Table of Contents
Lates Chapters
Babang 7
*Happy reading* "Sial! Sial! Sial!" Alvaro menepikan mobil ketika sudah di tempat sepi. Semua agar dia bisa melampiaskan kekesalannya, pada stir mobil yang tidak bersalah. Andaikan stir itu adalah lengan manusia, sekarang pasti sudah terlihat bekas cengkeraman Alvaro di sana. …
Babang 6
*Happy reading* "Maaf, Pak. Saya cari taksi saja." Dengan sigap, Alvaro mencekal tangan Bianca, saat gadis itu hendak melewatinya. Cowok itu menarik Bianca menuju sedan hitam mengkilat, yang terparkir di dekat mereka. "Eh, Pak. Saya bilang, saya naik taksi saja,…
Babang 5
*Happy reading* "Eh, eh, Gimana rasanya dekat-dekat dengan pak Alvaro, Bi? Duh, lutut gue pasti lemas banget, kalau bisa dekat kek lo tadi, sama cowok secakep itu." Selepas Alvaro pergi, setelah aksi heroiknya pada Bianca. Gadis itu pun langsung diserbu teman-teman…
Babang 4
*Happy reading* Gara-gara batal ikut Bos ke Gemawang, cuti Alvaro pun dibatalkan secara sepihak. Pak Kairo menyuruhnya untuk mengawasi kantor, sementara beliau melakukan bulan madu bersama istrinya. Semua ini gara-gara Bianca! Dasar memang wanita pembawa sial! Awas saja, kalau…
Babang 3
*Happy reading* Bianca mencibir ketika melihat Alvaro duduk di seberangnya. Padahal seharusnya cowok itu duduk di sebelahnya. Coz yang namanya perhatian totalitas itu, harusnya nggak ditunjukin sepotong-sepotong seperti ini. Romantis dikit kek, kaya perlakuan si Bos sama Aika. Kan, Bianca juga…
Comments
You May Also Like
7 Chapters
Chapter 1: Babang 1
*Happy reading* "Lelet!" Bianca mencebik kesal, saat lagi-lagi desisan sebal itu terdengar di depannya. Sialan! Maunya apa sih, asisten Bosnya ini? Apa dia gak bisa lihat, perbedaan ukuran kaki mereka? Cih! Dia sih enak, satu langkah bisa bermeter-meter…
ReadmoreChapter 2: Babang 2
*Happy reading* Sepanjang perjalanan Aika tampak santai mendengarkan musik dengan earphone. Sementara, Kairo sibuk dengan tablet di genggaman. Alvaro sendiri begitu tenang membaca koran. Namun, Bianca malah terlihat begitu tak nyaman dengan duduknya. Melihat itu, Aika pun melepas earphone. "Bi,…
ReadmoreChapter 3: Babang 3
*Happy reading* Bianca mencibir ketika melihat Alvaro duduk di seberangnya. Padahal seharusnya cowok itu duduk di sebelahnya. Coz yang namanya perhatian totalitas itu, harusnya nggak ditunjukin sepotong-sepotong seperti ini. Romantis dikit kek, kaya perlakuan si Bos sama Aika. Kan, Bianca juga…
ReadmoreChapter 4: Babang 4
*Happy reading* Gara-gara batal ikut Bos ke Gemawang, cuti Alvaro pun dibatalkan secara sepihak. Pak Kairo menyuruhnya untuk mengawasi kantor, sementara beliau melakukan bulan madu bersama istrinya. Semua ini gara-gara Bianca! Dasar memang wanita pembawa sial! Awas saja, kalau…
ReadmoreChapter 5: Babang 5
*Happy reading* "Eh, eh, Gimana rasanya dekat-dekat dengan pak Alvaro, Bi? Duh, lutut gue pasti lemas banget, kalau bisa dekat kek lo tadi, sama cowok secakep itu." Selepas Alvaro pergi, setelah aksi heroiknya pada Bianca. Gadis itu pun langsung diserbu teman-teman…
ReadmoreChapter 6: Babang 6
*Happy reading* "Maaf, Pak. Saya cari taksi saja." Dengan sigap, Alvaro mencekal tangan Bianca, saat gadis itu hendak melewatinya. Cowok itu menarik Bianca menuju sedan hitam mengkilat, yang terparkir di dekat mereka. "Eh, Pak. Saya bilang, saya naik taksi saja,…
ReadmoreChapter 7: Babang 7
*Happy reading* "Sial! Sial! Sial!" Alvaro menepikan mobil ketika sudah di tempat sepi. Semua agar dia bisa melampiaskan kekesalannya, pada stir mobil yang tidak bersalah. Andaikan stir itu adalah lengan manusia, sekarang pasti sudah terlihat bekas cengkeraman Alvaro di sana. …
Readmore





