Dibuang Suami Dinikahi Pria Kaya

Jebakan Mama

Sekilas Mama udah bisa membaca apa yang terjadi dengan melihat gelagat Alexander. Mama nampak tersenyum gemes melihat tingkah Mereka, lalu melenggang pergi begitu saja.

 

Mama berjalan angkuh, walau sambil pura pura pincang, terlihat dia memegang dadanya sendiri. Ada rasa bahagia ketika menatap Putranya berada satu kamar dengan Wanita. Ya, meskipun Mama sudah tau dan Alin beberapa hari ini sudah memastikan jika pernikahan mereka hanyalah sebatas kontrak.

 

Bahkan Mama sudah tau , bagaimana kronologisnya Erina  bisa menerima tawaran Alexander.

 

Ada rasa terimakasih dalam hati Mama, karena Erina sudah menyelamatkan nama baik mereka. Ada rasa Kasihan saat tau bagaimana masa lalu Erina yang nampaknya tidak baik baik saja. Namun disisi lain, terselip rasa sedih di hati Mama. Pernikahan mereka hanya Kontrak!

 

Mama rupanya mulai menaruh harapan pada Erina.

 

Persetan dengan semua itu. Mama jatuh cinta pada Erina  dari pertama bertemu. Dan mungkin Mama akan mempertahankan menantu sandiwaranya itu. Bila perlu sampai titik darah penghabisan sekali pun.

 

Sekarang, Wanita paruh baya ini hanya perlu menyiapkan satu jebakan untuk mengetahuinya ketulusan hati Erina. Setelah lulus jebakan itu, Mama akan lanjut ke tahap Mempertahankan!

 

Alex  sudah selesai mandi rupanya. Erina  sudah menyiapkan seluruh keperluan Alex.

 

Dia mulai membantu Alexander  saat satu jari Alex bergerak tanda menyuruh tanpa suara.

 

Erina dengan malas dan hati dongkol mendekat, mulai memakaikan kemeja dan ikat pinggang. Dia hanya menunduk saja. Tidak mau melihat sedikitpun wajah Alex yang terus saja tersenyum tanpa merasa dosa itu.

 

Mungkin saking dongkolnya  Erina tidak sadar begitu kuat mencengkram pinggang Alex  saat memakaikan sabuk.

 

“Arg.. Kau sengaja ingin membunuhku ya.” Pekik Alex . Padahal tidak sakit. Dia hanya lebay.

 

“Eh, maaf Tuan. Tidak sengaja.”

 

“Hem.. Mau hukuman lebih parah ya?”

 

“Tidak Tuan. tidak. Maafkan saya.” Iba Erina. Sekarang dia mendongak dan memasang wajah memelas.

 

“Bersikaplah yang manis padaku. Maka aku akan meringankan hukuman untukmu.” Tegas Alex.

 

“Iya Tuan.” Erina mengangguk lembut.

 

Nurut saja dari pada dia seenak jidatnya nanti. Aku memang yang salah.

 

Erina  akhirnya mengalah.

 

“Selesai Tuan. Apa anda ingin sarapan dahulu?” Tanya Erina setelah Alex  selesai dengan pakaian kantornya.

 

“Tidak usah. Ini sudah siang. Di kantor saja nanti.” Jawab Alexander. Ia menyambar Tas kantornya.

 

“Tak perlu mengantar ku. Dan jangan lupa kamu sarapan ya? Jaga kesehatan.” Dia berdiri tepat di hadapan Erina.

 

“Iya Tuan.” Jawab Erina patuh.

 

“Erina.” Alex mengangkat dagu Erina Memandangi dua mata Erina  yang juga melakukan hal yang sama. Beberapa saat pandangan beradu dengan hangat.

 

Ya Tuhan! Keduanya ingin memekik ketika merasakan getaran aneh dalam diri masing masing.

