Pesugihan Sate Gagak

By: Yasmin imaji
206 Readers 9 Chapters 9.9

Mystery

Baskoro menatap uang yang kini terkumpul di wadah anyaman bambu di depannya. Seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, ia mengambil uang itu dengan tangan gemetar. “Ini sungguhan?” gumamnya pelan. Namun, sebelum sempat menikmati kemenangan kecilnya, angin dingin kembali berhembus. Dari balik pepohonan, suara-suara…
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Bab 9. Hidup Bahagia

Beberapa hari berlalu sejak Imas kembali ke sisi Baskoro. Hidupnya kini terasa seperti mimpi yang tak pernah berani ia bayangkan sebelumnya. Dahulu, ia terbiasa dengan kerasnya kehidupan, setiap hari bergelut dengan kekurangan, mengais rezeki di tengah kemiskinan yang membuatnya nyaris kehilangan harapan.   …

Bab 8. Kembalinya Imas

Beberapa waktu berlalu sejak Baskoro mulai merasakan nikmatnya hidup sebagai orang kaya. Rumah kontrakan kecil yang dulunya kumuh kini terlihat lebih terawat. Pagar bambu yang dulu reot telah diganti dengan pagar besi sederhana. Baskoro bahkan membeli sepeda motor baru yang kinu terparkir rapi…

Bab 7. Kaya Mendadak

Dalam perjalanan pulang, langkah Baskoro terasa lebih berat dari sebelumnya. Meski besek penuh uang ada di tangannya, tapi kata-kata Mbah Romo terus bergema di kepalanya. "Jangan pernah berhenti. Jangan pernah mengingkari janji."   Setibanya di rumah, Baskoro segera mengunci pintu, memastikan jika tak…

Bab 6. Ritual

Malam semakin larut, dan hawa dingin terasa menusuk hingga ke tulang. Di tengah kegelapan malam, Baskoro berjalan menyusuri gelap dan sempitnya jalan yang ditumbuhi semak belukar.   “Berhenti!” titah Mbah Romo setelah mereka tiba di tengah-tengah hutan. Tak ada sinar yang menerangi, kecuali…

Bab 5. Gadai Sukmo

Baskoro menahan napas ketika darahnya mengalir dari jari yang baru saja Mbah Romo iris. Darah merah pekat itu menetes masuk ke dalam wadah batu tua, bercampur dengan cairan hitam pekat yang berbau anyir, menyengat hidungnya.   Wadah itu bukan sembarang wadah, terbuat dari…

Comments

Satu pemikiran pada “Pesugihan Sate Gagak”

Tinggalkan komentar

You May Also Like

eli.budianto
dwi.fitriani
9 Chapters

Chapter 1: Bab 1. Awal Penderitaan

Oleh: Yasmin imaji
Suara langkah kaki Baskoro menggema di lorong kantor yang sudah mulai sepi. Karyawan-karyawan lain tampak sibuk berkemas, beberapa lainnya masih berbincang ringan sambil melirik ke arah jam, menunggu waktu pulang tiba.    Baskoro berjalan dengan langkah berat menuju ruang manajer, tempat panggilan yang…
Readmore

Chapter 2: Bab 2. Pertengkaran

Oleh: Yasmin imaji
Malam itu terasa lebih dingin dari biasanya. Rumah kecil di pinggir kota, yang Baskoro sewa dengan segala keterbatasan, kini terasa lebih kosong dari sebelumnya.    Baskoro baru saja pulang. Setiap langkahnya terasa berat ketika menjejak ke lantai yang mulai terasa usang. Tubuhnya gontai,…
Readmore

Chapter 3: Bab 3. Perginya Imas

Oleh: Yasmin imaji
Malam itu, hujan turun deras mengguyur atap rumah kontrakan kecil di pinggiran kota. Baskoro duduk di kursi reyot yang terletak di ruang tamu yang lebih mirip gudang. Pikirannya melayang, kosong, namun penuh beban. Suara rintik hujan yang biasanya menenangkan, kini tak lagi memberi…
Readmore

Chapter 4: Bab 4. Pergi ke Dukun

Oleh: Yasmin imaji
“Pesugihan!” Heru berbisik pelan, seolah takut didengar orang lain.   “Heh, jangan gila kamu, Her!” sergah Baskoro.   “Baskoro, ayolah,” ucap Heru lagi serah menyodorkan gelas minuman pada Baskoro.    Sedang Baskoro sendiri terdiam, melihat air yang bergoyang di dalam gelas itu, sebelum…
Readmore

Chapter 5: Bab 5. Gadai Sukmo

Oleh: Yasmin imaji
Baskoro menahan napas ketika darahnya mengalir dari jari yang baru saja Mbah Romo iris. Darah merah pekat itu menetes masuk ke dalam wadah batu tua, bercampur dengan cairan hitam pekat yang berbau anyir, menyengat hidungnya.   Wadah itu bukan sembarang wadah, terbuat dari…
Readmore

Chapter 6: Bab 6. Ritual

Oleh: Yasmin imaji
Malam semakin larut, dan hawa dingin terasa menusuk hingga ke tulang. Di tengah kegelapan malam, Baskoro berjalan menyusuri gelap dan sempitnya jalan yang ditumbuhi semak belukar.   “Berhenti!” titah Mbah Romo setelah mereka tiba di tengah-tengah hutan. Tak ada sinar yang menerangi, kecuali…
Readmore

Chapter 7: Bab 7. Kaya Mendadak

Oleh: Yasmin imaji
Dalam perjalanan pulang, langkah Baskoro terasa lebih berat dari sebelumnya. Meski besek penuh uang ada di tangannya, tapi kata-kata Mbah Romo terus bergema di kepalanya. "Jangan pernah berhenti. Jangan pernah mengingkari janji."   Setibanya di rumah, Baskoro segera mengunci pintu, memastikan jika tak…
Readmore

Chapter 8: Bab 8. Kembalinya Imas

Oleh: Yasmin imaji
Beberapa waktu berlalu sejak Baskoro mulai merasakan nikmatnya hidup sebagai orang kaya. Rumah kontrakan kecil yang dulunya kumuh kini terlihat lebih terawat. Pagar bambu yang dulu reot telah diganti dengan pagar besi sederhana. Baskoro bahkan membeli sepeda motor baru yang kinu terparkir rapi…
Readmore

Chapter 9: Bab 9. Hidup Bahagia

Oleh: Yasmin imaji
Beberapa hari berlalu sejak Imas kembali ke sisi Baskoro. Hidupnya kini terasa seperti mimpi yang tak pernah berani ia bayangkan sebelumnya. Dahulu, ia terbiasa dengan kerasnya kehidupan, setiap hari bergelut dengan kekurangan, mengais rezeki di tengah kemiskinan yang membuatnya nyaris kehilangan harapan.   …
Readmore
error: Content is protected !!