Table of Contents
- Chapter 1: Bab 1 : Dihina dan Dikhianati!
- Chapter 2: Bab 2 : Pewaris Galaxi Group
- Chapter 3: Bab 3 : Membungkam Si Sombong!
- Chapter 4: Bab 4 : Bertemu Gadis Cantik
- Chapter 5: Bab 5 : Membuatmu Malu Lagi
- Chapter 6: Bab 6 : Memberi Pekerjaan Pada Gadisku
- Chapter 7: Bab 7 : Bertemu Teman Dan Musuh Baru
- Chapter 8: Bab 8 : Nih, Aku Yang Bayar!
- Chapter 9: Bab 9 : Menolak Mobil Mewah
- Chapter 10: Bab 10 : Rencana Pria Licik
Lates Chapters
Bab 46 : Dia Adalah Pewaris Perusahaan!
Sam mengucapkan itu dengan tenang tanpa perasaan bersalah. "Apa? Hahaha!" Pak Bambang yang mendengar Sam memecat dirinya langsung tertawa keras. Dia merasa pemuda itu benar-benar kehilangan akal sehat dan merasa tinggi hati. "Memangnya kamu siapa? Anak baru kemarin sore…
Bab 45 : Kamu, Saya Pecat!
Hari ini wajah Sam terlihat lebih ceria dari biasanya. Hal itu membuat orang tuanya merasa senang melihat anaknya bersemangat lagi. Dia sudah mau sarapan bersama mereka lagi seperti biasa. "Hari ini kita akan mulai melakukan pembangunan, Sam. Papa harap kamu…
Bab 44 : Ini Adalah Permainan Awal!
Sam memukul meja kerjanya dengan keras. Wajahnya terlihat merah padam. "Sial! Mereka pasti sudah tahu kalau kita sedang mengejarnya. Apa kita terlalu gegabah dalam bertindak, Pak?" tanya Sam berbalik arah menatap pria berkacamata itu. Sorot matanya memperlihatkan kebingungan. …
Bab 43 : Saling Beradu Senjata
Sam mendengar suara minta tolong Sarah, seketika langsung terkejut bahkan sampai berdiri dari kursinya. "Ada apa, Sarah? Apa yang terjadi? Cepat katakan padaku? Apa kamu di kamar atau sedang di luar?" tanya pemuda itu dengan cemas. Semua pertanyaan terlontar begitu saja…
Bab 42 : Tidak Sesuai Harapan
Hendra dengan cepat melajukan mobilnya. Rumah adalah tujuan yang sangat penting kali ini, bukan seperti hari-hari sebelumnya yang hanya menjadi tempat tinggal semata. Langkah lebarnya semakin kentara dengan tegap tubuhnya. Masih lengkap dengan setelan jas hitam yang mempertegas kewibawaan dirinya sebagai…
Comments
You May Also Like
20 Chapters
Chapter 1: Bab 1 : Dihina dan Dikhianati!
Pria 27 tahun itu memasukkan dompet usang ke dalam saku celana dan mengambil tas selempang satu-satunya yang dia punya dari atas kasur busa yang tipis dan kumal. Sam, nama panggilan pemuda itu. Dia mengunci pintu kos yang berdinding triplek dengan gembok…
ReadmoreChapter 2: Bab 2 : Pewaris Galaxi Group
Adam Sanjaya Galaxi memandang lekat putranya yang terlihat kurus dan tidak terawat. Pria 48 tahun itu memindai putranya dari atas sampai bawah. Sangat berbeda saat terakhir kali Sam pergi meninggalkan rumah mereka. "Pulanglah, Samuel Lino!" ucapnya dengan memanggil nama lengkap Sam. …
ReadmoreChapter 3: Bab 3 : Membungkam Si Sombong!
Sam kembali mendaratkan pukulan di wajah Reno. Meskipun Reno berusaha untuk melawan tapi Sam berhasil menekan tubuhnya hingga tak bisa bergerak dan itu membuat Sam dengan leluasa menghajarnya berulang kali. "Hentikan, Sam! Aku bilang berhenti!" pekik Dinda histeris melihat darah di sudut…
ReadmoreChapter 4: Bab 4 : Bertemu Gadis Cantik
"Maaf, tapi yang membeli mobil ini adalah Bapak Sam," jawab petugas itu tersenyum sopan. Sam langsung membubuhkan tanda tangannya dan petugas itu pamit permisi. Reno sangat malu karena sudah berbohong pada Dinda. Bukan itu saja tapi dia juga penasaran bagaimana bisa…
ReadmoreChapter 5: Bab 5 : Membuatmu Malu Lagi
Sam langsung mematikan telponnya. Dia pun kembali ke apartemennya menaiki taksi. Sesampainya di apartemen Sam melihat seseorang yang sudah menunggunya. Dia pun menghampiri orang tersebut. "Apakah kau mau mampir?" tanya Sam ramah. Tapi orang itu hanya tersenyum mengejek dan berjalan…
ReadmoreChapter 6: Bab 6 : Memberi Pekerjaan Pada Gadisku
Besok paginya Sam bertemu dengan Pak Yudi, di cafe biasa yang letaknya tak jauh dari hotel Royal Venus. "Ini berkas, Tuan Muda." Yudi menyerahkan map itu pada Sam. "Terimakasih, Pak!" Sam pun mulai membukanya dan memeriksa dengan teliti. "Apa…
ReadmoreChapter 7: Bab 7 : Bertemu Teman Dan Musuh Baru
Sarah terkejut melihat orang itu di depan pintu kosnya, padahal hari sudah larut malam. "Selamat malam, Bu!" sapanya dengan ramah. "Malam! Mana uangnya? Ini hari terakhir saya kasi kami waktu!" ucap wanita paruh baya itu cepat. Bu Wati pemilik tempat…
ReadmoreChapter 8: Bab 8 : Nih, Aku Yang Bayar!
