Dibuang Suami Dinikahi Pria Kaya

Lubis meminta maaf.

Dokter Lidia tersenyum, lalu pandangannya mengarah ke layar. “Sepertinya Dede bayi masih malu malu, tuh liat di sembunyikan.” ucap Dokter Lidia terkikik pelan.

Posisi bayi saat ini sedikit memiringkan tubuhnya hingga bagian alat kelaminnya tertutupi.

 

Alex  dan Erina menarik sudut bibirnya mengukir sebuah senyuman.

Ini yang pertama bagi Erina  dan Alex  jadi mereka begitu bahagia saat mendengar detak jantung bayinya untuk yang pertama kali.

Didukung dengan fasilitas kesehatan yang sudah canggih, bisa melakukan USG 3 Dimensi.

“Sepertinya memang seperti itu Dok.” ucap Alex.

Setelah pemeriksaan selesai, Erina kembali duduk.

Dokter Lidia menjelaskan apa apa saja yang boleh Erina lakukan.

Setelah selesai Erin  dan Alex  keluar ruangan Dokter.

Alex  mengandeng Erina  berjalan hendak keluar.

“Alexander  tunggu!” panggil seseorang dari belakang.

Alex menghentikan langkahnya, begitu juga Erina. Kedua nya berbalik.

Lubis! batin Alex.

Erina menyikut pelan lengan Alex.”Mau apa dia Mas? bisik Erina pelan.

Alex  menggeleng pelan.” Mas juga gak tahu Sayang.” jawabnya ikut berbisik.

Tap!

Tap!

Suara sepatu yang beradu dengan lantai.

Lubis semakin mendekat.

” Bisa kita bicara sebentar.” ucap Lubis, saat sudah tiba di hadapan Alex..

Sebelum menjawab Alex  menengok pada Erina  untuk meminta persetujuan.

Erina  yang mengerti, langsung mengangguk kecil.

Setelah mendapat persetujuan dari Erina  baru Alex mulai berbicara.

“Baiklah. Kita bicara di cafe yang tidak jauh dari sini.” jawab Alex.

Lubis pun setuju, namun sebelum itu Lubis akan berpamitan dulu pada istrinya Alika. Dan menyuruh  Alex  jalan terlebih dulu.

Alex  setuju dan langsung menuju cafe.

Setelah menunggu di sekitar sepuluh menit akhirnya Lubis datang.

“Maaf lama menunggu.” ucap Lubis meminta maaf.

“Tak apa, silahkan duduk.” Alex mempersilahkan.

Lubis pun duduk.

Beberapa saat suasana terasa canggung, diantara ketiganya tidak ada yang buka suara.

Ehem!

Lubis berdehem, untuk mencairkan suasana.

“Alex, Saya minta maaf untuk semua yang sudah pernah saya maupun Via lakukan padamu, saya tahu perbuatan saya telah menyakiti hati kamu, dan untuk Erin saya minta maaf jika saya sudah pernah menyakitimu. Mungkin kalian berpikir saya orang yang tidak tahu malu, tapi saya sadar sekarang.” Lubis tampak menarik nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya.

“Saya dan Via sudah mendapatkan karma atas semua yang sudah saya lakukan saya pada kalian.”

Tiba tiba Lubis bersimpuh di kaki Alex.

“Tolong maafkan saya.” Lubis bersimpuh.

Alex memegang pundak Lubis, lalu menyuruhnya bangun.

“Tidak perlu seperti ini. Saya sudah memaafkan kalian jauh sebelum kalian meminta maaf. Jadi tolong bangun sekarang.”

Lubis bangun dan kembali duduk.” Saya menyesal.” ucapnya sambil tertunduk.

“Tuan Lubis, anda tidak perlu khawatir saya sudah memaafkan. Malah saya berterimakasih, jika bukan karena Tuan mungkin saya tidak akan bertemu dengan suami saya saat ini.” ucap Erina  penuh keyakinan.

Kenapa Lubis bisa sampai meminta maaf?

Puncaknya setelah kejadian di mana perusahaannya di ambang kebangkrutan, saat itu Alex datang menawarkan bantuan. Jika bukan karena kebaikan hati Alex  mungkin Lubis dengan keluarganya sudah menjadi gembel di jalanan.

Bahkan Lubis harus mengeluarkan banyak uang untuk mengganti uang pinalti yang dikenakan pada Via.

Saat ini perusahaan Lubis sudah berjalan normal kembali.

Semenjak kejadian itu Lubis banyak merenung, sampai akhirnya Lubis sadar jika dirinya sudah salah jalan.

“Terima kasih, kalian sudah mau memaafkan saya. Maaf saya harus segera pergi, saya tidak bisa meninggalkan Via terlalu lama.” Lubis pamit undur diri.

