Table of Contents
Lates Chapters
Chapter 5
“Key kau tidak melupakan ‘kegiatan’ kita kan?” “Aku sedang tidak ingin bersenang-senang,” jawabnya enggan. “Aku sungguh tidak bermaksud berbicara seperti tadi” Helen semakin merasa bersalah melihat sahabatnya ini yang uring-uringan sejak tadi. Bahkan ia juga berhasil membuat mood Keisya hancur. …
Chapter 4
“Astaga. Kepalaku sakit mendengarkan omelannya, ” gerutu Helen sesaat setelah pelajaran Pak Amar berakhir. “Kepalaku sakit karna mengerjakan soal yang tak kumengerti itu,”sahut Mina menanggapi. “Apa dia sudah selesai.” “Siapa?” tanya Mina polos. Pletak!! “Yak!!!” Helen dengan ringannya…
Chapter 3
*Flashback* Keisya menghentikan langkahnya ketika ia telah sampai dibarisan paling belakang. Membungkukkan badannya dengan kedua tangan yang ia letakkan diatas lututnya. Keisya mengatur pernafasannya berusaha menormalkan kembali nafasnya yang terengah-engah. Tangan kirinya terangkat untuk menghapus peluh yang membanjiri wajahnya. “Key…
Chapter 2
@In the class Suasana kelas yang awalnya ribut menjadi senyap saat pak Amar masuk, guru yang terkenal dengan kedisiplinannya itu. Bukan hanya itu pak Amar juga sangat amat terkenal dikalangan murid Pelita Bangsa bukan karena ketampanan atau kepintaran guru bertubuh subur…
Chapter 1
Keributan dipagi hari sudah menjadi makanan sehari-hari dikediaman keluarga Hartawan. “Nona muda ini sudah waktunya bangun,” seorang kepala pelayan wanita terlihat tengah mencoba membangunkan seseorang yang ia panggil dengan sebutan nona muda itu. “Nona muda kau akan terlambat kesekolah nanti,” pelayan…
Comments
5 Chapters
Chapter 1: Chapter 1
Keributan dipagi hari sudah menjadi makanan sehari-hari dikediaman keluarga Hartawan. “Nona muda ini sudah waktunya bangun,” seorang kepala pelayan wanita terlihat tengah mencoba membangunkan seseorang yang ia panggil dengan sebutan nona muda itu. “Nona muda kau akan terlambat kesekolah nanti,” pelayan…
ReadmoreChapter 2: Chapter 2
@In the class Suasana kelas yang awalnya ribut menjadi senyap saat pak Amar masuk, guru yang terkenal dengan kedisiplinannya itu. Bukan hanya itu pak Amar juga sangat amat terkenal dikalangan murid Pelita Bangsa bukan karena ketampanan atau kepintaran guru bertubuh subur…
ReadmoreChapter 3: Chapter 3
*Flashback* Keisya menghentikan langkahnya ketika ia telah sampai dibarisan paling belakang. Membungkukkan badannya dengan kedua tangan yang ia letakkan diatas lututnya. Keisya mengatur pernafasannya berusaha menormalkan kembali nafasnya yang terengah-engah. Tangan kirinya terangkat untuk menghapus peluh yang membanjiri wajahnya. “Key…
ReadmoreChapter 4: Chapter 4
“Astaga. Kepalaku sakit mendengarkan omelannya, ” gerutu Helen sesaat setelah pelajaran Pak Amar berakhir. “Kepalaku sakit karna mengerjakan soal yang tak kumengerti itu,”sahut Mina menanggapi. “Apa dia sudah selesai.” “Siapa?” tanya Mina polos. Pletak!! “Yak!!!” Helen dengan ringannya…
ReadmoreChapter 5: Chapter 5
“Key kau tidak melupakan ‘kegiatan’ kita kan?” “Aku sedang tidak ingin bersenang-senang,” jawabnya enggan. “Aku sungguh tidak bermaksud berbicara seperti tadi” Helen semakin merasa bersalah melihat sahabatnya ini yang uring-uringan sejak tadi. Bahkan ia juga berhasil membuat mood Keisya hancur. …
Readmore





