Table of Contents
Lates Chapters
Kenangan
Kita pernah bersama Walau hanya sekejap Bergulung ombak asmara Hingga terlupa pulang Aku dan dirimu Pernah merajut detik Saling mengayuh tawa Di bawah hujan Namun, kini Kita hanyalah kenangan Tak saling bertemu Bahkan tak saling terjamah. Bekasi, 29 September 2025
Ujung Riak
Menjauhlah dariku Aku ingin berdua dengan kisahku Pergilah berlalu Kuingin bermanja dengan waktu Janganlah desak Aku ke ujung riak Biarkan lah dia retak Terhimpit semak Sepertinya jiwa mati Menyatu dalam diri ini Panas terbakar geni Berpadu keringat menari. Bekasi, 22 November…
Berwajah Harsa.
Seorang pengemis Menerobos gerimis Untuk mengkais Perut yang menangis Seorang pria Berwajah Harsa Menangkup cahaya Pada senyum sang dara Sedang seorang lusuh Hanya membawa tubuh Menerjang runtuh Walau dia harus jatuh. Bekasi, 21 Oktober 2024
Penyair Malam
Wahai, masa lalu Apakabar dirimu Lama kita tak bertemu Masihkah kau ingat aku Kala kelam Di antara temaram Berbisik penyair malam Tangannya meraih silam Menyentuh hari berganti Lincah, menari-nari Selaras degup jantung ini Membara bagai geni. Bekasi, 19…
Wajah Kerin
Biarkanlah ranting Mengusap wajah kering Jelajahi suara hening Dari bibir kemuning Sementara Tuan padika Asyik merajut cinta Merayu kata Pada purnama Oh, luntur Cinta tak kan luntur Tak akan hancur Sekalipun oleh guntur. Bekasi, 8 Agustus 2024 …
Comments
You May Also Like
5 Chapters
Chapter 1: Wajah Kerin
Biarkanlah ranting Mengusap wajah kering Jelajahi suara hening Dari bibir kemuning Sementara Tuan padika Asyik merajut cinta Merayu kata Pada purnama Oh, luntur Cinta tak kan luntur Tak akan hancur Sekalipun oleh guntur. Bekasi, 8 Agustus 2024 …
ReadmoreChapter 2: Penyair Malam
Wahai, masa lalu Apakabar dirimu Lama kita tak bertemu Masihkah kau ingat aku Kala kelam Di antara temaram Berbisik penyair malam Tangannya meraih silam Menyentuh hari berganti Lincah, menari-nari Selaras degup jantung ini Membara bagai geni. Bekasi, 19…
ReadmoreChapter 3: Berwajah Harsa.
Seorang pengemis Menerobos gerimis Untuk mengkais Perut yang menangis Seorang pria Berwajah Harsa Menangkup cahaya Pada senyum sang dara Sedang seorang lusuh Hanya membawa tubuh Menerjang runtuh Walau dia harus jatuh. Bekasi, 21 Oktober 2024
ReadmoreChapter 4: Ujung Riak
Menjauhlah dariku Aku ingin berdua dengan kisahku Pergilah berlalu Kuingin bermanja dengan waktu Janganlah desak Aku ke ujung riak Biarkan lah dia retak Terhimpit semak Sepertinya jiwa mati Menyatu dalam diri ini Panas terbakar geni Berpadu keringat menari. Bekasi, 22 November…
ReadmoreChapter 5: Kenangan
Kita pernah bersama Walau hanya sekejap Bergulung ombak asmara Hingga terlupa pulang Aku dan dirimu Pernah merajut detik Saling mengayuh tawa Di bawah hujan Namun, kini Kita hanyalah kenangan Tak saling bertemu Bahkan tak saling terjamah. Bekasi, 29 September 2025
Readmore





