Table of Contents
- Chapter 1: BAB 1 TOLONG LEPAS
- Chapter 2: BAB 2 MERINGIS PELAN
- Chapter 3: BAB 3 KEHILANGAN HARAPAN
- Chapter 4: BAB 4 API CEMBURU
- Chapter 5: BAB 5 HASRAT TERTAHAN (18+)
- Chapter 6: BAB 6 HAMIL?
- Chapter 7: BAB 7 MENGERANG NIKMAT (21+)
- Chapter 8: BAB 9 KELUARI DI DALAM (21+)
- Chapter 9: BAB 10 GAGAL FOKUS
- Chapter 10: BAB 11 MERINDUKAN SENTUHANMU
Lates Chapters
BAB 30 KEBENARAN PILU
Empat hari kemudian, ketika adzan Isya berkumandang, Damar duduk di ruang tamu bersama Pak Adam, Ibu Mila, dan Luna. Sebelumnya, Damar telah menghubungi Ibu Mila untuk memastikan Luna hadir karena ada hal penting yang ingin dia sampaikan. Awalnya, Luna enggan datang dengan alasan-alasan…
BAB 29 SEBUAH PENGAKUAN
Dokter itu mengangguk dengan penuh pengertian. "Ya, Pak. Calon istri Anda sedang mengandung. Saya ucapkan selamat kepada Anda," ujar dokter dengan riang, tanpa menyadari bahwa perkataannya menjadi pukulan berat bagi Damar. Damar, masih terkejut dengan berita bahwa Luna sedang mengandung, merasakan kebingungan dan…
BAB 28 KENANGAN TERKUBUR
Di apartemen pinggir kota yang tenang, suasana hening terpecah saat pintu terbuka, dan Arnol muncul setelah seharian bekerja. Fira, dengan segelas coklat panas di tangan, menatap Arnol dengan pertanyaan tersirat di matanya. "Lembur lagi, Bang?" ucap Fira, menyambut kedatangan Arnol dengan kehangatan. Arnol…
BAB 27 ORANG MASA LALU
Damar memperhatikan dengan seksama rekan bisnis Dian yang berada di penjuru ruangan keluarga, lalu ia berbisik kepada ibunya, "Ibu, kok aku tidak tahu ada acara amal di rumah kita?" Dian menyindir Damar, "Makanya kamu harus lebih peka, Damar. Sudah seminggu lalu ibu bilang…
BAB 26 NAFSU MANTAN (21+)
Rey menatap Nikita dengan penuh perhatian, jemarinya dengan lembut meremas tangan gadis itu. "Jadi, dia teman kecilmu dulu ya?" tanyanya dengan nada lembut, meski di dalam hatinya dia tidak terlalu peduli. "Iya, Yang," balas Nikita, suaranya ceria seperti anak kecil yang telah diberi…
Comments
20 Chapters
Chapter 1: BAB 1 TOLONG LEPAS
"Jangan lompat, kumohon!" teriaknya, tak memberikan cela untuk Damar terlepas dari dekapannya. "Siapa kamu?! Lepas! Lepaskan aku! Biarkan aku mati! Biarkan aku matii!!" Damar berontak dalam pelukan erat wanita yang mengenakan blazer dan cardigan itu. Sementara si wanita menggelengkan kepalanya dengan kuat bertanda…
ReadmoreChapter 2: BAB 2 MERINGIS PELAN
Nikita memekik kaget. "Aduuh, Mas, maaf, maaf." Dia panik sendiri hingga wajahnya tampak terlihat bodoh Damar tercengang sejenak melihat kondisi kemejanya basah. Damar mendongak menatap wanita itu tajam. Seketika itu bulu pandangan mereka saling beradu. Dia terdiam begitu Damar mengangkat wajahnya dan menatapnya…
ReadmoreChapter 3: BAB 3 KEHILANGAN HARAPAN
"Aduh, Mas, maaf, maaf," ucap perempuan itu seraya memungut ponsel Damar. "Kamu lagi!" sentak Damar begitu mengenali wajah wanita dihadapannya. Nikita. Pupil mata Nikita membesar. "Astagfirullah, Mas lagi. Maaf, Mas. Saya buru-buru." Seraya menggaruk telinganya tidak gatal. "Kenapa, Say?" Citra terkekeh melihat kejadian…
ReadmoreChapter 4: BAB 4 API CEMBURU
"Lun, ngomong apa sih kamu?" tanya Nikita bingung setelah mendengar jawaban aneh dari sahabatnya itu. Dia baru saja datang, tapi bukannya disambut dengan kebahagiaan, malah dikasih jawaban yang nggak jelas. "Serius, aku pengen banget jadi manusia amnesia," ujar Luna dengan suara yang meninggi,…
