Table of Contents
- Chapter 11: 11. Terjebak
- Chapter 12: 12. Club Malam Diamond
- Chapter 13: 13. Ipeh Dilelang
- Chapter 14: 14. Bertemu Bibi Kesatu
- Chapter 15: 15. Tunangan Galak
- Chapter 16: 16. Super Galak
- Chapter 17: 17. Kejutan Besar
- Chapter 18: 18. Makan Malam Keluarga Parker
- Chapter 19: 19. Bertemu Kakeknya Alex
- Chapter 20: 20. Horor
Lates Chapters
20. Horor
'Mati, aku! Bagaimana kalau Kakeknya Alex tahu kalau aku ini tunangan palsu cucunya!' Ipeh menangis di dalam hati. "Kenapa ketakutan begitu? Kakek tidak akan melakukan hal-hal yang aneh padamu!" Kakeknya Alex tergelak karena merasa lucu dengan tingkah Ipeh. Saat semua orang berlomba-lomba berusaha…
19. Bertemu Kakeknya Alex
'Jadi, itu gadis tidak tahu diri yang sudah merebut perhatian Kak Alex dariku? Heh, ternyata gadis kampungan. Sebenarnya apa yang dilihat Kak Alex dari gadis miskin itu? Padahal aku jauh lebih cantik darinya!' Alea Dirja, sepupu Alex yang berusia enam belas tahun langsung…
18. Makan Malam Keluarga Parker
"Jemput? Memangnya aku mau pergi ke mana, Tuan Marco? Bukannya jadwal ganti perbanku masih lama." Ipeh mengerutkan keningnya. "Anda akan makan malam di rumah utama keluarga Parker dan bertemu Tuan Besar," jelas Marco to the point. "Hah?" Ipeh kebingungan. "Iya, Nona Devi diminta…
17. Kejutan Besar
Dua jam sudah berlalu sejak acara pemanggilan Ipeh ke ruang kerja Alex. Kini dia baru selesai berkeliling villa bersama Bibi Kesatu. "Nona Devi sudah mengerti, kan?" tanya Bibi Kesatu yang sudah selesai menjelaskan tugas Ipeh sebagai pelayan pribadi Alex selama hampir satu setengah…
16. Super Galak
Ipeh menunduk sambil memilin-milin ujung pakaiannya saat mendengar ceramah Alex. Sudah sepuluh menit berlalu tetapi Dokter tampan itu sepertinya masih senang berpidato. "Kamu mengerti!" seru Alex. "Iya, Om," jawab Ipeh datar, lalu menguap untuk kesepuluh kalinya. "OM? Wajahku sebelah mana yang memiliki kerutan,…
Comments
You May Also Like
20 Chapters
Chapter 1: 1. Flash Marriage
"Menikah denganku atau masuk penjara!" Alex menatap tajam gadis cantik berhidung mancung di hadapannya. "Tapi, Om, aku kan baru semester empat, masa menikah!" protes Ipeh, si gadis cantik yang terlihat sudah mengerucutkan bibirnya semanyun-manyunnya agar Alex semakin jijik padanya dan membatalkan lamaran tidak…
ReadmoreChapter 2: 2. First Night
"Mmm ...." Ipeh membuka matanya secara perlahan lalu mengerjap-ngerjapkannya selama beberapa detik, menyesuaikan diri dengan ruangan yang gelap. "Uwaaah keren ...." Gadis itu langsung terkesima melihat taburan bintang dan beberapa objek tata surya lainnya di langit-langit kamar yang memanjakan matanya, tetapi beberapa saat…
ReadmoreChapter 3: 3. Beberapa Bulan Sebelumnnya
"Kirimkan uang lima juta, sekarang juga!" tulis Toni. "Aku belum gajian, Om," balas Ipeh. "Jangan bohong! Ini sudah tanggal satu, ingat utang biaya pengobatan ibumu masih menumpuk!" tulis Toni lagi. "Kok, masih menumpuk? Bukannya seharusnya sudah lunas? Bulan kemarin, kan, kita sudah menjual…
ReadmoreChapter 4: 4. Siapa Dia
"Dokter Alex, kan, tunangan Anda, apa Anda lupa, Nona?" tanya Perawat itu lagi sambil mengerutkan keningnya. "Hah?" Ipeh jelas bengong dengan mulut menganga. 'Kenal juga nggak, kenapa bisa jadi tunanganku? Who the hell is he?' tanya Ipeh di dalam hatinya. "Apa ini efek…
ReadmoreChapter 5: 5. Tunangan Palsu
Bulu kuduk Ipeh langsung berdiri. Dia teringat cerita tentang pembunuh berdarah dingin yang datang tengah malam di salah satu novel favoritnya. Tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan Ipeh, laki-laki itu mulai mendekati tempat tidur pasien. 'Suara langkah kakinya sama menyeramkan ya dengan penampilannya!' Ipeh…
ReadmoreChapter 6: 6. Siapa Yang Datang?
