Setelah selesai berkemas Erina menyeret kopernya ke luar kamar,sebelum itu ia masuk ke kamar Alex untuk melihatnya apa sudah selesai berkemas.
Melihat pintu kamar Alex yang sedikit terbuka Erina masuk tanpa mengetuk pintu.” Tuan. Apa sudah selesai?” tanya Erina menghampiri Alex.
Alex yang sedang mengambil pakaiannya dari lemari menghentikan sejenak aktivitasnya. Menengok ke arah Erina yang berdiri tak jauh darinya.
” Sudah, tinggal ini doang” mengacungkan baju yang baru saja diambilnya dari lemari. Setelah selesai memasukan bajunya ke dalam koper Alex berjalan mendekati Erina sambil membawa kopernya.
“Nanti di rumah Mama,jangan bikin mereka curiga. Ok!” bisik Alex pada Erina.
” Tapi tuan…”
” Ikuti saja permainannya atau kamu mau balikin uang saya sekarang!” Lagi lagi Alex mengeluarkan jurusnya agar Erina menurut.
Erina yang kesal mengerucutkan bibirnya,Ia berjalan keluar kamar Alex dengan perasaan kesal.
‘ Ih ngeselin banget sih! Pasti nanti disana dia curi curi kesempatan lagi deh. Huh… tapi apalah daya ini’ batin Erina
Sedangkan Alex melihat Erina yang sedang merajuk baginya sangat menggemaskan.’Kok semakin cantik sih kalau lagi ngambek kaya gitu hehe..jadi pengen cium tuh bibir’ batin Alex yang tak disadarinya menimbulkan senyum tipis di bibirnya.
Erina kembali mengambil koper nya yang ia simpan di depan kamar Alex, Ia berjalan menuju ruang tengah dimana Mama dan Kak Alin yang masih menunggu mereka.
Sesampainya di ruang tengah Mama dan Kak Alin sedang asik menonton tv. ” Eh. Udah selesai Rin berkemasnya. Alex mana?” tanya Mama saat melihat Erina keluar dengan menyeret kopernya.
“Maaf ya Mah nunggu lama. Mas Alex bentar lagi keluar ko” jawab Erina ramah di selingi dengan senyum manisnya.
Baru saja Erina selesai bicara Alex sudah nonggol dengan menyeret kopernya.Melihat Alex dan Erina sudah siap Kak Alin angkat bicara.
” Lama banget sih Alex?” ucapnya sedikit di buat jutek.
” Ya elah ka. Gak sabaran baget sih” timpal Alex.
“Yaudah ayo. Udah malem nih masih nunggu apa lagi”
“Iya iya kaka ku yang bawel” jawab Alex.Erina yang melihat itu hanya tersenyum.
‘ Senangnya kalau punya kakak perempuan. Bisa becanda kayak begitu’ batinnya.
Erina yang melihat Mama bangun dengan sedikit kesulitan menawar diri pada Mama. (padahal hanya pura pura)
“Biar Rin bantu Ma.” Mama hanya menganggukan kepalanya.Erina memegang tangan Mama, membantunya untuk bangun.
Mamah berdiri di bantu Arumi.” Awww…” Teriak Mama saat melangkahkan kakinya. ( Hehe,masih pura pura )
“Masih sakit ya Mah?” Tanya Erina khawatir begitupun dengan Alex dan Alin.
“Biar Alex gendong ya mah.” timpal Alex.
“Eh, Gak. Gak usah Mama masih bisa jalan,tapi masih agak sedikit sakit.” ucapnya.
“Yaudah kalau gitu biar aku bantu ya Mah.”tawar Erina lagi.
“Ia.” jawab Mama singkat, meraih pundak Erina.
“Lin, kamu tolong bawakan kopernya Erina ya.”titah Mama pada Alin.
“Kok aku sih Ma, kan ada Alex.” tolaknya.
“Kamu kan gak bawa apa apa Lin?” elak Mama.
“Ih..Mama ngeselin!” jawabnya Ia berjalan mendahului Mama dan Erina.Menyeret koper Erina walaupun dengan wajah cemberut karena kesal.
‘ Mama nyebelin banget sih,kenapa malah aku yang di suruh! Mentang mentang ada menantu baru’ oceh Alin dalam hati.
Sesampainya di parkiran Apartemen Alex yang melihat Alin menyeret koper Erina sambil cemberut membuatnya ingin tertawa.
“Kenapa tuh muka ditekuk begitu? Ada saingan ya?” ledek Alex. Membuat Alin yang dalam mode garang memelotkan matanya.