ReadmoreChapter 5: BAB 5 HASRAT TERTAHAN (18+)
Pukul 12.30 WIB. Kendaraan yang melintas sangat jarang terlihat. Hujan deras membuat Ray memperlambat laju mobilnya. Setelah setengah perjalanan, ia menyadari bahwa tidak ada obrolan manis seperti biasanya yang mengisi perjalanan mereka. Ray menunggu Nikita membuka suara, tetapi hening. Wanita di sampingnya hanya…
ReadmoreChapter 6: BAB 6 HAMIL?
“Niki! Niki!” Nikita tersentak kaget saat suara melengking khas wanita dewasa merangsek masuk ke telinganya. Seketika bayangan pria itu dengan senyuman manisnya mengabur. “Kamu dengar nggak, sih! Aku ngomong, Niki?” tanya Luna. Bau alkohol menyengat dari mulutnya. Nikita tertawa canggung. "Iya Lun, aku…
ReadmoreChapter 7: BAB 7 MENGERANG NIKMAT (21+)
Di bulan desember sebelumnya, sejak pertemuan dengan Gian, seorang aktor, di Bali, Luna sering pergi ke Bitung untuk bertemu dengannya tanpa sepengetahuan Damar. Luna merasa tertarik pada Gian karena kegantengan dan pesonanya yang mampu membuat wanita mana pun terpikat. Dan ketika di Bali…
ReadmoreChapter 8: BAB 9 KELUARI DI DALAM (21+)
Sesaat mereka berada di samping kolam renang terakhir, Gian memperkenalkan Luna kepada sutradara, kru, dan aktor lainnya dengan bangga. Dia dengan penuh semangat menyebut Luna sebagai calon istrinya dan menambahkan bahwa Luna adalah seorang pengusaha bengkel terbesar di Jakarta. Luna merasa sedikit malu…
ReadmoreChapter 9: BAB 10 GAGAL FOKUS
Ingatan itu berputar layak kaset rusak dipikiran Luna sontak tertawa parau. Untuk kesekian kali selokinya diisi minuman lagi. Nikita geleng-geleng kepala. Sebelum Luna mabuk parah, Nikita segera menyeretnya keluar dari night club itu. Turun ke basemen tempat parkir dan memaksanya masuk ke dalam…
ReadmoreChapter 10: BAB 11 MERINDUKAN SENTUHANMU
Malam Minggu berikutnya, Damar duduk sendirian di sebuah kafe. Ia merasa agak kesepian karena Luna tidak bisa menemani seperti biasanya. Damar mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada Luna. "Hai, Yang. Aku merindukanmu. Bagaimana kabarmu?" Setelah beberapa saat, Luna akhirnya membalas pesannya. "Hai, Yang.…
ReadmoreChapter 11: BAB 12 DI NIKMATI
Hari Senin yang sibuk membuat Damar semakin kesal. Ia duduk di meja kerjanya, memikirkan urusan pernikahan mereka yang masih belum selesai. Damar merasa frustrasi karena Luna belum menghubungi temannya dari Malang yang bisa membantu mengatur acara pernikahan. Ia memutuskan untuk menghubungi Luna. "Hai,…
ReadmoreChapter 12: BAB 13 TANPA KABAR
Sore itu, Damar dan Luna sibuk mencoba beberapa gaun yang akan dikenakan untuk prewedding esok hari. Mereka bergaya di depan kaca besar di kamar Damar sambil tertawa-tawa. Tak lupa pula mengabadikan momen itu dalam ponsel mereka. “Yang…” Damar memeluk pinggang Luna dari belakang…
ReadmoreChapter 13: BAB 14 FAKTA SEBENARNYA
“Open your eyes,” bisik Luna tepat di telinga Damar, membuat hatinya berdebar. Damar membuka mata dengan perlahan. Di hadapannya tergantung sebuah dasi elegan dengan variasi emas yang mempesona. “Aku pesan ini dari toko ternama di Eropa. Kamu tahu kan harganya bukan main-main, tapi…
ReadmoreChapter 14: BAB 15 MENIKAH?
