Jodohku Pangeran Penyihir

By: eni.nurwa
438 Readers 13 Chapters 9.9

Fantasy

    Hidupku yang sempurna seketika berubah saat simbol kutukan  Xavier benar-benar muncul di pergelangan tangan. Ya, pangeran mahkota dari negri Xendria itu benar-benar menagih janjinya pada Papa dua puluh dua tahun lalu untuk menjadikanku calon istrinya.       Bagamana mungkin aku mau menikah dengan…
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Berubah pikiran

Jodohku Pangeran Penyihir   ''A-aku berubah pikiran.'' Aku mengangkat sebelah tangan, menurnkannya, kembali, lalu memalingkan wajah. Malu. ''Mungkin kamu bisa melakukannya, walaupun sedikit sulit nanti.''    ''Sulit?''   Aku mengangguk, masih tanpa melihatnya.   ''Baiklah, aku tidak akan melakukannya. Terimakasih atas peringatanmu, Nona…

Penawaran kesepakatan

Jodohku Pangeran Penyihir     ''Lalu kesalahan mana lagi yang kulakukan?''   Awalnya Xavier masih saja  bermain terbak-tebakan  perihal ini, tapi karna selalu kukatakan tidak bisa mengingatnya  akhirnya dia mau mengatakan bahwa kesalahan itu terjadi di rumah sesaat setelah dia pergi. Tepatnya, ketika…

Datang lagi

Jodohku Pangeran Penyihir Bab 13   ''Allena, apakah semua itu benar?''   Aku hanya diam. Pertanyaan Kak Andrew bagaikan sebuah tombak yang langsung tertancap dalam tepat di hati. Rasanya sangat sakit. Apakah sebuah kebenaran yang tidak kuinginkan akan menjadi jurang pemisah diantara kita?…

Bertemu kak Andrew

Jodohku Pangeran Penyihir     "Sayang, tunggu sebentar.''   Aku yang sudah bangkit untuk keempat kalinya dari tempat duduk menoleh, melihat Mama yang sedang meihat dengan tatapan yang susah dijelaskan. ''Ada apa, Ma?'' tanyaku kemudian. Ntah apa yang ingin dikatakan Mama sekarang. Mencoba…

Harus pergi ke kampus

''Apakah ini karna kutukannya?''    ''Sayang, ini bukan …''   ''Bukankah ide sarung tangan ini sudah berhasil menghalangi efek kutukannya? Papa sendiri yang mengatakan bahwa hidup Allena bisa normal seperti dulu. Kenapa sekarang Papa dan Mama malah …'' Kalimatku terhenti, suara di tenggororkan…

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

Aryati Mudjiono
eli.budianto
dwi.fitriani
13 Chapters

Chapter 1: Awal tragedi

Oleh: eni.nurwa
Dahulu sekali aku sempat sangat bahagia saat pulang sekolah. Yah … pada saat itu satu-satunya rumah megah bergaya klasik  di ujung jalan sana yang menjadi tempatku pulang masih sangat nyaman. Ada Mama yang langsung memelukku saat masih berada di depan gerbang, Papa yang…
Readmore

Chapter 2: Tidak bisa menyentuh siapapun?

Oleh: eni.nurwa
''A-Allena!'' Mama yang sedang berada di pelukan Papa terlihat terkejut saat melihatku berdiri di daun pintu. Perlahan aku mulai berjalan mendekati mereka. ''Pa, Allena ingin tahu semuanya sekarang,'' ucapku kemudian saat sudah berada di hadapan dua orang yang paling kusayangi ini. ''Sayang, tidak…
Readmore

Chapter 3: Aku pergi

Oleh: eni.nurwa
Aku tidak tahu lagi apa yang harus dikatakan sekarang. Pernyataan  tidak masuk akal yang disampaikan Papa  barusan sangat cukup membuatku kehilangan kata-kata. Rasanya bagai sebuah batu besar yang jatuh dari langit  tiba-tiba menimpa  dan membuatku mati seketika. Bahkan, lebih parah. Fakta ini lebih…
Readmore

Chapter 4: Dewa kematian

Oleh: eni.nurwa
    Aku terbangun dengan posisi sedang terbaring di atas sebuah kasur King Size yang terasa sangat nyaman, dengan selimut tebal hangat yang menutupi seluruh tubuh. Di sudut kiri terdapat sebuah jam besar bergaya klasik yang terlihat mewah, itu mengingatkanku pada hadiah yang…
Readmore

Chapter 5: Terjebak

Oleh: eni.nurwa
Brak!    Suara keras setelah beberapa kali dobrakan berhasil membuat daun pintu terbuka lebar, memunculkan Mike, beberapa orang pelayan, kemudian Mama dan Papa yang berdiri dengan wajah yang sama-sama melihat ke arahku.   ''Allena! Sayang!'' Mama  berteriak keras  seperti ingin berlari mendekat padaku,…
Readmore

Chapter 6: Permainan sihir?