 

“Ah, yang tadi maaf ya. Aku hanya gemes padamu.” Tatapan itu begitu teduh dan menenangkan. Erina hampir terhanyut.

 

“Iya Tuan. Tidak apa apa. Saya memang salah. Sudah menjadi konsekuensi saya. Ya meskipun saya marah dengan hukuman anda yang egois.”

 

“Sudah. Jangan di perpanjang. Aku tadi itu tidak berniat menghukumku. Aku hanya, hanya entah kenapa bisa gemes padamu. Mungkin, mungkin..”

 

“Mungkin apa Tuan?”

 

Alexander  menarik nafas. Terdengar berat.

 

“Ah, lupakan saja. Aku,.. Aku berangkat ya?” Sebenarnya bukan itu yang ingin dikatakan Alex. Tapi dia gugup.

 

Ah baiklah. Lain kali saja.

 

Erina  hanya mengangguk.

 

Hem, Alex memutar langkahnya untuk melangkah keluar setelah Erina mencium telapak tangannya. Sandiwara ini kenapa terasa begitu tulus?

 

Sebenarnya ingin sekali Alex  memeluk atau mencium kembali bibir Erina. Ah, tapi tapi. Ya sudahlah. Dia akhirnya melambaikan tangan di ujung tangga. Erina membalas itu.

 

Perasaannya yang tadi ingin marah dan meninju Alex tiba tiba sirna. Lambaian tangan Pria itu menenangkan hatinya.

 

Ya Tuhan! Apa aku jatuh cinta padanya?

 

Hati Erina bertanya tanya sekarang. Lalu tersenyum menyentuh bibirnya.

 

“Gila! Apa apaan ini?”

 

“Pernikahan ini hanya Kontrak. Tuan Alex tidak mungkin juga menyukaiku. Aku hanya seorang janda.” Erina segera menepis perasaannya.

 

Dia hanya membayar hutang pada Pria yang sudah menolongnya lepas dari Lubis. Dan pria itu sedang terluka karena pengkhianatan. Jika Dia suka padanya itu mungkin hanya sebatas karena merasa kesepian saja.

 

Erina  memutar langkahnya. Tapi begitu terkejut, Mama sudah berdiri di hadapannya.

 

“Mama!”

 

“Eh, Erina. Kok kaget.”

 

Erina  tersipu saja, cepat ingin memapah Mama untuk menuju sofa.

 

“Mama sudah bisa berjalan baik Erina.” Tolak Mama.

 

“Benarkah Ma?”

 

“Iya. Ini buktinya.” Mama menunjukan jalan yang sempurna. ‘Malas berpura pura lagi tau. Capek!’

 

“Syukurlah Ma. Erina senang sekali.”

 

“Hem..” Mama duduk di sofa. Erina mengikuti tapi hanya berdiri di sampingnya.

 

“Lho kenapa tidak duduk?” Mama menoleh.

 

“Eh iya Ma. Erina ingin mengambil sarapan untuk Mama dulu ya. Mama mau disini apa di meja makan?”

 

“Mama sudah sarapan. Kamu belum kan? Cepat sana sarapan. Setelah itu Mama tunggu kamu di kamar. Ada sesuatu yang Mama ingin bicara padamu.”

 

Sesuatu? Aduh! Apalagi ini? Jangan Jangan Mama sudah tau tentang pernikahan ini. Dan minta kami bercerai. Bagaimana ini? Hutang ku bagaimana?

 

Pikiran Erina sudah kemana mana.

 

“Erina? Apa yang kau pikirkan?” Mama melihat kegelisahan Erina.

 

“Tidak Ma. Kalau begitu, Erina sarapan sebentar ya.”

 

Mama mengangguk. Erina  segera pergi ke dapur untuk sarapan.

 

Erina mengunyah sarapan, menelan dengan terburu. Dia khawatir sekali. Apa yang ingin dibicarakan Mama kali ini? Kalau banyak tanya yang tidak bisa dijawab bagaimana?

 

Mampus!