Mereka berhenti tepat di depan Cafe La Vista. Tempat yang sangat mahal bagi karyawan biasa seperti mereka. Wira yang gugup berusaha tetap tenang di depan semua orang. "Kenapa kita kemari? Kenapa tidak ke belakang hotel?" tanya Wira dengan tidak sabar. "Tadinya…
ReadmoreChapter 9: Bab 9 : Menolak Mobil Mewah
"Kembalikan! Itu milikku!" hardik Sam kesal. "Aku tidak yakin ini kartu milikmu?" ucap Dinda sambil memperhatikan kartu itu dengan membolak baliknya. Sam hanya menghembuskan napasnya dengan kasar. Rasanya kepalanya sudah cukup pusing berurusan dengan Wira. Sekarang malah bertambah satu lagi. …
ReadmoreChapter 10: Bab 10 : Rencana Pria Licik
Setelah parkir tidak jauh dari mobil Sam, orang itu mengikuti sampai pintu masuk apartemen. Orang itu adalah Dinda. Dinda yang melihat Sam sudah masuk ke dalam, mengikutinya setelah itu bersembunyi di balik pilar besar di dekat dinding. Setelah memastikan situasinya aman, dia…
ReadmoreChapter 11: Bab 11 : Menjebloskan Reno Ke Penjara
Setelah sampai di bengkel. Sam menyerahkan motornya untuk diperiksa. "Ini ada paku payung yang menancap, Mas!" jelas pria yang memeriksa ban motor. "Benarkah? Jadi bukan paku yang berkarat?" tanya pemuda itu heran. "Bukan, Mas. Ini masih baru dan bagus!" sambungnya…
ReadmoreChapter 12: Bab 12 : Meminta Bantuan Papa
Sam baru saja selesai menerima panggilan telepon dari Pak Yudi. Dia tersenyum senang karena akhirnya ia berhasil membuat Reno membayar apa yang sudah dia lakukan. Dia pun segera bersiap untuk datang ke kantor polisi guna memberikan keterangan. Setelah sampai di kantor polisi...…
ReadmoreChapter 13: Bab 13 : Menghancurkan Yang Mana Dulu?
Reno tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia merasa harapan untuk keluar dari sini sangat tipis. Tapi sekarang orang yang sangat dirinya harapkan berada di depannya. "Papa!" ucapnya senang. Tapi Papanya hanya menunjukkan ekspresi wajah datar. "Ayo pulang!" jawabnya…
ReadmoreChapter 14: Bab 14 : Rahasia Di Pikiran Mereka
Di Rumah Reno… Orang tua dan anak itu sedang duduk bersama di ruang keluarga. Suasana mendadak begitu hening, Reno hanya bisa menunduk tidak berani menatap wajah Papanya tapi di sisi lain dia juga tidak sabar untuk mendengarkan apa yang ingin orang tuanya…
ReadmoreChapter 15: Bab 15 : Ingin Pacaran Lagi Denganmu
"Apa? Membeli mobil?" tanya Reno dengan mata yang terbelalak. "Iya, Sayang! Aku ingin punya mobil. Bukankah bulan lalu kamu sudah janji mau membelikan aku mobil jadi aku tidak perlu repot untuk pergi bolak-balik ke rumah, ke hotel atau restoran, benarkan?" ujar Dinda…
ReadmoreChapter 16: Bab 16 : Mengecek Data Karyawan Curang
Sam tersenyum miring melihat reaksi Dinda yang terlihat senang mendengar jawaban darinya. Dia sengaja membuat gadis itu merasa bahagia seperti terbang ke awan tapi lihat saja nanti, permainan baru saja dimulai. “Aku mau tapi bukan untuk berpacaran lagi denganmu,” ujarnya melanjutkan. …
ReadmoreChapter 17: Bab 17 : Aku Pecat Sekarang Juga!
Pak Manajer dan Arya terkejut mendengar pengakuannya. Mereka juga ragu di saat yang bersamaan dengan apa yang Sam laporkan . Atasannya kembali duduk di kursi untuk menenangkan diri. “Apa maksudmu, Sam? Jangan bercanda dong,” ucap Arya pelan. “Benar. Darimana kamu tahu…
ReadmoreChapter 18: Bab 18 : Aku Keluarga Galaxi Group
“Aku adalah pemilik dari hotel ini!” “APA?!” Mereka semua terkejut mendengar pengakuan Sam yang tiba-tiba. “Sam, tolong jangan bicara hal konyol dalam situasi seperti ini!” ucap Doni dengan nada marah yang terdengar jelas. “Hahaha! Sam, jangan karena kita dipecat…
ReadmoreChapter 19: Bab 19 : Semua Orang Terkejut
“Ini adalah kartu identitasku yang asli,” ucap Sam sambil mengeluarkan KTP miliknya. Dia juga mengeluarkan kartu khusus yang hanya dikeluarkan untuk keluarga Galaxi. ‘Itu kartu yang sama saat di Cafe!’ batin Wira terkejut. ‘Jadi itu alasan Sam mampu membayar biaya tagihan…
ReadmoreChapter 20: Bab 20 : Sudah Waktunya Kembali
“Apa? Putra dari keluarga Galaxi yang memiliki seluruh hotel bintang 5 dan 7 di negeri ini?” tanya Reno sekali lagi memastikan. “Iya benar, Kak! Itu yang aku dengar dari orang kepercayaan mereka,” jelas Wira dengan bibir manyun. Mereka duduk di salah…
Readmore





