VIP Signed

Belenggu dalam Duka

By: ivana.nandreans
48 Readers 20 Chapters 9.9

20 HARI MENCARI MAAF

Kanaya membenci kakaknya yang tak sempurna karena merasa keberadaan sang kakak sebagai penghalang cinta sang Mama. Dia merasa mama pilih kasih. Itulah kenapa ketika surat pemberitahuan lomba keluar, Kanaya bersikeras menemui sang papa untuk meminta restu sebab mamanya yang kolot lebih ingin menjaga kakaknya yang cacat…
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Nay Anak Baik! Papa Sayang Nay!

Andai Kanaya lebih cepat menyadari betapa beruntung dia selama ini, sudah pasti dia tidak akan tenggelam dalam penyesalan sedemikian besar. Karena ternyata tidak menemukan keberadaan Kak Wira di seberang sekolah jauh lebih menyakitkan ketimbang harus menghadapi rasa malu di hadapan teman-temannya. Kanaya baru…

19. Putriku Tersayang

Tiga hari sudah Kanaya tidak tidur. Dia bahkan sudah lupa kapan terakhir kali makan. Karena sejak operasi terakhir Kak Wira sampai sekarang, Kanaya sama sekali tidak beranjak dari kursi ruang tunggu kecuali untuk pergi ke kamar mandi. Air matanya sudah kering. Dia tidak…

18. Jangan Tinggalkan Aku

“Mulai sekarang kamu tinggal di sini dengan kami ya, Le!” Bukan ajakan melainkan keputusan yang awalnya diambil sepihak oleh Bu Dewi, yang kemudian diamini oleh Wira sebab dia sama sekali tak punya pilihan kala itu. Bagaimanapun juga Wira butuh tempat tinggal. Butuh rumah…

17. Luka di Hati Nay

Tidak ada yang lebih menyenangkan dalam hidupku Wira selain menjadi orang tua. Tidak peduli apakah saat itu anaknya masih bernama Nayla atau Kanaya, satu-satunya yang ada di kepala pria itu hanyalah …, gadis kecil di hadapannya merupakan buah cintanya dengan Pelita yang wajib…

16. Belenggu dalam Duka

“Tetap saja ini nggak masuk akal, Bunda!” kata Kanaya persis setelah sang Ibu menyelesaikan ceritanya. Gadis itu berulang kali mengalah nafas pendek, mencoba melepaskan diri dari rasa sakit yang terus menghujaninya sejak tadi. “Nay masih tidak paham kenapa Bunda harus bohong? Kenapa Bunda…

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

eli.budianto
dwi.fitriani
20 Chapters

Chapter 1: 1. Kak Wira, Anak Kesayangan Bunda

Oleh: ivana.nandreans
Kata orang, sebelum manusia dilahirkan Tuhan akan menanyai mereka puluhan kali tentang kesediaannya hadir ke dunia. Mulai dari orang tua, keluarga, sampai segala macam cobaan hidup yang harus mereka lalui nantinya. Dan, apabila seseorang berhasil lahir ke dunia itu berarti mereka telah siap…
Readmore

Chapter 2: 2. Kakakku Yang Tersayang, Bukan Aku Tidak Sayang

Oleh: ivana.nandreans
“Masalahnya kan nggak semua orang kayak Kak Chintya. Gue bukan Kak Chintya. Bunda tahu itu. Dan nggak seharusnya Bunda membanding-bandingkan gue dengan Kak Chintya.” Seperti biasa Kanaya menjadikan Amanda sebagai tempatnya menumpahkan keluh kesah. Sebenarnya Kanaya paham kekhawatiran bundanya, hanya saja bukankah pemikiran…
Readmore

Chapter 3: 3. Tentang Ayah yang Tidak Pernah Kanaya Jumpa

Oleh: ivana.nandreans
Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, kali itu Kanaya memilih tidak langsung pulang begitu bel panjang terdengar. Dia memutuskan untuk menunggu sekolah sepi. Barulah setelah memastikan tak ada siapa pun yang akan melihatnya, atau setidaknya orang yang mengenalnya, dia menghampiri Kak Wira yang telah lama…
Readmore

