Dibuang Suami Dinikahi Pria Kaya

Tidak ada malam pertama

Tidak ada malam pertama.

 

Hampir tengah malam, mobil mereka tiba di Apartemen.

 

Arpha segera pergi ke kamarnya setelah memastikan mereka masuk ke dalam Apartemen. Membanting tubuhnya di kasur untuk melepaskan penat. Lelah badan dan pikiran akibat terlalu andil dalam masalah bosnya. Arpha bisa bernafas lega sekarang. Satu masalah sudah selesai Meskipun harus dengan main sandiwara.

 

Tapi ada yang mengganggu pikirannya. Nyonya besar dan Nona Alin sudah tau atau curiga dengan pernikahan mereka?

 

Bagaimana mereka bisa mengetahuinya? Ah, bisa kacau sebelum waktunya!

 

Arpha hanya bisa berharap, Pernikahan mereka akan bisa berubah arah.

 

Tidak lagi dengan status pernikahan kontrak. Dia berharap begitu. Ini akan meringankan pekerjaannya.

 

Alexander sudah mengantar Erina ke depan kamar. Membukakan pintu untuk Erina.

 

“Terimakasih Tuan.”

 

“Tidak masalah. Seharusnya aku yang berterima kasih. Kau sudah banyak membantuku malam ini.”

 

“Ah tidak juga. Aku punya hutang begitu banyak padamu. Sepertinya ini belum terasa lunas.”

 

Kau benar! Hutangmu sangat banyak! Seharusnya kau menggantinya dengan seumur hidupmu. Baru itu bisa lunas!

 

“Tuan…”

 

“Oh, ya. Selamat beristirahat.” Alexander gugup dihadapan Erina.

 

“Iya. Tuan juga beristirahat lah. Tidak ada lagi yang membuatmu khawatir bukan?”

 

“Tentu saja. Aku sudah lega sekarang. Ah baiklah. Aku pergi.” Alexander memutar tubuhnya.

 

Lalu melangkah dengan masih sesekali menoleh ke arah pintu Erina yang sudah tertutup.

 

Di dalam, Erina melepas semua gaunnya. Dia kesusahan tanpa bantuan dari siapapun. Walau akhirnya bisa melepasnya dengan susah payah. Erina terlihat lelah.

 

Selesai mencuci wajah dan bersih bersih yang lain, Erina segera menghempaskan tubuhnya di atas Ranjang. Dia melamun sebentar, menatap langit langit.

 

“Aku tidak pernah bermimpi, akan menikah dua kali dalam hidupku. Lebih tidak pernah membayangkan menjalani pernikahan kontrak hanya demi menebus hutang.”

 

Erina  kembali teringat Bryan, kembali mengumpat Bryan. Namun itu tak bertahan lama. Matanya pelan pelan terpejam dan akhirnya terlelap sudah. Menembus alam mimpi tanpa beban.

 

Lain yang terjadi di kamar Alexander.

 

Pria itu kelimpungan. Menatap sedih Ranjang besar miliknya. Tanpa adanya Bunga atau tanda tanda jika ini adalah kamar sang pengantin baru seperti yang dikatakan pada ibunya tadi.

 

Dia baru saja menikah, tapi kenapa tidak ada perubahan? Tidur masih sendiri.

 

Mana malam pertama yang ia impikan dulu? Mana masa bulan madu yang katanya indah?

 

Ah! Alex  hanya bisa menjerit dalam hati. Via  keparat!

 

“Erina.” Bibir yang tadi memaki itu kini tersenyum senyum sendiri.

 

Lalu tiba tiba wajahnya memerah tak jelas.

 

“Masa iya aku jatuh cinta pada wanita itu sih? Murahan amat aku? Baru mengenalnya. Mana dia sudah pernah menikah.”

 

“Tapi, bukankah wajar aku jatuh cinta padanya. Dia sangat manis dan cantik. Begitu anggun dan lembut. Mama dan Shela, bahkan Arpha saja sepertinya langsung menaruh hati padanya.”

 

“Apa aku juga begitu?”

 

Alexander  masih membolak balikkan tubuhnya. Tampak begitu resah. ‘Apa Erina  sudah tidur ya?’ Dia ingin mengintip.

