Table of Contents
Lates Chapters
Part 30
Iparku Suka Numpang Makan Part 30 Keputusan Kak Doni. Selama beberapa hari ini mas Zahdan benar-benar bersikap masa bodoh dengan kak Lily. Walaupun sebenarnya kak Lily selalu saja berusaha untuk meminta bantuan mas Zahdan untuk berbicara pada kak Doni agar tak…
Part 29
Iparku Suka Numpang Makan Part 29 Selesaikan Sendiri Masalah Kakak. Pagi ini seperti biasa aku menyiapkan sarapan untuk mas Zahdan sebelum berangkat kerja. Selama ada kak Doni, kedua anak kak Lily tidak pernah datang ke rumahku untuk sarapan bersama, aku belum…
Part 28
Iparku Suka Numpang Makan Part 28 Memberi Waktu. Akhirnya kami pulang dari acara makan malam kami, makan malam yang sepertinya tidak bisa dinikmati oleh mas Zahdan. Selama makan malam berlangsung, mas Zahdan tak henti-hentinya menatap layar handphone dan menarikan jari jemarinya…
Part 27
Iparku Suka Numpang Makan Part 27 Makan Malam. “Zahdan tolong kau menjadi saksi bagi kak Doni, dan bersikap bijaklah dalam masalah kakak.” Ujar kak Doni sebelum pergi meninggalkan rumah kami dan kami pun hanya menatap punggung kak Doni sampai menghilang dalam diam.…
Part 26
Iparku Suka Numpang makan Part 26 Saksi. “Ayo Kak kalau mau lihat.” Ajak mas Zahdan pada kak Doni. Baiklah aku tidak tahu apa yang sebenarnya ada didalam hati kak Doni, untuk sementara ini lebih baik aku berpikiran positif saja dengan kak…
Comments
You May Also Like
20 Chapters
Chapter 1: Part 1
Iparku Suka Numpang Makan. Part 1 Awal Bulan. “Zeta, udah Mateng belum masakannya? Anakku udah lapar nih?!” Suara lantang dari Kak Lily menggema sampai arah dapur di mana aku sedang menata makanan di meja makan. “Eh kakak, masuk saja Kak, kayaknya…
ReadmoreChapter 2: Part 2
Iparku SukaNumpang Makan Part 2 Rumah. “Zeta, Zeta kamu lagi di mana sih, cepetan keluar!” Teriak Kak Lily di depan pagar rumahku sambil berjalan mondar mandir dengan mata tetap mengawasi kedalam rumah. Benar saja bukan, baru saja Aku selesai mencuci…
ReadmoreChapter 3: Part 3
Iparku Suka Numpang Makan Part 3 Kok Tahu. Selesai mencuci pakaian, Aku langsung menjemurnya di belakang rumah. Rumahku ini didesain oleh Ayahku jadi Ayah sengaja membuat halaman belakang rumah yang dikhususkan untuk mencuci dan menjemur pakaian, masih ada sedikit lahan yang…
ReadmoreChapter 4: Part 4
Iparku Suka Numpang Makan Part 4 Telor. Setelah selesai Aku dan Ibu berbelanja. Aku dan Ibu segera masuk kerumah Ibu, Aku langsung menuju ke dapur berniat memotongi sayuran yang akan kami olah, sedangkan Ibu dicegat oleh Bapak di ruang tamu tadi,…
ReadmoreChapter 5: Part 5
Iparku Suka Numpang Makan Part 5 Kredit. Saat akan melewati rumah Kak Lily, dari kejauhan sudah ku tajamkan penglihatanku, Aku berencana jika ada Kak Lily depan rumahnya lagi akan ku kebut sepeda motorku ini. Ternyata depan rumahnya lagi ada tukang kredit…
ReadmoreChapter 6: Part 6
Iparku Suka Numpang Makan Part 6 Penasaran. Akhirnya karedok dengan tempe goreng dan tahu bacem pun selesai disajikan di meja makan. Aku, ibu dan ayah bersiap untuk menikmati hidangan makan siang, tak lama terdengar suara dua anak kecil dari depan pintu…
ReadmoreChapter 7: Part 7
Iparku Suka Numpang Makan Part 7 Motor. Hah, tak seorangpun punya hutang budi pada Kak Lily, dan kata Kak Nur lebih baik aku bertanya saja pada Ibu. ___ Sebenarnya aku ingin sekali bertanya langsung pada Kak Nur karena aku bingung jika…
ReadmoreChapter 8: Part 8
Iparku Suka Numpang Makan Part 8 Hutang Budi Apa Mas? Aku terbangun ketika mendengar suara adzan ashar, ah segar sekali rasanya setelah bangun tidur. Aku lantas berjalan ke arah kamar mandi mengambil wudhu untuk menjalankan sholat ashar. Setiap sore memang…
