Table of Contents
Lates Chapters
4. Keraguan Nadhira
Tak butuh waktu lama akhirnya Nadhira terlelap dan terbangun saat alarm pada ponselnya berbunyi. Rasa sakit seketika menjalari punggung Nadhira, tanpa sadar dia meringis. Setelah bertarung dengan rasa sakit selama bermenit-menit, akhirnya Nadhira berhasil bangun dari tempat tidur yang seakan-akan memaku dirinya. Meski…
3. Secercah Harapan
Setelah selesai mandi dan makan malam dengan lauk yang tersisa, Nadhira duduk bersama Arjuna. Meskipun rasa lelah mendera dirinya, Nadhira memaksakan diri untuk menemani sang putra mengerjakan tugas bahasa Indonesia dan matematika yang ternyata harus dikumpulkan esok hari. Setengah menahan kekesalan kepada Andri…
2. Suami Penuntut
‘Dhira, apa kabar? Lama banget kita nggak kontekan. Oh iya, gue cuma mau kasih info kalau ada kerjaan freelance yang bisa nambah-nambahin duit. Lo mau nggak? Kalau berminat gue kirim info lebih lanjut.’ Nadhira mengernyitkan dahi. Dia merasa agak canggung dengan pesan itu.…
1. Suami Pencuri
'Mama Juna, jangan lupa bayaran untuk bulan ini. Kalau tidak, rapor Juna tidak bisa diambil.' Nadhira hanya dapat terdiam saat wali kelas sang putra mengirimkan pesan pribadi. Sejujurnya dia bingung haruskah membalas pesan itu atau membiarkannya saja. Helaan napas kasar Nadhira lakukan untuk…
Comments
You May Also Like
4 Chapters
Chapter 1: 1. Suami Pencuri
'Mama Juna, jangan lupa bayaran untuk bulan ini. Kalau tidak, rapor Juna tidak bisa diambil.' Nadhira hanya dapat terdiam saat wali kelas sang putra mengirimkan pesan pribadi. Sejujurnya dia bingung haruskah membalas pesan itu atau membiarkannya saja. Helaan napas kasar Nadhira lakukan untuk…
ReadmoreChapter 2: 2. Suami Penuntut
‘Dhira, apa kabar? Lama banget kita nggak kontekan. Oh iya, gue cuma mau kasih info kalau ada kerjaan freelance yang bisa nambah-nambahin duit. Lo mau nggak? Kalau berminat gue kirim info lebih lanjut.’ Nadhira mengernyitkan dahi. Dia merasa agak canggung dengan pesan itu.…
ReadmoreChapter 3: 3. Secercah Harapan
Setelah selesai mandi dan makan malam dengan lauk yang tersisa, Nadhira duduk bersama Arjuna. Meskipun rasa lelah mendera dirinya, Nadhira memaksakan diri untuk menemani sang putra mengerjakan tugas bahasa Indonesia dan matematika yang ternyata harus dikumpulkan esok hari. Setengah menahan kekesalan kepada Andri…
ReadmoreChapter 4: 4. Keraguan Nadhira
Tak butuh waktu lama akhirnya Nadhira terlelap dan terbangun saat alarm pada ponselnya berbunyi. Rasa sakit seketika menjalari punggung Nadhira, tanpa sadar dia meringis. Setelah bertarung dengan rasa sakit selama bermenit-menit, akhirnya Nadhira berhasil bangun dari tempat tidur yang seakan-akan memaku dirinya. Meski…
Readmore





