VIP Signed

Suamiku Pengangguran Akut

By: yeosin.d
188 Readers 107 Chapters 9.9

Romance

Menikah dengan orang kaya yang berbeda derajat memang sangat sulit terlebih lagi anak yang dinikahinya adalah anak tunggal yang manja dan selalu mengandalkan orang tua. Farida yang sempat tak direstui saat menikah dengan Adam yang lebih muda darinya, selalu saja dipojokkan oleh ibu mertuanya yaitu Nadia.…
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Ending

Dua bulan kemudian.   Sudah 2 bulan semenjak kepergian Farida, keadaan Tasya semakin memburuk. Tubuhnya semakin kurus dan pucat bahkan Tasya sering kesulitan untuk menekan makanan membuatnya semakin tamoak kurus.   "Ma, bagaimana ini. Keadaan Tasya semakin memburuk. Kita harus bagaimana sekarang?" tanya…

Sampai Disini

Sudah dia hati Farida dan Feri mencari Tasya dan Adam namun mereka masih belum menemukannya.   "Mas, bagaimana ini? Besok aku sudah harus berangkat tapi sampai sekarang kita masih belum menemukan Tasya. Aku takut benar-benar tidak bisa bertemu dengan Tasya sebelum aku berangkat,"…

Pulang

Tok... Tok... Tok.   Suara gedoran pintu yang cukup keras dari arah luar membuat Nadia yang sudah tidur harus tebangun.   Dengan sedikit malas Nadia berjalan keluar dari kamar dan menghampiri pintu.   "Siapa sih malam-malam begini bertamu. Nggak punya sopan santun banget,"…

Talak Tiga

Tiba-tiba saja Gladis bersimpuh di kaki Adam membuatnya semakin bingung.   "Maafkan aku, Mas. Aku minta maaf," ucap Gladis sembari menangis sesenggukan.   Adam yang merasa belum puas dengan jawaban dari Gladis, segera meminta penjelasan yang lebih akurat.   "Hentikan nak Adam! Tespek…

Ketahuan

Setelah makan malam, Adam dan Gladis masuk ke dalam kamar dan duduk di pinggiran ranjang. Adam tampak ragu-ragu untuk mulai membahas apa yang dikatakan Nadia tadi di telpon.   "Emmm Gladis, Mas mau bicara sesuatu, " ucap Adam ragu-ragu.   Gladis menatap ke…

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

eli.budianto
dwi.fitriani
20 Chapters

Chapter 1: Guncangan Ekonomi x Uang Dua Ribu pun Aku tak Punya

Oleh: yeosin.d
Farida berjalan ke dapur menghampiri wadah beras yang terlihat transparan. Hatinya merasa kacau saat menakar beras yang hanya tinggal setengah gelas.  Sayur dan lauk-pauk sudah habis sejak kemarin bahkan piring-piring kotor pun sudah menumpuk karena sabun pencuci piringnya sudah habis.  "Ya Allah sudah…
Readmore

Chapter 2: Ternyata Bapak Mertuaku Genit x Nasib yang Sama Apakah Karena Keturunan

Oleh: yeosin.d
"Tapi aku sudah berusaha menjadi ibu rumah tangga yang baik, Bu," kata Farida.  "Menjadi ibu rumah tangga yang baik? Baik apanya." Nadia menarik ujung bibirnya dengan begitu sengit.  "Ibu rumah tangga yang baik itu nggak pernah ngerepotin," lanjut Nadia.  "Maksud ibu apa? Aku…
Readmore

Chapter 3: Berbagi Beras dari Mertua dengan Ibuku x Kenapa Hanya Mengandalkan Uang Transferan dari Ibu, Mas

Oleh: yeosin.d
Hati Farida sangat teriris melihat butiran kristal dari orang yang sangat disayanginya, jatuh begitu deras sampai membuatnya sesenggukan.  Bahu kurus orang tuanya berguncang hebat menahan isak tangis yang semakin terdengar menggebu.  "Sudah, ibu jangan menangis lagi, ya." Farida melepaskan pelukannya.  Sebelah tangannya mencoba…
Readmore

