Dibuang Suami Dinikahi Pria Kaya

Hadiah.



Setelah kepergian Alex. Erina masuk kembali kedalam rumah. Erina berjalan memasuki ruang tamu yang dimana Alin  sedang memperhatikannya.

 

Erina tersenyum.Menyapa Alin,”Selamat pagi Kak.” ucapnya ramah.

 

“Hem!” Alin menjawab dengan nada di buat sesinis mungkin. Alin pura pura sibuk dengan Handphone nya.

 

” Em. Kak aku tinggal ke kamar Mama dulu ya. Tadi aku udah janji mau pijit kakai Mama lagi”

 

‘ Em.cari perhatian sekali dia.Awas aja kalau sampe aku tau ke kamu bukan wanita baik baik. Aku tidak akan membiarkan kamu masuk lebih dalam kedalam kelurga ini’ batin Alin yang masih ingin mencari tau tentang Erina. Bukan tak menyukai Erina hanya saja Alin  berjaga jaga agar kejadian dengan Via tak terjadi lagi.

 

“Silahkan!” jawab Alin datar. Erina berjalan menaiki anak tangga karena memang semua kamar berada di lantai atas. Kecuali kamar tamu dan kamar pelayang berada di lantai dasar.

 

Sampai di depan kamar Mama. Erina  berhenti sejenak menenangkan detak jantungnya. Erina gugup takut nanti Mama bertanya tanya soal pernikahannya dengan Alex yang membuatnya harus hati hati. Erina  kembali mengambil napas dan membuangnya sebelum ia mengetuk pintu.

 

Tok..

 

Tok..

 

“Masuk. Tidak di kunci!” teriak Mama dari dalam.

 

Erina  memegang handel pintu dan mulai membukanya.

 

Ceklek..

 

“Mah.”panggil Erina.Sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Mama.

 

“Eh.Sini Erina.”  Mama menepuk nepuk kasur di sebelahnya.

 

Erina melangkahkan kakinya mendekati Mama. Lalu duduk di samping Mama.

 

“Mama udah sarapan?” tanya Erina penuh perhatian.

 

“Sudah tadi di bawakan pelayan.” jawab Mama.

 

Erina beranjak bangun,Ia berjalan mengambil kursi yang ada di situ mendekatkannya ke samping tempat tidur.

 

“Biar Erina  pijit dulu ya Mam.” Erina mengangkat kaki Mama pelan,menaruhnya di atas kursi agar membenarkan posisinya agar nyaman.

 

Perlahan ia berjongkok,memegang kaki Mama. Mengoleskan minyak urut perlahan tapi pasti Erina mulai memijat kaki Mama dengan telaten. Tak ada raut keterpaksaan di wajahnya yang ada hanya ketulusan yang  Erina  berikan.

 

Mama memperhatikan setiap gerak gerik  Erina, semakin terpesona Mama di buatnya.’Mama berharap kamu memang berhati tulus  Erina, tidak seperti si Via  wanita ular itu’. Mama tiba tiba kesal mengingat Via.

 

Walau begitu Mama menikmati setiap pijatan yang Erina berikan. Sampai sampai Mama merasa rilex dan mengantuk.

 

Tanpa mereka sadari Alin mengintip di balik pintu sedari tadi. Ya! Alin mengikuti Erina setelah tadi Erina  berpamitan padanya untuk ke kamar Mama.Ia takut Erina  melukai Mamanya. Tapi dugaannya salah besar, Justru Erina terlihat memperlakukan Mama dengan tulus.

 

Tanpa sadar Alin menarik ujung bibirnya, menimbulkan senyum. Ya. Tentu! Alin mengagumi Erina yang begitu tulus memperlakukan Mama.’ Aku harus mencari tau siapa Erina  secepatnya! Sepertinya Mama sudah mulai menyukainya.’

 

Di kantor!.

 

Alex  dan Arpha baru saja keluar dari ruang meeting.”Arp apa ada jadwal lagi setelah ini?” tanya Alex pada Arpha.

 

“Ada tuan.Pertemuan dengan klien dari luar kota.Nanti jam dua siang di cafe Diamond.”

 

“Baiklah kamu persiapkan saja berkasnya.”

 

“Baik tuan.” Alex kembali ke ruangannya begitu pun dengan Arpha.

 

Alex duduk di kursi kebesarannya.Tiba tiba saja Alex teringat Erina.”Em. Sedang apa ya dia sekarang?” Ucap Alex  berbicara sendiri. Alex merogoh saku celananya,mengeluarkan posel membuka tombol unlock.Alex masuk ke aplikasi hijau berlogo gagang telepon hendak menghubungi Erina. Setelah beberapa saat mencari nama  Erina.namun tidak ditemukan.

