Table of Contents
Lates Chapters
15
Baru saja Billa bernafas lega, kini kembali menegang akibat pintu gerbang sekolah ternyata sudah tertutup dengan rapat. Billa dan Wahyu saling pandang dan akhir nya lemas seketika, kedua nya menyenderkan diri di kepala kursi mobil. "Gimana ini?" Tanya Wahyu dengan…
14
“Masuk akal lah, kan gue sepupu lo!" Ujar Wahyu dengan santai. "What! Sejak kapan lo sepupu gue!" ucap Billa dengan raut wajah kaget. Billa sangat syok ketika mengetahui jika Wahyu adalah sepupunya ‘Bagaimana bisa?!’ ‘Aku tahu siapa saja sepupu-sepupuku,…
13
"Lo!" Teriak Billa karena terlalu terkejut akan kehadiran Wahyu yang kini sedang tersenyum menjengkel kan di hadapannya "Halo Calon Bini saya" balas Wahyu dengan tanpa dosa. Hampir saja Billa mengumpat namun wahyu dengan gesit melewati tubuh Billa dan masuk…
12
"Panas" keluh Billa ketika sudah keluar dari dalam kelas nya, karena memang pelajaranya telah usai keseluruhan. Kemudian ia merogoh tas milik nya, mencari barang yang nantinya akan ia jadikan untuk melindungi kepala nya dari pancaran sinar matahari yang menyengat. Pandangan…
11
Ini sudah dua minggu dari di mana Billa terjatuh dan membuat lututnya terluka, sekarang ia sudah bebas berlarian kesana kemari seenak nya. Seperti biasa, Wahyu menjemput Billa pergi ke sekolah. Awalnya Billa menolak tetapi karena Wahyu memaksa, akhirnya Billa pun menyerah.…
Comments
15 Chapters
Chapter 1: 1
"Billa, apakah kamu mau menjadi pacarku?" ucap Adit dengan penuh pengharapan seraya bertekuk lutut di hadapan Billa. Billa memandang ragu adik kelas yang saat ini berada di hadapannya. Ia merasa bimbang, ingin mengatakan iya atau tidak. ‘Aku sebenarnya menyukainya juga, tapi dia masih…
ReadmoreChapter 2: 2
Billa duduk di lantai depan kelas Adit, ia menunggu Adit karena memang setiap hari berangkat dan pulang sekolah bersama dengan Adit. Kebetulan jam kelas Billa lebih awal berakhir nya, jadi sekarang ia harus menunggu jam kelas Adit berakhir dahulu. Ia termenung…
ReadmoreChapter 3: 3
"Nes" panggil Billa kepada Anessa yang kin tepat di sebelah nya. Nessa menoleh ke arah Billa. "Ada apa bil?" "Gue mau tanya sama lo" ucap Billa dengan raut wajah datar. Nessa mengernyit heran karena baru kali ini Billa memakai…
ReadmoreChapter 4: 4
Billa berjalan gontai menyusuri koridor sekolah, sesekali tersenggol siswa lain yang membuat keseimbanganya hilang dan hampir jatuh. Entah mengapa tubuh nya hari ini lemas sekali, mungkin karena semalaman ia memikirkan Adit yang tidak kunjung datang menemui nya. ‘Memang apa sebenarnya…
ReadmoreChapter 5: 5
"Kenapa tidak boleh? Dia itu sudah kurang ajar sama kita Adit! Apa tadi? Gangguin buaya dan rubah yang lagi kawin?! Perkataannya kurang ajar banget kan!!!!" sungut Anessa dengan menampakkan raut wajah yang penuh amarah. Adit yang tampak tenang mengelus kepala Anessa,…
ReadmoreChapter 6: 6
"Jadi gini, orang yang katanya merasa seolah dikhianati tetapi dia juga mengkhianati, memang yang sebenarnya kau itu yang rubah berekor sembilan bukan si Anessa" sinis Adit Billa mengangkat sebelah alisnya setelah mendengar perkataan dari Adit. "Maksud lo apa?" tanya Billa…
ReadmoreChapter 7: 7
Billa tengah berdiri di depan gerbang sekolah, menunggu Wahyu yang kini sedang mengambil mobilnya di parkiran. Sesekali ia memijat kaki nya karena terasa kram dan kesemutan. "Bocah itu lama banget sih! Berak kali yah?" Gerutunya pelan. "Mobil nya mogok…
ReadmoreChapter 8: 8
Billa terus mengoceh di dalam mobil milik Wahyu, selaras dengan mukanya yang kini terlihat merah padam dan secara tak kasat mata sebuah semburan asap keluar dari kedua telinga milik Billa. Wahyu hanya tersenyum kecil ketika melihat hal itu, ia juga lega…
ReadmoreChapter 9: 9
"Pelan-pelan Bill, masih panas itu!" tegur Wahyu ketika melihat Billa yang melahap rakus semangkuk soto ayam yang masih panas. "Bacot amat sih, orang gue laper banget!" ucap Billa sembari terus melakukan aktivitasnya tanpa memperdulikan teguran dari Wahyu. Wahyu menggeleng pelan,…
ReadmoreChapter 10: 10
Billa membuka kedua matanya perlahan, lalu ia kerjap-kerjap kan karena penglihatan nya terasa kabur akibat terlalu lama menutup. Dahi nya berkerut kala sekarang ia merasa tengah terbaring di brankar milik uks sekolahan nya. Ia menggaruk kepala nya pelan, mencoba…
ReadmoreChapter 11: 11
Ini sudah dua minggu dari di mana Billa terjatuh dan membuat lututnya terluka, sekarang ia sudah bebas berlarian kesana kemari seenak nya. Seperti biasa, Wahyu menjemput Billa pergi ke sekolah. Awalnya Billa menolak tetapi karena Wahyu memaksa, akhirnya Billa pun menyerah.…
ReadmoreChapter 12: 12
"Panas" keluh Billa ketika sudah keluar dari dalam kelas nya, karena memang pelajaranya telah usai keseluruhan. Kemudian ia merogoh tas milik nya, mencari barang yang nantinya akan ia jadikan untuk melindungi kepala nya dari pancaran sinar matahari yang menyengat. Pandangan…
ReadmoreChapter 13: 13
"Lo!" Teriak Billa karena terlalu terkejut akan kehadiran Wahyu yang kini sedang tersenyum menjengkel kan di hadapannya "Halo Calon Bini saya" balas Wahyu dengan tanpa dosa. Hampir saja Billa mengumpat namun wahyu dengan gesit melewati tubuh Billa dan masuk…
ReadmoreChapter 14: 14
“Masuk akal lah, kan gue sepupu lo!" Ujar Wahyu dengan santai. "What! Sejak kapan lo sepupu gue!" ucap Billa dengan raut wajah kaget. Billa sangat syok ketika mengetahui jika Wahyu adalah sepupunya ‘Bagaimana bisa?!’ ‘Aku tahu siapa saja sepupu-sepupuku,…
ReadmoreChapter 15: 15
Baru saja Billa bernafas lega, kini kembali menegang akibat pintu gerbang sekolah ternyata sudah tertutup dengan rapat. Billa dan Wahyu saling pandang dan akhir nya lemas seketika, kedua nya menyenderkan diri di kepala kursi mobil. "Gimana ini?" Tanya Wahyu dengan…
Readmore





