Table of Contents
Lates Chapters
Chapter 5
Di sebuah bar yang ada di salah satu hotel ternama di kota New york, seorang gadis tengah duduk di hadapan meja bar, termenung sambil memutar-mutar ujung jari pada pinggiran gelas minuman miliknya. Pakaian formal yang dikenakannya kini tampak tidak lagi rapi, blus yang…
Chapter 4
Selama dua hari Ryan merasa terus-menerus dikirimi teror oleh seseorang yang ingin mencelakainya. Bahkan kini kendaraannya terpaksa masuk ke bengkel karena kaca depan mobil yang pecah oleh orang yang tidak dikenal saat tengah terparkir di basement kantor. Pagi itu, Ryan tengah kembali fokus…
Chapter 3
“Masih belum tidur, Kawan?” Ryan pun langsung mendorong tubuh Jacob saking kesalnya. Bahkan sahabatnya itu kini malah tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi Ryan yang terkejut sesaat tadi.“Minggir kau, aku ingin mandi!” Pukul 2 pagi, mata pria setinggi 185 cm itu kini terjaga di hadapan…
Chapter 2
Ryan melirik sekilas dan kembali fokus pada bahan presentasinya saat ini. “Ayolah, Jac. Hentikan candaanmu, aku sedang serius.”“Aku tidak sedang bercanda, Kawan. Tapi … apakah kau ingin menampilkan pipi merah seperti itu saat presentasi?”“Apa?” Ryan sontak terkejut. Mendengar sahabatnya semakin tertawa puas, Ryan…
Chapter 1
“Sial! 15 menit lagi rapat dimulai!" Seorang pria dengan kemeja kerja yang tidak begitu rapi, menenteng jas dan tas punggung berisi laptop. Ryan Miller, seo. Ryan melirik jam yang melingkar di lengan kanannya, lalu menggeleng gusar memikirkan para petinggi departemen sudah menunggu di…
Comments
You May Also Like
5 Chapters
Chapter 1: Chapter 1
“Sial! 15 menit lagi rapat dimulai!" Seorang pria dengan kemeja kerja yang tidak begitu rapi, menenteng jas dan tas punggung berisi laptop. Ryan Miller, seo. Ryan melirik jam yang melingkar di lengan kanannya, lalu menggeleng gusar memikirkan para petinggi departemen sudah menunggu di…
ReadmoreChapter 2: Chapter 2
Ryan melirik sekilas dan kembali fokus pada bahan presentasinya saat ini. “Ayolah, Jac. Hentikan candaanmu, aku sedang serius.”“Aku tidak sedang bercanda, Kawan. Tapi … apakah kau ingin menampilkan pipi merah seperti itu saat presentasi?”“Apa?” Ryan sontak terkejut. Mendengar sahabatnya semakin tertawa puas, Ryan…
ReadmoreChapter 3: Chapter 3
“Masih belum tidur, Kawan?” Ryan pun langsung mendorong tubuh Jacob saking kesalnya. Bahkan sahabatnya itu kini malah tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi Ryan yang terkejut sesaat tadi.“Minggir kau, aku ingin mandi!” Pukul 2 pagi, mata pria setinggi 185 cm itu kini terjaga di hadapan…
ReadmoreChapter 4: Chapter 4
Selama dua hari Ryan merasa terus-menerus dikirimi teror oleh seseorang yang ingin mencelakainya. Bahkan kini kendaraannya terpaksa masuk ke bengkel karena kaca depan mobil yang pecah oleh orang yang tidak dikenal saat tengah terparkir di basement kantor. Pagi itu, Ryan tengah kembali fokus…
ReadmoreChapter 5: Chapter 5
Di sebuah bar yang ada di salah satu hotel ternama di kota New york, seorang gadis tengah duduk di hadapan meja bar, termenung sambil memutar-mutar ujung jari pada pinggiran gelas minuman miliknya. Pakaian formal yang dikenakannya kini tampak tidak lagi rapi, blus yang…
Readmore