 

‘Murahan Sekali aku!’ kembali mengurungkan niatnya.

 

Lalu mau tidak mau, memaksakan diri untuk terpejam.

 

Pagi sudah menyisih jauh, Matahari sudah terlihat lebih tinggi.

 

Arpha sudah tidak ada di tempatnya. Ke kantor tanpa membangunkan Alex. Sengaja.

 

Arpha Sekretaris yang pengertian, ingin membiarkan masa masa bulan madu Tuannya agar tidak terganggu pekerjaan kantor yang menumpuk. Haha… Bulan Madu?

 

Arpha terkekeh. Bukan,bukan itu sebenarnya. Lebih kepada membiarkan Tuannya beristirahat dahulu, dan… siapa tau bisa lebih dekat dengan Erina.

 

Alex  mulai terlihat bergerak, hidungnya mencium sesuatu yang membuat perutnya berbunyi.

 

Netranya memicing sebelah untuk mengintip.

 

Kepulan asap terlihat berasal dari meja yang tak jauh dari Ranjangnya. Alex melongok untuk memastikan.

 

Wah! Segelas susu hangat dan Sandwich sudah berada disana.

 

Alexander kini menarik tubuhnya untuk duduk.

 

“Siapa yang menyiapkan ini? Apa mungkin Arpha?” Baru saja hendak menjajakkan kakinya di lantai. Pintu kamar mandi terbuka. Seorang wanita cantik alami tanpa makeup tersenyum ke arahnya.

 

“Tuan Alex.. Kau sudah bangun?”

 

Alexander  masih terpana, setengah sadar atau tidak dia hanya mengangguk.

 

“Aku sudah menyiapkan air hangat untuk Tuan mandi. Silahkan.”

 

Alexander  mulai tersadar, jika wanita itu adalah Erina. Istrinya bukan? Wanita yang baru dia nikahi semalam!

 

“Dan sarapan Anda di atas meja. Kalau begitu Aku permisi.” Erina melangkah dahulu mengambil pakaian kotor Alexander dan bergegas keluar.

 

“Erina.” Alexander memanggil membuat Erina menghentikan langkahnya dan menoleh.

 

“Iya Tuan. Apa ada pekerjaan lain?”

 

Hah? Apa ada pekerjaan lain katamu? Aku ini suamimu. Harusnya kamu menemaniku sarapan. Bukan malah meninggalkan aku!

 

“Tuan.”

 

“Eh, tidak. Emm.. Dimana Arpha?” Lah.. pertanyaan Alexander menyimpang dengan apa yang baru saja di otaknya tadi.

 

“Tuan Arpha sudah pergi ke kantor. Dia hanya berpesan agar Tuan Alex beristirahat saja. Dan berpesan agar aku menjaga anda.” Jawab Erina.

 

Itu? Cerdas Sekali Arpha. Dia menyuruhmu menjaga ku Erina! Maka kemarilah dan sarapan bersamaku.

 

Ingin sekali Alexander mengatakan itu. Tapi lidahnya kelu. Lagi lagi hanya mengangguk, memandangi pintu yang telah ditutup oleh Erina.

 

Alexnder  mendengus, kemudian melangkah ke kamar mandi.

 

Di Rumah Utama.

 

Mama menghampiri Alin dengan pakaian rapi dan menjinjing tas tangan.

 

“Mama mau kemana?” Tanya Alin.

 

“Antar Mama ke Apartemen Alex.” Jawab Mama.

 

“Mama kangen sama menantu Mama itu ya?” Goda Alin.

 

“Mama ingin menyelidikinya. Apakah mereka itu benar benar saling mencintai atau informasi yang kita dapat itu benar adanya. Jika mereka hanya kawin kontrak. Ayolah Lin. Bukankah kau juga penasaran dengan Erina. Kita harus menyelidiki siapa Erina sebelum Alex  kembali terjebak dalam cinta yang tidak bermutu.” Oleh Mama.

 

Alin pun setuju. Dengan semangat dia pun bergegas mengikuti langkah kaki Mamanya ke mobil.

