Kanuragan Jati

By: sugi therich.man
130 Readers 8 Chapters 9.9

Indonesian Culture

Dalam epik petualangan "Kanuragan Jati," Wira dan teman-temannya memulai perjalanan mendebarkan untuk mengejar kekuatan bela diri tertinggi di puncak Kanuragan Jati. Di lereng gunung yang sulit dijangkau itu, mereka dihadapkan pada perjuangan yang menguji keberanian dan ketahanan mereka.   Rintangan dan tantangan datang bertubi-tubi, mulai dari…
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Menerobos Alam Kanuragan

Pohon-pohon besar menjulang tinggi tampak di kejauhan. Dikelilingi hamparan padang ilalang luas, yang tampak putih seperti kapas. Itu adalah bunga-bunga ilalang. Sesekali bunga-bunga itu rontok yang terbang terbawa angin kencang puncak gunung.   Mendaki jalan yang terjal memerlukan kerjasama dan saling membantu. Para…

Drama Pendekar Wanita

Matahari meredup di langit senja saat Wira dan rombongan bersiap-siap menjalani malam yang penuh petualangan. Seperti biasa Wira duduk di tepi api unggun, matanya terpejam dalam meditasi, menyambut bisikan angin yang membawa pesan gurunya.   Lonbur dan Blentung, sebagai teman-teman setia, mencoba membuat…

Tujuan dan Permulaan

“Wira Soma muridku. Datanglah ke atas puncak gunung Susuh Angin. Kau akan bertemu seseorang yang akan memberimu anugerah setelah mengujimu.“ Suara Ki Santarja terdengar melalui bisikan angin di telinga Wira.   Wira masih fokus dalam meditasinya. Walaupun matanya tertutup, indera batinnya tetap awas…

Misteri Bhumi Wana

Dalam hening hutan yang rapat, Wira bersama Meru dan Sari tiba di dekat sebuah hutan. Di pinggir hutan itu, terdapat sebuah sumur tua yang kelihatannya tak terpakai. Setelah perjalanan yang panjang, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak dan membersihkan diri dengan mandi bergantian.  …

Perjalanan Baru, Teman Baru

Wira membuka mata perlahan. Setelah bermeditasi beberapa hari, akhirnya dia selesai menyerap kekuatan Aji Saipi Angin yang ia dapat sebelumnya. Auranya semakin pekat dan stabil.   “Tak heran, perkembanganmu selalu berjalan lancar. Bakatmu memang bagus. Beruntung aku bisa punya murid sepertimu.“ Ki Santarja…

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

andy.lorenza
Aryati Mudjiono
eli.budianto
dwi.fitriani
8 Chapters

Chapter 1: Menemukan Garuda Emas

Oleh: sugi therich.man
Jalanan terjal menanti di depan mata. Pepohonan rindang memenuhi segala arah membuat suasana tampak gelap karena bayangannya. Hanya suara serangga berderik yang nyaring di kejauhan, menandakan waktu siang menjelang sore.   Seorang pemuda tampak lelah berjalan dengan tongkat di tangan. Duduk beristirahat di…
Readmore

Chapter 2: Penggemblengan Kanuragan

Oleh: sugi therich.man
Pukulan tangan Wira yang mengandung kekuatan angin mengenai dada kakek tua. Tak bergeming sedikitpun, kakek hanya tersenyum sinis.   Dengan lambaian tangan kakek tua sedikit saja, Wira terlempar sampai keluar goa. Dia langsung bangkit kembali masuk dan menyerang kakek tua.   Setelah beberapa…
Readmore

Chapter 3: Kecepatan Angin

Oleh: sugi therich.man
Hari kedua Wira bermeditasi, auranya semakin pekat dan kuat. Gerakan tangan semakin selaras dengan aliran energi dalam tubuhnya.   Sesekali muncul fluktuasi energi keluar tubuh dan membentuk pusaran-pusaran angin kecil. Dalam beberapa nafas, pusaran itu menghilang lagi.   Di luar goa, pepohonan bergoyang…
Readmore

Chapter 4: Perjalanan Baru, Teman Baru

Oleh: sugi therich.man
Wira membuka mata perlahan. Setelah bermeditasi beberapa hari, akhirnya dia selesai menyerap kekuatan Aji Saipi Angin yang ia dapat sebelumnya. Auranya semakin pekat dan stabil.   “Tak heran, perkembanganmu selalu berjalan lancar. Bakatmu memang bagus. Beruntung aku bisa punya murid sepertimu.“ Ki Santarja…
Readmore

Chapter 5: Misteri Bhumi Wana

Oleh: sugi therich.man
Dalam hening hutan yang rapat, Wira bersama Meru dan Sari tiba di dekat sebuah hutan. Di pinggir hutan itu, terdapat sebuah sumur tua yang kelihatannya tak terpakai. Setelah perjalanan yang panjang, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak dan membersihkan diri dengan mandi bergantian.  …
Readmore

Chapter 6: Tujuan dan Permulaan

Oleh: sugi therich.man
“Wira Soma muridku. Datanglah ke atas puncak gunung Susuh Angin. Kau akan bertemu seseorang yang akan memberimu anugerah setelah mengujimu.“ Suara Ki Santarja terdengar melalui bisikan angin di telinga Wira.   Wira masih fokus dalam meditasinya. Walaupun matanya tertutup, indera batinnya tetap awas…
Readmore

Chapter 7: Drama Pendekar Wanita

Oleh: sugi therich.man
Matahari meredup di langit senja saat Wira dan rombongan bersiap-siap menjalani malam yang penuh petualangan. Seperti biasa Wira duduk di tepi api unggun, matanya terpejam dalam meditasi, menyambut bisikan angin yang membawa pesan gurunya.   Lonbur dan Blentung, sebagai teman-teman setia, mencoba membuat…
Readmore

Chapter 8: Menerobos Alam Kanuragan

Oleh: sugi therich.man
Pohon-pohon besar menjulang tinggi tampak di kejauhan. Dikelilingi hamparan padang ilalang luas, yang tampak putih seperti kapas. Itu adalah bunga-bunga ilalang. Sesekali bunga-bunga itu rontok yang terbang terbawa angin kencang puncak gunung.   Mendaki jalan yang terjal memerlukan kerjasama dan saling membantu. Para…
Readmore
error: Content is protected !!