Table of Contents
- Chapter 1: Bab 1. Berita Kehamilan
- Chapter 2: Bab 2. Pernikahan
- Chapter 3: Bab 3. Kehadiran Syifa
- Chapter 4: Bab 4. Perlakuan Keluarga Rudi
- Chapter 5: Bab 5. Kecurigaan
- Chapter 6: Bab 6. Bekas Luka
- Chapter 7: Bab 7. Dendam
- Chapter 8: Bab 8. Ide Jahat
- Chapter 9: Bab 9. Kecurigaan Ningrum
- Chapter 10: Bab 10. Kemarahan Rudi
Lates Chapters
Bab 10. Kemarahan Rudi
Sesampainya di rumah sakit Rudi dan Syifa langsung menuju ke ruangan dokter. Dokter yang memeriksa Syifa menyarankan untuk melakukan USG untuk mengetahui kesehatan dan posisi sang janin. Rudi yang mendengar penjelasan sang dokter langsung memberikan izin kepada sang dokter untuk melakukan USG kepada…
Bab 9. Kecurigaan Ningrum
“Permisi Mbak," ucap seorang pelayan dengan memberikan segelas air putih ke meja Syifa. "Ini buat saya?" tanya Syifa bingung karena dia tidak merasa memesan apapun dari pelayan tersebut. "Iya Mbak, ini di pesan oleh Ibu yang ada disana," jawab…
Bab 8. Ide Jahat
Disaat semua orang sudah tertidur dengan lelap Rudi pun langsung berjalan ke arah paviliun untuk melihat kondisi Syifa. Sebenarnya ada rasa kasihan dan khawatir akan keadaan Syifa. Namun, dia tidak mampu melakukan apapun karena dia tahu jika orang tuanya mengetahui masalah kehamilan Syifa…
Bab 7. Dendam
“Kamu tidak bisu kan, cepat katakan kenapa bisa ada luka memar di tanganmu!" tanya Rudi sambil berteriak hingga membuat Syifa ketakutan. "Baik, aku tahu siapa pelaku dari luka yang ada di tanganmu itu, sekarang kamu ikut aku," ucap Rudi sambil…
Bab 6. Bekas Luka
Ningrum yang dibantu kedua putrinya mulai menyeret Syifa menuju ke kamar mandi yang berada di pojok kamar. Ningrum yang sudah diliputi kebencian terhadap Syifa mulai menyiramkan air ke Syifa dengan kasar. Tangisan dan teriakan Syifa pun tak di pedulikannya. …
Comments
You May Also Like
10 Chapters
Chapter 1: Bab 1. Berita Kehamilan
“Mas … aku hamil,” ucap Syifa kepada laki-laki yang duduk di sampingnya sambil memberikan alat tes kehamilan kepada Rudi. “Hah!hamil,” jawab Rudi sambil terlihat kaget. “Iya, aku hamil anakmu Mas," jawab Syifa sambil meyakinkan Rudi. …
ReadmoreChapter 2: Bab 2. Pernikahan
“Syifa hanya masuk angin biasa Bu, sebentar lagi juga sembuh," jawab Syifa sambil berbaring di tempat tidur. "Kamu yakin … besok Ibu antar ke puskesmas ya," ajak ibu sambil membelai rambut Syifa dengan lembut. "Tidak…
ReadmoreChapter 3: Bab 3. Kehadiran Syifa
“Karena saya masih ingin mengembangkan karir dan usaha keluarga, jadi saya tidak mau pernikahan ini diketahui banyak orang sehingga menghancurkan apa yang sudah saya capai saat ini," jawab Rudi sambil bersandar di sofa. "Baik kami ikuti apa yang…
ReadmoreChapter 4: Bab 4. Perlakuan Keluarga Rudi
“Kenalkan ini Syifa, dia adalah salah satu warga di Desa Ronggo Lawuh," jawab Rudi sambil memperkenalkan Syifa kepada Bu Ningrum. "Assalammualaikum Tante," sapa Syifa sambil tersenyum ke arah Ningrum. "Lalu kenapa kamu bawa…
ReadmoreChapter 5: Bab 5. Kecurigaan
“Ada … hanya saja kondisi mereka yang serba kekurangan membuat Rudi berinisiatif untuk membawa Syifa kerja di rumah ini," jawab Rudi kepada sang ayah. “Kasihan juga gadis itu,” jawab sang ayah sambil melihat ke…
ReadmoreChapter 6: Bab 6. Bekas Luka
Ningrum yang dibantu kedua putrinya mulai menyeret Syifa menuju ke kamar mandi yang berada di pojok kamar. Ningrum yang sudah diliputi kebencian terhadap Syifa mulai menyiramkan air ke Syifa dengan kasar. Tangisan dan teriakan Syifa pun tak di pedulikannya. …
ReadmoreChapter 7: Bab 7. Dendam
“Kamu tidak bisu kan, cepat katakan kenapa bisa ada luka memar di tanganmu!" tanya Rudi sambil berteriak hingga membuat Syifa ketakutan. "Baik, aku tahu siapa pelaku dari luka yang ada di tanganmu itu, sekarang kamu ikut aku," ucap Rudi sambil…
ReadmoreChapter 8: Bab 8. Ide Jahat
Disaat semua orang sudah tertidur dengan lelap Rudi pun langsung berjalan ke arah paviliun untuk melihat kondisi Syifa. Sebenarnya ada rasa kasihan dan khawatir akan keadaan Syifa. Namun, dia tidak mampu melakukan apapun karena dia tahu jika orang tuanya mengetahui masalah kehamilan Syifa…
ReadmoreChapter 9: Bab 9. Kecurigaan Ningrum
“Permisi Mbak," ucap seorang pelayan dengan memberikan segelas air putih ke meja Syifa. "Ini buat saya?" tanya Syifa bingung karena dia tidak merasa memesan apapun dari pelayan tersebut. "Iya Mbak, ini di pesan oleh Ibu yang ada disana," jawab…
ReadmoreChapter 10: Bab 10. Kemarahan Rudi
Sesampainya di rumah sakit Rudi dan Syifa langsung menuju ke ruangan dokter. Dokter yang memeriksa Syifa menyarankan untuk melakukan USG untuk mengetahui kesehatan dan posisi sang janin. Rudi yang mendengar penjelasan sang dokter langsung memberikan izin kepada sang dokter untuk melakukan USG kepada…
Readmore