 

Erina  cepat menyelesaikan sarapan. Lalu meminta pelayan membersihkan meja dan dia pergi menyusul Mama yang sudah ke kamar.

 

“Ma!”

 

“Eh Erina ! Sini bantu Mama dulu.” Seru Mama yang sedang berdiri di atas kursi.

 

Tentu Erina  terkejut dan langsung berlari mendekat.

 

“Mama ngapain?” Langsung menopang tubuh Mama.

 

“Mau betulin Poto Almarhum Papa suamimu. Apa kamu bisa bantu?”

 

“Tentu Ma. Biar Arumi saja. Mama turun ya. Nanti jatuh.”

 

“Ah, iya. Terimakasih nak.” Mama turun dari kursi di bantu Erina.

 

Erina mulai mengambil Alih Foto ukuran jumbo itu untuk menggantungnya.

 

“Ini butuh paku kayaknya Ma?” Ucap Erina, karena untuk menggantung Poto itu memang tidak ada.

 

“Oh iya. Mama lupa. Lalu bagaimana?” Mama minta pendapat.

 

“Biar aku mencarinya dulu kalau begitu.” Erina turun dari kursi dan menyimpan dulu Foto Pria yang masih nampak gagah itu.

 

“Hem. Kamu juga sepertinya perlu palu Erina.”

 

“Iya Ma. Dimana Erina  bisa mendapatkannya Ma? Biar Erina  ambil.”

 

“Oh, kamu bisa pergi ke Gudang. Mama cari kuncinya dulu.” Mama ada ide dan segera mencari kunci gudang. Mama menemukannya di laci dan memberikan pada Erina.

 

“Kamu bisa tanya pada Pelayan dimana gudang. Tapi jangan menyuruh mereka ya. Bukan apa , gudang itu banyak menyimpan benda benda antik milik Papa Alex  sewaktu hidup dulu. Alex suka marah kalau ada pelayan yang pegang pegang Barang peninggalan Papanya.”

 

Erina mengangguk tanda mengerti dan segera keluar untuk mencari gudang. Dia bertanya pada satu Pelayan yang langsung mengantarnya.

 

“Nona ingin ditemani?” Tanya Pelayan saat Erina sudah membukakan kunci gudang yang ada di dalam rumah itu juga, tempatnya tidak jauh dari dapur.

 

“Tidak usah. Aku bisa sendiri.” Jawab Erina. Erina pun melangkah ke dalam.

 

Ini gudang? Dalam hati Erina  terkagum. Ini lebih layak disebut Monumen mini.

 

Ruangan besar dengan banyak barang antik tertata rapi dan tanpa debu sedikit pun. Sepertinya sangat terawat. Kenapa bisa disebut mereka gudang? Sungguh tidak pantas batin Erina.

 

Mata Erina menjelajah, melupakan ruangan apa ini dan kembali fokus pada palu dan paku yang sedang ia butuhkan sekarang

 

Lates Chapters

Melahirkan( happy ending)

Hampir seperempat jam, akhirnya mobil Alex tiba di klinik. Alex  memarkirkan mobilnya. Alex  keluar, lalu memanggil suster untuk membantu Erina. Dua orang suster mengikuti Alex …

Erina kontraksi.

Erina menunggu Alex di dalam mobil. Erina  sudah tidak sabar untuk menyantap belalang goreng. Air liurnya sudah ingin menetes membayangkan betapa renyahnya belalang berpadu gurih,…

Perkara belalang goreng.

Hoam. Erina menutup mulutnya. Saat ini Erina  baru saja bagun tidur siang, Erina tersenyum pertama kali ketika membuka mata pemandangan indah ada di hadapannya. Bagaimana…

Mengunjungi Via.

Lubis  memperhatikan gambar yang di tunjuk Alika, raut wajahnya seketika berubah. Lubis memperhatikan foto USG yang ada di tangannya. Mata berbinar memancarkan kebahagian. "Alika! Apa…

Lubis meminta maaf.