Chapter 4: 4. Perjalanan Menguak Rahasia Keluarga

Oleh: ivana.nandreans
“Apa kamu bilang?” Wira ingat suara itu. Suara tinggi, keras dan menakutkan yang selalu memenuhi rumah hampir dua bulan terakhir. Papa. Lagi dan lagi, Papa bertengkar dengan Mama. Memaksa Wira kecil bersembunyi di dalam lemari. Ketakutan setengah mati. “Tidak! Dokter pasti salah! Tidak…
Readmore

Chapter 5: 5. Anak yang Tidak Dianggap Layak

Oleh: ivana.nandreans
Wanita berambut panjang tersebut menatap bangunan di hadapannya dengan dada sesak. Sebagai seorang ibu sudah tentu hatinya hancur saat mendapati kondisi sang anak berbeda dari anak kebanyakan, akan tetapi disisi yang lain dia juga tahu bahwa hidup harus terus berjalan. Anak yang kini…
Readmore

Chapter 6: 6. Pelita dan Kenangan Masa Lalu

Oleh: ivana.nandreans
Di malam sebelumnya di dalam kamar tidurnya yang dicat serba putih, Wira baru saja mencetak selembar foto dari kamera tua miliknya. Kemudian memasak gambar tersebut ke dalam album tebal yang dia simpan di atas meja. Potret terbaru Kanaya yang baru dia ambil kemarin,…
Readmore

Chapter 7: 7. Tentang Tita Yang Tercinta

Oleh: ivana.nandreans
Adalah penyesalan terbesar Kanaya sebab selama ini dia tidak pernah benar-benar mengenal keluarganya sendiri. Andai saja dia menyempatkan diri untuk menanyai ibunya lebih dalam mengenai keberadaan keluarga besarnya di Jogja, sudah pasti Kanaya tidak akan setelantar ini. Terlantar di tanah leluhurnya sendiri. Bukankah…
Readmore

Chapter 8: 8. Yang Tidak Mungkin Kembali

Oleh: ivana.nandreans
“Kalau ada kabar dari Nay, tolong kamu hubungi Tante ya.” Entah sudah berapa banyak orang yang coba Bu Dewi hubungi hanya untuk menemukan keberadaan kedua buah hatinya. Mulai dari teman-teman sekolah Kanaya, tetangga sampai keluarga dan kerabat yang berada di Jakarta. Akan tetapi,…
Readmore

Chapter 9: 9. Luka Terdalam di Hati Wira

Oleh: ivana.nandreans
Ucapan sang kakak tadi pagi bagaimanapun juga telah menusuk ke dalam dada perempuan yang saat itu duduk menatap pantulan dirinya sendiri di cermin kamar tersebut. Adalah ketakutan terbesar seorang Bu Dewi, yang sayangnya tidak bisa dia hapus sekeras apa pun usahanya, selama hampir…
Readmore

Chapter 10: 10. Pelita dan Cinta di Hatinya

Oleh: ivana.nandreans
“Apa kamu masih pusing?” Pertanyaan dari Mbak Sekar dijawab menggunakan anggukan pelan oleh Kanaya. Meski sebenarnya dia malu, tapi rasa sakit di kepalanya tidak tertahankan. Belum lagi rasa tak nyaman yang menjalar di sekujur tubuh dan perutnya. Kanaya benar-benar tumbang. Padahal semalam dia…
Readmore

Chapter 11: 11. Pernikahan dan Cinta Sejati

Oleh: ivana.nandreans
“Kanaya bangun!” Ketika kabar itu terdengar, Wira yang sedari tadi menunggu di luar kamar segera bangkit untuk berlari menemui adik kesayangannya. Benar saja, Kanaya telah membuka matanya. Dari situ tersenyum lembut seolah ingin berkata, aku baik-baik saja. Wira bergegas memeluknya, menumpahkan segala rasa…
Readmore

Chapter 12: 12. Hari-Hari Paling Bahagia

Oleh: ivana.nandreans
“Dia menendang?!” Mata Wira membulat tidak percaya saat rasakan gerakannya nyata dari perut Pelita. Buah hati mereka, janin yang tumbuh di rahim wanita muda itu telah semakin besar. Membuat pasangan muda tersebut kian dekat dari status menjadi orang tua. “Kamu merasakannya?” Wira mengangguk,…
Readmore