 

“Nanti disana kita jangan baik baik sama wanita itu Mam.” Ucap Alin.

 

“Ya. Kita akan sedikit memberikan pelajaran agar wanitaitu benar adanya. Jika mereka hanya kawin kontrak. Ayolah Alin. Bukankah kau juga penasaran dengan Erina. Kita harus menyelidiki siapa Erina sebelum Alex kembali terjebak dalam cinta yang tidak bermutu.” Oleh Mama.

 

Alin pun setuju. Dengan semangat dia pun bergegas mengikuti langkah kaki Mamanya ke mobil.

 

“Nanti disana kita jangan baik baik sama wanita itu Mam.” Ucap Alin.

 

“Ya. Kita akan sedikit memberikan pelajaran agar wanita itu tau jika keluarga Alexander tidak bisa diremehkan.” Jawab Mama.

 

“Bagus!”

 

Hari sudah beranjak menjelang sore.

 

Erina sibuk di dapur untuk memasak dengan bahan bahan yang ia dapat dari seorang pelayan yang sudah mengantarnya. Itu pasti atas suruhan Arpha. Erina berniat membuat makan malam untuk Alexander. dirinya dan sekaligus untuk Arpha.

 

Erina asyik memasak sampai tak sadar memasak begitu banyak.

 

Sekarang dia memandangi meja yang sudah penuh dengan masakannya.

 

“Siapa yang mau memakannya?” Erina berpikir demikian sambil menggaruk kepalanya sendiri.

 

Alexander  juga belum tentu mau menyentuh masakannya.

 

Ah, tidak masalah. Jika tidak termakan boleh di bungkus untuk dibagikan kepada para pemulung. Itu pikiran Erina.

 

Sekarang dia melangkah ke kamar Alexander untuk mencoba menawarkan masakannya.

 

Baru saja melangkah, Erina menoleh ke arah tangga saat mendengar derap langkah kaki.

 

“Mama! Kak Alin!” Melihat dua wanita itu sudah berjalan ke arahnya, Erina langsung berlari menyambut.

 

Erina segera menyambut tangan mereka dan menciumnya secara bergantian. Mama tersenyum hangat sementara Alin membuang muka.

 

“Kenapa tidak bilang dahulu jika akan kemari?” Tanya Erina.

 

“Bagaimana mau bilang? Nomor Alex tidak aktif. Nomor mu , mana kami punya!” Sahut Alinketus.

 

Baru saja Erina ingin mempersilahkan mereka, Mama sudah menoleh ke arah meja. Hidungnya langsung mencium bau wangi makanan. Mama segera kesana diikuti Alin dan Erina juga mengikuti Mereka.

 

“Makanan sebanyak ini. Siapa yang buat?” Tanya Mama. Langsung menyendok salah satunya dan mencicipi.

 

“Saya Ma.”

 

Mama langsung terbelalak. “Kamu..Kamu sendiri yang memasak ini semua sendiri?”

 

“Iya. Apa enak Ma?”

 

Mama menyenggol Pinggang Alin. “Ku harus mencicipinya. Masakan wanita ini benar benar nikmat.” Bisik Mama.

 

“Masak sih.” Alin belum percaya, lalu ragu ragu untuk menciduk.

 

Matanya seketika membulat sempurna. Tapi dia belum berkomentar dan menciduk masakan yang lain untuk memastikan.

 

“Wah! Makanan Mama lewat!

Lates Chapters

Melahirkan( happy ending)

Hampir seperempat jam, akhirnya mobil Alex tiba di klinik. Alex  memarkirkan mobilnya. Alex  keluar, lalu memanggil suster untuk membantu Erina. Dua orang suster mengikuti Alex …

Erina kontraksi.

Erina menunggu Alex di dalam mobil. Erina  sudah tidak sabar untuk menyantap belalang goreng. Air liurnya sudah ingin menetes membayangkan betapa renyahnya belalang berpadu gurih,…

Perkara belalang goreng.

Hoam. Erina menutup mulutnya. Saat ini Erina  baru saja bagun tidur siang, Erina tersenyum pertama kali ketika membuka mata pemandangan indah ada di hadapannya. Bagaimana…

Mengunjungi Via.

