntah muntah gini kaya orang hamil aja." Tanya Alika  Istri Lubis.Alika membantu Vanya memijat tengkuknya. Tadi selepas Via berlari ke…

Air mata bahagia.

Begitu sampai di rumah sakit Alex langsung membawa Erin ke IGD. "Sus. Tolong istri saya!" Teriak Alex  memanggil Suster jaga. Suster yang mendengar pun langsung…

Trauma Erina.

Erina  begitu bahagia berada dalam keluarga Alexander, mempunyai Mertua yang baik, Kakak Ipar  juga baik. Itu idaman semua wanita di seluruh penjuru dunia. Tidak terbayangkan…

Berita mengejutkan.

Terserah kamu sayang, kalau memang kamu suka ambil aja." "Mas! Ini cantik banget." Erina  menunjukan aksesoris Hp yang berpasangan, Asesoris itu berupa casing kapel, yang…

Hari terakhir bulan madu.

Mas. Ayo bangun!’’ Erina  mengguncang tubuh suaminya yang masih bergulung di bawah selimut. Perlahan Alex membuka matanya, ‘’ Mau kemana Yank? Ko udah cantik.’ Tanya…

Bulan madu yang tertunda.

ini Erina dan juga Alex  sedang duduk di balkon kamar, menikmati indahnya malam sambil bercengkrama. Mereka bercerita hal apa saja yang membuat mereka tertawa, bahkan…

POV Via.

Pov Via. Malam ini Via menghabiskan malam panas nya bersama dengan David. Awal pertemuan mereka sungguh di luar dugaan. Via yang sedang galau karena Alex…

Siapa dalang di balik semua ini?

Keesokan hari saat Alex ingin berangkat kerja, seorang perawat masuk dalam ruang rawat Erina. "Permisi Tuan, Maaf. Anda diminta keruangan Dokter Nando sekarang." Ucap Perawat…

Penyusup.

Siapa Dia? Di rumah sakit Mama sangat telaten mengurusi Arumi walaupun Mama sendiri terlihat masih sangat lemas tapi Mama lebih mementingkan menantu kesayangannya dibanding dirinya…

Keguguran.

Dengan langkah gontai Alex keluar dari ruangan dokter, hatinya begitu hancur sekarang rasa bersalah dan menyesal menyelimuti hatinya. Andai saja! andai saja waktu bisa diputar…

Penyelamatan part1

Sam sudah mengatur strategi agar dia bisa dengan leluasa masuk dan mengecek setiap ruangan yang ada di gedung tersebut. Dengan sengaja Sam melempar batu ke…

Penculikan.

Hari sudah semakin sore, Mama, Alin  dan Erina sudah dalam perjalan pulang. Tiba-tiba mobil pengawal mereka mengalami pecah ban, karena Erina  yang sudah mengeluh lelah…
error: Content is protected !!