Table of Contents
- Chapter 1: Bab 1. Noah
- Chapter 2: Bab 2. Kehidupan Bebas Noah
- Chapter 3: Bab 3. Gadis Di Tepi Jalan
- Chapter 4: Bab 4 Benda Aneh
- Chapter 5: Bab 5. Penyebab Masalah
- Chapter 6: Bab 6. Aturan dan Aturan
- Chapter 7: Bab 7. Tidak Mendapat izin
- Chapter 8: Bab 8. bertemu Lagi
- Chapter 9: Bab 9. Berharap Tidak Bertemu Lagi
- Chapter 10: Bab 10. Datang Ke Acara Pesta
Lates Chapters
Bab 60 Happy Ending
Cilla ternyata sudah menikah dengan Bruno, dan Bruno sudah berubah menjadi orang yang lebih baik, bahkan mereka memiliki seorang putri kecil yang sangat cantik. “Noah, maafkan atas kesalahan aku dulu.” Bruno pun menepuk pundak rivalnya dulu dalam setiap balap motor. “Sudahlah…
Bab 59. Lembaran Baru
Lana melihat Noah dengan mata yang sudah sembab. “Kamu yang membuat sahabatku seperti ini, Noah. Kenapa Noah, kenapa kamu melanggar janjimu kepadaku? Lihat apa yang sudah kamu lakukan kepada Mara? Dia sedang hamil, Noah. Di dalam perut Mara ada bayinya dengan Daniel." Ternyata…
Bab 58 Hal Paling Menyedihkan Dalam Hidup Noah
Noah masih terdiam di tempatnya, dia masih berpikir jawaban apa yang akan dia berikan pada Lana. “Nanti malam? Sepertinya aku nanti malam tidak bisa datang, aku akan bekerja lembur.” “Oh begitu,” suara Lana terdengar agak kecewa. “Kamu harus tahu kesibukan aku…
Bab 57 Pilihan Yang Sulit
Tidak lama seorang dokter perempuan keluar dari ruangan di mana Daniel sedang diperiksa, Noah dan Cilla segera berdiri menghampiri dokter itu. “Apa kalian berdua teman si pasien?” “Iya, Dok, Daniel sahabat saya, kita sama-sama sudah tidak memiliki keluarga.” “Keadaan sahabat kamu sangat kritis…
Bab 56 Dua Berita Menyedihkan
“Kamu pasti sangat membenci mama? Noah, mulai sekarang belajarlah untuk memaafkan, aku saja sudah memaafkan mama walaupun banyak rasa sakit yang sudah mama berikan kepada kita. Aku tidak mau memiliki kebencian di dalam hidupku, aku ingin hidup bahagia sekarang.” Sekali lagi Nat memeluk…
Comments
20 Chapters
Chapter 1: Bab 1. Noah
Bocah laki-laki yang usianya sekitar 10 tahun itu sedang berdiri tertegun di depan pintu kamarnya, matanya tidak berkedip sama sekali, dia tidak sedang melihat hal yang menyenangkan di depannya, melainkan dia melihat sesuatu yang membuat kedua lututnya bergetar. Pyar ... Terdengar suara pecahan…
ReadmoreChapter 2: Bab 2. Kehidupan Bebas Noah
Pria yang menghubungi Noah masih terdiam. "Dok!" ulang Noah kesal. “Kondisinya kurang baik hari ini, tapi aku sudah bisa menanganinya. Datanglah ke sini, mungkin dia merindukan kamu, dan satu lagi ada hal penting yang aku ingin bicarakan sama kamu.” “Iya, aku tau.Aku akan…
ReadmoreChapter 3: Bab 3. Gadis Di Tepi Jalan
Daniel sudah biasa dengan sikap Noah seperti itu, dia memilih turun ke lantai dansa dan mencoba peruntungannya mendapatkan kenalan seorang gadis di sana. Daniel melihat seorang gadis yang sedang menari dengan teman-temannya, dan entah kenapa dia tertarik melihat wajah gadis yang baginya menggemaskan…
ReadmoreChapter 4: Bab 4 Benda Aneh
"Jangan takut denganku, aku tidak akan menyakiti atau menculik kamu, aku hanya bermaksud menolong." Noah seolah tau apa yang dipikirkan oleh Lana. Lana berpikir lagi, jika dia tidak segera berangkat, dia bisa terlambat, jika dia terlambat, Lana tidak akan boleh mengikuti ujian, dan…
ReadmoreChapter 5: Bab 5. Penyebab Masalah
Muka gadis di samping Lana itu bersemu merah. "Menurut kamu? Lana, hal itu wajar dilakukan, dan suatu saat kamu harus mencobanya. Lagipula kita sudah dewasa. Apa kamu mau terkekang terus hidup kamu dengan segala aturan kedua orang tua kamu?" Sahabat Lana ini sebenarnya…
ReadmoreChapter 6: Bab 6. Aturan dan Aturan
“Itukan cowok menyebalkan itu,” ucapnya kesal. Lana membuka pintu belakang dan memberitahu mamanya jika dia ingin mengembalikan jaket kepada cowok pemilik jaket itu. Mama Lana menoleh ke arah jendela belakang dan benar, beliau melihat seorang cowok dengan penampilan yang tidak rapi sedang bersandar…
ReadmoreChapter 7: Bab 7. Tidak Mendapat izin
Mama mereka menyuruh Lana dan Leon duduk di depannya. Lana teringat duduk di tempatnya, Lana agak takut jika nanti apa yang diucapkan Leon akan membuat mamanya marah. “Kalian mau bicara apa?” Tatapnya tajam. “Ma, apa boleh aku mengajak Lana pergi ke acara pesta…
