Table of Contents
Lates Chapters
TAMAT
Bulan kemudian.... Mila terdiam cemas di atas brangkar rumah sakit, ia sangat takut hari ini adalah hari persalinan yang telah dinanti. Arjuna sedari tadi terus menenangkannya. "Kak, Mila takut salah satu dari kami gak selamat," ujar Mila dengan raut wajah murung. Sejujurnya Arjuna…
Kain Putih
Jasad Saras masih berada di ruangan UGD setelah di bersihkan. Arjuna tidak kuasa lagi melihat wajah pucat pasi gadis itu, ia memilih duduk di luar ruangan saat keluarganya datang menemui Saras. Arjuna merasa begitu bersalah. Saras dengan berani mengorbankan hidupnya demi menyelamatkan nyawanya,…
Perpisahan
Setelah mendengar cerita Mila, hari ini Arjuna mulai mengatur rencana, ia meminta bantuan kepada sahabatnya Nakula, untuk melacak keberadaan Kevin. Setelah kejadian kemarin Arjuna tidak pergi ke mana pun, Mila terus memeluknya erat tidak membiarkan Arjuna beranjak sedikit pun darinya. Dering telepon baru…
Terlepas
Kevin membuka kamar kurungan Mila dengan perasaan senang, dia sudah bersusah payah memasak semua makanan kesukaan wanita itu. Dia ingin kembali mengenang masa lalu saat mereka saling peduli lewat masakan. Namun wanita yang tadinya berada di atas kasur kini telah hilang entah ke…
Berbeda
"Mila cuman cinta suami Mila! Lepasin Mila Kevin!" Teriak Mila lantang. Ia khawatir dengan bayinya air mata yang ia tahan kini berhasil lolos dari pelupuk matanya. "Gak, kamu cuman cinta aku! Mila hanya cinta kevin!" Mila dan kevin tiba di sebuah rumah mewah…
Comments
You May Also Like
20 Chapters
Chapter 1: Tak Lagi Sama
"Keluar Kamu dari rumah saya!" bentak seorang pria paruh baya sambil menatap nyalang ke arah putrinya. Gadis itu menangis histeris. Air matanya tak mau berhenti membasahi pipi putihnya, yang kini bersemu merah karena sempat menahan tangis. "Maafin Mila, Ayah. I-ini bukan kemauan Mila,”…
ReadmoreChapter 2: Karena Kamu
Malam itu, Mona dan tiga temannya mengajak Mila ke sebuah kelab baru di Jakarta Selatan. Awalnya Mila menolak, tapi Mona terus saja memaksa dan merayu, sampai akhirnya Mila luluh dan ikut bersama Mona ke kelab. Dentuman musik trendi dan juga beberapa botol minuman…
ReadmoreChapter 3: True Friend
Aina mendekap erat tubuh Mila yang bergetar. Sekarang mereka berada di rumah sederhana, yang hanya memiliki dua kamar kecil. Ya, itulah rumah Aina. Sangat jauh berbeda dengan rumah Mila, bahkan kamar pembantunya lebih besar dari rumah ini, tapi Mila sangat bersyukur,…
ReadmoreChapter 4: Sekolah Baru
Mila mengikuti saran Aina kemarin, ia langsung mengikuti tes setelah para siswa pulang. Setelah menunggu selama tiga hari, akhirnya ia lolos dalam seleksi masuk SMA Pelita. Sekolah itu tidak kalah elite dari sekolah Mila yang dulu. Mila melangkah masuk ke dalam gerbang. Matanya…
ReadmoreChapter 5: Kepikiran
Malam itu Bima menyendiri di teras samping rumah, sementara Gino tengah sibuk di dapur. Berdiam diri di samping teras rumah adalah kebiasaan Bima ketika ia dirundung rasa galau. Bima melipat kaki dan meletakkan gitar di atas pangkuannya. Tatapannya menembus kegelapan, dipandanginya bintang-bintang bertaburan…
ReadmoreChapter 6: Siapa Dia
Hari ini Aina terburu-buru berlari ke arah lapangan. Mila sampai dibuat bingung, ada apa dengan sahabatnya itu. "Na, kamu kenapa lari-lari?” "Nggak pa-pa. Yuk, ke lapangan! Bentar lagi pertandingan basket mau dimulai," jawab Aina sambil menggandeng lengan Mila. "Oh, itu alasan kamu buru-buru?”…
ReadmoreChapter 7: Pertanyaan Nakula
Sepulang dari kediaman Dwipandu. Mila dan Aina kembali ke rumah, Mila sedikit merasa lega. Dukungan-dukungan Aina begitu berarti untuknya. Lusa Mila akan menikah dan ia mulai menerka apa yang akan terjadi selanjutnya? Akan kah pernikahan yang Mila dambakan akan terwujud? Ia sekarang tengah…
ReadmoreChapter 8: Sah
Kini Mila Hauri Aditama sudah berganti status menjadi istri Arjuna Dwipandu, semenjak seluruh tamu undangan menyorakkan kata 'Sah' ia sudah resmi menjadi seorang istri. pernikahan mereka hanya di hadiri sanak saudara saja, Gilbran dan istrinya datang menjadi wali di pernikahan Mila putri mereka.…