Chapter 4: Tua-tua Keladi x Suamiku Tidak Percaya Aku Dilecehkan Bapaknya

Oleh: yeosin.d
Hardi semakin berani dengan menggerakkan telapak tangannya dan menyentuh wajah Farida lalu mengusapnya dengan lembut.  Tak tinggal diam. Farida pun menampar keras pipi bapak mertuanya.  Plak!  Suara tamparan itu terdengar cukup keras hingga membuat Hardi tidak bergeming untuk sesaat.  "Beraninya kamu menamparku," ucap…
Readmore

Chapter 5: Aku tak Sanggup Lagi x Dijadikan Kambing Hitam

Oleh: yeosin.d
Lelah rasanya hati Farida menghadapi semua ujian yang menimpanya selama ini. Dadanya bahkan terasa sangat sesak meski hanya untuk bernapas.  Farida menghempaskan cengkraman tangan Adam dan ia pun berlari menuju kamarnya. Di sanalah tempat yang menjadi saksi bisu selama ini dimana Farida selalu…
Readmore

Chapter 6: Pulang ke Rumah Ibu

Oleh: yeosin.d
Semua pakaian yang ada di dalam lemarinya kini sudah berpindah ke dalam sebuah tas lusuh berwarna pink. Farida hanya bisa menatap tas usang itu dengan mata berkaca-kaca.   Seandainya saja suami yang aku cintai bisa menjadi sandaran hatiku setiap aku merasakan kesepian, gundah…
Readmore

Chapter 7: Bercerita Keluh Kesah

Oleh: yeosin.d
Farida duduk berhadapan dengan Nani di sebuah kursi kayu. Bajunya masih basah karena belum diganti dan hanya ditutupi dengan selembar handuk yang warnanya sudah sedikit pudar.   "Apa! Jadi kamu hampir dilecehkan oleh bapak mertua kamu tapi suami kamu tidak percaya!" Nani begitu…
Readmore

Chapter 8: Pergi Tanpa Izin dari Suami adalah Dosa

Oleh: yeosin.d
Adam melangkahkan kakinya meniti jalanan yang sedikit becek dan licin karena hujan yang mengguyur begitu deras.   Sementara hari yang sudah petang membuatnya harus lebih berhati-hati dalam memilih target pijakan kakinya.   "Masa iya aku harus sampai bercerai dengan Farida," batin Adam yang…
Readmore

Chapter 9: Ku Jemput Dirimu

Oleh: yeosin.d
Adam yang masih lunglai di atas lantai kini mulai menyeka air matanya yang sudah menerjang pertahanan kelakianya.   "Apa jangan-jangan Farida ada di rumah ibu, Ya," ucap Adam seketika semringah seperti menemukan jalan keluar dari masalahnya.   "Iya benar! Farida pasti ada di…
Readmore

Chapter 10: Disidang Ibu Mertua

Oleh: yeosin.d
Adam duduk tertunduk di depan ibu mertuanya yang masih menatapnya dalam. Sementara Farida ikut juga duduk di sebelah Adam berdampingan dengannya.   "Nak Adam, apa kamu ingat janji yang kamu ucapkan di depan mendiang almarhum bapak Farida. Kamu sudah berjanji untuk membahagiakan dia…
Readmore

Chapter 11: Pulang

Oleh: yeosin.d
Hampir tengah malam akhirnya Farida memutuskan untuk pulang kembali ke rumahnya bersama dengan Adam.   Tak lupa ia membangunkan Tasya yang sudah tidur nyenyak meski hanya di kasur tipis yang warnanya pun sudah kusam.   "Bu, aku minta maaf sekali, ya, karena sudah…
Readmore

