Table of Contents
Lates Chapters
Bab 5. Rencana Jahat
Suatu sore, pelayan mereka melaporkan bahwa Riko sering terlihat di pasar, bahkan beberapa kali dia terlihat membantu seorang wanita tua dan seorang gadis muda—yang tak lain adalah Ningsih dan Maudy. Pelayan keluarga Riko, yang bernama Tika, telah lama memperhatikan perubahan perilaku Riko.…
Bab 4. Perubahan Sikap
Riko mulai sering membantu Maudy dan Ningsih di pasar, sebuah tindakan yang tidak pernah dibayangkan oleh siapa pun, termasuk dirinya sendiri. Awalnya, semua dimulai dengan rasa kasihan yang muncul setiap kali melihat Maudy dan Ningsih berjuang keras menjual sayur-sayuran. Namun, seiring berjalannya waktu,…
Bab 3. Rasa Simpati
Hari itu, Maudy sedang sibuk membantu ibunya di pasar. Seperti biasa, ia melayani pembeli dengan senyum ramah, meskipun hatinya masih terasa berat setelah insiden dengan Aminah beberapa hari yang lalu. Pikiran tentang bagaimana ibu Riko memperlakukannya tidak kunjung hilang dari benaknya. Namun, dia…
Bab 2. Pria Sombong
Hari itu, setelah berjam-jam berdagang di pasar, Maudy dan Ningsih akhirnya pulang dengan berjalan kaki di bawah teriknya matahari. Mereka membawa keranjang berisi sisa dagangan yang belum habis terjual. Keduanya sudah terbiasa dengan lelah, dan meskipun mereka tak banyak bicara sepanjang perjalanan, rasa…
Bab 1. Pertemuan Awal
Pagi itu, sinar matahari menyapa desa kecil di lembah, mengusir sisa-sisa embun yang menempel di daun-daun pisang. Desa itu masih sepi, hanya terdengar kicauan burung dan sesekali langkah kaki para penduduk yang mulai beranjak dari rumah mereka menuju ladang atau pasar. Di sebuah…
Comments
You May Also Like
5 Chapters
Chapter 1: Bab 1. Pertemuan Awal
Pagi itu, sinar matahari menyapa desa kecil di lembah, mengusir sisa-sisa embun yang menempel di daun-daun pisang. Desa itu masih sepi, hanya terdengar kicauan burung dan sesekali langkah kaki para penduduk yang mulai beranjak dari rumah mereka menuju ladang atau pasar. Di sebuah…
ReadmoreChapter 2: Bab 2. Pria Sombong
Hari itu, setelah berjam-jam berdagang di pasar, Maudy dan Ningsih akhirnya pulang dengan berjalan kaki di bawah teriknya matahari. Mereka membawa keranjang berisi sisa dagangan yang belum habis terjual. Keduanya sudah terbiasa dengan lelah, dan meskipun mereka tak banyak bicara sepanjang perjalanan, rasa…
ReadmoreChapter 3: Bab 3. Rasa Simpati
Hari itu, Maudy sedang sibuk membantu ibunya di pasar. Seperti biasa, ia melayani pembeli dengan senyum ramah, meskipun hatinya masih terasa berat setelah insiden dengan Aminah beberapa hari yang lalu. Pikiran tentang bagaimana ibu Riko memperlakukannya tidak kunjung hilang dari benaknya. Namun, dia…
ReadmoreChapter 4: Bab 4. Perubahan Sikap
Riko mulai sering membantu Maudy dan Ningsih di pasar, sebuah tindakan yang tidak pernah dibayangkan oleh siapa pun, termasuk dirinya sendiri. Awalnya, semua dimulai dengan rasa kasihan yang muncul setiap kali melihat Maudy dan Ningsih berjuang keras menjual sayur-sayuran. Namun, seiring berjalannya waktu,…
ReadmoreChapter 5: Bab 5. Rencana Jahat
Suatu sore, pelayan mereka melaporkan bahwa Riko sering terlihat di pasar, bahkan beberapa kali dia terlihat membantu seorang wanita tua dan seorang gadis muda—yang tak lain adalah Ningsih dan Maudy. Pelayan keluarga Riko, yang bernama Tika, telah lama memperhatikan perubahan perilaku Riko.…
Readmore





