Table of Contents
Lates Chapters
Kita Menang!
Langit mendung membawa udara dingin ke seluruh kota. Semilir angin menghanyutkan lamunan seorang anak lelaki berusia 15 tahun yang sedang duduk menonton teman seusianya bermain bola di lapangan sekolah. Andai saja dia punya keberanian untuk maju dan bermain bersama mereka, mungkin saat ini…
Kita Menang!
Langit mendung membawa udara dingin ke seluruh kota. Semilir angin menghanyutkan lamunan seorang anak lelaki berusia 15 tahun yang sedang duduk menonton teman seusianya bermain bola di lapangan sekolah. Andai saja dia punya keberanian untuk maju dan bermain bersama mereka, mungkin saat ini…
Comments
Satu pemikiran pada “Hanya Suara Peluit”
Tinggalkan komentar
2 Chapters
Chapter 1: Kita Menang!
Langit mendung membawa udara dingin ke seluruh kota. Semilir angin menghanyutkan lamunan seorang anak lelaki berusia 15 tahun yang sedang duduk menonton teman seusianya bermain bola di lapangan sekolah. Andai saja dia punya keberanian untuk maju dan bermain bersama mereka, mungkin saat ini…
ReadmoreChapter 2: Kita Menang!
Langit mendung membawa udara dingin ke seluruh kota. Semilir angin menghanyutkan lamunan seorang anak lelaki berusia 15 tahun yang sedang duduk menonton teman seusianya bermain bola di lapangan sekolah. Andai saja dia punya keberanian untuk maju dan bermain bersama mereka, mungkin saat ini…
Readmore






hmm .. chapternya dobel tuh.. sama