VIP Signed

Pixel Rindu dan Prosa yang Pulang

By: Arini Sabila
62 Readers 20 Chapters 9.9

20 HARI MENCARI MAAF

"Dalam linguistik, kita mengenal istilah 'Zero Morpheme', sebuah keberadaan yang tidak tampak bentuknya, namun secara fungsional ia mengubah segalanya. Seperti itulah Ayah bagi kami selama lima tahun,  sebuah kekosongan yang memberi makna pada setiap luka yang kami pikul." Ayah pergi meninggalkan kami disaat kami butuh pelindung…
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Prolog

Sinopsis Novelet: "Pixel Rindu dan Prosa yang Pulang" Tema Utama: Rekonsiliasi, Pengampunan, dan Integritas Batin. Alur Cerita Cerita ini mengikuti perjalanan Randi, seorang ahli administrasi dan akuntansi yang terpaksa meninggalkan anak-anaknya di Makassar untuk bekerja sebagai buruh logistik di Jawa Tengah demi menyambung…

Jurnal Penutup Yang Sempurna

Aku menatap barisan buku di rak perpustakaan kampus, jemariku menyentuh punggung buku puisi Chairil Anwar dan roman-roman klasik Pramoedya Ananta Toer. Sebagai mahasiswi Fakultas Sastra Indonesia semester tiga, aku belajar bahwa setiap narasi besar selalu membutuhkan konflik untuk mencapai resolusi. Begitu juga dengan…

Amortisasi Luka

Di dunia akuntansi yang ditekuni Ayah, ada istilah amortisasi sebuah proses penghapusan nilai aset tidak berwujud secara bertahap selama masa manfaatnya. Setelah malam menyakitkan di pinggir jalan raya Makassar itu, aku melihat Ayah mulai menerapkan prinsip itu pada hatinya sendiri. Ia mulai melakukan…

Luka Yang Permanen

Kedatangan Kak Gladis memang laksana oase di tengah gurun panjang pengabaian yang dialami Ayah. Untuk beberapa saat, rumah kami dipenuhi dengan hangatnya tawa dan aroma masakan yang sudah lama tak tercium. Namun, bagi seorang pria yang hidupnya diabdikan pada ketelitian angka seperti Ayah,…

Jurnal Penyesuaian Hati

Rumah di gang sempit itu biasanya hanya dihuni oleh suara deru kipas angin tua dan denting sendok yang beradu dengan piring dalam keheningan yang canggung. Namun, sejak kedatangan Kak Gladys, atmosfer di dalam rumah kami seolah mengalami perombakan total. Pandemi Covid-19 yang mencekam…

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

eli.budianto
dwi.fitriani
20 Chapters

Chapter 1: Gang Sempit

Oleh: Arini Sabila
”Dalam linguistik, kita mengenal istilah ‘Zero Morpheme’, sebuah keberadaan yang tidak tampak bentuknya, namun secara fungsional ia mengubah segalanya. Seperti itulah Ayah bagi kami selama lima tahun,  sebuah kekosongan yang memberi makna pada setiap luka yang kami pikul.” Malam ini, di sela-sela tumpukan…
Readmore

Chapter 2: Pengobat Rindu

Oleh: Arini Sabila
“Dalam kajian semantik, kata ‘Pulang’ memiliki makna dasar kembali ke tempat asal. Namun bagi seorang anak yang ditinggalkan, ‘Pulang’ adalah sebuah metafora tentang keutuhan yang mustahil. Ia adalah kata kerja yang paling sering kami rapalkan dalam doa, namun paling jarang dikabulkan oleh semesta.”…
Readmore

Chapter 3: Jarak Yang Menjelma Angka

Oleh: Arini Sabila
“Dalam sintaksis kehidupan, jabatan hanyalah sebuah kata keterangan tempat. Ia bisa mengubah di mana seseorang duduk, tapi jarang sekali mengubah ke mana seseorang akan pulang. Ayah mungkin telah berpindah dari lantai gudang yang dingin ke balik meja administrasi yang rapi, namun bagiku, ia…
Readmore