Chapter 13: 13. Bahwa Kehidupan Tidak Selalu Mulus

Oleh: ivana.nandreans
Wira semakin tidak sabar untuk bertemu dengan Pelita. Dia telah membayangkan betapa menyenangkan kehidupannya nanti karena akhirnya bisa bertemu kembali dengan perempuan yang sangat dia cinta. Masih terekam jelas di ingatan Wira betapa indah hari-hari yang dia lalui bersama keluarga kecilnya di kontrakkan…
Readmore

Chapter 14: 14. Tentang Ayah, Kakak dan Penyesalan Kanaya

Oleh: ivana.nandreans
Matahari hampir mencapai puncak ketika mereka sampai di depan sebuah rumah besar bercat putih dengan halaman yang berdasarkan alamat merupakan kediaman keluarga Pelita. Keluarga ibunya, lebih tepatnya. “Kita sudah sampai!” Mbak Sekar membangunkan Kanaya yang tertidur di bangku sebelahnya. Kanaya berjingkat, menyuka sisa…
Readmore

Chapter 15: 15. Rumah yang Hilang

Oleh: ivana.nandreans
Meski belum pernah bertemu secara langsung tapi, Kanaya tentu sadar kalau pria ini jelas-jelas bukan ayahnya. Dia bahkan tidak mirip sama sekali dengan ayah yang selama ini Kanaya kenali. Kak Wira justru menjawab, “Ini Papa Wira.” Hah? Kanaya melongo. “Maksudnya?” Dia mengerutkan kening.…
Readmore

Chapter 16: 16. Belenggu dalam Duka

Oleh: ivana.nandreans
“Tetap saja ini nggak masuk akal, Bunda!” kata Kanaya persis setelah sang Ibu menyelesaikan ceritanya. Gadis itu berulang kali mengalah nafas pendek, mencoba melepaskan diri dari rasa sakit yang terus menghujaninya sejak tadi. “Nay masih tidak paham kenapa Bunda harus bohong? Kenapa Bunda…
Readmore

Chapter 17: 17. Luka di Hati Nay

Oleh: ivana.nandreans
Tidak ada yang lebih menyenangkan dalam hidupku Wira selain menjadi orang tua. Tidak peduli apakah saat itu anaknya masih bernama Nayla atau Kanaya, satu-satunya yang ada di kepala pria itu hanyalah …, gadis kecil di hadapannya merupakan buah cintanya dengan Pelita yang wajib…
Readmore

Chapter 18: 18. Jangan Tinggalkan Aku

Oleh: ivana.nandreans
“Mulai sekarang kamu tinggal di sini dengan kami ya, Le!” Bukan ajakan melainkan keputusan yang awalnya diambil sepihak oleh Bu Dewi, yang kemudian diamini oleh Wira sebab dia sama sekali tak punya pilihan kala itu. Bagaimanapun juga Wira butuh tempat tinggal. Butuh rumah…
Readmore

Chapter 19: 19. Putriku Tersayang

Oleh: ivana.nandreans
Tiga hari sudah Kanaya tidak tidur. Dia bahkan sudah lupa kapan terakhir kali makan. Karena sejak operasi terakhir Kak Wira sampai sekarang, Kanaya sama sekali tidak beranjak dari kursi ruang tunggu kecuali untuk pergi ke kamar mandi. Air matanya sudah kering. Dia tidak…
Readmore

Chapter 20: Nay Anak Baik! Papa Sayang Nay!

Oleh: ivana.nandreans
Andai Kanaya lebih cepat menyadari betapa beruntung dia selama ini, sudah pasti dia tidak akan tenggelam dalam penyesalan sedemikian besar. Karena ternyata tidak menemukan keberadaan Kak Wira di seberang sekolah jauh lebih menyakitkan ketimbang harus menghadapi rasa malu di hadapan teman-temannya. Kanaya baru…
Readmore
error: Content is protected !!