Oleh: eni.nurwa
''Sayang! Bertahanlah …'' Papa  berdiri mendekati Mama dengan wajah panik, melihatku sebentar, lalu kembali berlutut di hadapan Xavier. ''Tuan … tolong lepaskanlah Helen. Kasihanilah kami …''   Aku terdiam, baru menyadari situasinya semakin sulit akibat perbuatanku tadi. Ada rasa bersalah melihat Mama yang…
Readmore

Chapter 7: Perjanjian

Oleh: eni.nurwa
''Aku juga harus pergi,'' ucap Xavier yang sekarang sudah berdiri di depan pintu balkon membelakangi kami.    Ntah sejak kapan pintu itu terbuka. Aku tidak ingat, karna memang tidak pernah melakukannya.   Kami semua hanya diam, tidak merespon. Tidak ada yang mau, atau…
Readmore

Chapter 8: Apa ini karna kutukannya?

Oleh: eni.nurwa
''Sayang, kamu harus menyentuh Mama sekarang.''   ''Apa?!'' Aku dan Papa terkejut  seketika langsung menoleh melihat Mama. ''Allena tidak mau!'' ucapku kemudian.   ''Kita harus  bisa membuktikan ide ini, kan? Bagaimana  bisa tahu kalau tidak mencobanya?''  jawab Mama  yang sekarang sudah terlihat lebih…
Readmore

Chapter 9: Harus pergi ke kampus

Oleh: eni.nurwa
''Apakah ini karna kutukannya?''    ''Sayang, ini bukan …''   ''Bukankah ide sarung tangan ini sudah berhasil menghalangi efek kutukannya? Papa sendiri yang mengatakan bahwa hidup Allena bisa normal seperti dulu. Kenapa sekarang Papa dan Mama malah …'' Kalimatku terhenti, suara di tenggororkan…
Readmore

Chapter 10: Bertemu kak Andrew

Oleh: eni.nurwa
Jodohku Pangeran Penyihir     "Sayang, tunggu sebentar.''   Aku yang sudah bangkit untuk keempat kalinya dari tempat duduk menoleh, melihat Mama yang sedang meihat dengan tatapan yang susah dijelaskan. ''Ada apa, Ma?'' tanyaku kemudian. Ntah apa yang ingin dikatakan Mama sekarang. Mencoba…
Readmore

Chapter 11: Datang lagi

Oleh: eni.nurwa
Jodohku Pangeran Penyihir Bab 13   ''Allena, apakah semua itu benar?''   Aku hanya diam. Pertanyaan Kak Andrew bagaikan sebuah tombak yang langsung tertancap dalam tepat di hati. Rasanya sangat sakit. Apakah sebuah kebenaran yang tidak kuinginkan akan menjadi jurang pemisah diantara kita?…
Readmore

Chapter 12: Penawaran kesepakatan

Oleh: eni.nurwa
Jodohku Pangeran Penyihir     ''Lalu kesalahan mana lagi yang kulakukan?''   Awalnya Xavier masih saja  bermain terbak-tebakan  perihal ini, tapi karna selalu kukatakan tidak bisa mengingatnya  akhirnya dia mau mengatakan bahwa kesalahan itu terjadi di rumah sesaat setelah dia pergi. Tepatnya, ketika…
Readmore

Chapter 13: Berubah pikiran

Oleh: eni.nurwa
Jodohku Pangeran Penyihir   ''A-aku berubah pikiran.'' Aku mengangkat sebelah tangan, menurnkannya, kembali, lalu memalingkan wajah. Malu. ''Mungkin kamu bisa melakukannya, walaupun sedikit sulit nanti.''    ''Sulit?''   Aku mengangguk, masih tanpa melihatnya.   ''Baiklah, aku tidak akan melakukannya. Terimakasih atas peringatanmu, Nona…
Readmore
error: Content is protected !!