Table of Contents
Lates Chapters
Jadian(Ending)
Sonya menepuk keningnya sendiri begitu juga dengan Bas, sedangkan Gio dia hanya tersenyum sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal. “Astaga! Kau ini. Sudah besar tapi bodoh!” Sonya mengumpati kebodohan anak bujangnya. “Ya, gimana. Jantung Gio selalu tidak aman jika dekat dengannya…
Bertemu Sonya(mama Gio)
Alana masih tidak percaya dengan apa yang dia saksikan wanita yang beberapa bulan lalu menghina bahkan berkata kasar padanya, kini berubah lembut? Entah ini betulan atau hanya sandiwara Alana tidak tahu. Ini seperti mimpi! Lagipula Alana heran untuk apa Gio…
Apa dia wanitanya?
“Apa ini?” tanya Alana ketika Bas memberikan kotak hadiah itu. “Saya tidak tahu nona, tuan Gio hanya berpesan agar nona dandan yang cantik. Dan memakai pakaian yang dia kirim.” ucap Bas menginformasikan. “Memang mau kemana sih Bas? Tumben sekali.” tanya Alana…
Rencana Gio.
Ketika hari hampir malam, Gio baru tiba di apartemen. Sedangkan Bas pria itu langsung pulang keapartemen miliknya yang tidak jauh dari tempat Gio saat ini. Baru saja masuk melangkahkan kaki di pintu, Gio sudah di sambut dengan wangi masakan yang begitu menggugah…
Restu Mama.
Alana menggeleng tidak percaya. “Ternyata anda suka bercanda juga ya.” ucap Alana. “Aku tidak sedang bercanda Lana. Ponsel ini memang untukmu. “ jujur Gio. Alana diam, dia tidak serta merta percaya dengan perkataan Gio. Bukankah sebelumnya pria itu bilang…
Comments
You May Also Like
20 Chapters
Chapter 1: Di pecat.
"Maaf Tuan. Saya tidak sengaja."Ucap Alana dengan nada memohon kepada seorang laki laki yang baru saja bertabrakan dengannya. "Maaf katamu!"Bentak pria yang biasa di panggil Mr. G itu. "Lihat! Lihat!" Mr. G menunjuk baju yang basah karena tersiram oleh Alana.. …
ReadmoreChapter 2: Hampir tertangkap.
. Alana berjalan gontai melangkah masuk kedalam rumah. Menjatuhkan bobotnya di kursi usang yang ada di ruang tamu. Alana menyandarkan punggung di sandaran kursi, berkali-kali Alana menarik nafas panjang, kemudian menghembuskan dengan perlahan. Hal itu Alana lakukan untuk menetralisir rasa sesak…
ReadmoreChapter 3: Seratus juta!
Tidak menyangka hari hari Alana akan menjadi seperti ini, dia dibuat ketakutan dengan kedatangan pria tua Bangka itu. Andai waktu bisa diputar, Alana akan memilih bekerja daripada sekolah. Mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi. Tapi sekarang, tinggalah penyesalan. Alana…
ReadmoreChapter 4: Melamar pekerjaan.
“Ja-jaminan.” ucap Alana tergagap. Bagaimana bisa, ayah Alana menjadikan Alana jaminan? Alana bukan barang? Yang bisa seenaknya diberikan pada orang, sebagai jaminan hutang. Lalu Alana menggeleng,” Tidak! Pasti ini bohong!” Alana masih menyangkal kenyataan yang baru saja dia ketahui. …
ReadmoreChapter 5: Bertemu kembali.
Sesuai arahan Alana langsung pergi ke ruang gant bersama seorang kepala OB di sini. “Ini seragammu. Semoga betah.” ucapnya. Sambil menyodorkan baju pada Alana. Alana menerima baju itu.” Terimakasih, nama ku Alana.” Kini giliran Alana yang mengulurkan tangan. “Ami.” sahutnya,…
ReadmoreChapter 6: Cari tahu siapa dia!
Laki-laki yang Alana ketahui bernama mr. G itu melotot menatap Alana, yang juga sedang menatapnya. Namun dengan tatapan penuh kekhawatiran. ‘Astaga! Kenapa bisa ada orang ini disini? Kalau sampai dia bilang sama yang punya perusahaan aku bisa kehilangan pekerjaan lagi.’ batin Alana.…
ReadmoreChapter 7: Saya tidak akan menculikmu.
Sangat mudah untuk Bas mencari tahu tentang Alana, pagi ini Bas sudah mengantongi semua dan siap diberikan pada Gio. Ketika hari masih sangat pagi, Bas sudah keluar dari apartemennya, menuju rumah utama tempat dimana Gio tinggal. Bas sengaja berangkat sepagi ini,…
ReadmoreChapter 8: Tragedi
“Tuan, saya turun disini saja.’’ ucap Alana saat mobil Bas tiba di pintu gerbang kantor. Tanpa menunggu jawaban dari Gio, Bas menghentikan mobilnya tepat di samping pintu masuk. Setelah mobil berhenti Alana segara membuka pintu. ‘’Tuan terima kasih atas tumpangannya.’’…
ReadmoreChapter 9: Aku punya penawaran.
