Padika Penuh Romansa

By: Irmanika Kumalasari
158 Readers 5 Chapters 9.9

Poetry

Padika penuh romansa adalah kumpulan syair yang penuh kata cinta dan kemesraan.
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Kenangan

Kita pernah bersama Walau hanya sekejap Bergulung ombak asmara Hingga terlupa pulang   Aku dan dirimu Pernah merajut detik Saling mengayuh tawa Di bawah hujan   Namun, kini Kita hanyalah kenangan Tak saling bertemu Bahkan tak saling terjamah.    Bekasi, 29 September 2025

Ujung Riak

Menjauhlah dariku Aku ingin berdua dengan kisahku Pergilah berlalu Kuingin bermanja dengan waktu   Janganlah desak Aku ke ujung riak Biarkan lah dia retak Terhimpit semak   Sepertinya jiwa mati Menyatu dalam diri ini Panas terbakar geni Berpadu keringat menari. Bekasi, 22 November…

Berwajah Harsa.

Seorang pengemis Menerobos gerimis Untuk mengkais Perut yang menangis   Seorang pria Berwajah Harsa Menangkup cahaya Pada senyum sang dara   Sedang seorang lusuh Hanya membawa tubuh Menerjang runtuh Walau dia harus jatuh.    Bekasi, 21 Oktober 2024      

Penyair Malam

Wahai, masa lalu Apakabar dirimu Lama kita tak bertemu Masihkah kau ingat aku     Kala kelam Di antara temaram Berbisik penyair malam Tangannya meraih silam     Menyentuh hari berganti Lincah, menari-nari Selaras degup jantung ini Membara bagai geni.    Bekasi, 19…

Wajah Kerin

Biarkanlah ranting Mengusap wajah kering Jelajahi suara hening Dari bibir kemuning   Sementara Tuan padika Asyik merajut cinta Merayu kata Pada purnama   Oh, luntur Cinta tak kan luntur Tak akan hancur Sekalipun oleh guntur.   Bekasi, 8 Agustus 2024      …

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

andy.lorenza
Aryati Mudjiono
eli.budianto
dwi.fitriani
5 Chapters

Chapter 1: Wajah Kerin

Oleh: Irmanika Kumalasari
Biarkanlah ranting Mengusap wajah kering Jelajahi suara hening Dari bibir kemuning   Sementara Tuan padika Asyik merajut cinta Merayu kata Pada purnama   Oh, luntur Cinta tak kan luntur Tak akan hancur Sekalipun oleh guntur.   Bekasi, 8 Agustus 2024      …
Readmore

Chapter 2: Penyair Malam

Oleh: Irmanika Kumalasari
Wahai, masa lalu Apakabar dirimu Lama kita tak bertemu Masihkah kau ingat aku     Kala kelam Di antara temaram Berbisik penyair malam Tangannya meraih silam     Menyentuh hari berganti Lincah, menari-nari Selaras degup jantung ini Membara bagai geni.    Bekasi, 19…
Readmore

Chapter 3: Berwajah Harsa.

Oleh: Irmanika Kumalasari
Seorang pengemis Menerobos gerimis Untuk mengkais Perut yang menangis   Seorang pria Berwajah Harsa Menangkup cahaya Pada senyum sang dara   Sedang seorang lusuh Hanya membawa tubuh Menerjang runtuh Walau dia harus jatuh.    Bekasi, 21 Oktober 2024      
Readmore

Chapter 4: Ujung Riak

Oleh: Irmanika Kumalasari
Menjauhlah dariku Aku ingin berdua dengan kisahku Pergilah berlalu Kuingin bermanja dengan waktu   Janganlah desak Aku ke ujung riak Biarkan lah dia retak Terhimpit semak   Sepertinya jiwa mati Menyatu dalam diri ini Panas terbakar geni Berpadu keringat menari. Bekasi, 22 November…
Readmore

Chapter 5: Kenangan

Oleh: Irmanika Kumalasari
Kita pernah bersama Walau hanya sekejap Bergulung ombak asmara Hingga terlupa pulang   Aku dan dirimu Pernah merajut detik Saling mengayuh tawa Di bawah hujan   Namun, kini Kita hanyalah kenangan Tak saling bertemu Bahkan tak saling terjamah.    Bekasi, 29 September 2025
Readmore
error: Content is protected !!