 

Alex  menepuk jidatnya sendiri,Ia baru ingat jika Erina tidak memiliki Handphone. Padahal Alex  sangat ingin mendengar suara Erina.Alex  sendiri bingung perasaan apa ini? Apa Alex memang sudah jatuh hati pada Erina. Alex pun belum sepenuhnya yakin dengan perasaan sendiri.Yang ia rasakan saat ini Alex merasa nyaman saat sedang bersama Erina,dan ingin segera pulang jika jauh dengannya, membuat Alex senyum senyum sendiri membayangkan wajah cantik Arumi.

 

Kini Alex beralih lagi pada ponselnya.Kali ini Alex menghubungi Arpha.

 

Tut..

 

Tut..

 

Tak ada jawaban dari Arpha hingga membuat Alex sedikit kesal.” Kemana Arhpa tidak biasanya dia tidak mengangkat telpon” oceh Alex.

 

Alex pun kembali menghubungi Arpha tapi kali ini panggilan langsung tersambung dan di jawab oleh Arpha.

 

“Ya tuan.Maaf tadi saya sedang pergi ke kamar mandi”ucap Arpha menjelaskan sebelum kena semprot bosnya.

 

“Ah. Baiklah! Saya ada tugas untuk kamu!” Alex berbicara sedikit jutek karena ia masih kesal panggilannya di abaikan walau Arpha memberi alasan yang masuk akal tapi tetap saja ia merasa kesal.

 

“Tugas apa tuan?” Tanya Arpha di sebrang sana.

 

” Belikan saya Handphone keluaran terbaru lengkap dengan sim cardnya sekarang juga!”

 

‘ Semoga Erina suka dengan hadiahnya nanti’ batin Alex.

 

‘Handphone untuk siapa, apa handphone tuan rusak ya?’ pikir Arpha.

 

“Baik tuan.” Arpha menyimpan ponselnya kembali ke atas meja. Kali ini Arpha fokus dulu dengan pekerjaannya.Tiga puluh menit Arpha baru saja menyelesaikan semuanya.Arpha menutup laptopnya,merapihkan berkas berkas yang ada di meja kerjanya menyusunnya dengan rapi.

 

Selesai merapihkan meja kerja.Kini arpha sudah siap siap untuk pergi.Arpha berjalan ke ruang ruangan.Ia pergi tanpa memberitahu Alex.

 

Kini Arpha sudah berada di pusat perbelanjaan terbesar di kota itu.Arpha trus berjalan membeah lautan manusia yang mengisi gedung mall tersebut.

 

Setelah beberapa saat lamanya.Arpha sampai di gerai Handphone.Setelah berberapa saat Arpha memilih milih Handphone keluaran terbaru.Akhirnya pilihannya jatuh pada merek apel tergigit.Masalah harga berapa pun itu tidak masalah bagi Alex.

 

“Ko. Saya mau Handphone yang ini” Tunjuk Arpha pada Handphone pilihannya.

 

“Siap” Koko pun mengambil Handphon tersebut dan memberikannya pada Arpha.

 

Arpha mengambil Handphone tersebut.Arpha merogoh saku celananya mengeluarkan dompet,membukanya dan mengeluarkan kartu Atm yang di berikan Alex tadi padanya sebelum keluar dari kantor.

 

“Bayarnya pake ini ya Ko” Memberikan Atm pada Koko. Dengan senang hati Koko menerima Atm tersebut dan menggesekkannya pada alat yang tersedia di situ.

 

Setelah pembayaran selesai,Arpha meninggalkan gerai tersebut,berjalan kembali membelah lautan manusia. Sesampainya di parkiran Arpha bergegas menuju mobilnya. Baru saja ia naik dan hendak pergi.Arpha malah diam saat melihat seseorang keluar dari dalam mobil di depannya yang baru saja di parkirkan.

 

arpha menatap nanar perempuan yang ada Arpha liat tadi. Ingin rasanya Arpha yang memukul wajah perempuan tadi,Sudah berani beraninya menyakiti hati bosnya.

 

‘ Dasar wanita jalang! Sepertinya dia lupa dengan siapa ia berurusan.

 

Dengan perasaan sedikit kesal Arpha meninggalkan parkiran Mall,Arpha langsung tancap gas,membelah jalanan ibu kota yang ramai. Perjalanan dari Mall ke kantor lumayan jauh memakan waktu tiga puluh menit. Sesampainya di kantor Arpha memarkirkan mobilnya di  parkiran kantor.

 

Arpha membuka Pintu mobil dan segera keluar,sebelum ia keluar ia mengambil paperbag berisi Handphone yang baru saja ia beli.