Chapter 4: Luka Yang Tak Terdata

Oleh: Arini Sabila
“Dalam ilmu morfologi, kita mempelajari bagaimana sebuah kata dasar berubah makna setelah mendapatkan afiksasi. Lima tahun adalah prefiks yang kejam. Ia mengubah kata ‘Ayah’ dari sebuah subjek yang melindungi menjadi sebuah kata ganti jauh yang abstrak. Di tahun kelima ini, kami bukan lagi…
Readmore

Chapter 5: Tembok Di Balik Pintu Kayu

Oleh: Arini Sabila
“Dalam kajian pragmatik, sebuah tuturan tidak hanya dinilai dari maknanya, melainkan dari maksud dan dampaknya. Kata ‘Maaf’ yang diucapkan setelah lima tahun bukan lagi berfungsi sebagai permohonan ampun, melainkan sekadar partikel yang menggantung di udara tak mampu menembus dinding pertahanan yang telah dibangun…
Readmore

Chapter 6: Kalkulasi

Oleh: Arini Sabila
Keputusan Ayah untuk kembali ke SMA Bakti Luhur sekolah swasta tempat ia mengabdi sebagai guru Sosiologi sebelum eksodusnya ke Jawa Tengah, bukanlah sebuah nostalgia romantis. Itu adalah upaya kalkulatif untuk menebus waktu. Ayah merasa, dengan kembali ke habitat asalnya, ia bisa memulihkan martabatnya…
Readmore

Chapter 7: Kasih Sayang Dianggap Keliru

Oleh: Arini Sabila
Kemenangan Ayah atas Pak Heru di meja audit sekolah membawa dampak instan: Ayah resmi dilantik sebagai Kepala Tata Usaha (KTU) menggantikan posisi musuhnya yang kini “dibuang” ke bagian kearsipan di gedung belakang yang lembab. Jabatan itu memberi Ayah akses penuh ke seluruh data…
Readmore

Chapter 8: Jurnal dan Ruang Hampa

Oleh: Arini Sabila
Malam itu, hujan di luar tidak lagi terdengar seperti rintik air, melainkan seperti ribuan jarum yang menusuk atap seng rumah Nenek. Di dalam rumah, keheningan terasa jauh lebih bising daripada guntur. Ayah duduk di meja kayu ruang tamu, bukan menghadap tumpukan berkas sekolah,…
Readmore

Chapter 9: Rekonsiliasi Yang Terhapus

Oleh: Arini Sabila
Lampu neon di gang sempit itu berkedip-kedip seolah sedang sekarat, memantulkan bayangan kami yang memanjang di atas aspal yang retak. Bau selokan yang menggenang bercampur dengan aroma parfum mahal yang mulai tercium saat kami mendekati rumah Nenek dari pihak Ibu, rumah yang jaraknya…
Readmore

Chapter 10: Membangun di Atas Puing Kepercayaan

Oleh: Arini Sabila
Tiga tahun telah berlalu sejak malam yang menghancurkan di gang buntu itu. Kini, aku bukan lagi bocah SD yang hanya bisa mengintip dari balik tirai. Aku sudah mengenakan seragam putih biru, duduk di bangku kelas 7 SMP Bakti Bangsa. Sekolah ini adalah sebuah…
Readmore

Chapter 11: Nahkoda Di Tengah Badai Tenang

Oleh: Arini Sabila
Langit di atas SMP Bakti Bangsa pagi itu tampak lebih cerah, seolah-olah semesta memberikan restunya pada lembaran baru yang sedang ditulis oleh Ayah. Di atas meja kerjanya yang masih menggunakan kipas angin berderit itu, tidak ada lagi tumpukan map kuning yang berserakan tak…
Readmore

Chapter 12: Rindu Yang Tak Terobati

Oleh: Arini Sabila
Di atas meja kerja yang kini tertata rapi, sebuah papan nama kayu bertuliskan Randi, S.Sos, PLT Kepala Sekolah berdiri tegak. Ruangan itu kini jauh lebih sejuk; bukan karena pendingin udara yang mewah, melainkan karena ventilasi yang diperbaiki dan suasana kerja yang penuh harmoni.…
Readmore