Maaf, tapi saya tidak akan membayar tagihannya sepersen pun, karena semuanya adalah tanggung jawab Dokter Alex sebagai orang yang sudah menabrak saya. Tolong sampaikan pada beliau bahwa saya memiliki bukti CCTV kecelakaan pada hari itu. Oya, terima kasih coklatnya, Anda baik sekali." Ipeh…
ReadmoreChapter 7: 7. Kenapa Dia Datang? Aku Takut
"Tentu saja membereskan semuanya," jawab Gadis Cantik berkaus putih panjang dengan celana jeans hitam sambil mengedipkan salah satu matanya. "Sekarang?" "Tahun depan!" "Hah?" "Ya, sekaranglah! Heran!" Gadis cantik itu menggelengkan kepalanya melihat reaksi bodoh tunangan Dokter Alex itu. Ipeh terdiam sejenak menatap seorang…
ReadmoreChapter 8: 8. Lima Menit Beres! Mati aku!
'Kenapa dia ada di sini!' Ipeh jelas ketakutan melihat pamannya yang datang dalam keadaan mabuk. 'Darimana dia tahu kalau aku tinggal di sini? Padahal aku sudah mengganti nomor ponselku.' Diana membantu Ipeh mengganti nomor ponselnya saat sahabatnya itu masih di rumah sakit, karena…
ReadmoreChapter 9: 9. Dasar Gila!
"Maaf, aku tidak sengaja ...." Ipeh langsung menunduk. Alex menatap tunangan palsunya sejenak, kemudian mengalihkan pandangannya untuk berbicara dengan Dokter Erna. Ipeh hanya bisa mengerucutkan bibirnya melihat sikap dingin sang tunangan palsu. "Kalau begitu kami permisi dulu, Tante," pamit Alex beberapa saat kemudian.…
ReadmoreChapter 10: 10. Kenapa Nasibku Seperti Ini?
