1001 Kisah

Melepas Luka Cinta Darimu

Penulis : Raraf

 

Sejak dikecewakan oleh Heri, Dila tak ingin kenal lagi dengan cowok. Heri telah berhasil membekaskan luka hati yang mendalam. Dila sangat muak pada pria jahat itu. Ia datang dengan tiba-tiba, lalu pergi dengan tiba-tiba pula. Begitu tega nian Heri menyakiti hati Dila. 

 

Awalnya Dila memang sangat curiga. Tiba-tiba ia meneleponnya pada tengah malam. Itu saja dengan menggunakan nomor pribadi. Ketika ditanya, dia tidak langsung menjawab. Namun, berbelit hingga Dila membuatnya bingung.

 

Setelah disepakati untuk bertemu, terjadilah pertemuan Dila dan Heri. Selang beberapa hari, Heri menghilang begitu saja. Bagi Dila, Heri telah mempermainkan hatinya. Dila sangat murka dengan kelakuan cowok itu. 

 

Sejak saat itu, Dila menutup diri untuk pria yang tak dikenal. Saat masih sama-sama duduk di bangku SMA, diam-diam Dila menyelidiki alasan Heri meninggalkannya. Ia mencoba menghubungi Heri dan menyamar sebagai teman SMP-nya yang bernama Eti. Heri mengaku bahwa dia sudah memiliki pacar yang bernama Isma. Hati Dila semakin remuk redam akan tingkah Heri. Begitu tega Heri mencampakkan Dila. 

 

Sejak kejadian itu, dia tidak mau lagi membawa handphone ke sekolah. Ia lebih suka meninggalkannya di rumah tante.

 

Beberapa tahun kemudian, ganti Dila yang sudah enggan dengan Heri. Namun, Heri yang berusaha menghubunginya, setiap ada panggilan dari Heri, Dila lebih memilih untuk me-reject-nya. Heri tidak putus asa, berbagai cara ia lakukan untuk mengambil kembali hati Dila. 

 

Dila sudah tidak mau kecewa dengan cowok itu. Saat Dila memasuki semester lima, lagi-lagi Heri hadir menghiasi hari-hari Dila. Saat itu Dila sedang banyak tugas. Heri ingin bertamu ke rumah Dila. Akan tetapi, Dila menolaknya. 

 

Lama sudah hubungan keduanya putus. Dila menutup diri untuk tak mengizinkan pacarnya mengisi hatinya. Banyak pria yang mendekatinya. Dila memilih untuk menutup diri. Tiba saatnya Heri menelepon Dila, dan Dila bermaksud menjawab untuk memberikan penegasan, supaya Heri tidak mengganggunya lagi. Akan tetapi, jawaban yang dilontarkan Heri. “Aku bisa menaklukkan hatimu, tapi aku lebih memilih cewek yang tak berkerudung.”

 

Mendengar kata itu, seketika hati Dila makjleb. Dila sangat bersyukur karena dia sudah tidak ada rasa dengan cowok itu. Benar-benar biadab cowok seperti itu. Dila memutar otak dan memberikan jawaban seperti ini untuk membalas ucapan cowok brengsek itu. “Oh, berarti saat ini kamu mendapat karma dari Allah.”

 

Heri menjawab, “karma hanya untuk orang yang bersalah.” Ucapannya seolah dia tidak bersalah. 

 

“Oh, jadi kau masih belum merasa bersalah atas perbuatan yang sudah pernah kau lakukan. Dasar cowok nggak punya perasaan.” Sudah tak hendak Dila berurusan dengan cowok itu, ia memutuskan menutup pembicaraan saat itu juga. 

 

Beberapa tahun berlalu, rasa sakit karena perlakuan Heri, Dila menjadi seorang gadis yang selalu menutup diri untuk cowok. Banyak cowok yang mendekatinya. Namun, ia mempersilakan mereka untuk pergi ke hati cewek yang lain. 

 

Cowok-cowok yang mendekati Dila yaitu, Imran, seorang mahasiswa Universitas Brawijaya Malang. Kemudian Isan, kakak tingkatnya. Pramudia, teman KSR-PMI yang berasal dari kota Nganjuk. Isal, mahasiswa ITN kota Malang yang berasal dari Papua. Ia juga notabene anggota KSR-PMI Malang raya. 

 

Mereka memperebutkan hati Dila. Namun, Dila bersikap biasa-biasa saja. Ia hanya menganggap sekadar teman biasa. Dila lebih suka berteman dan bersaudara dengan siapa pun yang berbaik hati kepadanya. Saat itu juga Heri terus mengejar Dila, dengan cara terus menghubungi gadis cuek itu. 

