Table of Contents
Lates Chapters
Syarat Mimi
Mimi, dengan air mata yang berlinang, terduduk lemas di kursi ruang tamu. Wajahnya pucat pasi, matanya sembab, dan tubuhnya bergetar menahan rasa malu dan kecewa. Di hadapannya, Andra, sang suami, berdiri dengan tatapan dingin dan penuh amarah. Baru saja, kebohongan Mimi tentang penyakitnya…
Mimi Berulah
Di tengah perjuangan Kiara dan Andra untuk mendapatkan keadilan, Mimi kembali membuat drama. Dia berpura-pura sakitnya kambuh dan kanker yang dideritanya bertambah parah. Dia ingin menarik perhatian Andra dan membuat Kiara cemburu. Mimi dirawat di rumah sakit dengan pengawasan ketat. Andra, yang masih…
Bertemu Andra
Kiara menelan ludah dengan gugup saat Bima, majikannya, menatapnya dengan tatapan penuh nafsu. Bima terkenal di kalangan sosialita sebagai pengusaha muda yang tampan dan kaya raya. Namun, di balik topengnya yang menawan, Bima menyimpan kelainan yang kelam. Dia suka menjebak wanita muda dan…
Jerat Majikan
Kiara terdiam mendengar teriakan Nyonya Laras. Rasa penasarannya semakin memuncak. Apa rahasia yang disembunyikan Nyonya Laras tentang Bima? Keesokan harinya, ibu kos tempat Kiara tinggal, menghampirinya dengan senyum penuh arti. "Kiara, ada kabar baik untukmu!" ucapnya antusias. "Salah satu teman lamaku sedang mencari…
Kenyataan
Air mata Kiara membasahi pipi Andra. Dalam pelukan sang suami, dia merasakan kehangatan dan kasih sayang yang selama ini dia rindukan. Bayangan Alex dan keraguannya perlahan memudar, digantikan oleh rasa cinta dan kepercayaan. "Aku senang kamu kembali," bisik Kiara. "Aku tidak ingin kehilanganmu…
Comments
Satu pemikiran pada “Hasrat Istri Ketiga”
Tinggalkan komentar
You May Also Like
20 Chapters
Chapter 1: Rahasia Tersembunyi
“Kiara, nanti jangan lupa bawakan aku handuk ke kamar mandi. Oh ya, kamu boleh ikut mandi sekalian,” bisik Andra tepat di telinga Kiara. Membuat gadis itu geli tertahan. “Tidak berani.” Kiara beringsut menjauh. “Kamu bisa nurut nggak? Kamu akan memohon dan meminta itu…
ReadmoreChapter 2: Menyerah
Dengan napas memburu Kiara menatap kedua pasangan susmi istri tanpa rasa takut. Seakan hilang rasa hormat terhadap majikan yang sebentar lagi berubah statusnya. Sumpah demi apapun Kiara tidak ingin melakukan hal yang tidak disukai sekarang ini. “Percayalah, kamu tidak akan mendapatkan apa-apa dari…
ReadmoreChapter 3: Siksaan Gairah
Entah magnet apa yang membuat Kiara terjatuh ke dalam pelukan Andra. Awalnya hanya ingin beristirahat dengan tenang. Saat ini tumpah air matanya karena mengingat nasib buruk yang menanti di depannya. “Sin i, m enangislah sepuas hati mu . Aku akan menjagamu. Sebentar lagi…
ReadmoreChapter 4: Ancaman
Tidak ada yang berani menyela ucapan Mimi, bahkan Andra hanya mencium tangan istri pertamanya itu dengan lembut di hadapan Kiara. Mimi dengan napas terlihat memburu menatap madunya dengan tatapan tajam. “Ingat Kiara! Posisi kamu hanya orang yang melahirkan anak aku dan Mas Andra.…
ReadmoreChapter 5: Bertemu Teman Lama
Ferdi, cowok yang digandrungi oleh semua cewek satu sekolah saat itu, termasuk dirinya. Dari mana dia berhasil mendapatkan nomer ponsel Kiara. Mereka bahkan tidak pernah bicara lewat telpon sekalipun setelah mereka lulus sekolah. “Ferdi? Alumni SMA Taruna Bangsa?” tanya Kiara memastikan. “Bener, lo…
ReadmoreChapter 6: Terjebak
Ferdi, cowok yang digandrungi oleh semua cewek satu sekolah saat itu, termasuk dirinya. Dari mana dia mendapatkan nomer ponsel Kiara. Mereka bahkan tidak pernah bicara lewat telpon sekalipun. “Ferdi, alumni SMA Taruna Bangsa?” tanya Kiara memastikan. “Bener, lo jahat banget udah lupa ama…
ReadmoreChapter 7: Muslihat
Tubuh Kiara yang kecil dipapah Ferdi masuk ke dalam mobilnya. Semua orang yang ada di dalam kafe, tidak memperdulikan semua kejadian itu, hanya memandang sekilas. Demikian juga dengan pelayan kafe. Mereka sudah pernah menjadi pelanggan kafe tersebut, hanya bertanya seperlunya. Ferdi dengan mudah…
ReadmoreChapter 8: Pertemuan Kedua
Seperti biasanya, Kiara setiap pagi melakukan pekerjaan dengan menyiapkan makanan setiap pagi. Hari ini wajah Andra terlihat kusut akibat kurang tidur memikirkan Kiara yang sekarang berada di depannya. Sedangkan Mimi, sudah menyiapkan suatu kejutan untuk madunya itu. Bibir merahnya merekah mengejek tanpa sepengetahuan…