 

Lates Chapters

Melahirkan( happy ending)

Hampir seperempat jam, akhirnya mobil Alex tiba di klinik. Alex  memarkirkan mobilnya. Alex  keluar, lalu memanggil suster untuk membantu Erina. Dua orang suster mengikuti Alex …

Erina kontraksi.

Erina menunggu Alex di dalam mobil. Erina  sudah tidak sabar untuk menyantap belalang goreng. Air liurnya sudah ingin menetes membayangkan betapa renyahnya belalang berpadu gurih,…

Perkara belalang goreng.

Hoam. Erina menutup mulutnya. Saat ini Erina  baru saja bagun tidur siang, Erina tersenyum pertama kali ketika membuka mata pemandangan indah ada di hadapannya. Bagaimana…

Mengunjungi Via.

Lubis  memperhatikan gambar yang di tunjuk Alika, raut wajahnya seketika berubah. Lubis memperhatikan foto USG yang ada di tangannya. Mata berbinar memancarkan kebahagian. "Alika! Apa…

Lubis meminta maaf.

Dokter Lidia tersenyum, lalu pandangannya mengarah ke layar. "Sepertinya Dede bayi masih malu malu, tuh liat di sembunyikan." ucap Dokter Lidia terkikik pelan. Posisi bayi…

Periksa kandungan.

Pemberitaan pagi ini di penuhi pemberitaan tentang klarifikasi Alex kemarin malam. Berbagai judul yang muncul membuat Alex  geleng geleng kepala. ‘Klarifikasi mantan tunangan via terkait…

Klarivikasi Alex.

Alex  mulai kesal, para wartawan tidak ada satupun yang pergi, mereka masih menunggu Alex. "Jo. Kita pulang sekarang, jika menunggu mereka mau sampai kapan?" Alex.mulai…

Viral.

Pagi ini dihebohkan dengan berita Viral seorang model hamil di luar nikah. Bahkan vidionya sudah tersebar di berbagai aplikasi di medsos. Berita di TV pagi…

Hancurnya Via.

Via masih saja mengelak tidak mau mengakui kebenarannya. Lubis mulai jengah. Lalu Alika yang sedari diam, mulai berbicara. "Lebih baik sekarang kita cek ke Dokter,…

Kabar kehamilan Via.

Kamu itu kenapa Vi? ko muntah muntah gini kaya orang hamil aja." Tanya Alika  Istri Lubis.Alika membantu Vanya memijat tengkuknya. Tadi selepas Via berlari ke…

Air mata bahagia.

Begitu sampai di rumah sakit Alex langsung membawa Erin ke IGD. "Sus. Tolong istri saya!" Teriak Alex  memanggil Suster jaga. Suster yang mendengar pun langsung…

Trauma Erina.

Erina  begitu bahagia berada dalam keluarga Alexander, mempunyai Mertua yang baik, Kakak Ipar  juga baik. Itu idaman semua wanita di seluruh penjuru dunia. Tidak terbayangkan…

Berita mengejutkan.

Terserah kamu sayang, kalau memang kamu suka ambil aja." "Mas! Ini cantik banget." Erina  menunjukan aksesoris Hp yang berpasangan, Asesoris itu berupa casing kapel, yang…

Hari terakhir bulan madu.

Mas. Ayo bangun!’’ Erina  mengguncang tubuh suaminya yang masih bergulung di bawah selimut. Perlahan Alex membuka matanya, ‘’ Mau kemana Yank? Ko udah cantik.’ Tanya…

Bulan madu yang tertunda.

ini Erina dan juga Alex  sedang duduk di balkon kamar, menikmati indahnya malam sambil bercengkrama. Mereka bercerita hal apa saja yang membuat mereka tertawa, bahkan…

POV Via.

Pov Via. Malam ini Via menghabiskan malam panas nya bersama dengan David. Awal pertemuan mereka sungguh di luar dugaan. Via yang sedang galau karena Alex…

Siapa dalang di balik semua ini?

Keesokan hari saat Alex ingin berangkat kerja, seorang perawat masuk dalam ruang rawat Erina. "Permisi Tuan, Maaf. Anda diminta keruangan Dokter Nando sekarang." Ucap Perawat…

Penyusup.

Siapa Dia? Di rumah sakit Mama sangat telaten mengurusi Arumi walaupun Mama sendiri terlihat masih sangat lemas tapi Mama lebih mementingkan menantu kesayangannya dibanding dirinya…

Keguguran.

Dengan langkah gontai Alex keluar dari ruangan dokter, hatinya begitu hancur sekarang rasa bersalah dan menyesal menyelimuti hatinya. Andai saja! andai saja waktu bisa diputar…

Penyelamatan part1

Sam sudah mengatur strategi agar dia bisa dengan leluasa masuk dan mengecek setiap ruangan yang ada di gedung tersebut. Dengan sengaja Sam melempar batu ke…
error: Content is protected !!