 

Heri memang pantang menyerah, padahal ia sudah dimaki habis-habisan oleh Dila. Ponsel Dila terus berbunyi, tampak jelas nama Heri calling. Dila me-reject terus, dengan tujuan supaya Heri menstop panggilannya. Akan tetapi, ia terus menelepon. 

 

Karena membuat suasana berisik, akhirnya ia mengangkat dan menegaskan kepada Heri, supaya tidak perlu repot untuk menghubungi, mengirim pesan singkat bahkan meminta pin BBM-nya. 

 

Kekesalan membuat Dila mengganti nomor, agar Heri tak menganggu hidupnya lagi. Begitu jahat dan sadis Heri saat itu. Ia hanya memandang cewek yang tidak menutup aurat baginya surga dunia, Masha Allah. 

 

Usai wisuda, bagi Dila ialah waktu yang tepat untuk healing. Ia memilih Tuban sebagai tempat healingnya. Kota dengan sejuta gua dan merupakan bumi wali merupakan tempat yang paling tepat untuk menenangkan diri serta mendekatkan diri kepada Sang Khaliq.

 

Baru menutup buku kehidupan dari cowok yang bernama Heri, ia dihadapkan lagi dengan beberapa cowok, yang notabene sebagai petugas perpusda Tuban. Ia bernama Bagus Gagak Felani. Kulitnya putih, rambutnya hitam tertata rapi, serta wajahnya yang kalem dan tampan. Kelihatan bahwa ia tertarik kepada Dila yang cantik. 

 

Hari demi hari dilewati Dila. Setiap ia mengunjungi perpustakaan, ia selalu diperhatikan oleh Mas Bagus. Ada saja tingkahnya untuk menaklukkan hati Disa. Mulai dari memberikan kode berupa jari yang dibentuk bulat menyerupai nomor, atau bahkan mengajak ngobrol Dila dengan topik yang dibicarakan oleh rekan kerjanya. 

 

Di saat Dila dikejar oleh Mas Bagus, ada juga seorang petugas penjaga warnet perpus yang diam-diam juga tertarik dengan Dila. Ia bernama Ervin, Postur tubuhnya lebih tinggi dari Mas Bagus. Namun, wajahnya lebih tampan Mas Bagus. 

 

Dila hanya menganggap hubungan mereka sebatas antara petugas dan pengunjung saja, otomatis tidak lebih dari itu. Saat Dila menghabiskan waktu penyembuhan di Tuban, kakak tingkatnya yang bernama Isal, sering memberikan komentar pada status facebook Dila.

 

Dila dibuat capek dengan sikapnya. Begitu pula dengan Imran, tampak jelas nomor ponselnya panggilan tak terjawab ke ponsel Dila. Dila tak habis pikir, banyak cowok berlomba mendapatkan hatinya. Ia tetap mendekatkan diri kepada-Nya, agar segera diberikan petunjuk yang benar-benar menjadi jodohnya. 

Lates Chapters

Cerita Cinta Cendana

  Penulis : Wishper   Sayup isak tangis di keheningan menjelang malam terdengar merana, mengukir pedih di langit yang tengah merah merona. Lembayung baru saja…

Jodohku Dari Facebook

Penulis : Syarmalee97     "Jangan terlalu membenci seseorang. Karena bisa saja rasa bencimu berubah jadi cinta."   Kenalin nama gadis cantik ini Nayara Anandhita,…

Gara-gara Segelas Caramel Machiato

  Penulis : Uslifatunisa    Di sudut ruangan. Tempat yang selalu menjadi favoritnya dengan pesanan yang sama tiap hari, segelas cappucino. Dia selalu mengenakan setelan…

Sehidup Sesyurga

Penulis : Yuyun Ambaryani   Di sebuah restoran seafood di daerah Jimbaran, Bali. Asha dibantu oleh para karyawan restoran mengadakan pesta kejutan kecil untuk Murad,…

You and Me

Penulis : White Lily_   Sore ini, seperti biasa Dara pergi ke salah satu toko buku di pusat dunia dunia di Jakarta.   Cuaca cukup…

Cinta Tak Pandang Rupa

Penulis : Nyonyapap   “Agghhh … apakah kesalahan dan dosa yang pernah aku lakukan, Tuhan? Sampai-sampai aku haruskah kamu hukum seperti ini? Ini sudah kali…
error: Content is protected !!