Alex  dan Erina menganguk bersama. “Baiklah, saya titip salam untuk Via, semoga sehat selamat sampai nanti melahirkan.” ucap Erina  tulus.

“Terima kasih, sudah mau mendoakan.”

Erina mengangguk lalu tersenyum.” Sama sama.”

Lubis bangkit dari duduk lalu berlalu meninggalkan Alex dan Erina.

Plong!

Itulah yang dirasakan Lubis setelah meminta maaf, hatinya terasa terlepas dari beban yang amat berat yang menghimpitnya selama ini.

Begitu pula dengan Erina dan Alex kini hatinya terasa tenang setelah pembicaraannya dengan Lubis tadi.

Tidak ada dendam!

Dan saling memaafkan!

Itulah kedamain hati yang sesungguhnya.

“Mas kita sekalian makan ya, laper.” ucap Erina manja.

Bagaimana tidak lapar! Saat akan ngobrol dengan Lubis tadi mereka sampai lupa walau hanya sekedar memesam minum.

Wajar jika Erina merasa lapar. Karena sudah jam makan malam juga.

Apalagi sekarang sedang hamil, Erina jadi semakin cepat lapar dari sebelumnya.

“Ia sayang. Mas panggilkan pelayan, kamu pesan apa saja yang kamu inginkan.”

Erina mengangguk setuju.

Alex  memanggil pelayan, tidak lama pelayan menghampiri meja mereka.

Pelayan memberikan menu makanan yang tersedia di cafe mereka.

Erina memesan beberapa hidangan dan juga minuman, sedangkan Alex  hanya memesan satu menu dan juga jus jeruk saja.

Tidak lama menunggu pesanan mereka datang.

Erina yang sudah menahan lapar dari tadi langsung makan dengan kalap. Karena memang perutnya sudah sangat sangat lapar.

Entahlah! Erina juga tidak mengerti, kenapa menjadi sangat banyak saat ini.

Alex sampai geleng geleng kepala, makanan sebanyak itu bisa habis oleh Erina sendiri.

Selesai makan Alex  dan Erina langsung pulang, waktu juga sudah menunjukan pukul sembilan malam.

Saat ini Alex dan juga Erina sedang berada di dalam mobil.

Alex duduk di depan kemudi dan Erina di sampingnya.

Sore tadi Alex  sengaja membawa mobil sendiri tanpa Jo, Alex ingin menikmati momen ini hanya berdua dengan Erina saja.

Dalam perjalan pulang, Alex  sempat melirik Erina.

“Pantesan anteng, ternyata tidur.” ucap Alex  pelan.

Tangannya terulur mengusap wajah Erina  lalu kembali fokus menyetir.

____

“Bagaimana Mas, apa sudah berbicara dengan Alex. dan Istrinya?” tanya Alika.

Saat ini Lubis dan Alika sedang duduk bersantai di kamarnya.

Setelah tadi mengantar Via periksa kandungan.

Lubis mengangguk.

“Terus bagaimana hasilnya?” Alika penasaran.

“Yah, seperti yang kamu ketahui Alex dan Erina memang orang baik, Mereka memaafkan Mas dan juga Vanya begitu saja. Hati Mas sekarang terasa plong seakan melepas beban yang begitu besar, Mas menyesal Alika pernah berbuat jahat pada orang sebaik Hanzero.” ucap Lubis penuh penyesalan.

“Syukurlah Mas. Benar kata orang orang jika Alex memang orang yang baik.”  Lubis mengangguk menyetujui ucapan Lubis.

“Bagaimana dengan kandungan Via? Apa semuanya baik?” tanya Lubis.

Saat pemeriksaan tadi Lubis pergi menemui Alex, jadi dia belum tahu bagaimana hasilnya.

Alika berjalan mengambil tas tangannya, lalu mengeluarkan foto USG bayi Via.

Alika memberikannya pada Lubis.

Lubis tersenyum melihat foto USG bayi mungil yang lucu.

‘ Semoga saat kamu terlahir ke dunia nanti, Momy kamu sudah sadar Sayang, agar dia bisa merawat dan membesarkan kamu dengan cinta dan kasih sayangnya’ batin Lubis penuh harap.

‘Tapi bagaimana pun keadaan Momy kamu nanti, Om dan Tante akan menyayangi kamu seperti anak kami sendiri’

Matanya mengembun, namun dengan cepat Lubis mengusapnya.

“Mas kamu lihat ini.” tunjuk Alika pada salah satu foto USG.

 

Lates Chapters

Melahirkan( happy ending)

Hampir seperempat jam, akhirnya mobil Alex tiba di klinik. Alex  memarkirkan mobilnya. Alex  keluar, lalu memanggil suster untuk membantu Erina. Dua orang suster mengikuti Alex …

Erina kontraksi.