“Berisik!” jawabnya ketus.
Hahahahaha…Alex tertawa dengan sangat puas telah meledek Alin.
Sedangkan Erina berjalan memapah Mama, makanya ia sampai parkiran lebih lama.
“Mas. Bukannya bantuin malah ketawa ketawa sendiri” ucap Erina, saat sampai di samping mobil. Alex menghentikan tawanya menengok kearah Erina dan Mama.
“Ah..ia sayang maaf maaf” menghampiri Erina dan menggantikannya memapah Mama. Erina dengan sigap membukakan pintu mobil agar Mama bisa segera masuk dan beristirahat di dalam mobil.
Alex memasukan Mama di belakang,setelah Mama masuk di susul Alin yang mendampingi Mama di belakang,karena Kak Alin memilih duduk di depan.
Setelah memastikan Mama dan Erina masuk Alex berlari mengitari mobil, membuka pintu dan duduk di belakang kemudi.
Tak berlama lama Alex menjalankan mobilnya membelah jalanan ibu kota yang masih saja ramai walaupun sudah malam.
Hanz melirik Kak Alin yang terus cemberut, ia pun melirik Erina yang duduk di belakang.Selama perjalanan tak ada obrolan apapun.Hening..itulah situasi saat itu.
Sekitar empat puluh lima menit akhirnya mereka sampai di halaman rumah utama.Alex sengaja memarkirkan mobilnya dekat dengan teras agar Mama tak terlalu jauh berjalan.
Setelah ia memberhentikan mobilnya,satu persatu yang di dalam turun. Kak Alin turun terlebih dahulu setelah Alex dan di susul Erina dan Mama.
“Hati hati Ma.” ucap Erina yang masih setia memegangi tangan Mama.Alex sengaja menunggu di samping mobil untuk membantu Mama masuk ke dalam rumah.
“Ia. Makasih ya Rin” ucap Mama.
“Gak usah bilang makasih Ma.sudah kewajiban Erina
.” Erinamenjawab sambil menggandeng Mama.
Alex yang sedari tadi sudah berdiri disitu pun mengambil alih.” Sini biar Mama aku yang mapah” ucap Alex.
“Ia mas” Alex menggantikan Erina yang memapah Mama masuk.
“Mama langsung bawa ke kamar aja Alex, biar bisa istirahat” Ucap Kak Alin yang sudah duduk di sofa,karena tadi Kak Alin yang duluan masuk.
“Iya Ka” Alex berjalan membawa Mama ke kamarnya. Erina mengikuti dari belakang.
Erina berjalan mendahului untuk membukakan pintu kamar.
“Makasih sayang” ucap Alex tersenyum manis pada Erina.
‘ Sayang sang pala lu peang’ batin Erina kesal.
Erina membawa Mama ke atas kasur, mendudukkannya disana. Erina membantunya menaikan kaki Mama. Membenarkan selimut hingga Mama merasa nyaman.
“Sekarang Mama istirahat ya udah malem.” ucap Erina dan di angguki oleh Alex.
“Ia. Makasih ya Erina kamu udah mau ikut pulang ke rumah Mama.”
“Ia Ma. Gak apa apa aku senang ko,ia kan mas” Erina melirik Alex dengan tatapan agar sinis.
“Ia Ma.” jawab Alex singkat.
Dalam hati dia memang sangat senang.
“Yaudah kalian juga istirahat. Alex jangan buat Erina kecapean.Awas aja kamu!” ancam Mama.
Alex tersenyum malu malu.” Gak janji ya Ma.”
“Ayo sayang kita ke kamar kita.” Alex meraih pinggang Erina.
” Nurut jangan bikin Mama curiga.” bisiknya di telinga Erina.
‘ Mulai deh!’ batin Erina.
“Ia Mas.” Arumi pun berpamitan pada Mama” Ma.kita ke istirahat dulu ya”
“Ia,makasih kamu udah bantu Mama”
“Ia Ma. Sama sama.” Setelah itu Alex mengajak Erina keluar kamar Mama.
“Tuan jangan begini.” bisik Erina. Ia sudah sangat kesal karena Alex tak kunjung melepaskan pelukannya.
“Diam,di rumah ini banyak sisi tv,Mama bisa pantau dari ponselnya.” jawab Alex berbohong.
“Ya ampun.” Jawab Erina frustasi sambil melihat sekiling. Alex hanya tersenyum mendengar itu.
‘Hahahha…kena juga’ batin Alex.