Luna duduk di kamarnya, menggenggam ponselnya dengan gelisah. Tanpa ragu, Luna menghubungi nomor Gian. "Yang, aku mau ketemu sama kamu," ujar Luna dengan suara lembut. “Aku masih di Pacet, Yang. Tiga hari lagi baru bisa pulang. Besok ada jadwal syuting sampai jam satu. …
ReadmoreChapter 15: BAB 16 PERTAHANAN RUNTUH
“Kau ikut denganku!” bentak Gian tajam seraya berdiri kemudian menarik tangan Luna. Suara Gian yang setajam pisau memecah keheningan di bistro kecil itu, memancing perhatian beberapa pengunjung yang sedang duduk di dekat mereka. Tampak sudut mata Luna melirik ke arah para pengunjung yang…
ReadmoreChapter 16: BAB 17 SURPRISE AYANG
Dua hari kemudian, di dalam kamar Damar— Pria itu melemparkan tubuhnya ke kasur yang empuk. Setelah hampir tiga hari kurang tidur karena pekerjaan yang menumpuk, ia merasa lega karena berhasil menyelesaikan semua tugasnya. Namun, kegelisahan mulai menghampirinya saat mencoba menghubungi Luna dan menyadari…
ReadmoreChapter 17: BAB 18 HADIAH MALAPETAKA
Damar mempersilahkan teman Miss Alena duduk. Sementara Arnol menuangkan teh untuknya. Sera memilih duduk di depan Damar. Sementara Damar membuang wajah ke jendela, mengamati lampu-lampu kota menyala dan bintang bertaburan di langit malam. Terdengar suara Sera tergelak sesaat mendengar ucapan Miss Alena. "Aku…
ReadmoreChapter 18: BAB 19 TERJEPIT
Luna dan pria itu saling terkejut saat melihat satu sama lain, dan si pria tak lain adalah Gian sang kekasih, dan Jojo, yang juga terkejut hingga matanya sedikit membeliak. Luna langsung terdiam setelah itu. Tangannya yang nganggur disentuh oleh tangan Gian. "Aku mau…
ReadmoreChapter 19: BAB 20 KEGAGALAN TERULANG (21+)
Luna dengan cepat mengeluarkan ponselnya dan menekan tombol panggilan. Namun, suara deringan ponsel terdengar dari dekatnya. Ia terkejut saat melihat ponsel Gian tergeletak di atas meja. “Jangan panik, Luna kamu harus enjoy," bisik Luna pada dirinya seraya merapikan penampilannya dengan cepat, agar terlihat…
ReadmoreChapter 20: BAB 21 SIBUK LAGI (21+)
"Makasih ya, yang, udah nemenin aku malam ini. Aku bener-bener mencintaimu," bisik Gian sambil menarik kepala Luna agar rebahan di atas pundaknya. Dengan penuh kasih, Gian memeluk Luna dari belakang dan memberinya kecupan-kecupan nakal.Luna membalikkan tubuhnya agar menghadap ke arah kekasihnya. Dengan penuh…
Readmore