Lubis  memperhatikan gambar yang di tunjuk Alika, raut wajahnya seketika berubah. Lubis memperhatikan foto USG yang ada di tangannya. Mata berbinar memancarkan kebahagian. "Alika! Apa…

Lubis meminta maaf.

Dokter Lidia tersenyum, lalu pandangannya mengarah ke layar. "Sepertinya Dede bayi masih malu malu, tuh liat di sembunyikan." ucap Dokter Lidia terkikik pelan. Posisi bayi…

Periksa kandungan.

Pemberitaan pagi ini di penuhi pemberitaan tentang klarifikasi Alex kemarin malam. Berbagai judul yang muncul membuat Alex  geleng geleng kepala. ‘Klarifikasi mantan tunangan via terkait…

Klarivikasi Alex.

Alex  mulai kesal, para wartawan tidak ada satupun yang pergi, mereka masih menunggu Alex. "Jo. Kita pulang sekarang, jika menunggu mereka mau sampai kapan?" Alex.mulai…

Viral.

Pagi ini dihebohkan dengan berita Viral seorang model hamil di luar nikah. Bahkan vidionya sudah tersebar di berbagai aplikasi di medsos. Berita di TV pagi…

Hancurnya Via.

Via masih saja mengelak tidak mau mengakui kebenarannya. Lubis mulai jengah. Lalu Alika yang sedari diam, mulai berbicara. "Lebih baik sekarang kita cek ke Dokter,…

Kabar kehamilan Via.

Kamu itu kenapa Vi? ko muntah muntah gini kaya orang hamil aja." Tanya Alika  Istri Lubis.Alika membantu Vanya memijat tengkuknya. Tadi selepas Via berlari ke…

Air mata bahagia.

Begitu sampai di rumah sakit Alex langsung membawa Erin ke IGD. "Sus. Tolong istri saya!" Teriak Alex  memanggil Suster jaga. Suster yang mendengar pun langsung…

Trauma Erina.

Erina  begitu bahagia berada dalam keluarga Alexander, mempunyai Mertua yang baik, Kakak Ipar  juga baik. Itu idaman semua wanita di seluruh penjuru dunia. Tidak terbayangkan…

Berita mengejutkan.

Terserah kamu sayang, kalau memang kamu suka ambil aja." "Mas! Ini cantik banget." Erina  menunjukan aksesoris Hp yang berpasangan, Asesoris itu berupa casing kapel, yang…

Hari terakhir bulan madu.

Mas. Ayo bangun!’’ Erina  mengguncang tubuh suaminya yang masih bergulung di bawah selimut. Perlahan Alex membuka matanya, ‘’ Mau kemana Yank? Ko udah cantik.’ Tanya…

Bulan madu yang tertunda.

ini Erina dan juga Alex  sedang duduk di balkon kamar, menikmati indahnya malam sambil bercengkrama. Mereka bercerita hal apa saja yang membuat mereka tertawa, bahkan…

POV Via.

Pov Via. Malam ini Via menghabiskan malam panas nya bersama dengan David. Awal pertemuan mereka sungguh di luar dugaan. Via yang sedang galau karena Alex…

Siapa dalang di balik semua ini?

Keesokan hari saat Alex ingin berangkat kerja, seorang perawat masuk dalam ruang rawat Erina. "Permisi Tuan, Maaf. Anda diminta keruangan Dokter Nando sekarang." Ucap Perawat…

Penyusup.

Siapa Dia? Di rumah sakit Mama sangat telaten mengurusi Arumi walaupun Mama sendiri terlihat masih sangat lemas tapi Mama lebih mementingkan menantu kesayangannya dibanding dirinya…

Keguguran.

Dengan langkah gontai Alex keluar dari ruangan dokter, hatinya begitu hancur sekarang rasa bersalah dan menyesal menyelimuti hatinya. Andai saja! andai saja waktu bisa diputar…

Penyelamatan part1

Sam sudah mengatur strategi agar dia bisa dengan leluasa masuk dan mengecek setiap ruangan yang ada di gedung tersebut. Dengan sengaja Sam melempar batu ke…
error: Content is protected !!