Mengejar Cinta Babang Jutek

By: Amih Lilis
51 Readers 7 Chapters 9.9

Romance

Awalnya Bianca Febrianty sebel setengah mampus sama asisten si bos. Soalnya, dari luar aja keliatan pendiam dan loyal pada atasan. Namun ternyata, saat tidak ada orang lain, mulut cowok itu tak henti-henti menyebut semua kesalahannya. Ini membuat Bianca bertekad untuk menaklukkan mulut judes Babang.
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Babang 7

*Happy reading*    "Sial! Sial! Sial!"    Alvaro menepikan mobil ketika sudah di tempat sepi. Semua agar dia bisa melampiaskan kekesalannya, pada stir mobil yang tidak bersalah. Andaikan stir itu adalah lengan manusia, sekarang pasti sudah terlihat bekas cengkeraman Alvaro di sana.   …

Babang 6

*Happy reading*    "Maaf, Pak. Saya cari taksi saja."    Dengan sigap, Alvaro mencekal tangan Bianca, saat gadis itu hendak melewatinya. Cowok itu menarik Bianca menuju sedan hitam mengkilat, yang terparkir di dekat mereka.    "Eh, Pak. Saya bilang, saya naik taksi saja,…

Babang 5

*Happy reading*    "Eh, eh, Gimana rasanya dekat-dekat dengan pak Alvaro, Bi? Duh, lutut gue pasti lemas banget, kalau bisa dekat kek lo tadi, sama cowok secakep itu."    Selepas Alvaro pergi, setelah aksi heroiknya pada Bianca. Gadis itu pun langsung diserbu teman-teman…

Babang 4

*Happy reading*    Gara-gara batal ikut Bos ke Gemawang, cuti Alvaro pun dibatalkan secara sepihak.     Pak Kairo menyuruhnya untuk mengawasi kantor, sementara beliau melakukan bulan madu bersama istrinya.     Semua ini gara-gara Bianca!    Dasar memang wanita pembawa sial! Awas saja, kalau…

Babang 3

*Happy reading*    Bianca mencibir ketika melihat Alvaro duduk di seberangnya. Padahal seharusnya cowok itu duduk di sebelahnya. Coz yang namanya perhatian totalitas itu, harusnya nggak ditunjukin sepotong-sepotong seperti ini.     Romantis dikit kek, kaya perlakuan si Bos sama Aika. Kan, Bianca juga…

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

andy.lorenza
Aryati Mudjiono
eli.budianto
dwi.fitriani
7 Chapters

Chapter 1: Babang 1

Oleh: Amih Lilis
*Happy reading*    "Lelet!"    Bianca mencebik kesal, saat lagi-lagi desisan sebal itu terdengar di depannya.    Sialan! Maunya apa sih, asisten Bosnya ini?    Apa dia gak bisa lihat, perbedaan ukuran kaki mereka?     Cih! Dia sih enak, satu langkah bisa bermeter-meter…
Readmore

Chapter 2: Babang 2

Oleh: Amih Lilis
*Happy reading*    Sepanjang perjalanan Aika tampak santai mendengarkan musik dengan earphone. Sementara, Kairo sibuk dengan tablet di genggaman.     Alvaro sendiri begitu tenang membaca koran. Namun, Bianca malah terlihat begitu tak nyaman dengan duduknya.    Melihat itu, Aika pun melepas earphone. "Bi,…
Readmore

Chapter 3: Babang 3

Oleh: Amih Lilis
*Happy reading*    Bianca mencibir ketika melihat Alvaro duduk di seberangnya. Padahal seharusnya cowok itu duduk di sebelahnya. Coz yang namanya perhatian totalitas itu, harusnya nggak ditunjukin sepotong-sepotong seperti ini.     Romantis dikit kek, kaya perlakuan si Bos sama Aika. Kan, Bianca juga…
Readmore

Chapter 4: Babang 4

Oleh: Amih Lilis
*Happy reading*    Gara-gara batal ikut Bos ke Gemawang, cuti Alvaro pun dibatalkan secara sepihak.     Pak Kairo menyuruhnya untuk mengawasi kantor, sementara beliau melakukan bulan madu bersama istrinya.     Semua ini gara-gara Bianca!    Dasar memang wanita pembawa sial! Awas saja, kalau…
Readmore

Chapter 5: Babang 5

Oleh: Amih Lilis
*Happy reading*    "Eh, eh, Gimana rasanya dekat-dekat dengan pak Alvaro, Bi? Duh, lutut gue pasti lemas banget, kalau bisa dekat kek lo tadi, sama cowok secakep itu."    Selepas Alvaro pergi, setelah aksi heroiknya pada Bianca. Gadis itu pun langsung diserbu teman-teman…
Readmore

Chapter 6: Babang 6

Oleh: Amih Lilis
*Happy reading*    "Maaf, Pak. Saya cari taksi saja."    Dengan sigap, Alvaro mencekal tangan Bianca, saat gadis itu hendak melewatinya. Cowok itu menarik Bianca menuju sedan hitam mengkilat, yang terparkir di dekat mereka.    "Eh, Pak. Saya bilang, saya naik taksi saja,…
Readmore

Chapter 7: Babang 7

Oleh: Amih Lilis
*Happy reading*    "Sial! Sial! Sial!"    Alvaro menepikan mobil ketika sudah di tempat sepi. Semua agar dia bisa melampiaskan kekesalannya, pada stir mobil yang tidak bersalah. Andaikan stir itu adalah lengan manusia, sekarang pasti sudah terlihat bekas cengkeraman Alvaro di sana.   …
Readmore
error: Content is protected !!