Erina menunggu Alex di dalam mobil. Erina  sudah tidak sabar untuk menyantap belalang goreng. Air liurnya sudah ingin menetes membayangkan betapa renyahnya belalang berpadu gurih,…

Perkara belalang goreng.

Hoam. Erina menutup mulutnya. Saat ini Erina  baru saja bagun tidur siang, Erina tersenyum pertama kali ketika membuka mata pemandangan indah ada di hadapannya. Bagaimana…

Mengunjungi Via.

Lubis  memperhatikan gambar yang di tunjuk Alika, raut wajahnya seketika berubah. Lubis memperhatikan foto USG yang ada di tangannya. Mata berbinar memancarkan kebahagian. "Alika! Apa…

Periksa kandungan.

Pemberitaan pagi ini di penuhi pemberitaan tentang klarifikasi Alex kemarin malam. Berbagai judul yang muncul membuat Alex  geleng geleng kepala. ‘Klarifikasi mantan tunangan via terkait…

Klarivikasi Alex.

Alex  mulai kesal, para wartawan tidak ada satupun yang pergi, mereka masih menunggu Alex. "Jo. Kita pulang sekarang, jika menunggu mereka mau sampai kapan?" Alex.mulai…

Viral.

Pagi ini dihebohkan dengan berita Viral seorang model hamil di luar nikah. Bahkan vidionya sudah tersebar di berbagai aplikasi di medsos. Berita di TV pagi…

Hancurnya Via.

Via masih saja mengelak tidak mau mengakui kebenarannya. Lubis mulai jengah. Lalu Alika yang sedari diam, mulai berbicara. "Lebih baik sekarang kita cek ke Dokter,…

Kabar kehamilan Via.

Kamu itu kenapa Vi? ko muntah muntah gini kaya orang hamil aja." Tanya Alika  Istri Lubis.Alika membantu Vanya memijat tengkuknya. Tadi selepas Via berlari ke…

Air mata bahagia.

Begitu sampai di rumah sakit Alex langsung membawa Erin ke IGD. "Sus. Tolong istri saya!" Teriak Alex  memanggil Suster jaga. Suster yang mendengar pun langsung…

Trauma Erina.

Erina  begitu bahagia berada dalam keluarga Alexander, mempunyai Mertua yang baik, Kakak Ipar  juga baik. Itu idaman semua wanita di seluruh penjuru dunia. Tidak terbayangkan…

Berita mengejutkan.

Terserah kamu sayang, kalau memang kamu suka ambil aja." "Mas! Ini cantik banget." Erina  menunjukan aksesoris Hp yang berpasangan, Asesoris itu berupa casing kapel, yang…

Hari terakhir bulan madu.

Mas. Ayo bangun!’’ Erina  mengguncang tubuh suaminya yang masih bergulung di bawah selimut. Perlahan Alex membuka matanya, ‘’ Mau kemana Yank? Ko udah cantik.’ Tanya…

Bulan madu yang tertunda.

ini Erina dan juga Alex  sedang duduk di balkon kamar, menikmati indahnya malam sambil bercengkrama. Mereka bercerita hal apa saja yang membuat mereka tertawa, bahkan…

POV Via.

Pov Via. Malam ini Via menghabiskan malam panas nya bersama dengan David. Awal pertemuan mereka sungguh di luar dugaan. Via yang sedang galau karena Alex…

Siapa dalang di balik semua ini?

Keesokan hari saat Alex ingin berangkat kerja, seorang perawat masuk dalam ruang rawat Erina. "Permisi Tuan, Maaf. Anda diminta keruangan Dokter Nando sekarang." Ucap Perawat…

Penyusup.

Siapa Dia? Di rumah sakit Mama sangat telaten mengurusi Arumi walaupun Mama sendiri terlihat masih sangat lemas tapi Mama lebih mementingkan menantu kesayangannya dibanding dirinya…

Keguguran.

Dengan langkah gontai Alex keluar dari ruangan dokter, hatinya begitu hancur sekarang rasa bersalah dan menyesal menyelimuti hatinya. Andai saja! andai saja waktu bisa diputar…

Penyelamatan part1

Sam sudah mengatur strategi agar dia bisa dengan leluasa masuk dan mengecek setiap ruangan yang ada di gedung tersebut. Dengan sengaja Sam melempar batu ke…

Penculikan.

Hari sudah semakin sore, Mama, Alin  dan Erina sudah dalam perjalan pulang. Tiba-tiba mobil pengawal mereka mengalami pecah ban, karena Erina  yang sudah mengeluh lelah…
error: Content is protected !!