Ipeh menoleh pada para perempuan malam yang berpakaian super minim dan berjajar di sepanjang jalan. Mereka menatap remeh padanya. 'Eh, si alan, Dokter Gendeng itu menurunkan aku di tempat kayak begini lagi, auto runyam urusannya! Dasar Fir'aun!' Ipeh kembali mengutuk Alex di dalam…
ReadmoreChapter 11: 11. Terjebak
Mereka menyusuri lorong yang sepi menuju sebuah lift barang. Gadis itu merinding karena udara dingin di sekitar lorong itu, hatinya pun merasa takut dengan apa yang akan dia hadapi selanjutnya. "Lepaskan, aku! Kalian bajingan!" teriak Ipeh yang berusaha memberontak, tetapi sayangnya dengan kondisi…
ReadmoreChapter 12: 12. Club Malam Diamond
Dengarkan baik-baik. Aku melakukan hal menjijikkan itu karenamu. Kuharap suatu hari nanti kamu akan berterima kasih dan membalas budi padaku." Noni menyisir rambut panjang Ipeh dengan perlahan. 'Untukku!' seru Ipeh di dalam hatinya, gadis itu cukup terkejut. "Aku akan menyelipkan tiga jarum pentul…
ReadmoreChapter 13: 13. Ipeh Dilelang
Klub Malam Diamond adalah sebuah klub malam ekslusif yang hanya menerima tamu kalangan atas dari dalam dan luar negeri dengan seleksi khusus. Untuk bisa ikut pelelangan di klub itu seorang peserta harus memberikan uang pendaftaran sebesar minimal USD 35.000 atau sekitar Rp. 528.610.250…
ReadmoreChapter 14: 14. Bertemu Bibi Kesatu
Ipeh tertegun sejenak lalu mengangguk perlahan, senatural mungkin sambil melihat ke arah lain agar tidak menimbulkan kecurigaan karena semua gerak-geriknya terekam di layar besar di ruangan itu. 'Walaupun laki-laki bermata abu-abu itu terlihat baik, tapi aku tidak mengenalnya. Aku tidak ingin menebak-nebak apa…
ReadmoreChapter 15: 15. Tunangan Galak
"Ck! Merepotkan!" serunya. Dokter tampan itu mendekati Ipeh yang menelungkupkan kepalanya di atas meja makan, lalu perhatiannya teralihkan pada secangkir minuman dengan aroma khas yang diletakkan di dalam pemanas makanan. Alex membukanya dan aroma khas minuman itu semakin kuat. "Aromanya ...." Dokter tampan…
ReadmoreChapter 16: 16. Super Galak
Ipeh menunduk sambil memilin-milin ujung pakaiannya saat mendengar ceramah Alex. Sudah sepuluh menit berlalu tetapi Dokter tampan itu sepertinya masih senang berpidato. "Kamu mengerti!" seru Alex. "Iya, Om," jawab Ipeh datar, lalu menguap untuk kesepuluh kalinya. "OM? Wajahku sebelah mana yang memiliki kerutan,…
ReadmoreChapter 17: 17. Kejutan Besar
Dua jam sudah berlalu sejak acara pemanggilan Ipeh ke ruang kerja Alex. Kini dia baru selesai berkeliling villa bersama Bibi Kesatu. "Nona Devi sudah mengerti, kan?" tanya Bibi Kesatu yang sudah selesai menjelaskan tugas Ipeh sebagai pelayan pribadi Alex selama hampir satu setengah…
ReadmoreChapter 18: 18. Makan Malam Keluarga Parker
"Jemput? Memangnya aku mau pergi ke mana, Tuan Marco? Bukannya jadwal ganti perbanku masih lama." Ipeh mengerutkan keningnya. "Anda akan makan malam di rumah utama keluarga Parker dan bertemu Tuan Besar," jelas Marco to the point. "Hah?" Ipeh kebingungan. "Iya, Nona Devi diminta…
ReadmoreChapter 19: 19. Bertemu Kakeknya Alex
'Jadi, itu gadis tidak tahu diri yang sudah merebut perhatian Kak Alex dariku? Heh, ternyata gadis kampungan. Sebenarnya apa yang dilihat Kak Alex dari gadis miskin itu? Padahal aku jauh lebih cantik darinya!' Alea Dirja, sepupu Alex yang berusia enam belas tahun langsung…
ReadmoreChapter 20: 20. Horor
'Mati, aku! Bagaimana kalau Kakeknya Alex tahu kalau aku ini tunangan palsu cucunya!' Ipeh menangis di dalam hati. "Kenapa ketakutan begitu? Kakek tidak akan melakukan hal-hal yang aneh padamu!" Kakeknya Alex tergelak karena merasa lucu dengan tingkah Ipeh. Saat semua orang berlomba-lomba berusaha…
Readmore





