Table of Contents
- Chapter 1: 1. Menggantikan kakak di hari pernikahannya
- Chapter 2: 2. Hidup bersama sebagai pasangan suami istri
- Chapter 3: 3. Sebuah cobaan di depan mata
- Chapter 4: 4. Mulai posesif
- Chapter 5: 5. Sebuah kecupan
- Chapter 6: 6. Rejeki pagi
- Chapter 7: 7. Ketegasan
- Chapter 8: 8. Membunuhnya?
- Chapter 9: 9. Terlihat dingin tapi perhatian
- Chapter 10: 10. Kembali posesif
Lates Chapters
10. Kembali posesif
Malam sudah berganti, pagi pun datang menghampiri. Di sebuah kamar, terdapat sepasang manusia yang masih tertidur lelap dengan posisi yang saling berpelukan dan memberikan kehangatan. Orang itu adalah Krystal dan Austin. Krystal memeluk leher Austin, sedangkan Austin mendekap tubuh Krystal yang lebih kecil…
9. Terlihat dingin tapi perhatian
Aura dingin yang dilontarkan Austin terasa sangat menusuk. Matanya menatap tajam, tangannya mengepal erat dan dia membawa langkah yang tenang tapi penuh bahaya ke arah Krystal yang saat ini masih dipeluk oleh Robert. Seketika Krystal langsung mendorong tubuh Robert dengan kuat karena dia…
8. Membunuhnya?
Lagi-lagi, mereka menjadi bahan perhatian oleh para karyawan yang masih berada di perusahaan tersebut. Bisik-bisik kian terdengar ketika Austin menggendong Krystal yang tengah tertidur lelap. Akan tetapi Austin sama sekali tidak menghiraukannya. Dia tetap membawa langkahnya yang lebar namun tenang tersebut keluar dari…
7. Ketegasan
Austin menatap kedua orang itu dengan tatapan tajam dan tidak pernah mengalihkan pandangan dari kedua orang tersebut semenjak memasuki restoran. “Ada apa, Austin? Apakah ada sesuatu yang mengganggumu?” Austin tidak menjawab pertanyaan koleganya. Dia segera berdiri dan meminta maaf bahwa dia tidak dapat…
6. Rejeki pagi
“Akh!” Austin meringis merasakan sakit ketika tulang ekornya mendarat di lantai. Krystal seketika shock melihat pemandangan itu, apalagi saat ini wajah Austin sudah mengeras, dengan tangan yang mengepal. “Ma-maaf. Aku tidak sengaja menendangmu. Aku terkejut kamu tiba-tiba berada di sampingku,” ujar Krystal dengan…
Comments
You May Also Like
10 Chapters
Chapter 1: 1. Menggantikan kakak di hari pernikahannya
Sebuah gedung mewah sudah disulap menjadi tempat pernikahan yang terlihat sangat indah dan juga megah, dengan dekorasi dan taburan bunga-bunga khas layaknya pesta pernikahan pada umumnya. Sebagian tamu undangan juga sudah hadir pada acara sakral yang akan dilakukan sekali dalam seumur hidup oleh…
ReadmoreChapter 2: 2. Hidup bersama sebagai pasangan suami istri
Hampir dua jam perjalan, akhirnya mobil itu berhenti pada sebuah kawasan apartemen mewah. Tanpa berucap apa-apa, Austin langsung turun dari mobil. Hal itu membuat Krystal kelimpungan mengejar Austin yang memiliki langkah yang begitu lebar. Selain itu, dia juga merasa kesukitab dengan gaun pernikahan…
ReadmoreChapter 3: 3. Sebuah cobaan di depan mata
Cukup lama Krystal berada di kamar mandi karena dia harus menghapus terlebih dahulu make-up tebal yang menempel pada wajahnya. Dia kesulitan untuk menghapusnya karena dia tidak membawa cairan pembersih make-up, hingga dia membersihkannya hanya menggunakan air biasa saja. Setelah semuanya benar-benar bersih, barulah dia mengelap tubuh lelahnya…
ReadmoreChapter 4: 4. Mulai posesif
Austin pulang ternyata tidak seperti yang Krystal bayangkan, dia kira Austin pulang kerja sekitar pukul tiga atau empat sore, ternyata pulangnya pukul delapan malam. "Kenapa kamu masih menggunakan pakaian itu?" tanya Austin yang terkejut bahwa Krystal masih menggunakan pakaian yang sama dengan sebelum…
ReadmoreChapter 5: 5. Sebuah kecupan
Pada keesokan harinya, Krystal masih kepikiran tentang apa yang dibicarakan oleh Austin kepada lawan telponnya semalam. Apa yang dimaksud oleh austin tentang menahan emosinya, dan setelah satu minggu jika kakaknya tidak ketemu apakah dia akan disiksa oleh Austin? Krystal menggelengkan kepalanya, Austin tidak…
ReadmoreChapter 6: 6. Rejeki pagi
“Akh!” Austin meringis merasakan sakit ketika tulang ekornya mendarat di lantai. Krystal seketika shock melihat pemandangan itu, apalagi saat ini wajah Austin sudah mengeras, dengan tangan yang mengepal. “Ma-maaf. Aku tidak sengaja menendangmu. Aku terkejut kamu tiba-tiba berada di sampingku,” ujar Krystal dengan…
ReadmoreChapter 7: 7. Ketegasan
Austin menatap kedua orang itu dengan tatapan tajam dan tidak pernah mengalihkan pandangan dari kedua orang tersebut semenjak memasuki restoran. “Ada apa, Austin? Apakah ada sesuatu yang mengganggumu?” Austin tidak menjawab pertanyaan koleganya. Dia segera berdiri dan meminta maaf bahwa dia tidak dapat…
ReadmoreChapter 8: 8. Membunuhnya?
Lagi-lagi, mereka menjadi bahan perhatian oleh para karyawan yang masih berada di perusahaan tersebut. Bisik-bisik kian terdengar ketika Austin menggendong Krystal yang tengah tertidur lelap. Akan tetapi Austin sama sekali tidak menghiraukannya. Dia tetap membawa langkahnya yang lebar namun tenang tersebut keluar dari…
ReadmoreChapter 9: 9. Terlihat dingin tapi perhatian
Aura dingin yang dilontarkan Austin terasa sangat menusuk. Matanya menatap tajam, tangannya mengepal erat dan dia membawa langkah yang tenang tapi penuh bahaya ke arah Krystal yang saat ini masih dipeluk oleh Robert. Seketika Krystal langsung mendorong tubuh Robert dengan kuat karena dia…
ReadmoreChapter 10: 10. Kembali posesif
Malam sudah berganti, pagi pun datang menghampiri. Di sebuah kamar, terdapat sepasang manusia yang masih tertidur lelap dengan posisi yang saling berpelukan dan memberikan kehangatan. Orang itu adalah Krystal dan Austin. Krystal memeluk leher Austin, sedangkan Austin mendekap tubuh Krystal yang lebih kecil…
Readmore