ReadmoreChapter 9: Fake Friend
Sudah dua minggu Mila bersekolah di SMA pelita, Mila punya banyak teman. Mila kian hari makin dekat dengan Bima, laki-laki itu tak henti-hentinya membuat Mila tertawa dengan tingkah konyolnya. Mila membuka lokernya, sejak pertama dia masuk sampai sekarang lokernya selalu di penuhi surat…
ReadmoreChapter 10: My Husband
Mila menatap lekat wajah Arjuna yang berbaring di sebelahnya. Wajahnya tampak tenang dan damai . Berbeda saat ia bangun, yang ada hanya tatapan intimidasi dan nada ketus yang keluar dari bibir manisnya. Mila terkagum-kagum menatap visual indah di depan matanya, suaminya ini memang…
ReadmoreChapter 11: Benih- benih Cemburu
Mila terengah-engah di pinggir lapangan, tadi dia baru saja mengikuti olahraga basket. Padahal Mila berlari kecil tapi kok bisa capek seperti ini, pikirnya. Mila mendudukkan dirinya di atas rumput di pinggir lapangan, pandangannya fokus menatap pemandangan para siswa yang tengah bermain sepak bola…
ReadmoreChapter 12: Sindiran
Malam ini Mila benar-benar pusing pasalnya sedari tadi dia terus saja terbayang- bayang wajah Arjuna. Mila berguling-guling ke sana- kemari di atas kasur. Jantungnya berdetak tidak karuan saat seseorang yang ia pikirkan berdiri di depan pintu kamar. "Aduh gila. Gue kenapa dah. Nih,…
ReadmoreChapter 13: Hujan
Arjuna Dwipandu, siapa yang tak mengenalnya? Kapten basket, penguasa SMA Pelita, dan si cerdas kesayangan guru. Tiga kata yang menggambarkan sosok Arjuna, sifatnya yang dingin dan cuek menambah karisma yang menubuatnya menjadi idola para kaum hawa. Setiap kali Arjuna muncul maka ketiga kawannya.…
ReadmoreChapter 14: Keluarga Dwipandu
Mila sudah tiga kali muntah-muntah pagi ini, rasa mualnya kembali setelah satu minggu ia tidak merasakannya. Mila berjalan kamar, kemarin Arjuna dan Mila di minta Wulan untuk menginap di rumahnya dia rindu dengan Mila dan Arjuna, Mila melangkah keluar menuju dapur ia ingin…
ReadmoreChapter 15: Kencan
"Mil, nanti malam diner yuk!” ajak Bima kepada Mila yang sedang berjalan beriringan dengan Aina. "Tumben, tapi gue makannya banyak loh, Bim," ujar Mila memperingati, ia fokus menatap lantai koridor tanpa melirik Bima yang berjalan di sampingnya. "Nggak pa-pa, lo kira gue orang…
ReadmoreChapter 16: Senja Dan Angan
Sesuai perkataan Arjuna kemarin, hari ini keluarga besar Dwipandu menuju kota Semarang untuk mengikuti acara peresmian anak cabang kafe Blackdemon milik Arjuna. Mereka mengendarai mobil masing-masing. Arjuna dengan Mia sementara Wulan bersama Pandu .Seluruh persiapan acara sudah di hendel karyawannya jadi Arjuna tidak…
ReadmoreChapter 17: Bunglon
Mila tidak sengaja menabrak bahu seorang gadis, pandangan Mila tadi tidak fokus. Ia sedang terburu-buru membawa lembaran ulangan harian fisikanya ke ruang guru. Orang yang Mila tabrak ternyata Saras kakak kelas sekaligus kekasih dari Arjuna. "Eh, maaf, Kak," ujar Mila merasa bersalah. Ia…
ReadmoreChapter 18: Tikus Kesayangan
Hari ini Arjuna, dan para anggota tim basketnya tengah nongkrong di Apartemen Yudistira, mereka membicarakan perihal pertandingan basket selanjutnya dengan tim lawan dari SMA Baratayuda minggu depan. Kali ini lawan mereka tidak bisa di anggap remeh, mereka di kabarkan memiliki skill yang mumpuni.…
ReadmoreChapter 19: Ketahuan
Mila berjalan santai di pinggir lapangan, ia ingin menonton Arjuna dan timnya yang kini sedang latihan basket. Suasana lapangan cukup ramai oleh beberapa siswa yang sedang jam kosong. Baru saja Mila akan duduk di tribun. Tiba-tiba saja bola ditangan Dion melayang tepat mengenai…
ReadmoreChapter 20: Awal Yang Baik
Huek Huek Sayup-sayup Arjuna mendengar suara dari kamar mandi. Mau tidak mau Arjuna membuka perlahan matanya, menatap kasur di sebelahnya kemudian melirik jam di nakas yang menunjukkan pukul 06:00 pagi. Dengan malas Arjuna bangun, kemudian berjalan ke arah kamar mandi, Arjuna mendapati Mila…
Readmore