Dokter Lidia tersenyum, lalu pandangannya mengarah ke layar. "Sepertinya Dede bayi masih malu malu, tuh liat di sembunyikan." ucap Dokter Lidia terkikik pelan. Posisi bayi…

Periksa kandungan.

Pemberitaan pagi ini di penuhi pemberitaan tentang klarifikasi Alex kemarin malam. Berbagai judul yang muncul membuat Alex  geleng geleng kepala. ‘Klarifikasi mantan tunangan via terkait…

Klarivikasi Alex.

Alex  mulai kesal, para wartawan tidak ada satupun yang pergi, mereka masih menunggu Alex. "Jo. Kita pulang sekarang, jika menunggu mereka mau sampai kapan?" Alex.mulai…

Viral.

Pagi ini dihebohkan dengan berita Viral seorang model hamil di luar nikah. Bahkan vidionya sudah tersebar di berbagai aplikasi di medsos. Berita di TV pagi…

Hancurnya Via.

Via masih saja mengelak tidak mau mengakui kebenarannya. Lubis mulai jengah. Lalu Alika yang sedari diam, mulai berbicara. "Lebih baik sekarang kita cek ke Dokter,…

Kabar kehamilan Via.

Kamu itu kenapa Vi? ko muntah muntah gini kaya orang hamil aja." Tanya Alika  Istri Lubis.Alika membantu Vanya memijat tengkuknya. Tadi selepas Via berlari ke…

Air mata bahagia.

Begitu sampai di rumah sakit Alex langsung membawa Erin ke IGD. "Sus. Tolong istri saya!" Teriak Alex  memanggil Suster jaga. Suster yang mendengar pun langsung…

Trauma Erina.

Erina  begitu bahagia berada dalam keluarga Alexander, mempunyai Mertua yang baik, Kakak Ipar  juga baik. Itu idaman semua wanita di seluruh penjuru dunia. Tidak terbayangkan…

Berita mengejutkan.

Terserah kamu sayang, kalau memang kamu suka ambil aja." "Mas! Ini cantik banget." Erina  menunjukan aksesoris Hp yang berpasangan, Asesoris itu berupa casing kapel, yang…

Hari terakhir bulan madu.

Mas. Ayo bangun!’’ Erina  mengguncang tubuh suaminya yang masih bergulung di bawah selimut. Perlahan Alex membuka matanya, ‘’ Mau kemana Yank? Ko udah cantik.’ Tanya…

Bulan madu yang tertunda.

ini Erina dan juga Alex  sedang duduk di balkon kamar, menikmati indahnya malam sambil bercengkrama. Mereka bercerita hal apa saja yang membuat mereka tertawa, bahkan…

POV Via.

Pov Via. Malam ini Via menghabiskan malam panas nya bersama dengan David. Awal pertemuan mereka sungguh di luar dugaan. Via yang sedang galau karena Alex…

Siapa dalang di balik semua ini?

Keesokan hari saat Alex ingin berangkat kerja, seorang perawat masuk dalam ruang rawat Erina. "Permisi Tuan, Maaf. Anda diminta keruangan Dokter Nando sekarang." Ucap Perawat…

Penyusup.

Siapa Dia? Di rumah sakit Mama sangat telaten mengurusi Arumi walaupun Mama sendiri terlihat masih sangat lemas tapi Mama lebih mementingkan menantu kesayangannya dibanding dirinya…

Keguguran.

Dengan langkah gontai Alex keluar dari ruangan dokter, hatinya begitu hancur sekarang rasa bersalah dan menyesal menyelimuti hatinya. Andai saja! andai saja waktu bisa diputar…

Penyelamatan part1

Sam sudah mengatur strategi agar dia bisa dengan leluasa masuk dan mengecek setiap ruangan yang ada di gedung tersebut. Dengan sengaja Sam melempar batu ke…
error: Content is protected !!