Setelah beberapa saat kesadaran Gio berangsur kembali. Gio memegangi kepalanya yang masih sedikit pusing. “Akh! Sial! Siapa yang menaruh obat sialan itu!” gerutu Gio. Walau dalam pengaruh obat, namun Gio dapat mengingat jelas perbuatannya. Gio bangun lalu meraih pakain, namun tangannya…
ReadmoreChapter 10: Mendatangi rumah Alana.
Alana tidak pedulikan ucapan Gio, Alana kembali melangkahkan kakinya keluar dari ruangan presdir. Sudah tidak ada air mata yang mengalir di pipi Alana. Percuma saja Alana menangis semua tidak akan pernah bisa dikembalikan seperti semula kembali. “Alana kamu sakit?” tanya Umi…
ReadmoreChapter 11: Jadilah gadisku!
“Cepat angkat bodoh! kenapa malah diam di situ.” bentakan Gio cukup menyadarkan Bas. “Eh. Iya tuan.” Dengan cepat Bas, mengangkat tubuh Alana yang terkulai lemas. Setelah itu Bas berjalan dengan sedikit berlari menuju mobil sambil membopong tubuh Alana. Sedangkan Gio, berjalan…
ReadmoreChapter 12: Jerat maut.
Alana terus melangkahkan kaki menyusuri gelapnya jalanan. Rasa sakit di bagian intinya tidak sebanding dengan rasa sakit hatinya. Perkataan pria yang Alana panggil mr. G tadi, membuat Alana cukup meradang. Dua minggu telah berlalu. Semenjak saat itu pula Alana, memutuskan…
ReadmoreChapter 13: Wanita flaying victim
Sepanjang perjalanan Alana terus memikirkan tawaran yang diberikan mr. G untuknya. Haruskah Alana menerimanya? Sampai Alana tidak menyadari jika mereka sudah sampai di apartemen. “Kau boleh tinggal disini, sambil memikirkan tawaran ku.” ucap Gio. Sebelum Alana turun. Alana menoleh…
ReadmoreChapter 14: Kertas penentu nasib.
Gio melangkah mendekati Alana, kemudian membantu Alana untuk bangun. “Masuklah!” titah Gio. Alana mengangguk kecil lalu melangkah masuk meninggalkan Gio dan Selly. “Gio!” Selly berdecak kesal, lalu bangun. Alih-alih ingin mendapatkan perhatian dari Gio, namun tidak sedikitpun Gio melirik keberadaan…
ReadmoreChapter 15: Hanya gadis pemu4s n4fsu
Alana mulai membuka lembaran demi demi lembaran lalu membacanya. Beberapa kali Alana menggeleng setelah membaca beberapa poin yang menurutnya hanya menguntungkan pihak A saja. Namun Alana cukup tercengang, saat melihat nominal uang yang akan diterimanya sebagai kompensasi. Lebih tepatnya bayaran untuk setiap…
ReadmoreChapter 16: Aku yang akan melunasinya!
Gio jatuh terkapar di samping tubuh Alana yang sudah terlelap. Permainan sore ini benar-benar gila, Gio tidak pernah puas hanya dengan sekali permainan. Gio mengambil selimut yang tercecer di lantai, lalu menutupi tubuh polos Alana. Sedangkan dirinya beranjak turun lalu berlalu ke kamar…
ReadmoreChapter 17: Permintaan mama.
“Hey! Sudah kubilang jangan menangis.” Gio mengusap pungung Alana mencoba menenangkannya. “Lagian, kau malah mengingatkanku tuan.” sahut Alana dengan masih terisak. “Mengingatkan apa?” tanya Gio dengan heran. “Kau, mengingatkan ku kalau aku harus jual diri tuan.” Gio menepuk jidatnya…
ReadmoreChapter 18: Merindukannya.
Sonya langsung kembali pulang, ketika melihat respon yang diberikan putranya, namun Sonya tidak akan tinggal diam, perjodohan ini harus berhasil. Sonya sudah memikirkan cara agar besok malam Gio pulang ke rumahnya. “Mama pastikan, kamu tidak bisa menolaknya besok!” ucap Sonya bermonolog…
ReadmoreChapter 19: Perkara ukuran bra.
Gio keluar kamar mandi dengan wajah ceria, pria itu bersiul riang sambil melangkahkan kakinya menuju lemari mengambil pakaian kerjanya. Apartemen ini memang sering Gio tinggali, sehingga tidak heran banyak pakaiannya yang berada disini. Gio lebih nyaman berada di apartemen daripada di rumah…
ReadmoreChapter 20: Toko pakaian wanita.
Setelah drama per braan selesai, akhirnya Gio dan Bas memutuskan untuk pulang. Mereka keluar dari toko dengan menenteng beberapa paper bag. Sampai di parkiran Bas, memasukan semua belanjaan ke dalam mobil. Lalu setelah itu kembali ke depan. “Tuan, anda mau bareng…
Readmore