ReadmoreChapter 9: Part 9
Iparku Suka Numpang Makan Part 9 Dokter Anak. “Sebenarnya dulu itu aku pernah ingin masuk Sekolah Menengah Pertama terfavorit di daerahku, dulu kami belum tinggal di sini, kau tahu kenapa aku ingin sekolah disana?” Tanya suamiku sambil menatap dalam ke arahku.…
ReadmoreChapter 10: Part 10
Iparku Suka Numpang Makan Part 10 Bu, Apa Benar Seperti Itu? “Zeta, kamu sengaja ya cuma masak nasi goreng saja untuk sarapan, biar aku tidak bisa makan, begitu, hah?!” Kak Lily langsung saja menghujaniku pertanyaan saat aku balik lagi ke belakang…
ReadmoreChapter 11: Part 11
Iparku Suka Numpang Makan Part 11 Tidak Lulus. “Baiklah Ibu akan ceritakan padamu, sebenarnya Lily itu.” “Iya Bu, ada apa Bu, benar ya kalau Kak Lily jadi batal kuliah kedokterannya?” Aku semakin bimbang jika ternyata benar, berarti bisa jadi seumur…
ReadmoreChapter 12: Part 12
Iparku Suka Numpang Makan Part 12 Aku Tidak Suka. Akhirnya kami pun tiba di warung Bude Aminah, warung ini selalu ramai dengan pembeli, membuat Bude Aminah tidak bisa sendiri melayani pembeli. Bagaimana tidak ramai, warung Bude Aminah ini menjual aneka sayur…
ReadmoreChapter 13: Part 13
Iparku Suka Numpang Makan Part 13 Orangtuaku. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menitan, akhirnya aku tiba di rumah kedua orangtuaku. Aku lantas membuka gerbang dan memakirkan sepeda motorku di depan rumah orangtuaku. “Assalamu’alaikum. Ayah, Ibu.” Ucapku dari…
ReadmoreChapter 14: Part 14
Iparku Suka Numpang Makan Part 14 Ayo Mas. Sambil menunggu Mas Zahdan pulang, aku mandi sore dan setelah mandi, aku duduk menonton televisi sambil menikmati cemilan yang tadi Ibuku berikan. Ternyata Mas Zahdan pulangnya selepas magrib. Aku kira hari ini sebelum…
ReadmoreChapter 15: Part 15
Iparku Suka Numpang Makan. Part 15 Rapat. Aku dan Mas Zahdan tak menghiraukan teriakan Kak Lily yang terus memanggil nama Mas Zahdan. Kami tetap terus berjalan. Moga masalah ini segera selesai. ---- “Mas Zahdan!” Panggil seseorang dari arah depan, lebih…
ReadmoreChapter 16: Part 16
Iparku Suka Numpang Makan Part 16 Bubur. Pagi ini Mas Zahdan sudah agak mendingan tapi tetap masih lemas jadi masih tiduran saja di tempat tidur. “Mas, pagi ini mau sarapan apa?” Tanyaku pada Mas Zahdan selepas sholat shubuh bersama tadi.…
ReadmoreChapter 17: Part 17
Iparku Suka Numpang Makan Part 17 Akhirnya. Saat aku masuk kedalam, kulihat Mas Zahdan masih menikmati sarapannya, mangkok dan susu jahenya di letakkan di meja riasku. Saat sedang seperti ini, aku tidak ingin banyak berbicara, aku akan membiarkan Mas Zahdan menghabiskan…
ReadmoreChapter 18: Part 18
Iparku Suka Numpang Makan Part 18 Alasan Kak Lily. Aku juga penasaran, apa yang membuat Kak Lily sampai harus berbohong pada Mas Zahdan. “Ayo Kak cepat jawab, kenapa harus Zahdan, kenapa Kakak harus berbohong!” Tak ada Mas Zahdan yang lemah…
ReadmoreChapter 19: 19
Iparku Suka Numpang Makan Part 19 Rama Dan Yana. Pagi ini entah kenapa rasanya aku bahagia sekali menyiapkan sarapan, mungkin karena pagi ini sudah tidak ada Kak Lily yang akan mengganggu kami lagi saat sarapan, lebih tepatnya tak mengganggu aku lagi. …
ReadmoreChapter 20: Part 20
Iparku Suka Numpang Makan Part 20 Daging. Selesai sarapan Rama dan Yana langsung gegas pergi karena mau ke rumah Nenek saja katanya. Mas Zahdan pun juga sudah berangkat kerja, sedang aku seperti biasa melanjutkan aktifitasku bebenah rumah dan mencuci baju karena…
Readmore