ReadmoreChapter 8: Bab 8. bertemu Lagi
Noah berjalan masuk ke gedung itu, sebelahnya Daniel sedang mengamati setiap sudut bangunan itu. "Noah, untuk apa kita kemari? Tempat ini lebih mirip rumah sakit tua, tapi menyeramkan sekali." "Ini memang rumah sakit yang di bangun untuk merawat pasien dengan gangguan kejiwaan." "Apa?!"…
ReadmoreChapter 9: Bab 9. Berharap Tidak Bertemu Lagi
Noah menatap tidak suka pada supir Lana. Dia malah dengan muka marahnya mendorong tubuh supir itu. "Jangan ikut campur! Aku cuma ingin bicara dengan nona kamu." "Tapi kamu orang asing dan aku tidak akan membiarkan kamu mendekati Nona Lana." Supir itu sebenarnya takut,…
ReadmoreChapter 10: Bab 10. Datang Ke Acara Pesta
Lana menyuruh adiknya keluar dari kamarnya setelah memberikan Leon uang yang dia inginkan dari tabungannya. Lana benar-benar kesal dan tidak menyangka dia akan kehilangan buku yang menjadi buku kesayangannya. "Pria itu benar-benar menyebalkan! Kenapa aku bisa sampai bertemu dan berurusan dengan dia." Lana…
ReadmoreChapter 11: Bab 11 Hal Mengerikan
Daniel dan Noah menikmati pesta itu, walaupun mereka tidak ada yang kenal. Daniel berjelajah ke setiap ruangan mencari gadis-gadis yang mau dia ajak kenalan. Salah satu gadis yang ada di sana dari tadi memperhatikan Noah. Dia sepertinya tertarik pada Noah. "Jill, pria itu…
ReadmoreChapter 12: Bab 12
Brak ... Terdengar suara pintu di dobrak dari luar. Dan samar, Lana melihat pria yang bernama Chris yang ada di atasnya tadi ditarik dengan keras dan Lana tidak tau apalagi yang terjadi. Lana masih terdiam di tempatnya, tenaga Lana sudah terkuras, dia lemas.…
ReadmoreChapter 13: Bab 13 Kenekatan Noah
Motor Noah tepat di samping rumah Lana. Dia berpikir bagaimana cara menemui Lana di kamarnya. "Kamu tau kamar gadis itu, Noah? Rumahnya besar sekali, dan kamarnya juga ada banyak." Daniel memegangi kepalanya. Noah sedang berpikir bagaimana dia mengetahui di mana kamar Lana. Apalagi…
ReadmoreChapter 14: Bab 14 Pertengkaran Sahabat
Kedua sahabat itu berbaring terlentang di atas ranjang mereka. Wajah Noah tampak berseri menatap langit-langit kamarnya. "Noah, bagaimana kamu dengan gadis itu? Siapa namanya?" "Lana." Wajah Noah tampak tersenyum. Daniel yang melihatnya tampak merasa aneh dengan temannya satu ini. "Kamu itu kenapa? Wajah…
ReadmoreChapter 15: Bab 15 Kebingungan Lana
Kedua mata si keriting membulat sempurna melihat tanda merah pada leher Lana. "Kamu kenapa? Apa kamu habis bercinta dengan seseorang di pesta itu? Kamu sudah--." "Ini semua kelakuan pacar busuk kamu itu. Chris yang melakukan semua ini," Lana memotong kata-kata sahabatnya. "Apa? Chris…
ReadmoreChapter 16: Bab 16
Bel pulang sekolah berbunyi. Semua siswa sudah bersiap-siap untuk pulang. Lana masih duduk di bangkunya memikirkan tentang apa yang akan dia lakukan setelah ini. Entah kenapa juga Lana, merasa mau menerima tawaran Noah. "Lana, kamu tidak pulang? Itu si pangeran kamu sudah menunggu." …
ReadmoreChapter 17: Bab 17 Perasaan Apa Ini?
Lana bingung harus berteriak apa? Dia hanya memandangi saja pemandangan di depannya. "Kamu bisa mengeluarkan kesedihan kamu di sini, dan tidak akan ada orang yang tau tentang masalah kamu." "Aku tidak sedih, Noah. Aku bahagia dengan hidupku. Aku memiliki keluarga sempurna." Lana memilih…
ReadmoreChapter 18: Bab 18 Ciuman Pertama
Kedua insan itu masih saling berpandangan. "Apa kamu kedinginan, Lana?" tanya Noah dengan bibir yang terlihat bergetar. Lana menggeleng pelan. Lana sekarang malah tersenyum. "Kamu yang sepertinya kedinginan, Noah." Sekarang gantian Noah yang mengangguk, dengan menahan rasa dinginnya. Lana tertawa kecil. "Kenapa tadi…
ReadmoreChapter 19: Bab 19 Kamu Lagi
Lana yang sebal tidak menjawab pertanyaan dari sahabatnya, dia hanya duduk terdiam di dalam mobil melihat ke arah luar jendela. "Lana, bagaimana rasanya? Pasti menyenangkan? Aku lihat di balik kaos Noah yang basah, tubuh Noah terlihat sangat bagus. Apalagi dia sepertinya sudah berpengalaman."…
ReadmoreChapter 20: Bab 20 Sang Penyelinap
Lana terbaring di atas tempat tidurnya dan sekarang dia terlihat sedang tidak baik. Leon tadi sudah mengantarkan makanan dan obat untuk Lana. Tidak lama pintu kamar Lana di ketuk oleh mamanya. Wanita cantik itu masuk ke dalam kamar dan duduk tepat di samping…
Readmore





