Pengakuan Suami Atas Perselingkuhannya

By: Dian Putri
86 Readers 9 Chapters 9.9

Romance

Tidak di sangka di usia pernikahannya yang kesepuluh. Namira harus merasakan pahitnya penghianatan dari sang suami.   Semua berawal dari Alan_suaminya, meminta izin untuk bekerja di luar kota.   "Bun. Bolah gak ayah kerja merantau? ada temen ayah yang ngajak kerja di sana." ucap Alan kala…
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Kembali Menemui pelakor.

Hari yang ditunggu kaum para LDR telah tiba di mana hari ini Alan telah sampai di Jawa tepatnya di rumah orang tuanya. Tadi pria itu sudah memberi kabar Namira.   Hari ini seharusnya menjadi hal yang paling ditunggu namun berbeda dengan Alan dan…

Antara ingin melepas dan mempertahankan.

Semakin hari Alan semakin sering berbohong, semua pria itu lakukan demi menjaga perasaan Namira dia tidak ingin istrinya itu marah atau menambah beban pikiran sang istri.  Begitu pikirnya.   Salahkah jika dia ingin  menjaga perasaan Namira?   Tentu saja!   Jika Namira tahu…

Mengulang kebohongan demi menutupi kesalahan

“Halo assalamualaikum.” sapa Alan  dari seberang sana.   “Waalaikumsalam.” Jawab Namira.   “Bunda lagi apa? Udah tidur ya?” tanya Alan.    Namira menggeleng di balik ponsel.” nggak lagi nyantai aja.” sahut Namira.   Alan mengangguk.” Kirain  dah tidur.”   “Nggak kok. Ayah lagi…

Bekerja sebagai pengalihan pikiran.

Namira menyampaikan pada suaminya tentang apa yang diucapkan oleh guru ngajinya tersebut, Namira menceritakan semua tanpa ada yang ditutupi dengan begitu dia berharap suaminya akan sedikit sadar dan alhamdulillah Alan mengikuti semua saran yang diberikan Namira.   Pria itu sedikit demi sedikit mulai…

Pov Alan.

Alan.   Pria merenung dalam kesendirian malam yang sunyi,dia tidak pernah menyangka bahwa kenakalnya akan nerujung seperti ini.   Berawal dari kerja merantu atas ke inginan sendiri, yang awalnya ingin bekerja jauh agar perekonomian keluarga membaik. Tetapi semua tidak semudah yang di bayangkan…

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

andy.lorenza
Aryati Mudjiono
eli.budianto
dwi.fitriani
9 Chapters

Chapter 1: Pengakuan Alan.

Oleh: Dian Putri
“Bun. Ayah boleh ngomong gak?”    Pertanyaan Alan di sambungan telepon itu membuat Namira heran. Tidak biasanya  suaminya meminta izin dulu ketika bertanya.   “Ngomong aja yah. Ada apa emang?”  Namira rasa ada sesuatu yang tidak beres terdengar dari suara Alan yang sepertinya…
Readmore

Chapter 2: Berada di titik terlelah.

Oleh: Dian Putri
Semalaman penuh Namira tidak dapat tidur dengan nyenyak, wanita itu terngiang-ngiang perkataan Alan sore tadi.    Tidak dipungkiri sikap Namira biasa ketika menghadapi Alan. Bahkan sebelum mereka melakukan panggilan video pun seperti tidak ada yang terjadi.    Setelah merenung, Namira berpikir mungkin apa…
Readmore

Chapter 3: Bisikan misterius.

Oleh: Dian Putri
Jiwa Namira benar-benar terpukul dengan masalah yang sedang dihadapinya. Namira yang tadinya seorang yang periang, senang bersosialisasi dengan tetangga tapi sekarang wanita itu lebih suka diam menyendiri di rumah.    Tidak ada semangat, tidak ada lagi keceriaan di wajah ibu tiga anak itu.…
Readmore

Chapter 4: Merasa janggal.

Oleh: Dian Putri
Hampir saja ponsel yang dipegangnya terjatuh, Namira sampai diam mencerna apa yang barusan dia dengar.   Benarkah?    Ini bukan mimpi? Namira mencubit tangannya sendiri.   Sakit!    Ini nyata. Ini bukan mimpi.    Air mata Namira kembali jatuh, hati yang sudah hancur…
Readmore

Chapter 5: Pov Alan.

Oleh: Dian Putri
Alan.   Pria merenung dalam kesendirian malam yang sunyi,dia tidak pernah menyangka bahwa kenakalnya akan nerujung seperti ini.   Berawal dari kerja merantu atas ke inginan sendiri, yang awalnya ingin bekerja jauh agar perekonomian keluarga membaik. Tetapi semua tidak semudah yang di bayangkan…
Readmore

Chapter 6: Bekerja sebagai pengalihan pikiran.

Oleh: Dian Putri
Namira menyampaikan pada suaminya tentang apa yang diucapkan oleh guru ngajinya tersebut, Namira menceritakan semua tanpa ada yang ditutupi dengan begitu dia berharap suaminya akan sedikit sadar dan alhamdulillah Alan mengikuti semua saran yang diberikan Namira.   Pria itu sedikit demi sedikit mulai…
Readmore

Chapter 7: Mengulang kebohongan demi menutupi kesalahan

Oleh: Dian Putri
“Halo assalamualaikum.” sapa Alan  dari seberang sana.   “Waalaikumsalam.” Jawab Namira.   “Bunda lagi apa? Udah tidur ya?” tanya Alan.    Namira menggeleng di balik ponsel.” nggak lagi nyantai aja.” sahut Namira.   Alan mengangguk.” Kirain  dah tidur.”   “Nggak kok. Ayah lagi…
Readmore

Chapter 8: Antara ingin melepas dan mempertahankan.

Oleh: Dian Putri
Semakin hari Alan semakin sering berbohong, semua pria itu lakukan demi menjaga perasaan Namira dia tidak ingin istrinya itu marah atau menambah beban pikiran sang istri.  Begitu pikirnya.   Salahkah jika dia ingin  menjaga perasaan Namira?   Tentu saja!   Jika Namira tahu…
Readmore

Chapter 9: Kembali Menemui pelakor.

Oleh: Dian Putri
Hari yang ditunggu kaum para LDR telah tiba di mana hari ini Alan telah sampai di Jawa tepatnya di rumah orang tuanya. Tadi pria itu sudah memberi kabar Namira.   Hari ini seharusnya menjadi hal yang paling ditunggu namun berbeda dengan Alan dan…
Readmore
error: Content is protected !!