ReadmoreChapter 9: Siasat Ferdi
Andra melajukan mobil menuju kantor dengan hawa panas ingin meledak, melihat istri mudanya Bersama dengan seorang laki-laki yang mengantarnya. Di dalam kantor Mimi sudah menunggunya dengan senyum merekah memberikan sambutan selamat datang kepada suaminya. Melihat Mimi di dalam ruangan rasa panas mulai surut.…
ReadmoreChapter 10: Tertipu
Masih dalam kondisi tidak sadar, tubuh Kiara sudah berada di dalam pelukan Ferdi. Cowok tampan mantan idola sekolah itu, mulai menyentuh bagian tubuh Kiara yang masih tertutup dengan pakaian lengkap. Senyum Ferdi merekah mulai mengambil ponsel dan mengabadikan foto mereka berdua dengan mendekatkan…
ReadmoreChapter 11: Amarah Mimi
Sementara di Rumah Sakit, Mimi sedang tertawa bahagia melihat foto-foto yang dikirimkan oleh Ferdi. Dia sedang memeriksakan diri, karena pada saat turun dari kantor, tiba-tiba tubuhnya merasakan lemas. Dengan diantar sopir, Mimi ke Rumah Sakit tanpa memberitahukan kepada Andra. Maksud hati ingin menghindar…
ReadmoreChapter 12: Pertengkaran
Raut wajah Mimi yang merah membuat kedua orang yang berada di depannya termangu dan bengong. Andra segera melerai dengan menarik tangan Mimi dari rambut Kiara. Sedangkan Kiara hanya meringis menahan sakit. Suasana menjadi bertambah panas saat Mimi berteriak menyumpahi Kiara dengan kata-kata kotor. …
ReadmoreChapter 13: Siasat Licik
Sementara di dalam kamar, Kiara yang berpura-pura tertidur langsung bangun dan berjalan ke dalam kamar mandi. Tubuhnya yang lengket karena keringat sama sekali belum dia bersihkan. Hasrat yang ada di dalam tubuh gadis itu kembali bergolak belum tuntas setelah kepergian Andra dan Mimi…
ReadmoreChapter 14: Penculikan
Di rumah Andra saat ini sedang sepi. Andra yang pulang bersama dengan Mimi dinihari, masih tergolek di atas ranjang dalam posisi berpelukan. Suara alarm yang berkali-kali berbunyi tidak mereka perdulikan. Suara gedoran di pintu membuat pria yang masih mengenakan pakaian casual itu terbangun.…
ReadmoreChapter 15: Ponsel Mimi
Mobil segera meluncur dengan cepat ke pinggiran kota Jakarta. Perjalanan selama dua jam, menuju kota Alam sutera. Tujuannya ke rumah tua ber cat hijau milik kedua orang tua Ferdi. Rumah itu sudah lama kosong karena kedua orang tua Ferdi sudah meninggal akibat kecelakaan.…
ReadmoreChapter 16: Rahasia Mimi
Semua pelayan nampak ketakutan melihat Tuan mereka terlihat tegang dengan sorot mata tajam. Tidak pernah Andra bersikap seperti itu, meski Nyonya mereka marah sekalipun. Pelayan yang tadi melihat Kiara keluar. “Siapa yang terakhir melihat Kiara?” tanya Andra dengan nada bergetar menahan amarah menatap…
ReadmoreChapter 17: Terkuak
Belum positif sepenuhnya dengan penyakit tersebut tapi mengingat hasrat Andra yang tinggi, Mimi takut dan akhirnya mengambil inisiatif untuk menikahkan Andra dengan wanita lain. Hal ini yang disesali Mimi, akhir-akhir ini. Meraih ponsel yang ada di meja, Mimi segera mengetik pesan kepada Ferdi.…
ReadmoreChapter 18: Kejutan
“Aku akan memecat Kiara sekarang juga!” ucap Andra dengan tegas, sedangkan Mimi menarik tangan suaminya untuk tidak terpancing emosi. “Tuan Andra terhormat. Apalah arti kekayaan kalian jika tidak punya keturunan. Kalian bisa menjadikan Kiara bank pencetak anak. Aku tahu, kalau istri yang setia…
ReadmoreChapter 19: Tekanan Andra
“Tidak, Kiara udah ikhlas dari awal. Menerima pernikahan untuk manebus hutang orang tuaku. Mungkin sudah nasib harus kujalani semua ini. Kedua orang tuaku saja sudah tega, pastilah mereka berpikir aku kuat menerima takdir ini.” “Mengapa kamu terlihat dewasa sekali, Kiara. Bukannya dulu kamu…
ReadmoreChapter 20: Salah Paham
Bergegas Andra bangkit dari ranjang, berdiri merapikan pakaiannya. Dia manatap Kiara yang masih terbaring dan tertutup oleh selimut. Tatap mata yang awalnya teduh karena berhasil memiliki gadis itu secara utuh, kini berubah tajam. Tangan pria yang berkepala 3 menyugar rambut dengan kesal. “Aku…
Readmore






silakan tinggalkan jejak