Table of Contents
Lates Chapters
Kanjeng 7
*Happy Reading* Aku mengerjap takjub. Melihat pria tua bangka itu langsung lari tunggang langgang hanya dengan ucapan singkat pria bule di sampingku ini. Pria bule? Ah, iya, pria yang tadi menolong itu memang bule yang waktu itu nebeng ojeg mobil padaku. …
Kanjeng 6
*Happy Reading* "Eh, eh, mau kemana, Mbak? Di dalam gak ada mushola. Kalau mau sholat di mesjid ujung gang aja." Aku langsung mendengkus kesal, saat baru saja akan masuk pintu tempat ajep-ajep itu tapi langsung di hadang dua satpam di depan…
Kanjeng 5
*Happy Reading* "Bismikarobbi Allahuma Ahya wa Bismika amut, Aamiinn ...." Aku mengusap wajahku pelan, setelah mengucapkan doa tidur malam ini. Orang bilang, tidur itu seperti mati kecil. Kita tidak tahu besok masih bisa bangun dan punya kesempatan menghirup udara lagi…
Kanjeng 4
*Happy reading* "Assalamualaikum ... Nur anak sholehah pulang ...." Aku berseru riang seperti biasa, seraya masuk ke dalam rumah dengan santai. "Waalaikumsalam, kalau gak bawa mantu, balik lagi sonoh!" sahut Emak santuy, sambil menata makanan di meja makan malam itu. …
Kanjeng 3
*Happy Reading* Ammar Faqih Antonio Entah sudah berapa kali, aku mendesah berat melihat nama yang ada di sebuah kartu nama tersebut. Pasalnya, nih nama kek Indonesia banget, yee kan? Cuma, kenapa pemiliknya bule banget? Mau tahu nama siapa itu? …
Comments
7 Chapters
Chapter 1: Kanjeng 1
*Happy Reading* "Nur?! Masya Allah ini perawan. Udah siang masih aja molor! Gimana mau dapet laki, lo? Jam segini aja masih ileran. Heh?! Liat onoh keluar. Matahari udah di atas pala, lo masih aja selimutan. Meriang, lo?!" Aku hanya berdecak sebal,…
ReadmoreChapter 2: Kanjeng 2
*Happy reading* "Ya, udah. Kalau gitu Al berangkat dulu, ya, Mak." "Iye, bae-bae lo di jalan, ya? Jan ngebut-ngebut. Inget lo tuh Alvaro, bukan Valentino Rossi. Jadi Emak gak mau lihat lo begayaan di jalanan. Bukan ape-ape, Emak mah takut lo…
ReadmoreChapter 3: Kanjeng 3
*Happy Reading* Ammar Faqih Antonio Entah sudah berapa kali, aku mendesah berat melihat nama yang ada di sebuah kartu nama tersebut. Pasalnya, nih nama kek Indonesia banget, yee kan? Cuma, kenapa pemiliknya bule banget? Mau tahu nama siapa itu? …
ReadmoreChapter 4: Kanjeng 4
*Happy reading* "Assalamualaikum ... Nur anak sholehah pulang ...." Aku berseru riang seperti biasa, seraya masuk ke dalam rumah dengan santai. "Waalaikumsalam, kalau gak bawa mantu, balik lagi sonoh!" sahut Emak santuy, sambil menata makanan di meja makan malam itu. …
ReadmoreChapter 5: Kanjeng 5
*Happy Reading* "Bismikarobbi Allahuma Ahya wa Bismika amut, Aamiinn ...." Aku mengusap wajahku pelan, setelah mengucapkan doa tidur malam ini. Orang bilang, tidur itu seperti mati kecil. Kita tidak tahu besok masih bisa bangun dan punya kesempatan menghirup udara lagi…
ReadmoreChapter 6: Kanjeng 6
*Happy Reading* "Eh, eh, mau kemana, Mbak? Di dalam gak ada mushola. Kalau mau sholat di mesjid ujung gang aja." Aku langsung mendengkus kesal, saat baru saja akan masuk pintu tempat ajep-ajep itu tapi langsung di hadang dua satpam di depan…
ReadmoreChapter 7: Kanjeng 7
*Happy Reading* Aku mengerjap takjub. Melihat pria tua bangka itu langsung lari tunggang langgang hanya dengan ucapan singkat pria bule di sampingku ini. Pria bule? Ah, iya, pria yang tadi menolong itu memang bule yang waktu itu nebeng ojeg mobil padaku. …
Readmore