Chapter 13: Defisit Kasih Sayang

Oleh: Arini Sabila
Rumah Sakit Bakti Husada biasanya menjadi tempat yang Ayah datangi untuk mengurus asuransi kesehatan guru-gurunya. Namun malam ini, Ayah terbaring di sana bukan sebagai administrator, melainkan sebagai pasien yang kalah oleh raganya sendiri. Tubuh yang selama bertahun-tahun ia paksa bekerja layaknya mesin penghitung…
Readmore

Chapter 14: Spionase Rindu

Oleh: Arini Sabila
Setelah keluar dari rumah sakit, Ayah tidak lagi sama. Tubuhnya mungkin sudah tegak kembali saat berjalan di koridor sekolah, namun sorot matanya seringkali tertinggal di suatu tempat yang jauh. Secara administratif, Ayah telah mencoba melakukan apa yang ia sebut sebagai Write-Off, sebuah penghapusan…
Readmore

Chapter 15: Panggilan di Tengah Pandemi

Oleh: Arini Sabila
Tahun 2020 datang seperti sebuah laporan keuangan yang mendadak merah total; kacau, tak terduga, dan penuh ketakutan. Pandemi Covid-19 telah mengubah SMP Bakti Bangsa menjadi koridor-koridor hampa yang hanya menyisakan bau disinfektan. Ayah, yang kini masih menjabat sebagai PLT Kepala Sekolah, harus berjibaku…
Readmore

Chapter 16: Jurnal Penyesuaian Hati

Oleh: Arini Sabila
Rumah di gang sempit itu biasanya hanya dihuni oleh suara deru kipas angin tua dan denting sendok yang beradu dengan piring dalam keheningan yang canggung. Namun, sejak kedatangan Kak Gladys, atmosfer di dalam rumah kami seolah mengalami perombakan total. Pandemi Covid-19 yang mencekam…
Readmore

Chapter 17: Luka Yang Permanen

Oleh: Arini Sabila
Kedatangan Kak Gladis memang laksana oase di tengah gurun panjang pengabaian yang dialami Ayah. Untuk beberapa saat, rumah kami dipenuhi dengan hangatnya tawa dan aroma masakan yang sudah lama tak tercium. Namun, bagi seorang pria yang hidupnya diabdikan pada ketelitian angka seperti Ayah,…
Readmore

Chapter 18: Amortisasi Luka

Oleh: Arini Sabila
Di dunia akuntansi yang ditekuni Ayah, ada istilah amortisasi sebuah proses penghapusan nilai aset tidak berwujud secara bertahap selama masa manfaatnya. Setelah malam menyakitkan di pinggir jalan raya Makassar itu, aku melihat Ayah mulai menerapkan prinsip itu pada hatinya sendiri. Ia mulai melakukan…
Readmore

Chapter 19: Jurnal Penutup Yang Sempurna

Oleh: Arini Sabila
Aku menatap barisan buku di rak perpustakaan kampus, jemariku menyentuh punggung buku puisi Chairil Anwar dan roman-roman klasik Pramoedya Ananta Toer. Sebagai mahasiswi Fakultas Sastra Indonesia semester tiga, aku belajar bahwa setiap narasi besar selalu membutuhkan konflik untuk mencapai resolusi. Begitu juga dengan…
Readmore

Chapter 20: Prolog

Oleh: Arini Sabila
Sinopsis Novelet: "Pixel Rindu dan Prosa yang Pulang" Tema Utama: Rekonsiliasi, Pengampunan, dan Integritas Batin. Alur Cerita Cerita ini mengikuti perjalanan Randi, seorang ahli administrasi dan akuntansi yang terpaksa meninggalkan anak-anaknya di Makassar untuk bekerja sebagai buruh logistik di Jawa Tengah demi menyambung…
Readmore
error: Content is protected !!