Chapter 12: Tidak Diakui Anak Lagi

Oleh: yeosin.d
Farida memungut beberapa helai baju yang berserakan karena ulah Adam. Handuk basah bekasnya pun tak digantung dan hanya tergeletak di atas ranjang.   "Ya ampun kamu ini, Mas. Kebiasaan sekali menaruh handuk di sini," ucap Farida menggerutu melihat baju-baju kotor yang bertebaran.  …
Readmore

Chapter 13: Kemarahan Nadia

Oleh: yeosin.d
Di rumah Hardi ...   Berbeda dengan Adam, Hardi justru terlihat sangat kesal karena Adam lebih memilih istrinya dan tidak begitu mempercayainya.   "Akh sial! Bisa-bisanya si Adam lebih percaya sama wanita itu," ucap Hardi kesal sembari melemparkan gagang pancing di pojokan belakang…
Readmore

Chapter 14: Hari Pertama Kerja Harus Semangat Jangan Loyo

Oleh: yeosin.d
Keesokan paginya, pukul 06:20.   Adam menatap Farida yang tengah menyiapkan sarapan dari kejauhan tanpa sepengetahuan Farida.   "Gara-gara belain si Farida, aku jadi kehilangan jatah uang bulanan dari ibu," batin Adam kesal.   Ia masih menatap Farida tapi kali ini tatapan itu…
Readmore

Chapter 15: Lelah

Oleh: yeosin.d
"Ya abisnya sih kamu ngasih kerjaan begini banget. Nggak ada enak-enaknya," sindir Adam.   "Wah bener-bener nggak tau diri banget sih kamu, Dam. Udah ayok lanjut kerja lagi. Nggak enak tau sama yang lainnya. Nggak enak juga sama bos," ajak Agus.   Dengan…
Readmore

Chapter 16: Gara-gara Sepotong Ayam Goreng

Oleh: yeosin.d
"Beneran, Mas. Tadi Tasya minta makan pakai ayam goreng yang kamu minta itu."   "Terus, kamu nggak bilang kalau itu buat aku dan kamu kasih gitu aja ke Tasya!"   Nada suara Adam mulai berubah naik. Adam yang tadi sudah dekat ke arah…
Readmore

Chapter 17: Memusuhi Istri Hanya Karena Masalah Sepele

Oleh: yeosin.d
Pagi harinya, Farida bangun untuk dan masak untuk makan anak dan juga suaminya, sementara dirinya hari itu tengah berpuasa dan sudah berhasil menghabiskan sisa makanan semalam sehingga tak terbuang sama sekali.   "Ini kopinya, Mas," ucap Farida sembari memberikan kopi panas pada Adam…
Readmore

Chapter 18: Dua Hari Kerja Sudah Dapat Peringatan

Oleh: yeosin.d
Setelah selesai mengobrol dengan Hardi, kini Adam pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke tempat kerja.   Kali ini ekspresi wajah Adam terlihat sangat bahagia. Ia yakin jika hubungannya dengan kedua orang tuanya akan membaik setelah ini.   "Oke Dam, bapak akan coba bilang…
Readmore

Chapter 19: Menjilat Ludah Sendiri Demi Uang

Oleh: yeosin.d
Adam terpaksa memilih pulang ke rumah karena rumah Nadia tutup. Tak ada orang di sana karena Hardi pun tengah pergi memancing dan belum pulang sementara Nadia tengah pergi entah kemana.   Adam sudah menyiapkan mental dan juga telinganya untuk menghadapi pertanyaan dari Farida,…
Readmore

Chapter 20: Rumitnya Berumah Tangga

Oleh: yeosin.d
Hardi pulang ke rumah dan langsung disambut oleh Nadia yang duduk bersedekap di sofa ruang tamu. Wajahnya tampak ketus dan juga jutek.   "Kamu darimana saja, pak? Jam segini baru pulang," ucap Nadia dengan nada yang masih datar.   "Biasa, Bu. Bapak habis…
Readmore
error: Content is protected !!